[HOAX] Demo dan Konflik antara Ojek Online dengan Angkutan Umum di Bandung
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 12/10/2017
Berita
Prediksi Besok Bandung kota. Besok Di sinyalir ada Dua Kubu besar 1.Demo lg besar”an 2.Ojek Online gabungan Mau Kumpul Minta Tggung jawab ke kubu Angkot Gabungan, Soalnya Di jl.bkr Grab ojek Di Tabrak Sngaja sampe Mati, Di buah batu grab Mati Jg Di Tabrak Angkot, Di karapitan Grab jg Di Gebukin Angkot, Ada jg ojek online Yg Hilang Ga ada kabar. Trakhir Aktif Aplikasi di Area konflik karapitan jg,,! Info terkini, malam ini para Online lg kumpul di gedung sate,, Besok Bakal Datang Dari cimahi ojek Online skitar 1000 orang Dari jakarta 500 orang, Mau ke Bandung,, Blm dari Yg Lain,,,,, besok jgn main hp Di Motor atau di Pinggir jln,, takut Di kira Ojek online, Besok Udah Ga ada Tanya tanya lg,, Maen Sikat langsung!! Hatur Nuhun,,,
Hasil Cek Fakta
Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Shanti, menjelaskan bahwa info tersebut adalah berita bohong (hoax). “Itu hoax, kami sudah memposting di instagram Polrestabes Bandung,” ujar Shanti, Rabu (11/10). Selain itu, Kompol Shanti menegaskan, informasi di atas adalah informasi yang sudah pernah beredar sebelumnya. “Ini informasi lama dan sudah dipastikan hoax,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Bandung, Hendro Pandowo pun meminta kepada seluruh pihak agar tidak menyebarkan berita hoax tersebut. “Dimohon kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan informasi tersebut dan tidak menyebarkannya, karena dipastikan kabar tersebut Hoax,” tukasnya.
Sementara itu, Kapolres Bandung, Hendro Pandowo pun meminta kepada seluruh pihak agar tidak menyebarkan berita hoax tersebut. “Dimohon kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan informasi tersebut dan tidak menyebarkannya, karena dipastikan kabar tersebut Hoax,” tukasnya.
Rujukan
[HOAX] Ketua KPUD Depok Ditetapkan Tersangka Korupsi Anggaran Pilkada Depok
Sumber:Tanggal publish: 12/10/2017
Berita
Beredar pemberitaan mengenai status tersangka yang telah disematkan kepada, Ketua KPUD Depok, Titik Nurhayati.
Hasil Cek Fakta
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sufari menegaskan, belum ada penetapan tersangka baru terkait kasus korupsi anggaran Pilkada Kota Depok 2015. “Tidak ada penetapan tersangka baru dari Kejaksaan Negeri Kota Depok,” kata Sufari kepada Radar Depok saat ditemui diruangannya, Rabu (11/10).
Berita yang berjudul “Diduga Korupsi Anggara Pilkada, Ketua KPUD Depok Ditetapkan Tersangka” tersebut, juga mencatut nama Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Depok, Daniel De Rozari. Namun, saat dikonfirmasi, Danil mengaku tidak merasa diwawancara. “Saya tidak pernah diwawancara, kok apalagi bertemu, saya sedang di Bandung,” kata Daniel saat dihubungi Radar Depok.
Berita yang berjudul “Diduga Korupsi Anggara Pilkada, Ketua KPUD Depok Ditetapkan Tersangka” tersebut, juga mencatut nama Kasi Pidana Khusus Kejari Kota Depok, Daniel De Rozari. Namun, saat dikonfirmasi, Danil mengaku tidak merasa diwawancara. “Saya tidak pernah diwawancara, kok apalagi bertemu, saya sedang di Bandung,” kata Daniel saat dihubungi Radar Depok.
Rujukan
[DISINFORMASI] “Bayern Munchen Buka Masjid Baru Usulan Franck Ribery di Stadion Allianz”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 10/10/2017
Berita
Beredar narasi di beberapa media arus utama dan juga di media sosial dan messaging: “Klub Bundesliga, Bayern Muenchen, kabarnya telah membuka masjid baru di kompleks Stadion Allianz Arena, Munich, Jerman.
Berpenampilan modern, masjid tersebut dibangun atas ide dan inisiatif dari pesepakbola mualaf Franck Ribery.” Disertai video yang link asalnya bisa ditelurusi dari
Berpenampilan modern, masjid tersebut dibangun atas ide dan inisiatif dari pesepakbola mualaf Franck Ribery.” Disertai video yang link asalnya bisa ditelurusi dari
Hasil Cek Fakta
Masjid yang ada dalam video tercantum di media diatas, adalah DITIB-Zentralmoschee Köln, terletak di kota Köln, bukan di München.
Rujukan
[BERITA] “Marak Hoax, Pemerintah Didesak Terapkan Kurikulum Digital”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 10/10/2017
Berita
Marak Hoax, Pemerintah Didesak Terapkan Kurikulum Digital
Agus Tri Haryanto – detikInet
Foto: Thinkstock
Jakarta – Secara umum, Indonesia masih belum menerapkan kurikulum khusus berkaitan dengan digital di tingkat sekolah. Padahal, informasi yang bersumber dari internet sangat deras dan masih sulit dicerna masyarakat.
Di satu sisi, teknologi dan informatika memberikan berbagai manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Sisi lain, marak peredaran informasi palsu, penipuan online, hingga ujaran kebencian.
Hal itu yang disayangkan Penelitian dan Pelatihan & Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada Purwanto. Pemerintah didesak untuk menerapkan kurikulum digital di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Edukasi ini lebih luas sampai ke kurikulum. Kita belum punya itu. Mungkin beberapa sekolah yang inovatif (sudah ada kurikulum semacam itu), tetapi kembali lagi siapa yang bisa mengakses (mendapat pendidikan itu)? Orang-orang berpenghasilan tinggi,” ujar Purwanto di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
(Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Dampak ketiadaan pengetahuan terkait digital, saat ini masyarakat Indonesia mengalami overdosis dalam penggunaan mobile internet. Itu berdasarkan temuan dari hasil survei yang dilakukan P2EB Universitas Gadjah Mada dengan Indosat Ooredoo tentang penggunaan mobile internet.
Peneliti menyebutkan, overdosis ini disasarkan pada anak-anak, di mana mereka menjadi adiksi, kemampuan berkomunikasi yang menurun, social skills yang menurun bila dibandingkan dengan generasi X maupun generasi Y.
Selain itu, dampak sosial dari sisi negatif mobile internet ini juga terlihat dari ketidaksiapan masyaraka secara budaya dalam menerima kemajuan teknologi internet, meskipun secara teknis masyarakat sudah siap menghadapi kemajuan teknologi internet.
“Jangan salahkan teknologi tetapi bagaimana mengendalikan di balik pembuat dan yang memanfaatkan teknologi tersebut,” tutupnya. (rns/rou)”
Agus Tri Haryanto – detikInet
Foto: Thinkstock
Jakarta – Secara umum, Indonesia masih belum menerapkan kurikulum khusus berkaitan dengan digital di tingkat sekolah. Padahal, informasi yang bersumber dari internet sangat deras dan masih sulit dicerna masyarakat.
Di satu sisi, teknologi dan informatika memberikan berbagai manfaat dan kemudahan bagi penggunanya. Sisi lain, marak peredaran informasi palsu, penipuan online, hingga ujaran kebencian.
Hal itu yang disayangkan Penelitian dan Pelatihan & Bisnis (P2EB) Fakultas Ekonomika & Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada Purwanto. Pemerintah didesak untuk menerapkan kurikulum digital di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
“Edukasi ini lebih luas sampai ke kurikulum. Kita belum punya itu. Mungkin beberapa sekolah yang inovatif (sudah ada kurikulum semacam itu), tetapi kembali lagi siapa yang bisa mengakses (mendapat pendidikan itu)? Orang-orang berpenghasilan tinggi,” ujar Purwanto di Jakarta, Kamis (9/11/2017).
(Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Dampak ketiadaan pengetahuan terkait digital, saat ini masyarakat Indonesia mengalami overdosis dalam penggunaan mobile internet. Itu berdasarkan temuan dari hasil survei yang dilakukan P2EB Universitas Gadjah Mada dengan Indosat Ooredoo tentang penggunaan mobile internet.
Peneliti menyebutkan, overdosis ini disasarkan pada anak-anak, di mana mereka menjadi adiksi, kemampuan berkomunikasi yang menurun, social skills yang menurun bila dibandingkan dengan generasi X maupun generasi Y.
Selain itu, dampak sosial dari sisi negatif mobile internet ini juga terlihat dari ketidaksiapan masyaraka secara budaya dalam menerima kemajuan teknologi internet, meskipun secara teknis masyarakat sudah siap menghadapi kemajuan teknologi internet.
“Jangan salahkan teknologi tetapi bagaimana mengendalikan di balik pembuat dan yang memanfaatkan teknologi tersebut,” tutupnya. (rns/rou)”
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Halaman: 8199/8364




