• [BERITA] “Polisi Buru Ormas yang Jadi Dalang Berita Hoaks soal Penyerangan Ulama”

    Sumber: Media Daring
    Tanggal publish: 24/02/2018

    Berita

    Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah mengantungi nama-nama pelaku penyebar kabar hoaks soal penyerangan ulama dan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di dunia maya. Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol. Umar Surya Fana menyebutkan, dari sekitar 13 berita hoaks yang telah ditangani Polda Jabar, 5 di antaranya sudah dipastikan sengaja dibuat dan disebarkan oleh anggota dan juga pengurus dari ormas.
    Ia mengatakan, pihaknya telah menetapkan belasan orang yang diduga menyebarkan kabar hoaks tersebut sebagai tersangka. Para tersangka tersebut dijerat dengan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946. “Deliknya kita ambil UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong,” lanjut Umar.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] “Beredar Foto Mesra Fadli Zon Dengan Pelakor, Fakta Aslinya Munculkan Perdebatan”

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/02/2018

    Berita

    Kontroversi foto-foto Fadli Zon dan Resiya Syafitri alias Cia yang merupakan mantan wakil bendahara umum Gerindra yang viral di media sosial.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari TribunSumsel.com, diketahui jika foto-foto tersebut merupakan hasil editan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] “Pembunuh Berantai Memancing Korban Menggunakan Bayi Menangis”

    Sumber: Media Sosial
    Tanggal publish: 24/02/2018

    Berita

    “Seorang Perempuan, Ida Laniari:
    Mendengar bayi yang menangis di terasnya malam hari, dan dia menelpon polisi karena saat itu sudah larut malam, Dan dia merasa ada yang aneh…..
    polisi memberitahu dia, apapun yang terjadi, JANGAN buka pintunya…..” selengkapnya di bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Informasi ini merupakan hoax yang berasal dari terjemahan hoax yang sebelumnya beredar di luar negri, sudah pernah di-debunk oleh Hoax-Slayer: “Klaim dalam “peringatan” itu tidak benar. Itu tidak disiarkan di Crime Stoppers atau America’s Most Wanted seperti yang diklaim dalam pesan tersebut. Sebenarnya, pesannya adalah tipuan yang berjalan lama yang muncul pertama kali di tahun 2003. Tidak ada laporan kredibel tentang taktik semacam itu yang digunakan oleh pembunuh berantai di manapun di dunia ini.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Penyerangan Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Karawang

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 23/02/2018

    Berita

    Ada 3 orang mondar-mandir menggunakan motor dengan jaket grab. Murid Kyai banyak yang stay di Musholla MJ.
    Yang saat itu mengawasi Kang Deni, Hamdan, dan Sofyan.
    ....
    Disaat itu dari dalam Musholla Hamdan sms ke Kyai utk tidak keluar pintu karena gelagat mencurigakan ketiga orang tersebut memiliki senjata (senjata api) yang bisa diletuskan dari pagar menuju sasaran yaitu Kyai...Selengkapnya di bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari kompas.com, republika.co.id, antaranews.com, dan detik.com, Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, menyatakan isu tersebut tidak benar. Sebab, menurut AKBP Hendy, KH Endang Darwis bukanlah pengurus Ponpes Miftahul Jannah dan santri yang disebutkan dalam pesan tersebut (Sopyan, Deny, dan Hamdan) tidak ada dalam daftar santri. Informasi yang beredar terkait isu teror terhadap Kiai Haji Endang Darwis di Ponpes Miftahul Jannah itu hoaks,” ujar Hendy pada Kamis (22/2).
    Hendy mengatakan, pemimpin Ponpes Miftahul Jannah yang sebenarnya adalah KH Omu Yazid Bustomi. Pihak kepolisian, sudah menanyakan isu tersebut kepada KH Omu Yazid Bustomi dan beliau sudah menyatakan tidak ada teror kepada Ponpesnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini