• [SALAH] “Masjidil Haram dan Kakbah Dipasangi Payung Raksasa yang Dapat Dibuka Tutup pada Musim Haji 2018”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 31/07/2018

    Berita

    “29 Juli 2018 mulai dipakai payung terbesar di dunia, The World’s Biggest Umbrella dipasang di Masjidil Haram. Akan terbuka dan tertutup menyesuaikan sinar matahari. Tinggi 45m, berat 600 ton dan menutupi 2400m2. Masyaallah……subhanallah….”, tulis akun Facebook @imawati.pantjayani.

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Mekah, Endang Jumali menyatakan informasi video yang mengatakan adanya payung raksasa yang dapat dibuka tutup di Masjidil Haram dan Kakbah pada musim haji 2018 adalah tidak benar adanya. “Di Masjidil Haram belum terjadi apa-apa seperti yang terjadi di kabar itu,” kata Endang.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SATIRE] PKS Calonkan Joko Widodo, Info Sahih atau Lelucon?

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/07/2018

    Berita

    Beredar kabar di internet, baik di media sosial dan portal berita, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencalonkan Joko Widodo maju sebagai calon anggota DPR. Beberapa portal berita mengangkat kabar ini dalam model click-bait.

    Kabar itu dilengkapi dengan gambar. Pada bagian kiri, gambar ada lambang dan nomor urut PKS, tiga kolom kotak dengan ilustrasi paku terarah pada nomor satu dengan keterangan tulisan: H. Joko Widodo. Di bagian kanan terdapat foto satu sosok berpeci hitam.

    Sementara itu, dalam keterangan di bagian bawah, disebutkan bahwa H. Joko Widodo adalah caleg DPRD Provinsi dengan daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga.

    Benarkah informasi atas gambar yang beredar itu? Atau ia hanya sekadar lelucon bernada satire?

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melalui serangkaian konfirmasi yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa benar ada nama Joko Widodo sebagai kader PKS. Ia akan maju sebagai caleg pada pemilu 2019, meski seperti yang diakuinya, Joko belum secara resmi dicalonkan. Kepastian akhir mesti berdasarkan data DCT dari penyelenggara pemilu.

    Informasi yang beredar tentang pencalonan Joko Widodo masuk dalam kategori infomasi benar (sahih), apabila informasi tersebut dilengkapi keterangan dan konfirmasi siapa Joko Widodo yang dimaksud.

    Namun, ada pula informasi yang masuk dalam informasi satirik dan/atau humor, mengingat PKS salah satu partai oposisi (Presiden) Joko Widodo.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Kronologi Revitalisasi Lapangan Banteng dan Perang Disinformasi

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/07/2018

    Berita

    Beredar luas di media sosial sebuah video pendek berdurasi 34 detik. Video itu memuat potongan suara Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Banteng pada 25 Juli 2018. Video itu dengan segera menuai banyak respons, termasuk respons yang menganggap Anies Baswedan tidak tahu malu karena tidak menyebut nama Ahok (Basuki Tjahja Purnama).

    Kontroversi terus bergulir. Sebuah artikel dari Portal Islam memberi pandangan lain soal protes pendukung Ahok, dengan menyodorkan informasi berupa pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengapresiasi kerja Sandiaga Uno Wakil Gubernur DKI Jakarta atas revitalisasi Lapangan Banteng. Artikel itu mencoba memberikan informasi bahwa revitalisasi dimulai oleh tantangan yang disodorkan Sri Mulyani kepada Sandiaga, dan tidak ada kaitannya dengan Ahok.

    Hasil Cek Fakta

    Video yang beredar di media sosial jelas merupakan potongan yang tidak lengkap. Hal itu membuat video tersebut masuk dalam kategori disinformasi. Informasi itu juga dapat memicu penilaian yang salah. Misalnya: memicu prasangka bahwa Anies tidak menyebut Ahok sembari mengklaim jasa/andilnya dalam penyelesaian proyek revitalisasi tersebut.

    Informasi dari Portal Islam yang menyebut ide revitalisasi datang dari Sri Mulyani, dan Sandiaga menerima tantangan itu dengan menyanggupi mengeksekusinya, juga menyesatkan—pendeknya disinformasi juga—karena memotong setengah proses perjalanan proyek tersebut yang memang sudah dimulai dan dinisiasi sejak era Ahok.

    Hasil penelusuran dari rentang Agustus 2016 hingga Juli 2018 menjelaskan konteks dengan lebih utuh: proyek revitalisasi Lapangan Banteng itu berjalan dengan melibatkan banyak sekali pihak, dimulai dari Ahok dan diselesaikan di era Anies-Sandiaga. Banyak pihak yang berperan sepanjang rentang waktu itu yang tidak dapat dinafikan oleh kedua belah pihak yang terus menerus sibuk mengelus jagonya masing-masing.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] “Velodrome awas diklaim prestasi Ahok-Jarot”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/07/2018

    Berita

    "Anies-Sandi bangun velodrome terbaik seasia di Rawamangun. Disebut terbaik karena velodrome ini menyabet sertifikat Union Cycliste Internationale (UCI). Itu sertifikasi tertinggi di bidang olah raga sepeda.

    Awas diklaim prestasi Ahok-Jarot yang ngetop mewariskan pohon plastik dan kali item lho."

    Hasil Cek Fakta

    Rencana pembenahan sudah dimulai sejak 2015, pembangunan dimulai pada Juni 2016, dan per Februari 2017 sudah mencapai 40%, jadi tidak tepat jika periode Gubernur yang sebelumnya disebut hanya mengklaim atau tidak ada andil. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini