Beredar di media sosial meme hoax Gus Mus (KH A Mustofa Bisri) yang berbunyi:
‘Kalau diperhatikan dengan nalar yang sehat, Habib Riziek ini bukan sekedar ingin merebut kekuasaan. Tetapi juga ingin menjadi TUHAN seperti halnya FIRAUN yang ingin semua orang menyembahnya.’
Dan juga meme yang berbunyi:
‘Atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. Bertuhan dimusuhi karena Tuhannya beda. Tuhannya sama dimusuhi karena nabinya beeda. Nabinya sama dimusuhi kaena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda. Partainya sama dimusuhi karena pendapatannya beda. Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi untuk memuaskan nafsu keserakahan?’
Meme Gus Mus
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 15/03/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Gus Mus sudah mengeluarkan pernyataan di halaman Facebook pribadinya bahwa tulisan di kedua meme tersebut bukanlah tulisannya.
Rujukan
[DISINFORMASI] Penggerebekan WN China/Taiwan
Sumber: facebook.comTanggal publish: 14/03/2017
Berita
Up date!
Selasa 14 Maret 2017 Penggerebekan Narkoba 1.3 Ton terhadap 62 org China laki2 dan perempuan di perumahan PIK (Pantai Indah Kapuk) Jakarta Utara, penggerebekan di lakukan oleh Aparat kepolisian, TNI, LSM dan Masyarakat,
Mereka ini tidak pantas di sebut manusia, mereka dajjal2 di akhir Jaman, hancur sudah generasi muda bangsa kita
Selasa 14 Maret 2017 Penggerebekan Narkoba 1.3 Ton terhadap 62 org China laki2 dan perempuan di perumahan PIK (Pantai Indah Kapuk) Jakarta Utara, penggerebekan di lakukan oleh Aparat kepolisian, TNI, LSM dan Masyarakat,
Mereka ini tidak pantas di sebut manusia, mereka dajjal2 di akhir Jaman, hancur sudah generasi muda bangsa kita
Hasil Cek Fakta
Postingan yang diangkat oleh Jefri Hasiholan sebenarnya bukan peristiwa penggerebekan narkoba. Peristiwa tersebut adalah penggerebekan jaringan cyber crime atau kejahatan siber asal Taiwan. Pada penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 63 warga negara Taiwan dan seorang warga negara Indonesia.
Rujukan
[BERITA] Permen ‘Dot’ Narkoba
Sumber:Tanggal publish: 13/03/2017
Berita
Dilansir dari detik.com, Satpol PP Kota Surabaya sudah mengembalikan permen dot yang sempat diamankan terkait isu mengandung narkoba. Saat ini permen dot yang belum diambil pedagang tinggal sedikit. “Sejak hasil laboratorium dinyatakan negatif, pihak kecamatan maupun kelurahan langsung bergerak menghubungi pedagang yang permennya sempat diamankan untuk proses pengembalian,” kata Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto pada detikcom, Senin (13/3/2017).
Irvan memastikan permen yang sempat diamankan untuk mengantisipasi dini hal yang tidak diinginkan itu sesuai dengan jumlah saat diamankan. “Meski sudah kita beli tetap kita kembalikan dan jumlahnya tidak berkurang dan sesuai dengan pemiliknya karena diberi label,” imbuhnya.
Proses pengembalian lanjut Irvan, pihak kecamatan maupun kelurahan hanya menghubungi untuk mengetahui posisi pedagang. “Barangnya kita antar bukan pedagang datang ke kantor. Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami,” tegas Irvan.
Mantan Camat Rungkut ini menambahkan, saat pengembalian trantib kecamatan maupun petugas kelurahan juga meminta maaf kepada pedagang. “Kami juga meminta maaf kepada pedagang karena sempat membuat mereka ketakutan. Sekali lagi upaya pengamanan permen untuk mengantisipasi dan melindungi anak anak,” pungkas Irvan.
Pengamanan permen yang sempat menjadi viral ini berawal adanya dugaan mengandung bahan berbahaya. Dilanjutkan dengan uji laboratorium Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan BBPOM Surabaya dan hasilnya dinyatakan negatif setelah dilakukan tes 16 parameter termasuk di dalamnya 4 parameter narkoba.
Irvan memastikan permen yang sempat diamankan untuk mengantisipasi dini hal yang tidak diinginkan itu sesuai dengan jumlah saat diamankan. “Meski sudah kita beli tetap kita kembalikan dan jumlahnya tidak berkurang dan sesuai dengan pemiliknya karena diberi label,” imbuhnya.
Proses pengembalian lanjut Irvan, pihak kecamatan maupun kelurahan hanya menghubungi untuk mengetahui posisi pedagang. “Barangnya kita antar bukan pedagang datang ke kantor. Ini sebagai bentuk tanggung jawab kami,” tegas Irvan.
Mantan Camat Rungkut ini menambahkan, saat pengembalian trantib kecamatan maupun petugas kelurahan juga meminta maaf kepada pedagang. “Kami juga meminta maaf kepada pedagang karena sempat membuat mereka ketakutan. Sekali lagi upaya pengamanan permen untuk mengantisipasi dan melindungi anak anak,” pungkas Irvan.
Pengamanan permen yang sempat menjadi viral ini berawal adanya dugaan mengandung bahan berbahaya. Dilanjutkan dengan uji laboratorium Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan BBPOM Surabaya dan hasilnya dinyatakan negatif setelah dilakukan tes 16 parameter termasuk di dalamnya 4 parameter narkoba.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Foto Putri Arab Berbusana Tradisional Bali
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 09/03/2017
Berita
Marak di media sosial juga di media mainstream berita tentang Putri Arab yang menikmati layanan spa dan berfoto dengan busana tradisional Bali di salah satu spa di Bali.
Hasil Cek Fakta
Yang difoto bukanlah putri Arab tetapi pramugari dari rombongan Raja Arab. Istilah ‘Putri Arab’ muncul karena sang pemilik spa memposting foto-foto tersebut di akun Facebooknya dengan menggunakan istilah ‘princessnya Raja Salman’ sebagaimana pengakuannya dalam klarifikasinya yang dimuat beberapa media sebagai berikut:
Rujukan
Halaman: 8233/8359





