• [HOAX] “VIDEO KERUSUHAN AKIBAT RAZIA ZEBRA”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 09/10/2017

    Berita

    Beredar video kerusuhan masyarakat yang mengamuk dan melempar batu serta merusak fasilitas umum dengan Narasi sebagai berikut: “Ini asli Indonesia. Akibat Razia Zebra”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran video yang berdurasi 3 menit 59 detik tersebut bukanlah video mengenai kerusuhan yang terjadi akibat operasi zebra melainkan aksi unjuk rasa memperingati hari sumpah pemuda di Makassar berlangsung bentrok yang terjadi pada 28 Oktober 2016 dimana mahasiswa dan polisi saling serang menggunakan batu dan balok kayu dan mengakibatkan lima motor patroli sabhara polrestabes Makassar di bakar mahasiswa.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX/FITNAH] Sebar Fitnah Pakai Profil Anggota Kopassus

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/10/2017

    Berita

    “Nyali pembuat hoax satu ini patut diacungi jempol. Mereka berani memakai profil anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) untuk menyebarkan hoax bernuansa politis. Untungnya, Kopassus segera beraksi setelah mendapatkan laporan dari Jawa Pos.
    Nama anggota Kopassus yang dicatut itu ialah Sertu Wahyu Fajar Dwiyana. Nama Wahyu dipakai untuk membuat akun Facebook Namaku Fajar. Sepertinya, akun itu bertujuan diternak sekaligus menyebarkan artikel hoax yang diproduksi sejumlah blog clickbait.
    Blog-blog yang artikelnya rajin disebar akun palsu Sertu Wahyu Fajar, antara lain, harapan-rakyat-indonesia.blogspot.com, berita-nusantara-trending.blogspot.com, salamredaksi-kita.blogspot.com, dan suarapribumi-indonesia.blogspot.com.
    Blog-blog itu rajin membuat berita palsu yang berkaitan dengan pemerintah dan partai politik atau ormas yang dianggap mendukung pemerintah. Salah satu temuan Jawa Pos adalah artikel fitnah soal Banser yang dibuat blog harapan-rakyat-indonesia.
    Judul artikel itu, Ketua Banser: Jika FPI Tidak Setuju Pembubaran Pengajian Felix, Kami Tantang Kalian untuk Perang. Seperti biasa, artikel itu hanyalah clickbait. Tidak ada sama sekali tulisan mengenai Banser yang menantang FPI berperang.
    Bahkan, ketika diklik, sama sekali tidak ada artikel di sana. Yang ada di blog itu hanya judul dan kumpulan iklan-iklan vulgar dari adnow. Blog tersebut memang mendulang uang dengan menjadi publisher iklan dari adnow. Mereka sengaja memasang iklan produk seks.
    Jawa Pos langsung mengonfirmasi hal itu ke Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu memastikan informasi tersebut hoax. Jawa Pos lantas menyarankan Gus Yaqut berkoordinasi dengan Kopassus. Sebab, artikel itu disebar salah satu akun Facebook yang mengaku sebagai anggota Kopassus Sertu Wahyu Fajar. ’’Matur nuwun informasinya, segera kami akan tindak lanjuti,’’ ujar Gus Yaqut.
    Sebelumnya, Jawa Pos juga berkoordinasi dengan Kopassus untuk memastikan keaslian akun Sertu Wahyu Fajar. Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo menyampaikan bahwa pemilik akun Facebook Namaku Fajar (https://www.facebook.com/wahyufajar.kopasus) bukan prajurit Kopassus.
    ’’Kalau terang-terangan seperti itu, saya pastikan foto itu di-hack orang,’’ ungkapnya. Karena itu, dia pun berniat langsung melakukan klarifikasi pada publik. Kopassus tampaknya begitu responsif merespon hoax. Dalam hitungan jam, mereka sudah meng-capture akun Facebook Sertu Wahyu Fajar dan melabelinya sebagai hoax.
    Sekadar diketahui, nama Sertu Wahyu Fajar sempat menjadi buah bibir karena sebuah kejadian di Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, 25 Mei 2017. Ketika itu dia membela warga yang dianiaya komplotan preman mabuk. Ceritanya, kala itu Sertu Wahyu yang sehari-hari bertugas di Makopassus Cijantung sedang cuti untuk melangsungkan pernikahannya.
    Saat hendak pulang ke rumah, prajurit yang wajahnya seperti artis film tersebut mendapati ada warga yang dikeroyok pemuda mabuk. Dia sempat melerai, tetapi justru dikeroyok. Hebatnya, Wahyu justru bisa melumpuhkan komplotan pemabuk itu.
    Lain kali, rasanya pengin melihat Sertu Wahyu memberi pelajaran pembuat hoax yang mencatut namanya.”.

    Hasil Cek Fakta

    “Foto anggota Kopassus Sertu Wahyu Fajar digunakan orang lain untuk membuat akun Facebook Namaku Fajar. Akun itu kemudian digunakan untuk menyebarkan hoax tentang Banser dan FPI.”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] “Kartu SIM XL, Indosat, Smarfren, dan Telkomsel Disadap Badan Intelijen AS”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 09/10/2017

    Berita

    “Kemenkominfo melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menyatakan telah menerima laporan investigasi operator seluler terkait dugaan penyadapan pada kartu SIM buatan Gemalto ( Hutchinson 3, XL Axiata, Indosat, Telkomsel) oleh badan intelijen AS, National Security Agency (NSA) dan Government Communication Headquarter (GCHQ).
    “Silahkan disadap… sms-ku cuma sama pemilik tanaman jengkol… WA-ku buat chat dengan pelanggan jengkol… Fb-ku juga cuma buat nulis status tentang jengkol… Internetan juga supaya tau harga jengkol…”
    ??”

    Hasil Cek Fakta

    Kabar penyadapan oleh pihak asing membuat resah masyarakat Indonesia. Salah satunya isu penyadapan kartu SIM buatan Gemalto, terdiri dari Hutchinson 3 (H3i), XL Axiata, Indosat, dan Telkomsel.
    Kartu SIM Gemalto dikabarkan telah disadap oleh badan intelijen AS, National Security Agency (NSA) dan Government Communication Headquarter (GCHQ).
    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerima laporan investigasi operator seluler terkait dugaan penyadapan pada kartu SIM buatan Gemalto.
    Dikutip dari tribunnews.com, “XL, H3i (Hutchinson 3 Indonesia) dan Telkomsel yang pakai Gemalto. Termasuk Indosat juga pakai, ini sesuai laporan masing-masing,” terang Kepala Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (16/3/2015).
    Dalam investigasi yang dilakukan operator , Ismail menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi penyadapan pada kartu SIM tersebut.
    Para operator pun mengklaim, penyedia kartu SIM yang mereka gunakan sudah memenuhi GSM Security Standard.
    “BRTI meminta operator seluler melakukan investigasi internal masing-masing karena terkait dengan munculnya isu penyadapan akhir-akhir ini. Dan sesuai laporan investigasi internal operator seluler, tidak ditemukan adanya kebocoran SIM card sebagaimana diduga,” tambah Ismail.
    Totalnya ada lima operator yang sudah menyerahkan hasil investigasi internal mereka, yaitu Hutchinson 3 Indonesia (H3i), XL Axiata, Indosat, Telkomsel, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria).
    “Jadi evaluasi terus dilakukan. Tidak menutup kemungkinan akan dibentuk tim atau satgas pengawasan,” imbuh Ismail.
    “Untuk menghindari isu-isu seperti ini ke depan kita harapkan operator seluler menggunakan produk dalam negeri. Sejauh ini, kami sudah mulai mengatur TKDN perangkat sejak era 3G. Sedikit demi sedikit kita tingkatkan,” pungkasnya.
    Dugaan penyadapan pada kartu SIM buatan Gemalto berawal dari dokumen milik Edward Snowden.
    Dalam dokumen tersebut diungkap bahwa NSA dan GCHQ ternyata memiliki kunci untuk membongkar pengamanan pada kartu SIM itu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • BANSER MENGANGKAT SALIB

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 08/10/2017

    Berita

    BANSER SEMOGA DIBERI HIDAYAH.
    Demi nasi bungkus, kami rela mengangkat salib, menjaga Gereja, ikut dibaptis, menggadaikan aqidah.
    Karena kami lapaaarr ??

    Hasil Cek Fakta

    Gambar tersebut diambil pada parade paskah 2015 di kota Solo. Yang memanggul pun anggota TNI yg beragama Katolik dari Yonif 413 yang ikut dalam rombongan memanggul salib ini. Jadi narasi yang menyatakan Banser NU mengangkat salib, ikut dibaptis, dll. Dapat dipastikan hanya fitnah belaka.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini