• [HOAX] “Video Duel 10 vs 10 Pendukung Persija dan Persib di Cileungsi”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 06/12/2017

    Berita

    Sebuah video duel 10 vs 10 antara pendukung Persija dan Persib beredar di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun instagram @casualultra, akun yang menghimpun video tawuran supporter sepak bola diseluruh dunia, dan juga menyebar lewat Youtube.
    Kabar yang beredar menyebut mereka adalah suporter Persib Cileungsi dan Persija Bogor.

    Hasil Cek Fakta

    “Menyikapi video kekerasan atau duel yang dikatakan berlangsung di wilayah Cileungsi, Polres Bogor akhirnya mempertemukan dua kelompok suporter yakni The Jakmania dan Viking.
    Hal ini dilakukan untuk mencari kejelasan terkait beredarnya video perkelahian antara pendukung Persija dan Persib tersebut di media sosial.
    Kapolres Bogor, AKBP Dicky mempersilakan suporter Persib dan Persija yang hadir dalam jumpa pers untuk berbicara menyampaikan langsung pandangan mereka terkait video itu.
    “Saya Cupay, dari Koordinator JakMania Bogor. Video itu hoax, hubungan kami berjalan baik dengan Persib, kondusif. Kami enggak tahu itu beredar dari mana,” kata Cupay.
    Setelah Cupay berbicara, selanjutnya giliran Andri dari Viking Bogor. Dia juga menyampaikan bahwa tidak ada tawuran yang terjadi.
    “Saya mengklarifikasi, tidak ada insiden itu. Itu hoax di wilayah kami kondusif dengan Jakmania,” kata Andri.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [EDUKASI] “Cell Breathing”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 05/12/2017

    Hasil Cek Fakta

    Dunia seluler di Indonesia dikuasai oleh 2 teknologi, GSM dan CDMA. GSM bekerja dengan prinsip TDMA, Time Division Multiple Access, jadi tiap pelanggan GSM akan bergantian menggunakan kanal frekuensi GSM. Dengan TDMA, jangkauan BTS GSM bersifat tetap, jika terlalu banyak pelanggan dalam jangkauan satu BTS, akan terjadi blocking menunggu giliran sampai ada slot waktu terbuka untuk pelanggan yang ingin melakukan panggilan.

    Dalam perkembangannya ke 3G dan sekarang 4G dan juga LTE, teknologi GSM ini berevolusi dari TDMA ke CDMA, Code Division Multiple Access. Pada CDMA tiap pelanggan seluler tidak perlu bergantian menggunakan kanal frekuensi seluler, percakapan dibagi-bagi dengan menggunakan kode pada satu kanal transmisi. CDMA pun mempunyai batas kapasitas, namun berbeda dengan TDMA, jika sebuah sistem CDMA mengalami kelebihan beban, jangkauan BTS-nya akan menciut untuk mengurangi jumlah pelanggan yang bisa masuk, sehingga pelanggan tertentu bisa mengalami kehilangan sinyal. Menciutnya jangkauan BTS ini disebut sebagai cell breathing, dan ini otomatis terjadi jika terlalu banyak pelanggan dalam satu area cakupan BTS, sebuah mekanisme yang bertujuan untuk meratakan beban tiap BTS (load balancing).

    Pada saat Reuni 212 2017 kemarin, muncul tuduhan bahwa pihak polisi melakukan jamming sehingga peserta tidak bisa mendapatkan sinyal, ataupun jika mendapatkan sinyal, kesulitan mendapatkan akses data. Untuk kasus kehilangan sinyal, dengan akal sehat bisa dinalar sendiri jika sebelumnya jumlah pengunjung Monas hanya dalam skala ribuan mendadak melonjak ke 7.5 juta orang seperti yang sudah diklaim, BTS yang berbasiskan teknologi CDMA (3G, 4G dan LTE) akan mengalami cell breathing dan cakupan sinyalnya akan menciut. Bagi yang masih mendapatkan sinyal, jutaan orang dalam satu lokasi sama-sama berusaha mengakses data pastinya juga akan mengalami kesulitan akibat kelebihan beban yang dialami oleh tiap BTS dalam jangkauan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [EDUKASI] “Media Sosial Masih Jadi Sarana Favorit Penyebaran Hoax”

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/12/2017

    Hasil Cek Fakta

  • [DISINFORMASI] “Mentri Agama Nangis di Acara LGBT”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 05/12/2017

    Berita

    “Mentri Agama?Nangis2 di Acara LGBT!
    Viral video Gus Nur soal Menteri Agama yang hadir dan menangis nangis di acara LGBT, penasaran mana sih videonya ? Just Remind Monggo …!
    #MentriAgamaNangis2diAcaraLGBT

    Hasil Cek Fakta

    “Acara tersebut bukan acara LGBT seperti yg dituding oleh beberapa pihak, melainkan acara ultah AJI, Aliansi Jurnalis Independen pada Agustus 2016 silam.
    Pernyataan selengkapnya:
    Menag menulis, ”Saya diminta menyampaikan orasi kebudayaan dalam ultah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-22. Ternyata dalam acara itu juga diberikan tiga award, (Tasrif Award utk kategori lembaga/komunitas yg paling gigih memperjuangkan hak-haknya, Udin Award utk wartawan yg paling gigih dengan liputan atau kehormatan profesinya, dan SK Trimurti Award utk perempuan yg gunakan media utk berjuang).
    Saya dan semua hadirin tak ada yang tahu siapa yg akan mendapatkan award di masing-masing kategori itu, sampai diumumkan pada malam itu.
    Ternyata yg menjadi pemenang untuk memperoleh Tasrif Award adalah Komunitas LGBTIQ dan IPT.
    Saya tentu tak bisa intervensi apapun terhadap penetapan award yang masing-masing dilakukan oleh tim penilai tersendiri.
    Saya menyampaikan orasi sama sekali tak menyinggung para pemenang award tersebut. Isi orasi saya justru mengingatkan media agar bersifat obyektif dan mengacu pada konstitusi NKRI yg masyarakatnya beragama dan beragam.
    Demikian penjelasan saya. Marilah berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan zalim dan fitnah. *Lukman Hakim Saifuddin* (Menteri Agama).”.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini