• [BENAR] “Tribun News Tidak Menuliskan Densus 88 Mengamankan Barang Bukti Al Quran saat Menggeledah Rumah Driver Ojol Terduga Teroris di Medan”

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/05/2018

    Hasil Cek Fakta

    Media Daring Tribun News membantah informasi yang mengatakan pihaknya menuliskan Densus 88 mengamankan barang bukti berupa Al Quran di rumah driver ojol berinisial MYR terduga pelaku teroris yang di tangkap di Medan, Sumatera Utara. Penyesatan informasi dengan modus mengubah bagian isi berita Tribun News yang di sebar pada grup Whatsapp itu diketahui berbunyi “Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yaitu, Al Quran besar 1 buah, Al Quran kecil 1 buah, kaset CD dan buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP”. Padahal isi bagian berita yang sebenarnya dalam artikel Driver Ojol Teroris Ditangkap, Sang Ayah Ungkap Fakta Tak Terduga saat Polisi Geledah Rumah Pelaku, berbunyi “Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah kaset CD, dan buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP.” tulis Tribun Video.com, Senin (21/5).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Menteri BUMN Rini Soemarno Melarang Pegawainya Berhijab

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/05/2018

    Berita

    Menetri BUMN Rini Soemarno kembali menjadi cibiran netizen. Dia disebut-sebut melarang penggunaan jilbab di lingkungan BUMN. Foto Rini dengan latar belakang siluet perempuan berhijab diberi judul ”Rini Melarang Jilbab di BUMN”.

    Salah satu penyebar kabar itu adalah akun Facebook Ummy Hafizd. Dia menyebarkan ulang unggahan akun Asmi Hapsyah yang menuding Rini melarang penggunaan jilbab. Kabar tersebut sebenarnya pernah menyebar pada Desember 2014. Awalnya, pengguna akun Twitter yang bernama Dwi Estiningsih (@estiningsihdwi) mem-posting sebuah kertas. Kertas itu disebut sebagai juklak penilaian tes masuk sebuah BUMN.

    Dalam foto kertas yang diunggah Dwi Estiningsih, memang terdapat tulisan ”jilbab batas leher”. Namun, foto kertas tersebut diedit dengan tambahan garis dan tulisan ”larangan jilbab syari”.

    Hasil Cek Fakta

    Namun hal tersebut dibantah pihak kementrian BUMN. Yang jelas, Rini Soemarno tak pernah mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan jilbab di kementeriannya. Kalau unggahan Asmi Hapsyah bersumber dari kicauan Dwi Estiningsih, artinya penafsiran larangan jilbab juga keliru. Sebab, di foto kertas yang diunggah Dwi Estiningsih, tak ada tulisan larangan berjilbab. Yang ada adalah ketentuan bertulisan ”jilbab batas leher”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] "Pihak AS Akan Gelontorkan Dana 2 Triliun ke Pimpinan NU Untuk Menangkal Terorisme"

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 20/05/2018

    Berita

    (1) "Baru saja informasi intelijen masuk lewat telegram | saat ini NU bekerjasama secara langsung dengan AS dalam rangka terorisme di Indonesia | pihak AS akan gelontorkan dana 2 Triliun ke pimpinan NU untuk menangkal terorisme | tentu ini ada niatan terselubung | *infovalid", (2) "Daftar 200 nama mubaligh rekomendasi kementerian agama Lukman Hakim saifudin merupakan daftar mubaligh pesanan JIL pusat di AS | AS saat ini sedang berupaya adu domba indonesia | Lukman Hakim merupakan agen binaan langsung JIL pusat di AS | *infovalid".

    Hasil Cek Fakta

    Tanpa sumber informasi valid, menambahkan tulisan "info valid" tidak menjadikan sebuah informasi menjadi valid. Tidak menyebutkan sumber informasi valid tipikal dilakukan pada saat teknik "Appeal to Authority" digunakan, agar dipercaya digunakan pihak-pihak yang valid tetapi tidak ada kejelasan, misalnya tautan, ke rilis informasi yang diklaim dibuat oleh pihak-pihak tersebut. Selengkapnya di bagian REFERENSI.

    Rujukan

  • [DISINFORMASI] "Tiga Bank Besar Indonesia Jatuh ke Tangan Cina"

    Sumber: voa-islam.com
    Tanggal publish: 19/05/2018

    Berita

    "(foto)
    Ahad, 4 Ramadhan 1439 H / 20 September 2015 10:09 wib 397.992 views

    Tiga Bank Besar Indonesia Jatuh ke Tangan Cina

    JAKARTA (voa-islam.com) - Penguasaan sektor finansiil oleh Cina semakin jelas. Ini dampaknya Indonesia semakin terjajah secara ekonomi oleh Cina. Karena tiga Bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk pinjam ke Cina Development Bank (CDB).

    Sebelumnya, Meneg BUMN RiniSoemarno, menandatangi pinjaman dengan BOC (Bank fo Cina) senilai Rp 570 triliun. Rini juga berusaha memasukan modal dari CDB dan BOC ke bank-bank BUMN dengan demikian perlahan terjadi pengusaan terhadap sektor finansiil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

    “Ini menandakan ada kepentingan tersembunyi dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Utang itu beban bagi bangsa Indonesia khusunya bank-bank tersebut,” jelas seorang pengamat ekonomi Muslim. Cina sangat berkepentingan menguasai perekonomian Indonesia dengan memberikan utangan. “Kalau Bank BUMN sudah dikuasai China, maka dengan mudah negeri Tirai Bambu itu menguasai Indonesia,” tambahnya.

    Sebelumnya, tiga bank pelat merah memperoleh pinjaman senilai total US$3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) dari China Development Bank (CDB). Ketiga bank yang memperoleh pinjaman tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.

    Penandatanganan kesepakatan pinjaman dilakukan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dengan President of Cina Development Bank Zheng Zhijie yang disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Minister/Chairman of National Development and Reform Comittee Xu Shaoshi di Beijing, Cina, Rabu (16/9/2015) malam.

    Indonesia menjadi anak jajahan Cina yang memang memiliki kepentingan di Indonesia, dan Jokowi memfaslitasi kepentingan juragan Cina yang ingin mengambil alih Indonesia. Sungguh sangat berbahaya bagi masa depan anak cucu. (afth/dbs/voa-islma.com)

    Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!".

    Hasil Cek Fakta

    Disinformasi yang beredar di 2015, dan sudah diklarifikasi: "Kabar yang menyebutkan pemerintah menjaminkan kepemilikan bank BUMN ke Cina tidak benar Dana pinjaman akan dipakai untuk membiayai proyek jangka panjang". Selengkapnya di poin (1) bagian REFERENSI.

    Rujukan