[SALAH] Foto Penerima Hadiah Sepeda di Acara Penyerahan Sertifikat Tanah Gratis di Sukabumi
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2018
Berita
Beredar foto penerima hadiah sepeda dalam acara penyerahan sertifikat tanah gratis di Sukabumi, yang memuat tulisan “2019 Ganti Presiden”.
Hasil Cek Fakta
Foto yang memuat tulisan “2019 Ganti Presiden” di kertas putih di dalam map bening adalah hasil suntingan, foto yang sebenarnya adalah yang dimuat di akun facebook Presiden Joko Widodo http://bit.ly/2GOQMRo, dengan caption sebagai berikut:
“Pelukan bahagia dari kerabat untuk Ibu Eti dari Sukabumi. Seusai menerima sertifikat tanah gratis bersama 3.062 lainnya di Lapangan Sekarwangi Sukabumi, kemarin, Ibu Eti mendapatkan hadiah sepeda.
Foto: Biro Pers Setpres”.
“Pelukan bahagia dari kerabat untuk Ibu Eti dari Sukabumi. Seusai menerima sertifikat tanah gratis bersama 3.062 lainnya di Lapangan Sekarwangi Sukabumi, kemarin, Ibu Eti mendapatkan hadiah sepeda.
Foto: Biro Pers Setpres”.
Kesimpulan
Foto yang memuat tulisan “2019 Ganti Presiden” di kertas putih di dalam map bening adalah hasil suntingan dan telah dimanipulasi.
Rujukan
[SALAH] “Artificial Clouds Generation System” [FALSE] “Artificial Clouds Generation System”
Sumber:Tanggal publish: 11/04/2018
Berita
“Artificial Clouds Generation System”
Hasil Cek Fakta
“Jadi mengapa video ini beredar sekarang? Yah, itu dibagikan pada tanggal 1 April, jadi mungkin itu semua lelucon April Mop rumit yang orang-orang sekarang anggap serius. Namun, video itu juga berisi tanda air di sudut kanan atas yang bertuliskan “instagram@2018flatearth.com.” Itu tampak … mencurigakan.”, selengkapnya di bagian REFERENSI.
“So why is this video circulating now? Well, it was shared on April 1st, so perhaps it was all an elaborate April Fools’ joke that people are just now taking seriously. However, the video also contains a watermark in the top right-hand corner that reads “instagram@2018flatearth.com.” That seems… suspicious.”, go to http://bit.ly/2IFfTGT for more.
“So why is this video circulating now? Well, it was shared on April 1st, so perhaps it was all an elaborate April Fools’ joke that people are just now taking seriously. However, the video also contains a watermark in the top right-hand corner that reads “instagram@2018flatearth.com.” That seems… suspicious.”, go to http://bit.ly/2IFfTGT for more.
Kesimpulan
Video tersebut adalah video lelucon April Mop, direspon dengan keliru oleh banyak orang yang menganggapnya sebagai sesuatu yang serius.
The video was meant to be shared as April Fool, falsely responded by many people who took it as something serious.
The video was meant to be shared as April Fool, falsely responded by many people who took it as something serious.
Rujukan
[SALAH] Kadisdik Sumsel Mengklarifikasi Bahwa Selebaran Aksi Kelulusan Pelajar Adalah Hoaks
Sumber: Media DaringTanggal publish: 11/04/2018
Berita
Beredar selebaran aksi kelulusan pelajar yang beredar di media sosial.
Hasil Cek Fakta
Kepala Disdik Sumsel, Drs Widodo MPd menyangkal jika informasi tersebut resmi diadakan oleh sekolah maupun instansi pendidikan mana pun. “Jelas sekali info itu hoax,” ungkapnya. Dinas Pendidikan Sumsel juga langsung mengeluarkan ultimatum agar kegiatan tidak terlaksana.
Kesimpulan
Debunk Ini berisi klarifikasi dari Kadisdik Sumsel terkait selebaran aksi kelulusan pelajar yang beredar di media sosial. Dinas Pendidikan Sumsel langsung mengeluarkan ultimatum agar kegiatan tidak terlaksana. Tak hanya kepada siswa, ia pun memberikan peringatan bagi sekolah agar sekiranya mampu mewadahi kegiatan ini dan diarahkan ke kegiatan positif dan edukatif.
Rujukan
[SALAH] Pemkot Depok Akan Terapkan Kebijakan Jalan Berbayar di Ruas Jalan Margonda
Sumber: Media SosialTanggal publish: 11/04/2018
Berita
Selain ERP, Pemkot Depok Punya Opsi Penerapan Ganjil-Genap di Margonda
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mewacanakan Jalan Margonda Raya berbayar atau Electronic Road Pricing(ERP). Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang tak mudah diatasi di jalan utama Kota Depok.
Menurutnya, ide penerapan skema jalan berbayar juga bukanlah satu-satunya opsi yang bisa diambil oleh Pemkot Depok dalam mengurai kemacetan. Sebab ruas jalan di Margonda tak terlalu memungkinkan untuk diterapkannya kebijakan ERP
Pemkot Depok juga belum pernah berpikir untuk menerapkan ERP. Sejauh ini, kata dia, opsi kebijakan yang mungkin dapat ditempuh pemkot untuk menyiasati kemacetan adalah dengan menerapkan ganjil genap di Jalan Margonda.
Kalau untuk kita belum ke arah ERP, kita masih berpikir yang konvensional saja. Karena mengingat ruas jalannya pendek dan banyak keluar masuk kendaraan dari permukiman. Kita baru berpikir untuk melakukan kajian di Margonda itu ganjil-genap di weekend.
Jadi apa solusi kamu atasi kemacetan kota Depok dari dua opsi tersebut?
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mewacanakan Jalan Margonda Raya berbayar atau Electronic Road Pricing(ERP). Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang tak mudah diatasi di jalan utama Kota Depok.
Menurutnya, ide penerapan skema jalan berbayar juga bukanlah satu-satunya opsi yang bisa diambil oleh Pemkot Depok dalam mengurai kemacetan. Sebab ruas jalan di Margonda tak terlalu memungkinkan untuk diterapkannya kebijakan ERP
Pemkot Depok juga belum pernah berpikir untuk menerapkan ERP. Sejauh ini, kata dia, opsi kebijakan yang mungkin dapat ditempuh pemkot untuk menyiasati kemacetan adalah dengan menerapkan ganjil genap di Jalan Margonda.
Kalau untuk kita belum ke arah ERP, kita masih berpikir yang konvensional saja. Karena mengingat ruas jalannya pendek dan banyak keluar masuk kendaraan dari permukiman. Kita baru berpikir untuk melakukan kajian di Margonda itu ganjil-genap di weekend.
Jadi apa solusi kamu atasi kemacetan kota Depok dari dua opsi tersebut?
Hasil Cek Fakta
Isu yang menyebutkan bahwa dalam waktu dekat ini kebijakan Electronic Road Pricing (ERP) alias jalan berbayar akan diterapkan di ruas Jalan Margonda, Depok, langsung dibantah oleh Walikota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad. “Isu dan informasi itu tidak berdasar, jadi hoaks. Artinya kami tidak mendapat informasi dan instruksi apapun terkait ini dari provinsi,” kata Idris, di Balai Kota Depok, Selasa (10/4/2018)
Kesimpulan
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, telah mengklarifikasi informasi yang menyebutkan bahwa dalam waktu dekat ini kebijakan jalan berbayar akan diterapkan di ruas Jalan Margonda, Depok adalah hoax.
Rujukan
Halaman: 8090/8392






