• (HASUT): Patung Brung Garuda Disertai Pancasila Dalam Tulisan Cina

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 21/12/2016

    Berita

    Media sosial kembali dihebohkan lewat postingan seseorang di facebook. dalam postingan tersebut terdapat foto burung Garuda yang menjadi lambang Negara Republik Indonesia. namun yang menjadi perdebatan bukan patung burung itu melainkan tulisan Pancasila disertai terjemahan dengan huruf cina. hingga screen shoot diambil, postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 2.215 kali,

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri berdasarkan informasi diatas, patung brung Garuda bertuliskan Pancasila dengan terjemahan huruf Cina itu berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). lebih tepatnya di area Taman Budaya Tionghoa Indonesia.

    Taman ini merupakan taman yang dibangun dengan menyuguhkan konsep bernuansa khas etnik Tionghoa. Taman ini berada di sisi timur, diapit oleh Wahana Pemancingan Telaga Mina dan Museum Perangko.

    Pendirian taman ini dimulai sejak tahun 2004, melalui Yayasan harapan Kita yang menyediakan lahan seluas 4,5 hektar kepada masyrakat Tionghoa Indonesia untuk membangun Taman Budaya Tionghoa di TMII. Kemudian pada tanggal 8 November 2006 dimulailah pembangunan Taman ini sekaligus peresmian pintu gerbang oleh ketua Yayasan Harapan Kita, H.M Soeharto.

    Dengan adanya Taman Budaya Tionghoa di TMII diharapkan akan menjadi daya tarik sekaligus menjadi salah satu wahana yang dapat memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa suku Tionghoa termasuk sejarah dan budayanya, merupakan bagian integral dalam sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

    Pembangunan taman ini juga memiliki maksud dan tujuan untuk memamerkan artefak, foto-foto, arsitektur, taman, dan lain-lain yang berkaitan dengan eksistensi suku Tionghoa di kepulauan Nusantara ini.

    Pembangunan kawasan taman ini didasari oleh keselarasan dan keseimbangan, filosofi paling tua yang dianut kalangan Tionghoa, dengan memadukan unsur yin (im) dan yang (kang), yakni unsur kekerasan (kasar) dan kelembutan (lembut), misalnya ada siang harus ada malam, ada daratan (dataran) harus ada lautan, ada air harus ada api, dan seterusnya. Itulah sebabnya taman ini berupa daratan dan danau buatan di bagian belakang.

    Sepasang pilar pintu gerbang, lambing jantan dan betina, menjadi penanda pertama gugus taman. Di depan pintu gerbang terdapat sepasang patung kilin, hewan mirip Singa yang dipercaya sebagai peliharaan para Dewa. Di bagian belakang, tepat di tengah ruang, terdapat batu granit hitam berbentuk bulat sebagai citraan bola dunia. Batu dengan berat lebih dari satu ton itu ditopang penyangga sekaligus sebagai pipa yang dialiri air bertekanan tinggi untuk memutar batu granit ‘bola dunia’ itu dengan arah putaran sesuai fengsui.

    Kompleks taman ini dilengkapi dengan perkampungan kecil Tionghoa (pecinan) lengkap dengan segala pernak-pernik ‘kampong pecinan’, termasuk warna merah dan kuning emas yang mendominasi hampir semua kawasan ini berikut bangunan-bangunan berbentuk simetris.

    Selain itu, terdapat juga fasilitas lain untuk menambah kesan penggambaran secara lengkap kebudayaan Tionghoa Indonesia, seperti gazebo danau, sepasang tiang naga, patung Dewi Bulan, patung Kwan Kong, jembatan batu Sampek Eng Tay, dan Museum Laksamana Ceng Ho.

    (KESIMPULAN):

    berdasarkan penjelasan diatas, postingan facebook tersebut masuk kedalam kategori sindiran dan juga hasut karena di kolom komentar banyak yang menghujan hal tersebut. faktanya hal tersebut adalah merupakan bagain dari wisata bernuansa tiong hoa yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX/HASUT): Uang Terbitan Baru 2016 Memiliki Logo Alu Parit

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 20/12/2016

    Berita

    Beredar postingan berupa status disertai dengan screen shoot yang menyebutkan bahwa cetakan uang baru terdapat logo palu dan arit yang merupakan lambang dari PKI.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi pemberitaan tersebut, Gubernur BI, Agus Martowardojo menuturkan bahwa gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo BI yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan.

    Gambar tersebut merupakan teknik gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang rupiah. Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan. Pencetakan pun dilakukan dengan teknik khusus, sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

    Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.

    Rupiah sejatinya merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur BI dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Diharapkan kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang rupiah dengan baik.

    Hal yang senada juga dinyatakan oleh Direktur Utama Perum Peruri Prasetio. Dia menegaskan logo Bank Indonesia pada uang NKRI yang menggunakan metode rectoverso semata-mata bertujuan untuk memastikan sistem keamanan terjaga.

    “Itu semata-mata security saja jangan dipersepsikan yang lain,” kata Prasetio.

    Peruri selalu berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam melakukan pencetakan uang rupiah selama ini. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX): Uang Baru Tahun emisi 2016 Tidak Dicetak Oleh PERURI

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 20/12/2016

    Berita

    Lagi-lagi uang kertas tahun emisi 2016 menjadi sasaran pembuat berita hoax, setelah beredar kabar logo di uang kertas merupakan lambang palu arit, kali ini tersiar kabar di media sosial bahwa uang baru tersebut tidak di cetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI), melainkan oleh PT Pura Barutama yang berlokasi di Kudus.

    Hasil Cek Fakta

    menanggapi pemberitaan tersebut, melalui web resminya PERURI mengeluarkan pernyataan berupa siaran pers yang menyatakan bahwa PERURI adalah perusahaan yang mencetak uang keluaran baru tersebut.

    Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) membantah kabar yang beredar di masyarakat bahwa uang rupiah baru tahun emisi (TE) 2016 dicetak di Kudus oleh perusahaan swasta. Head of Corporate Secretary Peruri, Eddy Kurnia menegaskan uang NKRI tersebut dicetak di Peruri Karawang. “Tidak benar cetak uang NKRI dicetak di Kudus. Uang NKRI dicetak di Peruri, Karawang,” ujar Eddy, Rabu (21/12).

    Eddy mengungkapkan sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006, Bank Indonesia menugaskan Peruri untuk mencetak uang rupiah. “Bertahun-tahun hingga saat ini dan ke depan, Peruri selalu siap menjalankan tugas negara tersebut dengan tingkat pengamanan yang tinggi dan kualitas terbaik,” ujarnya.

    Selain itu, Eddy menjelaskan bahwa pada uang rupiah baru telah tercetak nama Peruri disertai tahun cetaknya yakni 2016. Sebagai contoh, pada uang rupiah nominal Rp 1.000 sisi belakang (yang terdapat gambar penari) tercetak teks Peruri TC 2016 di bawah tulisan seribu rupiah. Demikian seterusnya di pecahan lain, tulisan Peruri TC 2016 berada di posisi yang sama.



    Hal ini untuk menanggapi beredarnya informasi melalui media sosial bahwa uang rupiah baru tidak dicetak oleh Peruri. Uang rupiah baru tahun emisi 2016 diluncurkan Bank Indonesia pada Senin (19/12).

    ***

    Dikeluarkan oleh : Corporate Secretary / Biro Komunikasi Perusahaan Peruri
    Contact Person(s) : Eddy Kumia, Head of Corporate Secretary (0811 226 818)
    : Siwi Widjayanti, Kepala Biro Komunikasi Perusahaan (08128527574)

    Rujukan

  • (KLARIFIKASI): Pemilihan 12 Pahlawan Nasional Dalam Cetakan Pecahan Uang Rupiah Baru

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 20/12/2016

    Berita

    Lagi-lagi rencana pemerintah dalam meluncurkan pecahan uang baru tahun emisi 2016 kembali menuai polemik. kali ini yang dipermasalahkan adalah 12 tokoh pahlawan Nasional yang terpampang dalam uang baru tersebut. yang menjadi perdebatan dimedia sosial adalah soal unsur kepahlawanan ke 12 tokoh tersebut seperti dari postingan netizen berikut ini :

    dari postingan tersebut, netizen mempertanyakan kriteria pahlawan yang pantas mengisi foto di pecahan uang kertas dan logam Rupiah baru. namun, faktanya pemilihan ke 12 tokoh tersebut telah melalui proses cukup panjang dan selektif yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

    Hasil Cek Fakta

    lalu, siapakah yang menentukan bahwa ke 12 orang tersebut adalah pahlawan? jawabannya adalah Presiden.

    berikut adalah uraiannya :



    Nama – SK Presiden – Tanggal SK
    Mohammad Hoesni Thamrin – Keppres No. 175 Tahun 1960 – 28/07/1960
    Dr.G.S.S.J.Ratulangi – Keppres No. 590 Tahun 1961 – 09/11/1961
    Ir. H. Djuanda Kartawidjaja – Keppres No. 244 Tahun 1963 – 29/11/1963
    Tjut Meutia – Keppres No. 107 Tahun 1964 – 02/05/1964
    Dr. Tjiptomangunkusumo – Keppres No. 109 Tahun 1964 – 02/05/1964
    Dr.Ir.Soekarno – Keppres No. 081/TK/1986 – 23/10/1986
    DR. H. Moh. Hatta – Keppres No. 081/TK/1986 – 23/10/1986
    Frans Kaisiepo – Keppres No. 077 /TK/ 1993 – 14/09/1993
    Prof. DR. Ir. Herman Johannes – Keppres No. 058/TK/TH 2009 – 06/11/2009
    Dr. KH. Idham Chalid – Keppres No. 113/TK/TH 2011 – 07/11/2011
    I Gusti Ketut Pudja – Keppres No. 113/TK/TH 2011 – 07/11/2011
    Letjen TNI T.B Simatupang – Keppres No. 68/TK Tahun 2013 – 06/11/2013

    dilihat saja tahunnya, siapa presiden yang mengangkat
    disarikan dari sini -> http://www.kemsos.go.id/modules.php… tapi untuk tahun 2011 dan 2013 googling di situs setkab.go.id untuk nomer SK nya, karena kemsos sudah lama tidak update.

    Bagaimanakah proses pemilihan mereka bisa nampang di uang NKRI?

    http://ekonomi.kompas.com/read/2016/12/19/194000726/siapa.herman.johannes.pahlawan.di.mata.uang.pecahan.rp.100.baru

    (Ditetapkan Lewat FGD) :

    Gubernur BI Agus DW Martowardojo menyebut, pemilihan sosok pahlawan nasional melewati proses yang cukup panjang.

    “BI melakukan pembahasan, focus group discussion (FGD), baik dengan sejarawan, akademisi, Pemda (Pemerintah Daerah), Menkeu (Menteri Keuangan), dan Mensos (Menteri Sosial),” kata Agus di Jakarta, Senin (19/12/2016).

    Setelah melakukan diskusi panjang dengan berbagai pihak tersebut, kemudian bank sentral menetapkan para pahlawan nasional dan mengajukannya kepada Presiden.

    Setelah disetujui Presiden, maka persetujuan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres).

    “Sehingga kita memiliki 12 pahlawan nasional yang dicantumkan dalam uang baru tahun emisi 2016. Ada 12 orang karena di (uang kertas) pecahan Rp 100.000 ada pahlawan proklamator Soekarno dan Hatta,” ungkap Agus.

    Jadi ke 12 tokoh tersebut telah melaui tahap serta pertimbangan cukup panjang yang dilakukan oleh pihak BI sehingga akhirnya ditetapkan sebagai ikon pecahan Rupiah tahun emisi 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini