• [BERITA] “PERJUANGAN SITUS KEBENCIAN MENGEMAS OMONG KOSONG”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 10/10/2017

    Berita

    “09/11/2017
    AMATAN
    PERJUANGAN SITUS KEBENCIAN MENGEMAS OMONG KOSONG
    Demi membuat percaya pembaca, situs-situs penyebar kebencian mengemas omong kosong seolah karya jurnalistik. Dengan cara apa mereka melakukannya?

    Kalau ada yang paling dikhawatirkan Bill Kovach, penulis buku populer Sembilan Elemen Jurnalisme (2012), maka ia adalah tergantikannya jurnalisme oleh berita palsu dan hoax. Di Indonesia, mimpi buruk Kovach kiranya sudah hampir menjadi nyata. Setiap hari kita menyaksikan hoax dan berita palsu hilir mudik di lini masa dan memicu debat publik yang tak perlu. Contoh terbaik dari hal ini adalah twit Elly Risman berikut:

    Hasil Cek Fakta

    Twit tersebut berasal dari akun Elly Risman, psikolog yang juga anggota panel blokir Kekominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi).Kita tahu bahwa berita tersebut adalah berita bohong yang diproduksi media abal-abal bernama Posmetro.com. Kasus Elly adalah tanda dari rendahnya literasi media publik Indonesia.

    Sialnya, di era banjir informasi seperti saat ini, siapa saja bisa tertipu berita palsu. Elly Risman tidak sendiri, menteri pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, juga pernah kena provokasi berita palsu. Didasari informasi palsu tentang ancaman nuklir Israel pada Pakistan bila Pakistan mengirim tentara ke Suriah,Muhammad Asif mengancam balik Israel dengan mengatakan “Israel jangan lupa Pakistan juga negara nuklir”. Ngeri bukan?

    Sebenarnya ada banyak cara mengenali berita palsu, salah satunya adalah dengan memahami bagaimana situs-situs berita palsu menyamarkan diri sebagai pers.

    Bill Kovach, dalam bukunya Blur, mengatakan bahwa kehadiran internet memang meruntuhkan otoritas pers sebagai penentu berita yang layak dan tidak dipublikasikan. Namun klaim kebenaran objektif yang disandang jurnalisme tidak ikut runtuh. Klaim ini masih diterima luas oleh publik dan, karenanya, situs-situs penyebar kebencian sekalipun merasa perlu bersolek layaknya pers. Lihat saja situs-situs seperti Voa-Islam.com, postmetro.org, Arrahmah.com, atau pun Nahimungkar.com. Meski tidak menjalankan etika dan prosedur jurnalistik ketiganya kerap mendaku diri sebagai media atau pers Islam. Bagaimana mereka melakukannya? (Baca juga: “Pengadilan Media Atas Etnis Tionghoa” dan riset Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) mengenai daftar media-media radikal).

    Teknik Pertama: Agama adalah Kriteria Jurnalistik Utama

    Iklim kecurigaan adalah pondasi dari kredibilitas situs penyebar pesan kebencian. Kredibilitas mereka pertama-tama dibangun di atas narasi bahwa media-media arus utama memihak kepentingan tertentu. Klaim ini tidak sepenuhnya salah. Sebagaimana kita saksikan sendiri bulan madu media dan partai politik belum juga berakhir sejak 2014. Namun, dalam konteks situs penyebar kebencian, yang lebih penting diperhatikan adalah mengapa situs-situs tersebut turut serta memunculkan kritik terhadap media arus utama.

    Yang paling mencolok dari kritik Voa-Islam.com di atas adalah dikotomi antara apa yang mereka sebut sebagai “media Islam” Vs “media Sekuler atau liberal”. Media sekuler tidak didefinisikan dengan pengertian sekulerisme sebagaimana dikenal dalam ilmu politik, melainkan asal “bermusuhan” atau melakukan “perang pikiran” (gazwul-fikr) dengan mereka yang mendaku sebagai “Media Islam”.

    Dengan mengkritik apa yang mereka sebut sebagai “media sekuler”, Voa-Islam.com melakukan dua hal sekaligus. Pertama, mendefinisikan dirinya sebagai “Media Islam”. Kedua, mendelegitimasi media arus utama sebagai media “sekuler”, “katolik”, “liberal”, dan lain sebagainya.

    Bingkai ini pula yang menjadi basis bagi segala persoalan yang ada dalam situs-situs ini. Mulai dari pemerintahan Jokowi, reklamasi, Syiah di Indonesia dan banyak lainnya. Dengan mengidentifikasi media-media arus utama sebagai media yang tidak mewakili kepentingan umat Islam, mereka menggiring opini publik untuk mengukur kebenaran tidak lagi pada kualitas jurnalistik, melainkan pada ideologi atau agama. Ujung politik identitas ini cuma satu; mencipta ceruk keuntungan dari pembaca muslim.

    Teknik Kedua: Semakin Barat, Semakin Hebat

    Politik identitas saja belum cukup. Demi memperkuat klaimnya sebagai “Media Islam”, maka segala atribut pers pun diadopsi. Nama “Voa-Islam” misalnya mengingatkan kita pada kantor berita Voice of America, sebuah media milik pemerintah Amerika. Penggunaan istilah ini sendiri adalah upaya mengidentikkan diri dengan lembaga pers yang dinilai kredibel. Pada bangsa yang mengidap inferioritas pasca-kolonial, “keminggris” memang dapat menimbulkan kesan pandai dan intelektual. Dengan cara ini, mereka berharap kebencian dan propaganda dapat dikesankan sebagai sesusatu yang bersifat “intelektual”. Menyedihkan memang.

    Sialnya, alih-alih menguatkan citra mereka, pilihan ini justru mengungkap paradoks mereka sendiri dalam memandang “Barat”. Dalam banyak terbitan, Voa-Islam.com kerap menyerang “Barat” sebagai ancaman bagi Islam, namun di sisi yang lain mereka tak bisa menyembunyikan rasa rendah diri (inferioritas) mereka di hadapan Barat.

    Selain meminjam konotasi VOA, inferioritas ini juga bisa diidentifikasi dari artikel-artikel seperti ilmuwan Barat masuk Islam karena mukjizat Al-Qur’an atau bagaimana orang Barat berbondong-bondong masuk Islam. Kita tak pernah menemukan artikel mengenai orang kepulan Fiji atau orang Tibet masuk Islam misalnya. Ini artinya “Barat” itu lebih penting dari kebanyakan orang dibelahan bumi lain.

    Artikel demikian bersandar pada logika bahwa pada dasarnya Barat itu bangsa yang besar dan maju, dan bila Barat “masuk Islam”, itu berarti Islam besar dan maju. Dengan kata lain, mereka menyandarkan kebesaran Islam pada sejauh apa Barat mau menerimanya. Saya kira mental ini jugalah yang bekerja dibalik pemilihan nama Voa-Islam.com.

    Mentalitas inferior ini tidak hanya ekslusif milik Voa-Islam.com saja. Lihat misalnya tagline Arrahmah.com: “Filter Your mind, Get The Truth”. Arrahmah.com juga memiliki dua rubrikasi berjudul “News” dan “Islamic World”. Meski judulnya berbahasa Inggris, semua konten Arrahmah ekslusif berbahasa Indonesia.

    Teknik Ketiga: Meletakkan kebenaran (hanya) pada Tata Letak

    Taktik lain yang dipakai untuk menjadikan kebencian seolah berita adalah layout situs. Situs-situs kebencian kerap memiliki rubrik dan layout yang serupa dengan portal-portal berita pada umumnya.

    Teknik Keempat: Kebenaran ada di Mulut Narasumber

    Terkadang untuk memperkuat “make believe” jurnalistik pesan kebencian, media penebar kebencian menambahkan embel-embel seperti “sumber A1”, “orang dalam istana”, dan lain-lain. Voa-Islam.com bahkan memiliki rubrik khusus bertajuk “Intelligent Leaks”.

    Teknik Kelima: Manipulasi Angka

    Perjuangan mengemas omong kosong tidak hanya berhenti pada teknik “appeal to authority” saja. Statistik adalah cara lain yang juga kerap digunakan. Simak dua berita dari Voa-Islam.com berikut: “Astagfirullah di Depok Ada 5.791 Gay, Di Sukabumi ada 1600 Gay” dan “Struktur Mati, Tapi Ideologi Hidup Adalah Keyakinan PKI Untuk Bangkit di Indonesia”. Pada berita kedua, Voa-Islam.com mengutip pernyataan Kivlan Zein mengenai simpatisan PKI yang katanya mencapai 15 juta orang. Soal dari mana data tersebut didapatkan, hanya Tuhan yang tahu.

    Hal yang sama terjadi pada statistik jumlah gay di Depok.Data yang didapat dalam artikel Voa-Islam.com tersebut berasal dari berita dari Vivanews.com bertajuk “Survei: Ada 5.791 Pria Gay di Depok” dan Viva.com mendapatkan informasi ini dari Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) kota Depok, Herry Kuntowo. Baik Viva.com dan banyak media lain yang turut mengutip pernyataan Harry, tak ada satu pun yang memverifikasi data yang disampaikan. Dalam hal ini termasuk Tempo.co.id yang menurunkan berita bertajuk “Setahun, Jumlah Gay di Kota Depok Meningkat 800 Orang”.

    Media-media ini sama sekali tidak mempertanyakan bagaimana survei tersebut dilakukan. Agak sulit membayangkan sebuah survei mengenai orientasi seksual dilakukan di tengah masyarakat yang belum bisa menerima LBGT. Apakah orang dengan orientasi seksual non-heteronormatif mau dengan mudah berkata “ya” pada sebuah pertanyaan, “apakah anda memiliki orientasi seksual sejenis?”

    Hal lain, data ini disampaikan oleh narasumber yang merupakan staf dari KPA, sehingga informasi ini mendorong kembali mitos soal HIV dan AIDS sebagai akibat dari perilaku hubungan sejenis. Padahal, jika mengacu pada laporan resmi KPA dalam “Laporan Perkembangan Situasi HIV-AIDS di Indonesia” yang dirilis tahun 2016, tak ada sama sekali informasi yang menghubungkan perilaku seks sejenis dengan HIV dan AIDS. Bahkan laporan yang sama justru menyebutkan, “faktor resiko penularan AIDS terbanyak terjadi pada heteroseksual (66%), penasun (11.3%), diikuti homoseksual (2.9%)”, dan “Jumlah AIDS tertinggi menurut status pekerjaan adalah pada ibu rumah tangga (10.691),

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [ISU] Bahaya Makan Seblak dari Kerupuk Mentah yang Direndam Tapi Tetap Kenyal

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/10/2017

    Berita

    “BAHAYA MAKAN SEBLAK DRI KERUPUK MENTAH YG DI RENDAM tpi ttp kenyal
    Pulang sekolah Salma perutnya kesakitan….lama kelamaan tidak bs d gerakan sama sekali seperti keram usus…aq bawa ke Igd Rs.Immanuel…sewaktu d periksa ama dokter igd salma muntah” dan diare…lalu diadakan pemeriksaan cek darah dan ronsen hasil nya asam lambung naik Leukosit sel darah putih nya 14rb lebih..
    Setelah d infus besok nya dilakukan USG.. cek darah dan ronsen …setelah d bacakan hasil nya sm Dokter spesialis bedah anak… usus nya terjadi pembengkakkan dan kata dokter usus buntu…dan kalau setelah plg dri sini perut nya sakit lg harus segera puasa selama 6 jam dan langsung tindakan operasi…kalo tidak usus nya akan pecah …klo ususnya sudah pecah akan mengganggu rahim dan efek kdpn nya tdk bs pnya Anak Naudzubillah??? penjelasan dokter sungguh sangat bikin dada sesak….
    Dokter bertanya Apakah anak ini suka makan seblak?…salma menjawab iya….dan dokter pun bilang …saya udh ratusan org dlm sthn ini mengoperasi yg usus buntu karna makan seblak.. saya bertanya kpd dktr..knp Dok anak saya bs kena usus buntu..pdhl ga bgtu suka pedes…
    Usus buntu yg anak ibu alami bkn krna cabe nya…tpi karena kerupuk mentah klo d simpan dlm aer tpi tdk hancur malah jd kenyal ..kebayang ga ibu akan bagaimana…begitupun d dlm usus qt…kerupuk itu tdk akan hancur..
    Maka berhati hatilah ibu” yg mempunyai anak gadis yg suka makan seblak kerupuk kering yg d rendam tpi kerupuk nya masih kenyal dan blm matang krna bs menyumbat d usus dan terjadi infeksi…..lebih baik mencegah drpd mengobati….
    Syafakillah uni salma sayang…Allah alwayz love U…InsyaAllah smuanya akan baik” saja ya sayang??.”

    Hasil Cek Fakta

    “Dr. Ari mengatakan, ia sedikit meragukan kerupuk mentah yang tetap kenyal dari seblaklah penyebabnya. Menurutnya, organ pencernaan manusia sudah cukup hebat untuk mengolah makanan sehingga bisa diserap dan dikeluarkan dengan baik. “Saya rasa ini perlu diteliti lagi ya. Kerupuk kenyal di seblak ini juga kan mirip krecek di makanan gudeg, tapi orang baik-baik aja tuh makan gudeg. Pencernaan itu punya sistem pemrosesan makanan yang baik, mulai dari gigi di mana kita bisa menghancurkan makanan. Kemudian di dalam lambung ada asam lambung dengan pH 1-2 yang tujuannya membuat makanan hancur. Lalu ada proses menggiling makanan,” terangnya.”.

    “Dokter spesialis pencernaan dari RSCM, Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan bahwa penyebab peradangan pada usus buntu kebanyakan disebabkan oleh imunitas yang menurun. “Apendisitis atau peradangan usus buntu itu terjadi karena infeksi bakteri, misal karena kecapekan memicu daya tahan tubuh turun atau pangkal usus besar itu tertutup sehingga meradang. Kalau meradang karena kerupuknya mungkin enggak, karena seringnya usus buntu itu infeksi karena makanan yang sudah menjadi feses. Saya mengira ini karena kebersihan makanannya,” ungkapnya, saat dihubungi DetikHealth, Selasa (10/10/2017).
    Menurunnya imunitas, menurut dr. Ari bisa disebabkan banyak hal, baik karena faktor kelelahan sampai kontaminasi bakteri dalam makanan yang masuk ke dalam saluran cerna. Dalam kasus seblak ini, ia pun mengingatkan masyarakat untuk menghindari sajian yang tidak higienis.
    “Prinsipnya kalau makanan itu enggak bersih akan menyebabkan infeksi pada usus. Makanan yang penyajian atau penyimpanannya kurang baik sehingga terkontaminasi bakteri itu bisa memicu infeksi akut pada usus. Kalau sudah infeksi, gejalanya muntah-muntah, diare, sel darah putihnya meningkat,” pesannya.”.

    Kesimpulan

    Dr. Ari mengatakan, ia sedikit meragukan kerupuk mentah yang tetap kenyal dari seblaklah penyebabnya. Menurutnya, organ pencernaan manusia sudah cukup hebat untuk mengolah makanan sehingga bisa diserap dan dikeluarkan dengan baik.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] “Triawan Munaf Jadi Korban Hoax”

    Sumber:
    Tanggal publish: 09/10/2017

    Berita

    “Di Balik Heboh Jokowi Mantu, Triawan Munaf Jadi Korban Hoax
    RABU, 08 NOV 2017 23:37 | EDITOR : DIMAS RYANDI
    Triawan Munaf
    Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. (JawaPos.com)
    JawaPos.com – Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf menjadi korban hoax oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
    Pasalnya, beredar sebuah akun Facebook yang mengatasnamakan dirinya yang di dalamnya berisi pernyataan menyerang Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, soal pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution.
    Saat dikonfirmasi ayah dari penyanyi Sherina Munaf ini menegaskan, dirinya tidak pernah mem-posting kata-kata seperti itu.
    Berita Terkait
    SPDP Setya Novanto Bocor, Fahri Hamzah Bilang Begini
    Kritikan Fahri Hamzah soal Pernikahan Anak Jokowi, Nyelekit Banget
    Agar Demokrasi Makin Konsolidatif, Sharing Penguatan Parlemen ke AS
    “Waduh apa itu? Bukan saya yang posting-posting tulisan seperti itu,” ujar Triawan kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).
    Oleh sebab itu, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini mengeluhkan dirinya yang menjadi korban hoax oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Fitnah berat itu, tolong bantu sanggah,” kata salah satu orang kepercayaan Jokowi itu.
    postingan hoax
    Akun Facebook hoax yang mengatasnamakan Triawan Munaf. (istmewa)
    Sekadar informasi, dalam akun Facebook yang mengatasnamakan Triawan Munaf itu mengaku kecewa dengan lontaran kalimat yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menyebut pesta putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, terlalu mewah.
    Berikut ini unggahan status dari akun Facebook yang mengatasnamakan Triawan Munaf:
    “Harusnya pejabat tinggi negara sekelas Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah hati-hati dan bijak saat mengeluarkan pernyataan atau stetment. Kualitas seseorang dapat jelas dan mudah terlihat dari cara dan gaya bicaranya.”
    “Sederhana itu relatif Bapak Wakil Ketua. Ketika sebuah hajatan menggunakan biaya pribadi, gedung sendiri, catering sendiri, panitia dari kalangan keluarga, kolega dekat, dan pembatasan undangan 400 khusus VVIP pejabat tinggi (sebagaimana amanat UU)”
    “Sepertinya ada pihak-pihak yang selalu cari perhatian di balik semua ini. Bukan begitu caranya. Harusnya meninjukan prestasi terbaik di bidang masing-masing.”
    “Mari cerdas berpikir. Saya mau lihat kelak saat Bapak Fahri mantu. Kalau lebih mewah dari pernikahan Kahiyang-Bobby, sepertinya saya makin tahu kualitas anda.”
    Diketahui, sebelumnya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pesta pernikahan putri Jokowi tersebut. Sebab, undangan yang disebar adalah 8.000 buah.
    Padahal lewat Menteri Pemberdayaan Aparatur Nagara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang kala itu masih dijabat Yuddy Chrisnandi sudah mengeluarkan Surat Edaran ‎Nomor 13/2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana.
    Fahri menyarankan, lebih baik Jokowi tidak perlu mengundang sampai 8.000 tamu‎, melainkan hanya merayakan pernikahan dengan cara sederhana seperti pesta kecil.
    Sementara, untuk menyiasati tamu-tamu yang ingin hadir namun tidak diundang, Jokowi hanya perlu mengunggah pesta pernikahannya di media sosial. Sehingga para tamu yang ingin hadir di pesta tersebut bisa mengetahuinya.
    (cr2/ce1/JPC)”

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] “Ternyata Indonesia Dibodohkan Dengan Air Mineral”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/10/2017

    Berita

    “Setelah 22 tahun melakukan penelitian, akhirnya Harvard University menambah temuan betapa bahayanya Air Mineral yang mengandung Flourida yang saat ini juga terdapat dalam Air Mineral seperti Aqua kepunyaan Danone, tidak hanya Aqua saja yang kini sahamnya dibeli Danone juga mengandung Zat Flourida.
    Termuan terkini dari Harvard University bahwa Air Mineral dengan Fluorida juga mengurangi IQ anak-anak. Sebuah pertanyaan besar jika Danone melalui Aqua menanamkan Zat berbahaya ini di minuman anak-anak Indonesia, dalam target apa untuk puluhan tahun mendatang?
    Dalam temuan itu juga membuktikan bahwa Air dengan fluorida di berbagai Negara yang mengonsumsinya termasuk Indonesia ditemukan fakta bahwa anak-anak yang tinggal di Daerah air yang mengandung konsentrasi tinggi fluorida dan meminum Air Mineral dengan kandungan Flourida seperti Indinesia salah satunya Koefisien Intelektualnya sangat rendah. Saya melihat ini sebuah unsur kesengajaan mengapa kemudian pihak Danone menggunakan Zidane sebagai idola untuk kampanye Air Mineral ini di Indonesia disebabkan Zidane muslim dan penduduk Indonesia juga mayoritas muslim.Oleh karena itu, para Ilmuwan dari Universitas Harvard melakukan studi besar dengan mengumpulkan hasil penelitian sebelumnya dalam periode 22 tahun, di mana mereka mempelajari Efek air dengan Fluorida pada anak-anak.
    Hasilnya menunjukkan bahwa fluorida dapat mempengaruhi perkembangan otak anak-anak untuk tingkat yang lebih besar yang mempengaruhi orang dewasa.
    Selain itu dalam laporan tersebut bahwa fluorida dapat menyebabkan :
    Kerusakan hippocampus, mengurangi kadar lipid, plakat pembentukan beta-amiloid (kelainan yang terjadi pada penyakit Alzheimer), eksaserbasi cedera, kerusakan pada sistem pertahanan dan antioksidan, peningkatan dalam aluminium, akumulasi fluoride dalam kelenjar pineal yang kesemuanya ada didalam Otak Manusia.
    Dan studi telah menemukan bahwa fluorida berlebih didalam tubuh dapat menyebabkan gejala-gejala sebagai berikut :
    Hiperaktif atau kelesuan
    Gangguan otot
    Radang sendi
    Demensia
    Tidak aktifnya 62 enzim dan menghambat lebih dari 100 Enzim
    Menghambat pembentukan antibodi
    Kematian sel
    Patah tulang
    Beberapa jenis kanker dalam tulang.
    Begitu besarnya Kampanye minum mineral berflourida ini sungguh sebuah pertanyaan besar untuk kita, apa yang direncanakan Zionisme dalam jangka panjang?
    Menciptakan orang-orang selain anggota Zionis menjadi bodoh sehingga bisa dikuasai?”

    Hasil Cek Fakta

    “Terkait hal itu, pihak produsen AQUA klarifikasi, dilansir aqua.com, bahwa produsen minuman kemasan AQUA merupakan air mineral dengan sumber air yang berasal dari pegunungan vulkanik. Jadi, air hujan yang jatuh dan terserap dalam lapisan pegunungan, akan mengalami mineralisasi secara alami.
    Nah, saat proses tersebut, ada beberapa jenis mineral alami adalah fluorida. Kandungan tersebut adalah salah satu gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, AQUA menegaskan bahwa air munim kemasannya aman dikonsumsi.
    Tak hanya pihak AQUA yang menegaskan, Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa 1,5 miligram kandungan fluoride aman dikunsumsi atau diminum.
    Demi kenyamanan konsumen, produsen AQUA juga selalu memantau secara berkala mengenai kandungan fluoride dalam air kemasan miliknya. Sebagai produk AMDK, Aqua juga mendapatkan sertifikat SNI, serta dipantau oleh Lembaga Sertifikasi Produk.
    “Fluoride merupakan kandungan mineral alami yang terdapat dalam sumber air. Mineral ini berkhasiat bagi tubuh sebagai salah satu zat gizi mikro. Jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, fluoride bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak,” tulis AQUA dalam rilisnya.
    Perlu diketahui, pemerintah telah menetapkan batasan kandungan fluorida dalam air minum melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, yaitu tidak lebih dari 1,5 mg/l.
    Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan bagi Bangsa Indonesia.
    Untuk itu, Kandungan fluorida dalam air mineral diatur dalam SNI 01-3553-2006 tentang Air Minum dalam Kemasan, yang bersifat wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 96 Tahun 2011. Kandungan fluorida juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini