Daftar Obat Terlarang BPOM (Kop Surat RS Siloam)
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 06/03/2017
Berita
Beredar kembali di grup WhatsApp sebuah hoax lama yang pernah beredar di tahun 2008. Hoax ini seakan dikeluarkan oleh Bapan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan berisi daftar obat-obat terlarang, selain juga dilengkapi dengan kop surat sebuah merk rumah sakit swasta.
Hasil Cek Fakta
BPOM sudah membantah berita hoax tersebut sebagaimana dimuat dalam situs inilah.com.
Rujukan
Terjemahan Koran Berbahasa Arab Bahwa Indonesia Kurang Bertata Krama Terhadap Raja Salman
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 05/03/2017
Berita
Beredar berita hasut ‘terjemahan’ koran berbahasa Arab bahwa pemerintah Indonesia kurang memiliki tata krama terhadap Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia. Berita hasut ini kemudian juga disebarkan kembali oleh akun-akun media sosial lainnya.
Hasil Cek Fakta
Adapun arti dari koran berbahasa Arab tersebut (nama koran tersebut adalah Okaz) tidaklah seperti klaim si pembuat hasut. Ada beberapa cara untuk mengetahui isi dari judul dan artikel koran Arab tersebut.
Pertama, kita bisa bertanya pada mereka yang mengerti dan obyektif (tidak berpihak hingga akhirnya menyelewengkan) untuk membantu mengartikannya. Beberapa pemilik akun sosial media yang mengerti bahasa Arab yang prihatin akan beredarnya hasut di atas dengan suka rela memposting terjemahan dari koran tersebut, sebagaimana dilakukan oleh pemilik akun Facebook
Cara kedua adalah dengan membuka koran yang sama yang kebetulan juga ada versi digitalnya di internet (tautan ada di bawah) melalui browser di PC lalu kita copy-paste-kan judul dan isi artikel ke Google Translate. Dengan demikian kita bisa mendapatkan terjemahan umum dari judul dan isi artikel tersebut.
Pertama, kita bisa bertanya pada mereka yang mengerti dan obyektif (tidak berpihak hingga akhirnya menyelewengkan) untuk membantu mengartikannya. Beberapa pemilik akun sosial media yang mengerti bahasa Arab yang prihatin akan beredarnya hasut di atas dengan suka rela memposting terjemahan dari koran tersebut, sebagaimana dilakukan oleh pemilik akun Facebook
Cara kedua adalah dengan membuka koran yang sama yang kebetulan juga ada versi digitalnya di internet (tautan ada di bawah) melalui browser di PC lalu kita copy-paste-kan judul dan isi artikel ke Google Translate. Dengan demikian kita bisa mendapatkan terjemahan umum dari judul dan isi artikel tersebut.
Rujukan
Dana Santunan Korban Crane Sudah Cair Tapi Belum Disalurkan
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 05/03/2017
Berita
Sebuah akun Facebook dengan nama ‘Abu Labib Malawat’ memposting gambar pada grup Facebook ‘Boikot Metro TV Krn Melakukan Pembodohan Publik’ dengan narasi yang mengklaim bahwa dana santunan korban crane jatuh sudah cair sejak lama tapi belum disalurkan oleh Kemlu:
‘*Valid*
Sangat luar biasa zholim….!
Masih ingat musibah Crane di Masjidil Haram..?
Kerajaan Saudi bertanggung jawab dan akan menyantuni para korban, tnyata sudah cair sejak lama tapi belum di salurkan kepada korban oleh KEMLU , dengan alasan masih verifikasi…!
brp lama verifikasinya pak ..?
Sampai kapan itu diverifikasi?
Sementara Kafir Harbi , Syiah dan kelompok munafik terus menerus membuat fitnah kepada Arab Saudi.
Bantu Share…!
*Sumber: Iwan Kurniawan*’
‘*Valid*
Sangat luar biasa zholim….!
Masih ingat musibah Crane di Masjidil Haram..?
Kerajaan Saudi bertanggung jawab dan akan menyantuni para korban, tnyata sudah cair sejak lama tapi belum di salurkan kepada korban oleh KEMLU , dengan alasan masih verifikasi…!
brp lama verifikasinya pak ..?
Sampai kapan itu diverifikasi?
Sementara Kafir Harbi , Syiah dan kelompok munafik terus menerus membuat fitnah kepada Arab Saudi.
Bantu Share…!
*Sumber: Iwan Kurniawan*’
Hasil Cek Fakta
Hingga artikel ini diturunkan (05 Maret 2017) belum ada berita dari sumber yang valid yang menyatakan bahwa dana santunan sudah disalurkan oleh pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia ataupun ke negara lainnya.
Bahkan pada artikel Detik.com yang dijadikan rujukan oleh si pembuat berita fitnah ini dengan cukup jelas menyatakan bahwa dana santunan tersebut sudah dipersiapkan (oleh pemerintah Arab Saudi) namun pemerintah Arab Saudi harus melakukan proses administrasi (berupa verifikasi data nama-nama korban) sebelum melakukan penyaluran santunan tersebut kepada pemerintah negara-negara asal para korban, termasuk Indonesia.
Bahkan pada artikel Detik.com yang dijadikan rujukan oleh si pembuat berita fitnah ini dengan cukup jelas menyatakan bahwa dana santunan tersebut sudah dipersiapkan (oleh pemerintah Arab Saudi) namun pemerintah Arab Saudi harus melakukan proses administrasi (berupa verifikasi data nama-nama korban) sebelum melakukan penyaluran santunan tersebut kepada pemerintah negara-negara asal para korban, termasuk Indonesia.
Rujukan
[DISINFORMASI] Halaman Surat Kabar Berbahasa Arab Memprotes Sikap Pemerintah Indonesia karena Dianggap Kurang Memiliki Tata Krama terhadap Raja Salman
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/03/2017
Berita
Ada di Koran SAUDI...hiks Malu Maluin...#SELFINORAK
Baca itu yg di Tinta merah
Coba di liat tulisan arab merah
Artinya: "perhatikan...! Pemerintah menunjukkan tidak ada nya etika terhadap ...... "
Baca itu yg di Tinta merah
Coba di liat tulisan arab merah
Artinya: "perhatikan...! Pemerintah menunjukkan tidak ada nya etika terhadap ...... "
Hasil Cek Fakta
Diketahui koran tersebut adalah dari surat kabar Saudi Okaz dan versi cetaknya dapat diakses sslah satunya melalui situs pressreader. Diketahui bahwa isi surat kabar tersebut sama sekali tidak membahas tentang apa yang diklaim oleh akun di atas. Selain itu ada juga klarifikasi dari Mahasiswa Arab melalui akun Facebooknya bernama Sahal Japara sebagai berikut;
“da’a amamal barlaman al-indunisi litansiqil mawaqif wal-juhud limuwajahati tatharruf wal-irhab”
(artinya: Di hadapan parlemen Indonesia, Raja Salman mengajak untuk mengatur strategi dan menggalang kekuatan dalam rangka melawan radikalisme dan terorisme).
“al-malik salman: tauhidus shoff lihasmi tadakhulat… kepotong” (artinya: Raja Salman berkata: satukan barisan untuk mengatasi intervensi… kepotong).
“hadzar min dhahirah adami ihtirami siyadatid daulah wat-tadakhkhul… kepotong” (artinya: waspada fenomena tidak menghormati kedaulatan negara…)
“da’a amamal barlaman al-indunisi litansiqil mawaqif wal-juhud limuwajahati tatharruf wal-irhab”
(artinya: Di hadapan parlemen Indonesia, Raja Salman mengajak untuk mengatur strategi dan menggalang kekuatan dalam rangka melawan radikalisme dan terorisme).
“al-malik salman: tauhidus shoff lihasmi tadakhulat… kepotong” (artinya: Raja Salman berkata: satukan barisan untuk mengatasi intervensi… kepotong).
“hadzar min dhahirah adami ihtirami siyadatid daulah wat-tadakhkhul… kepotong” (artinya: waspada fenomena tidak menghormati kedaulatan negara…)
Rujukan
Halaman: 8236/8358






