“*INFO DARI HUMAS ANIES-SANDI.!!!*
Sehubungan dengan beredarnya informasi daftar layanan terminal Transjakarta busway gratis utk acara Dzikir Akbar 212 di Monas pada 2 Desember 2017. Dan info bahwa acara tersebut disponsori oleh Gubernur dan Wagub DKI Jakarta.
Maka dengan ini diberitahukan bahwa pesan berantai tesebut adalah tidak benar.
Mari tetap dukung Anies-Sandi dengan terus menjaga kredibilitas kerja dan turut mendo’akan kemudahan dan kelancaran program mereka kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala.
___________
[Humas Pemprov DKI]
@Humas_DKI”.
[HOAX] “Anies – Sandi Gratiskan TransJakarta untuk Reuni Akbar 212”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 01/12/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Di tengah menjelang Aksi Reuni 212 yang akan dilaksanakan pada 2 Desember nanti, selain cukup banyak terjadi perbedaan pandangan terhadap tujuan dan tempat pelaksanaannya, juga diwarnai menyebarnya beberapa isu. Yang tengah santer adalah isu dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang menggratiskan TransJakarta di beberapa koridor untuk para peserta ke tempat acara.
“Namun isu tersebut telah dibantah oleh Humas PT. Transjakarta, Wibowo. Ia menjelaskan tidak ada informasi seperti itu atau hoax. “Dipastikan tidak ada informasi bahwa disediakan bus gratis dari Transjakarta pada 2 Desember 2017,” kata Bowo, Kamis (30/11).”
“Namun isu tersebut telah dibantah oleh Humas PT. Transjakarta, Wibowo. Ia menjelaskan tidak ada informasi seperti itu atau hoax. “Dipastikan tidak ada informasi bahwa disediakan bus gratis dari Transjakarta pada 2 Desember 2017,” kata Bowo, Kamis (30/11).”
Rujukan
[DISINFORMASI] “Pemerintah dengan asik duduk dikursi diskusi dan bilang…”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/11/2017
Berita
“Bantu #Viraklan lagi ya sob !!! Kita Rakyat Indonesia Harus Tau mereka yg Rakus2 Dunia lagi lagi #MenindasWongCilik.
Sakit Hati ini melihat saudara2 kita diperlakukan seperti itu oleh penguasa Rakus. Mreka seblumnya hidup damai sbgai petani, tapi lihat saat ini, tak ada kedamaian lagi disana. ????
#Repost @nurulnops
28 November 2017.
Kemarin dijogja banjir dimana-mana sampe-sampe jarang masyarakat jogja yang tau kalo di kulonprogo yang masih sama satu kota satu provinsi DIY sedang terjadi penggusuran. Pemerintah dengan asik duduk dikursi diskusi dan bilang “makannya biar ga banjir dibangun hotel lagi aja di gunung kidul, biar ga longsor di keruk aja gunung purba jadiin hotel, makannya biar ga angin puting beliung jadiin aja bandara” kurang lebih seperti itu.
Semangat buat teman-teman @jogja_darurat_agraria yang sampai saat ini masih ngedampingi warga Kulonprogo. Akibat reklamasi teluk benua, gunung agung sudah mengeluarkan amarahnya, tinggal tunggu gunung merapi yang akan murka.
Pak…bu doa kami bersamamu, mungkin para pekerja @polisi_indonesia @ap_airport beserta suicide @jokowi lg merasakan kebahagiaan hidup di masa jabatannya
Lemah ilang petani raiso mangan
Lemah ilang koe yo raiso mangan
#StopNYIA #JogjaOraDidol #jogjadaruratagraria #SaveKulonprogo #infokulonprogo”.
Sakit Hati ini melihat saudara2 kita diperlakukan seperti itu oleh penguasa Rakus. Mreka seblumnya hidup damai sbgai petani, tapi lihat saat ini, tak ada kedamaian lagi disana. ????
#Repost @nurulnops
28 November 2017.
Kemarin dijogja banjir dimana-mana sampe-sampe jarang masyarakat jogja yang tau kalo di kulonprogo yang masih sama satu kota satu provinsi DIY sedang terjadi penggusuran. Pemerintah dengan asik duduk dikursi diskusi dan bilang “makannya biar ga banjir dibangun hotel lagi aja di gunung kidul, biar ga longsor di keruk aja gunung purba jadiin hotel, makannya biar ga angin puting beliung jadiin aja bandara” kurang lebih seperti itu.
Semangat buat teman-teman @jogja_darurat_agraria yang sampai saat ini masih ngedampingi warga Kulonprogo. Akibat reklamasi teluk benua, gunung agung sudah mengeluarkan amarahnya, tinggal tunggu gunung merapi yang akan murka.
Pak…bu doa kami bersamamu, mungkin para pekerja @polisi_indonesia @ap_airport beserta suicide @jokowi lg merasakan kebahagiaan hidup di masa jabatannya
Lemah ilang petani raiso mangan
Lemah ilang koe yo raiso mangan
#StopNYIA #JogjaOraDidol #jogjadaruratagraria #SaveKulonprogo #infokulonprogo”.
Hasil Cek Fakta
Di bagian “Pemerintah dengan asik duduk dikursi diskusi dan bilang “makannya biar ga banjir dibangun hotel lagi aja di gunung kidul, biar ga longsor di keruk aja gunung purba jadiin hotel, makannya biar ga angin puting beliung jadiin aja bandara” kurang lebih seperti itu.” tidak menyertakan sumber valid yang bisa digunakan untuk referensi asal informasi status tersebut, tipikal teknik “AtA” (Appeal to Authority).
Rujukan
[HOAX] “Jalan Slamet Riyadi Kota Solo Tergenang Banjir”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/11/2017
Berita
Dalam beberapa hari terakhir ini Indonesia memang sedang mengalami cuaca yang cukup ekstrim dan mengakibatkan bencana banjir di sejumlah daerah. Namun tak jarang juga banyak yang menyebarkan berita bohong atau hoax yang makin memperkeruh kondisi.
Seperti diketahui, seharian kemarin banyak berita bohong bertebaran di media sosial. Salah satunya beredar informasi yang diklaim dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyebutkan pintu air Waduk Gajah Mungkur dibuka denga debit air mencapai 500 meter kubik/detik.
Seperti diketahui, seharian kemarin banyak berita bohong bertebaran di media sosial. Salah satunya beredar informasi yang diklaim dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyebutkan pintu air Waduk Gajah Mungkur dibuka denga debit air mencapai 500 meter kubik/detik.
Hasil Cek Fakta
Karena santernya kabar bohong itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri sampai mengeluarkan surat klarifkasi bahwa informasi tersebut adalah hoax.
Tak hanya itu, banyak pula foto-foto banjir parah di Jl Slamet Riyadi Solo, terutama di sekitar Sriwedari ke timur. Belakangan diketahui foto-foto tersebut adalah foto saat banjir tahun lalu.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo geram dengan informasi hoax terkait banjir di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Menurutnya informasi yang beredar luas si media sosial tersebut telah membuat keresahan bagi warga.
“Saya sampaikan yang seperti ini harus dikonfirmasi minimal ke saya. Saya juga dapat itu (info hoax soal banjir) jadi yang upload foto Slamet Riyadi banjir sadarlah,” kata Ridyatmo saat meninjau permukiman warga yang terdampak banjir di Sangkrah, Pasar Kliwon pada Rabu (29/11) dinihari WIB.
Sebelumnya, warga Solo dibuat heboh dengan beredarnya foto-foto banjir di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Menurut Rudyatmo, foto-foto tersebut hasil jepretan beberapa tahun lalu. Ia pun meminta agar warga tak menyebarkan berita bohong terkait bencana banjir.
“Saya ini keliling terus kan, tak ada Slamet Riyadi banjir. Kalau (Slamet Riyadi) banjir ya habis semua. Jangan buat resah warga,” kata dia.
Akibat ulah iseng sejumlah orang tak bertanggung jawab itu, Rudy mendapat telepon dari berbagai pihak. Mulai dari pejabat pemerintah hingga kepala-kepala daerah yang terletak di aliran Bengawan Solo.
“Kalau diterus-teruskan, mohon diingat. Orang-orang yang menimbulkan keresahan di tengah situasi seperti ini tentunya akan dapat ‘perhatian khusus’ dari Tuhan,” katanya.
Rudy juga meminta agar masyarakat tidak reaktif dengan langsung menyebarkan semua informasi yang diterima.
“Setidaknya konfirmasi dulu ke saya atau kepada pihak yang paham. Jangan asal disebar begitu saja,” kata dia.
Selain menimbulkan keresahan, kabar bohong yang meluas juga cukup merepotkan petugas kebencanaan dan relawan yang berada di lapangan. Ketua Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Sewu, Budi Utomo mengaku timnya cukup kewalahan.
Teleponnya hampir tak berhenti berdering menerima panggilan dari masyarakat yang mencari kejelasan tentang informasi banjir.
Tak hanya itu, banyak pula foto-foto banjir parah di Jl Slamet Riyadi Solo, terutama di sekitar Sriwedari ke timur. Belakangan diketahui foto-foto tersebut adalah foto saat banjir tahun lalu.
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo geram dengan informasi hoax terkait banjir di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Menurutnya informasi yang beredar luas si media sosial tersebut telah membuat keresahan bagi warga.
“Saya sampaikan yang seperti ini harus dikonfirmasi minimal ke saya. Saya juga dapat itu (info hoax soal banjir) jadi yang upload foto Slamet Riyadi banjir sadarlah,” kata Ridyatmo saat meninjau permukiman warga yang terdampak banjir di Sangkrah, Pasar Kliwon pada Rabu (29/11) dinihari WIB.
Sebelumnya, warga Solo dibuat heboh dengan beredarnya foto-foto banjir di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Menurut Rudyatmo, foto-foto tersebut hasil jepretan beberapa tahun lalu. Ia pun meminta agar warga tak menyebarkan berita bohong terkait bencana banjir.
“Saya ini keliling terus kan, tak ada Slamet Riyadi banjir. Kalau (Slamet Riyadi) banjir ya habis semua. Jangan buat resah warga,” kata dia.
Akibat ulah iseng sejumlah orang tak bertanggung jawab itu, Rudy mendapat telepon dari berbagai pihak. Mulai dari pejabat pemerintah hingga kepala-kepala daerah yang terletak di aliran Bengawan Solo.
“Kalau diterus-teruskan, mohon diingat. Orang-orang yang menimbulkan keresahan di tengah situasi seperti ini tentunya akan dapat ‘perhatian khusus’ dari Tuhan,” katanya.
Rudy juga meminta agar masyarakat tidak reaktif dengan langsung menyebarkan semua informasi yang diterima.
“Setidaknya konfirmasi dulu ke saya atau kepada pihak yang paham. Jangan asal disebar begitu saja,” kata dia.
Selain menimbulkan keresahan, kabar bohong yang meluas juga cukup merepotkan petugas kebencanaan dan relawan yang berada di lapangan. Ketua Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Sewu, Budi Utomo mengaku timnya cukup kewalahan.
Teleponnya hampir tak berhenti berdering menerima panggilan dari masyarakat yang mencari kejelasan tentang informasi banjir.
Rujukan
[HOAX] “Viral Video Sekawanan Monyet di Arab Saudi Pertanda Ada Bencana Alam Besar”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/11/2017
Berita
“Ribuan monyet dari jeddah berhijrah ke madinah ..dipercayai akan berlaku bencana dan gempa bumi…
Allah menggoncangkan kota jeddah yg banyak kejadian haram berlaku dijeddah yg di banjiri ribuan tentera US dijeddah ..konon nak mengawal timur tengah dari ancaman pengganas,syiria dan iran.
subhanallah..jeddah banjir dan ribut taufan berlaku sekarang…
Allahhuakbar.”.
Allah menggoncangkan kota jeddah yg banyak kejadian haram berlaku dijeddah yg di banjiri ribuan tentera US dijeddah ..konon nak mengawal timur tengah dari ancaman pengganas,syiria dan iran.
subhanallah..jeddah banjir dan ribut taufan berlaku sekarang…
Allahhuakbar.”.
Hasil Cek Fakta
Sebuah video yang memperlihatkan sekawanan monyet yang menyeberang jalan yang menghubungkan Mekah dan Madinah, Arab Saudi, beredar luas di media sosial dan menjadi viral di Indonesia dan Malaysia. Video yang berdurasi 58 detik itu pertama kali disebar oleh akun facebook bernama Aman Shah II, pada tanggal 23 November 2017.
Untuk menguatkan kebenaran narasinya, dia juga menyisipkan beberapa potongan ceramah seorang ustaz mengenai akhir zaman dan video yang menggambarkan bencana badai.
Sejak video tersebut menjadi viral, banyak warganet yang berasumsi bahwa fenomena invasi sekawanan monyet tersebut dikaitkan dengan pertanda bencana alam besar.
Bahkan, beberapa orang yang percaya dengan kabar itu hampir membatalkan perjalanan umroh yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Para calon jemaah umroh khawatir terhadap bencana alam yang akan terjadi, seperti dikutip dari dream.co.id.
Faktanya, peristiwa monyet berimigrasi itu umum terjadi. Dikutip dari laman stepfeed.com, Rute yang digunakan monyet untuk bermigrasi diduga disebabkan banyaknya jemaah di dua Kota Suci, Mekah dan Madinah. Sebab, di daerah tersebut banyak peziarah yang memberi mereka makan.
Dikutip dari akun twitter media daring asal godaidnews @godaidnews yang berasal dari Arab Saudi, “Apa yang diperdagangkan di Whatsapp yang berjudul “Sekelompok monyet memotong jalan Madinah Mekkah Mekkah untuk prediksi gempa bumi” tidak benar. Dimana Pusat Nasional untuk Seismologi dan Gunung Berapi dari Komisi mengatakan bahwa bagian dari serangan monyet di jalan tidak mengindikasikan adanya gempa sama sekali,” keterangan tertulis dalam akun resmi twitter godaidnews.
Sementara video yang menampilkan bencana badai tersebut, sebenarnya menunjukkan badai yang terjadi di AVM acacia di Instambul, Turki pada tanggal 27 Juli, seperti dikutip dari tribunnews.com.
Untuk menguatkan kebenaran narasinya, dia juga menyisipkan beberapa potongan ceramah seorang ustaz mengenai akhir zaman dan video yang menggambarkan bencana badai.
Sejak video tersebut menjadi viral, banyak warganet yang berasumsi bahwa fenomena invasi sekawanan monyet tersebut dikaitkan dengan pertanda bencana alam besar.
Bahkan, beberapa orang yang percaya dengan kabar itu hampir membatalkan perjalanan umroh yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Para calon jemaah umroh khawatir terhadap bencana alam yang akan terjadi, seperti dikutip dari dream.co.id.
Faktanya, peristiwa monyet berimigrasi itu umum terjadi. Dikutip dari laman stepfeed.com, Rute yang digunakan monyet untuk bermigrasi diduga disebabkan banyaknya jemaah di dua Kota Suci, Mekah dan Madinah. Sebab, di daerah tersebut banyak peziarah yang memberi mereka makan.
Dikutip dari akun twitter media daring asal godaidnews @godaidnews yang berasal dari Arab Saudi, “Apa yang diperdagangkan di Whatsapp yang berjudul “Sekelompok monyet memotong jalan Madinah Mekkah Mekkah untuk prediksi gempa bumi” tidak benar. Dimana Pusat Nasional untuk Seismologi dan Gunung Berapi dari Komisi mengatakan bahwa bagian dari serangan monyet di jalan tidak mengindikasikan adanya gempa sama sekali,” keterangan tertulis dalam akun resmi twitter godaidnews.
Sementara video yang menampilkan bencana badai tersebut, sebenarnya menunjukkan badai yang terjadi di AVM acacia di Instambul, Turki pada tanggal 27 Juli, seperti dikutip dari tribunnews.com.
Rujukan
Halaman: 8164/8370






