Sehubungan dengan adanya berita yang meresahkan masyarakat, yaitu adanya info akan terjadinya gempabumi susulan subuh besok pagi tanggal 9 Desember 2016 pukul 05.20 WIB dengan kekuatan 7.9 SR dan berpotensi tsunami yang akan terjadi di daerah pesisir pantai Pidie Jaya, Sigli, Banda Aceh dll. Maka dengan ini Pimpinan BMKG menyatakan bahwa :
1. Berita itu tidak benar dan BMKG TIDAK PERNAH membuat berita tersebut.
2. Berita itu hanya ISU dan membohongi masyarakat, karena isu tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
3. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini gempabumi tektonik belum dapat diprediksi kapan, dimana dan berapa kekuatannya.
4. Dari sekian kali isu akan terjadi gempabumi, tidak satupun yang terbukti. Oleh karenanya isu terkait gempabumi dan tsunami tidak perlu dihiraukan.
Demikian pernyataan resmi dari BMKG sehubungan isu gempabumi yang akan terjadi di Pidie Jaya Provinsi Aceh.
Jakarta, 08 Desember 2016
Kepala Pusat
Gempabumi dan Tsunami BMKG
ttd
Drs. Mochammad Riyadi, M.Si.
(KLARIFIKASI): Siaran Pers Isu Gempa Bumi Pidie 9 Desember 2016
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 08/12/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[FITNAH] Turn Back Hoax Tukang Nyebar Fitnah
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 07/12/2016
Berita
“Turn Back Hoax, tukang nyebar hoax.
Ini satu pelakunya ketangkep.
Pak Hidayat Nurwahid disebarkan sholat berjamaah dengan imam syiah di Iran. Padahal setelah di teliti pola pixelnya pada bagian leher yang saya cropping fix editan.
Silahkan japri ke Agan Harahap kalo gak percaya. Ini editan anak ingusan buat sy sebagai konsultan desain komunikasi visual kek gini ibaratnya sambil merem juga udah keliatan editanya.
Ada dua pesan dalam postingan saya disini
Pertama waspadai orang2 yang menggunakan gambar Turn Back Hoax karena saya temukan mereka juga penyebar hoax, mereka pasang foto2 begitu membangun image seolah mereka anti hoax.”
Ini satu pelakunya ketangkep.
Pak Hidayat Nurwahid disebarkan sholat berjamaah dengan imam syiah di Iran. Padahal setelah di teliti pola pixelnya pada bagian leher yang saya cropping fix editan.
Silahkan japri ke Agan Harahap kalo gak percaya. Ini editan anak ingusan buat sy sebagai konsultan desain komunikasi visual kek gini ibaratnya sambil merem juga udah keliatan editanya.
Ada dua pesan dalam postingan saya disini
Pertama waspadai orang2 yang menggunakan gambar Turn Back Hoax karena saya temukan mereka juga penyebar hoax, mereka pasang foto2 begitu membangun image seolah mereka anti hoax.”
Hasil Cek Fakta
Gerakan TurnBackHoax (TBH) jangan berharap bisa berjalan mulus tanpa ada penentangan. Kali ini untuk mendemonisasi gerakan TurnBackHoax, maka Irfan melakukan gerakan unik, yaitu berburu mereka yang menggunakan twibbon TurnBackHoax atau PP-nya TurnBackHoax, dan berharap mendapatkan hoax dari mereka.
Dengan harapan “mulia”, justru yang mengusung gerakan TBH-lah yang menyebarkan hoax. Seolah kalau ada yang mendukung gerakan TBH, tapi dia ketahuan menyebar hoax, kemudian gerakan TBH menjadi invalid. Ini adalah logika lucu dan unik dari Irfan. Karena kekeliruan pendukung gerakan TBH, tidak akan mematikan spirit dari TBH itu sendiri, bahkan kita akan dengan senang hati mengingatkan kekeliruan itu.
Kemudian berburulah Irfan, dan dia merasa sangat menang, karena mendapat hasil buruan yang ia inginkan. Yaitu akun dengan PP bertwibbon TBH, mbak Suci, yang membuat status tentang Pimpinan MPR yang sholat di belakang Imam Syiah, yaitu ketua Parlemen Iran, Ali Larijani. Termasuk ada Ustadz HNW disana.
Menganggap tidak mungkin seorang HNW bermakmum kepada seorang Syi’ah, maka Irfan menulis status (yang tampaknya kemudian dihapus/dihide):
Jadi Ustadz Irfan ini menuduh:
1. Foto tersebut editan, dengan mantap mengatakan fix editan, bahkan meminta untuk japri ke Agan Harahap.
Dan menganggapnya editan anak ingusan.
Apalagi Irfan mengaku sebagai konsultan desain komunikasi visual. Yang dengan merem saja sudah kelihatan editannya.
(Saya kurang paham punya kekuatan supersaiya apa sih Syaikh Irfan ini sehingga bisa melihat editan orang hanya dengan merem saja)
2. Menuduh yang menyebarkan foto tersebut adalah penyebar hoax. Bahkan membuat judul, “Turn Back Hoax, tukang nyebar hoax.”
Fakta yang ada:
1. Pimpinan MPR memang berkunjung ke Iran 5 Des 2016, termasuk Zulfikli Hasan dan HNW.
2. Foto tersebut bukan editan, ada beberapa foto dari angle lain, termasuk foto HNW dengan Larijani dalam aktivitas yang lain.
3. Sepengetahuan saya HNW termasuk yang menilai bahwa ajaran Syi’ah adalah menyimpang, sebagaimana pandangan banyak kelompok Sunni lainnya terhadap Syi’ah.
4. Sedangkan hukum sholat berjama’ah di belakang Imam Syi’ah, itu perkara khilafiyah, ada yang menyebutkan tetap sah, selama tidak nampak kekafiran yang nyata dari yang bersangkutan.
Kesimpulan:
1. Syaikh Irfan telah memfitnah Mbak Suci dan juga gerakan TurnBackHoax sebagai penyebar hoax. Yang ketangkep basah adalah Irfan sendiri, bukan orang lain.
2. Setelah tuduhan Irfan terbukti fitnah/hoax, apakah Irfan bersedia minta maaf terhadap mbak Suci ataupun gerakan TurnBackHoax?
3. Postingan Irfan sepertinya dihapus/dihide, tanpa berusaha memberi klarifikasi. Padahal saya lihat sebelumnya sudah dishare, dan dilike oleh beberapa orang. Akhlaq apa yang ingin engkau tunjukkan wahai Ustadz Irfan?
Apakah Anda sudah merasa aman dari murka Allah SWT dengan begitu mudahnya memfitnah orang lain (yang juga muslim)?
Dengan harapan “mulia”, justru yang mengusung gerakan TBH-lah yang menyebarkan hoax. Seolah kalau ada yang mendukung gerakan TBH, tapi dia ketahuan menyebar hoax, kemudian gerakan TBH menjadi invalid. Ini adalah logika lucu dan unik dari Irfan. Karena kekeliruan pendukung gerakan TBH, tidak akan mematikan spirit dari TBH itu sendiri, bahkan kita akan dengan senang hati mengingatkan kekeliruan itu.
Kemudian berburulah Irfan, dan dia merasa sangat menang, karena mendapat hasil buruan yang ia inginkan. Yaitu akun dengan PP bertwibbon TBH, mbak Suci, yang membuat status tentang Pimpinan MPR yang sholat di belakang Imam Syiah, yaitu ketua Parlemen Iran, Ali Larijani. Termasuk ada Ustadz HNW disana.
Menganggap tidak mungkin seorang HNW bermakmum kepada seorang Syi’ah, maka Irfan menulis status (yang tampaknya kemudian dihapus/dihide):
Jadi Ustadz Irfan ini menuduh:
1. Foto tersebut editan, dengan mantap mengatakan fix editan, bahkan meminta untuk japri ke Agan Harahap.
Dan menganggapnya editan anak ingusan.
Apalagi Irfan mengaku sebagai konsultan desain komunikasi visual. Yang dengan merem saja sudah kelihatan editannya.
(Saya kurang paham punya kekuatan supersaiya apa sih Syaikh Irfan ini sehingga bisa melihat editan orang hanya dengan merem saja)
2. Menuduh yang menyebarkan foto tersebut adalah penyebar hoax. Bahkan membuat judul, “Turn Back Hoax, tukang nyebar hoax.”
Fakta yang ada:
1. Pimpinan MPR memang berkunjung ke Iran 5 Des 2016, termasuk Zulfikli Hasan dan HNW.
2. Foto tersebut bukan editan, ada beberapa foto dari angle lain, termasuk foto HNW dengan Larijani dalam aktivitas yang lain.
3. Sepengetahuan saya HNW termasuk yang menilai bahwa ajaran Syi’ah adalah menyimpang, sebagaimana pandangan banyak kelompok Sunni lainnya terhadap Syi’ah.
4. Sedangkan hukum sholat berjama’ah di belakang Imam Syi’ah, itu perkara khilafiyah, ada yang menyebutkan tetap sah, selama tidak nampak kekafiran yang nyata dari yang bersangkutan.
Kesimpulan:
1. Syaikh Irfan telah memfitnah Mbak Suci dan juga gerakan TurnBackHoax sebagai penyebar hoax. Yang ketangkep basah adalah Irfan sendiri, bukan orang lain.
2. Setelah tuduhan Irfan terbukti fitnah/hoax, apakah Irfan bersedia minta maaf terhadap mbak Suci ataupun gerakan TurnBackHoax?
3. Postingan Irfan sepertinya dihapus/dihide, tanpa berusaha memberi klarifikasi. Padahal saya lihat sebelumnya sudah dishare, dan dilike oleh beberapa orang. Akhlaq apa yang ingin engkau tunjukkan wahai Ustadz Irfan?
Apakah Anda sudah merasa aman dari murka Allah SWT dengan begitu mudahnya memfitnah orang lain (yang juga muslim)?
Rujukan
[MISINFORMASI] AWAN HITAM MENYEDOT AIR LAUT
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 06/12/2016
Berita
“Astagfirullah
Apakah ini tanda tanda akhir zaman semakin dekatt
waallahualam
Kejadian langka AWAN HITAM MENYEDOT AIR LAUT dalam beberapa menit yang membuat heboh warga..”
Apakah ini tanda tanda akhir zaman semakin dekatt
waallahualam
Kejadian langka AWAN HITAM MENYEDOT AIR LAUT dalam beberapa menit yang membuat heboh warga..”
Hasil Cek Fakta
ini adalah fenomena alam “Waterspout” › “Fair weather waterspouts usually form along the dark flat base of a line of developing cumulus clouds. This type of waterspout is generally not associated with thunderstorms. While tornadic waterspouts develop downward in a thunderstorm, a fair weather waterspout develops on the surface of the water and works its way upward. By the time the funnel is visible, a fair weather waterspout is near maturity. Fair weather waterspouts form in light wind conditions so they normally move very little.”
Rujukan
[HOAX] ADA BESI TIPIS DI DALAM OBAT
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 06/12/2016
Berita
HATI-HATI ADA BESI TIPIS DI DALAM OBAT. SEBARKAN!!!
Hasil Cek Fakta
Sehubungan dengan maraknya pesan berantai di media sosal maupun aplikasi pesan singkat dengan judul “hati-hati ada besi tipis dalam obat”, dapat kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut:
Setiap produk obat yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari Badan POM agar dapat dijamin keamanan, khasiat dan mutu obat, dengan salah satu persyaratannya adalah penerapan CPOB (Cara Produksi Obat yang Baik).
Penerapan CPOB yang dilakukan oleh industri farmasi termasuk pengawasan mutu (Quality Control) dan pemastian mutu (Quality Assurance) merupakan serangkaian proses sebelum, selama dan setelah proses produksi untuk menjamin mutu sesuai dengan standar, termasuk didalamnya mencegah kontaminasi cemaran fisik, kimia atau biologi yang tidak diinginkan.
Setiap peredaran obat mengikuti CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) agar obat tetap konsisten memenuhi ketentuan yang sudah disetujui sampai ke pasien/masyarakat.
Sebagai perlindungan kepada masyarakat, Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
Foto tablet yang mengandung logam yang beredar di media sosial tidak jelas identitasnya sehingga tidak dapat ditindaklanjuti oleh Badan POM.
Kasus serupa pernah terjadi pada Tahun 2011 yang diperoleh dari pengaduan seorang konsumen ke Balai Besar POM di Semarang bulan Januari 2011. Pengaduan dilengkapi dengan identitas produk yang jelas termasuk nama produsen.
Terhadap pengaduan sebagaimana disebutkan pada butir 6 di atas, Badan POM melakukan tindak lanjut sebagai berikut:
a. Dilakukan inspeksi terhadap industri farmasi terkait dalam rangka tindak lanjut pengaduan masyarakat.
b. Berdasarkan hasil inspeksi, industri farmasi tersebut diberikan tindak lanjut sanksi peringatan dan diminta untuk melakukan penarikan produk yang terbukti mengandung logam.
c. Terhadap Corrective Action Preventive Action (CAPA) yang disampaikan oleh industri farmasi, dilakukan verifikasi efektivitas CAPA terkait temuan tablet yang mengandung logam pada inspeksi rutin.
d. Berdasarkan hasil inspeksi dan evaluasi CAPA terkait temuan tablet yang mengandung logam, industri farmasi tersebut telah melakukan perbaikan, yaitu meningkatkan frekuensi pemeliharaan peralatan dan memperketat pemeriksaan kontaminasi logam menggunakan alat pendeteksi logam menjadi 3 (tiga) kali terhadap semua produk tablet yang diproduksi.
Masyarakat agar tetap waspada saat membeli obat, belilah di tempat-tempat resmi, dan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Izin Edar, Label dan Kedaluwarsa).
Penggunaan obat yang benar dapat ditanyakan kepada dokter atau apoteker, dan masyarakat agar tidak perlu resah dengan informasi yang menyesatkan berupa pesan berantai yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pengaduan terhadap produk dapat disampaikan kepada Badan POM dengan memberikan informasi lengkap berupa sumber ditemukan produk dan identitas produk yang dapat disampaikan melalui Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter: @bpom_ri, Facebook: Bpom RI atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Setiap produk obat yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari Badan POM agar dapat dijamin keamanan, khasiat dan mutu obat, dengan salah satu persyaratannya adalah penerapan CPOB (Cara Produksi Obat yang Baik).
Penerapan CPOB yang dilakukan oleh industri farmasi termasuk pengawasan mutu (Quality Control) dan pemastian mutu (Quality Assurance) merupakan serangkaian proses sebelum, selama dan setelah proses produksi untuk menjamin mutu sesuai dengan standar, termasuk didalamnya mencegah kontaminasi cemaran fisik, kimia atau biologi yang tidak diinginkan.
Setiap peredaran obat mengikuti CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) agar obat tetap konsisten memenuhi ketentuan yang sudah disetujui sampai ke pasien/masyarakat.
Sebagai perlindungan kepada masyarakat, Badan POM akan terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat.
Foto tablet yang mengandung logam yang beredar di media sosial tidak jelas identitasnya sehingga tidak dapat ditindaklanjuti oleh Badan POM.
Kasus serupa pernah terjadi pada Tahun 2011 yang diperoleh dari pengaduan seorang konsumen ke Balai Besar POM di Semarang bulan Januari 2011. Pengaduan dilengkapi dengan identitas produk yang jelas termasuk nama produsen.
Terhadap pengaduan sebagaimana disebutkan pada butir 6 di atas, Badan POM melakukan tindak lanjut sebagai berikut:
a. Dilakukan inspeksi terhadap industri farmasi terkait dalam rangka tindak lanjut pengaduan masyarakat.
b. Berdasarkan hasil inspeksi, industri farmasi tersebut diberikan tindak lanjut sanksi peringatan dan diminta untuk melakukan penarikan produk yang terbukti mengandung logam.
c. Terhadap Corrective Action Preventive Action (CAPA) yang disampaikan oleh industri farmasi, dilakukan verifikasi efektivitas CAPA terkait temuan tablet yang mengandung logam pada inspeksi rutin.
d. Berdasarkan hasil inspeksi dan evaluasi CAPA terkait temuan tablet yang mengandung logam, industri farmasi tersebut telah melakukan perbaikan, yaitu meningkatkan frekuensi pemeliharaan peralatan dan memperketat pemeriksaan kontaminasi logam menggunakan alat pendeteksi logam menjadi 3 (tiga) kali terhadap semua produk tablet yang diproduksi.
Masyarakat agar tetap waspada saat membeli obat, belilah di tempat-tempat resmi, dan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Izin Edar, Label dan Kedaluwarsa).
Penggunaan obat yang benar dapat ditanyakan kepada dokter atau apoteker, dan masyarakat agar tidak perlu resah dengan informasi yang menyesatkan berupa pesan berantai yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pengaduan terhadap produk dapat disampaikan kepada Badan POM dengan memberikan informasi lengkap berupa sumber ditemukan produk dan identitas produk yang dapat disampaikan melalui Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter: @bpom_ri, Facebook: Bpom RI atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Rujukan
Halaman: 8272/8351



