Akibat kecanduan main game di Hp ini lah akibatx
Penyesalan gak bakal datang diawal pasti diakhir
Apa yg ditanam it pula yg dituai
.
Sayangi anak”kita jng dibiasakan main hp akibatx fatal gara”radiasi
[DISINFORMASI] “Akibat Kecanduan Main Game di HP Ini Lah Akibatx”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/01/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
dr Arini Safira Nurul Akbar, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere, mengatakan, bercak merah yang terlihat di bagian putih mata anak tersebut bisa saja terjadi karena pembuluh darah di konjungtiva pecah, atau disebut juga subconjunctival bleeding. Meski begitu, dr Fira mengatakan penyebab perdarahan ini bukanlah akibat bermain gadget terlalu lama.
Rujukan
[KLARIFIKASI] “Kak Seto: Pendidikan Karakter Masih Disepelekan”
Sumber:Tanggal publish: 28/01/2018
Berita
Gaung pendidikan karakter belum sejalan dengan realisasinya di dunia pendidikan. Buktinya, pendidikan karakter masih disepelekan, belum diprioritaskan pada proses belajar mengajar, bahkan hanya sisipan di dalam mata pelajaran lain. Sementara di sekolah, guru orientasi mendorong dan menciptakan siswa yang hanya pintar sains, seperti matematika, kimia, dan fisika. Di rumah, orang tua akan lebih bangga terhadap anaknya yang bernilai bagus dan juara sains. “Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa,” kata Seto Mulyadi, psikolog sekaligus penasehat Komnas Perlindungan Anak, di Jakarta, Rabu (4/9).
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[KLARIFIKASI] “Pimpinan Ponpes Al Hidayah Cicalengka Dianiaya di Dalam Masjid”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/01/2018
Berita
Rapat kan barisan rapat kan barisann .. jaga ulama kita jaga ulama kita kriminalisasi ulamii terjdi lagii di cicalengka bandung seorng ulama pimpinan ponpes di aniaya ketika pulang sholat subuhhh … oleh antek2 BIADAB ???
Hasil Cek Fakta
Sedang dalam penanganan pihak yang berwenang: “Pantauan detikcom pukul 13.15 WIB, ratusan santri memadati pesantren Umar Basri. Terlihat Wakapolres Bandung Kompol Mikranuddin bersama petugas INAFIS Polres Bandung masih melakukan proses identifikasi di dalam masjid. Saat melakukan proses identifikasi, ditemukan sejumlah bercak darah yang berceceran di lantai, sajadah dan jendela masjid.
Proses identifikasi tersebut disaksikan oleh ratusan santri, alumni santri dan warga sekitar. Selain itu, sejumlah tamu berdatangan ke Pesantren Al-Hidayah untuk mengetahui kabar kebenaran peristiwa tersebut.”
Proses identifikasi tersebut disaksikan oleh ratusan santri, alumni santri dan warga sekitar. Selain itu, sejumlah tamu berdatangan ke Pesantren Al-Hidayah untuk mengetahui kabar kebenaran peristiwa tersebut.”
Rujukan
[HOAX] “Mayat Menangis dalam Kubur”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/01/2018
Berita
Di km 7 Banjarmasin. Kalsel… seseorang yg telah meninggal dan sudah dimakamkan selama 4 hari menangis didalam kubur. Warga sekitar yg mendengar tangisan itupun penasaran. Dan ahirnya memberitahukan kepada pihak keluarga. Kemudian makam itu dibongkar lagi. Kejadian luar biasa terjadi. Ternyata orang itu hidup kembali…!!! Allah menunjukkan kekuasaan-Nya bahwa tidak ada yg tidak mungkin apa bila allah sudah berkehendak. Subhanallah. Subhanallah. Subhanallah… silakan saksikan sendiri tanpa rekayasa…!!!
Setelah dia normal kesehatannya,dia menangis tuk memohon kpd seluruh umat terutama saudara saudaranya,agar jgn melalaikan sholat ,banyak mengingat Allah,banyak berbuat amal kebaikan karena waktu dikubur benar benar sudah dipertanggung jawabkan,(kalian jgn menyesal kelak,kalian jgn sampai menyesal kelak)itu ucapan dia berulang ulang.Subhanallah.
Setelah dia normal kesehatannya,dia menangis tuk memohon kpd seluruh umat terutama saudara saudaranya,agar jgn melalaikan sholat ,banyak mengingat Allah,banyak berbuat amal kebaikan karena waktu dikubur benar benar sudah dipertanggung jawabkan,(kalian jgn menyesal kelak,kalian jgn sampai menyesal kelak)itu ucapan dia berulang ulang.Subhanallah.
Hasil Cek Fakta
detikcom meminta konfirmasi kabar tersebut kepada Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan AKBP Mochamad Rifai . Dia mengatakan video dan broadcast itu beredar sejak tahun lalu. Kabar itu juga dipastikan berita bohong (hoax). “Video yang sama pernah beredar setahun lalu dan hoax. Tidak ada kejadian tersebut di wilayah Kalsel,” kata Rifai dalam pesan kepada detikcom, Jumat (26/1/2018).
Rujukan
Halaman: 8156/8387



