• [DISINFORMASI] "Sri Mulyani Lelang Miras Solusi Defisit Anggaran"

    Sumber: intelijen.co.id
    Tanggal publish: 05/08/2018

    Berita

    "Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berharap agar 50.664 botol minuman keras ilegal asal Singapura yang diamankan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I bisa dilelang untuk menambah pemasukan negara. Beberapa waktu lalu Tim Ketahanan Pangan Polda Jatim memusnahkan bawang bombay ilegal dari India. Lha bawang bombay yg tidak haram aja dimusnahkan krn masuknya secara ilegal. Ini barangnya haram (minuman keras) dan cara masuknya pun haram (ilegal), kok malah mau dilelang? Bu Mul ini gimana ya?".

    Hasil Cek Fakta

    "Pemberitaan tersebut tidak benar dan menjadi polemik di media sosial karena dianggap pemerintah membiayai penerimaan negaranya dengan menjual barang haram,", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Mobil Terkait Letusan Gunung Sinabung Disebut Bangkai Esemka”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2018

    Hasil Cek Fakta

    Foto bangkai mobil di semak – semak yang disebut Mobil Esemka oleh akun Facebook Zhal Yaz (@rizal.iswanto1) faktanya adalah foto bangkai mobil yang berhubungan dengan letusan Gunung Sinabung.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Racun Vaksin apa yg kalian tebarkan”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2018

    Berita

    “Racun Vaksin apa yg kalian tebarkan untuk Generasi pembenteng Negeri kami ____ kalian rusak akhlaq jiwa serta hidup mereka , lemah tak berdaya !!! Supaya leluasa mengacak negeri kami 😈

    WAHAI RAKYAT BANGKIT !!
    BUKA MATA SERTA HATI KALIAN ______
    KITA SEDANG DI JAJAH DARI DALAM
    TANPA KITA SADARI ___ #SAVEGENERASI !!!”.

    Hasil Cek Fakta

    Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ali Maksum menyatakan kasus puluhan santri di Pesantren Sumber Gayam yang tiba-tiba sakit dengan kondisi tubuh demam tinggi, mual dan muntah-muntah karena efek dari Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri.

    “Bukan keracunan, tapi dampak penyakit bawaan pascaimunisasi difteri,” kata Maksum kepada Antara per telepon, Minggu (11/2) siang.

    Ia menjelaskan, efek imunisasi ini, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.

    Selain itu, daerah bekas suntikan terasa sakit, bengkak, dan kemerahan, mengalami demam tinggi. Kadang bisa sakit perut dan diare. Anak juga bisa menjadi rewel, nafsu makan menurun, dan lemas.

    “Tapi, hasil koordinasi kami dengan petugas medis, kondisinya terpantau stabil,” ujar Ali Maksum.

    Kesimpulan

    Kejadian tersebut bukan efek racun tetapi karena efek vaksin yang seperti mengalami keracunan seperti mual dan muntah, efek tersebut berlangsung sesaat dan tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Bahan vaksin dari darah babi, …”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/08/2018

    Berita

    “Ada majalah tabloid islam bekam, bahwa bahan vaksin dr darah babi, sari pati monyet, darah pelacur, darah narapidana digabungkan jd satu jadi vaksin,,tujuannya hancurkan generasi islam,,siasat yahudi hancurkan generasi islam, supaya otak anak melemah , anakku kmren di sekolah gak ku izinkan di suntik imunisasi”

    Hasil Cek Fakta

     “Vaksin Campak dan Vaksin Rubella dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, sehingga virus hidup yang sudah lemah ini apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia tidak bisa membuat, tidak cukup kuat, untuk membuat si anak sakit, hanya bisa membuat anak membentuk kekebalan, membentuk antibodi. Cara membuatnya Vaksin Campak ditanam dibiakkan di embrio atau janin ayam, di telur ayam yang steril, sedangkan Virus Rubella ditanam di Sel Puncak atau Stem Cell manusia”. Selengkapnya di http://bit.ly/2vhSYNq, iNews @ 2/9/2017 “Halalkah Imunisasi Vaksin Campak Rubella? – Special Report 02/08”.

    “Antibodi (bahasa Inggris: antibody, gamma globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresikan oleh sel B[1] yang telah teraktivasi menjadi sel plasma,[2] sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.[3] Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen.”,

     “Dalam keadaan biasa, tubuh manusia merespon invasi virus dalam beberapa cara berbeda. Imunitas umum untuk virus dapat dikembangkan oleh sel-sel dalam tubuh yang menjadi sasaran invasi virus. Dalam situasi ini, virus dicegah dari mendapatkan akses ke sel tuan rumah. Perlindungan yang lebih umum adalah kemampuan tubuh untuk mengembangkan darah dan sel-sel limfa yang menghancurkan atau membatasi kemanjuran virus yang menyerang. Seringkali, tubuh manusia yang terinfeksi akan “belajar” bagaimana menanggapi virus tertentu di masa depan, sehingga infeksi tunggal, terutama dari virus yang relatif jinak, biasanya mengajarkan tubuh bagaimana menanggapi invasi tambahan dari virus yang sama. Flu biasa, misalnya, disebabkan oleh satu dari beberapa ratus virus. Setelah sembuh dari flu, kebanyakan orang resisten terhadap virus tertentu yang menyebabkan pilek tertentu, meskipun virus flu yang serupa masih akan menyebabkan gejala yang sama atau identik. Untuk beberapa virus yang tidak berbahaya, seseorang bahkan dapat mengembangkan kekebalan tanpa terlihat sakit.”


    Kesimpulan

    Vaksin dibuat dari virus yang dilemahkan agar tidak cukup kuat untuk membuat sakit, untuk membentuk antibodi.

    Rujukan