Menggunakan Topi Kerucut di Tahun Baru Berarti Murtad (Auto-Murtad)
Sumber: www.portalpiyungan.infoTanggal publish: 31/12/2016
Berita
“TAHUKAH ANDA, Topi Kerucut Tahun Baru, Tanda Muslim Telah Murtad. Topi Tahun Baru yg berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang di sebut SANBENITO, yakni topi yg digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan INKUISISI SPANYOL.”
Hasil Cek Fakta
Artikel dari buku Irena Handoko yang dikutip oleh situs Piyungan ini bertentangan dengan Rasulullah saw.
Auto-murtad tidak ada dalam Islam, karena “innamal a’malu bin niyah” : semua amal / tindakan itu sesuai dengan niatnya. Dan Rasulullah saw sudah mengizinkan berpura-pura murtad ketika nyawa terancam (darurat).
Sanbenito itu adalah kombinasi jubah + topi kerucut DENGAN hiasan / gambar. Bukan asal topi kerucut.
Auto-murtad tidak ada dalam Islam, karena “innamal a’malu bin niyah” : semua amal / tindakan itu sesuai dengan niatnya. Dan Rasulullah saw sudah mengizinkan berpura-pura murtad ketika nyawa terancam (darurat).
Sanbenito itu adalah kombinasi jubah + topi kerucut DENGAN hiasan / gambar. Bukan asal topi kerucut.
Rujukan
[DISINFORMASI] “Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!”
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 29/12/2016
Berita
“#SEBARKAN
Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!
Karena Himpitan Ekonomi Alasan Rismaya Jual Emas Waris, Bayinya Turut Masuk Penjara
Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan
“Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah,” kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.
Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.
“Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” kata Maya.
Saat kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami. Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk. Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.
Tak terlihat barang berarti lainnya. Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil. Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.
Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.”
Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya di tahan tanpa belas kasihan, pemerintah mencuri uang rakyat di lindungi hukum pun bungkam.!!!
Karena Himpitan Ekonomi Alasan Rismaya Jual Emas Waris, Bayinya Turut Masuk Penjara
Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan
“Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah,” kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.
Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.
“Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” kata Maya.
Saat kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami. Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk. Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.
Tak terlihat barang berarti lainnya. Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil. Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.
Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan. Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.”
Hasil Cek Fakta
ada bagian artikel yang hilang.
Selengkapnya: “VIDEO: Kasihan, Bayi Ini Terpaksa Ikut Ibunya Tidur di Lapas Watampone
Selasa, 27 Desember 2016 22:25
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG – Bayi usia sepuluh bulan, Muh Amin, harus ikut merasakan dinginnya penjara karena tidak bisa pisah dari ibunya, Rismaya (35), yang ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, karena kasus pencurian.
Rismaya, warga Desa Sanrego, Kecamatan Kajuara, Bone, memohon kepada pihak lapas agar diizinkan membawa anaknya karena masih menyusu dan tak ada yang merawatnya jika ditinggal di rumahnya.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu,” kata Rismaya.
“Saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” tambah Maya kepada tribunbone.com sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Watampone, Jl. MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (27/12/2016).
Menurut Rismaya, suaminya, Sutejo, saat ini juga mendekam di tahanan karena kasus kecelakaan lalu lintas, sementara kakek dan neneknya sudah meninggal.
Pengurus Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone, Martina Madjid, mengatakan Rismaya sudah dua kali terlibat kasus pencurian.
“Terdakwa pernah terlibat kasus yang sama, kita sudah bina tapi tidak mau berubah. Saat ini kami mau carikan solusi untuk anaknya,” kata Martina yang dikonfirmasi terpisah.”
Selengkapnya: “VIDEO: Kasihan, Bayi Ini Terpaksa Ikut Ibunya Tidur di Lapas Watampone
Selasa, 27 Desember 2016 22:25
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG – Bayi usia sepuluh bulan, Muh Amin, harus ikut merasakan dinginnya penjara karena tidak bisa pisah dari ibunya, Rismaya (35), yang ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, karena kasus pencurian.
Rismaya, warga Desa Sanrego, Kecamatan Kajuara, Bone, memohon kepada pihak lapas agar diizinkan membawa anaknya karena masih menyusu dan tak ada yang merawatnya jika ditinggal di rumahnya.
“Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu,” kata Rismaya.
“Saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan,” tambah Maya kepada tribunbone.com sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Watampone, Jl. MT Haryono, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (27/12/2016).
Menurut Rismaya, suaminya, Sutejo, saat ini juga mendekam di tahanan karena kasus kecelakaan lalu lintas, sementara kakek dan neneknya sudah meninggal.
Pengurus Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Bone, Martina Madjid, mengatakan Rismaya sudah dua kali terlibat kasus pencurian.
“Terdakwa pernah terlibat kasus yang sama, kita sudah bina tapi tidak mau berubah. Saat ini kami mau carikan solusi untuk anaknya,” kata Martina yang dikonfirmasi terpisah.”
Rujukan
[KLARIFIKASI] BERITA WHATSAPP PALSU TERKAIT AKSI BELA YESUS
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 29/12/2016
Berita
Ijin meneruskan BC
Sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Rizieq sihab pada 25 Desember lalu. Maka kami bermaksud melaksanakan Aksi Bela Yesus yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tgl : Sabtu, 31 Desember 2017,
Waktu : 09.00 Wib
Tikpul : Gereja Katedral Jakarta Pusat
Rute aksi : Katedral ~ Polda Metro Jaya.
Tuntutan : Tangkap Riziek ssihab si penista agama.
Kordinator aksi bela yesus :
Paulus Tamaka. CP 083891062243
Tuhan Yesus Memberkati
Catatan setelah aksi akan dilanjutkan dengan ibadah missa malam natal bersama di gereja Katedral..
*SURAT PERNYATAAN SIKAP*
*001/SP/DPD-FMI/12/16*
*PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* keluar dari – rule – perjuangan Mahasiswa. Mahasiswa sejatinya harus menjadi Garda terdepan dalam menjaga Keutuhan dan Kerukunan antar umat beragama, dimana Mahasiswa memiliki peran Strategis dalam menjaga situasi yang berkembang di masyarakat bukan malah ikut menambah permasalahan baru yang akan menimbulkan terjadinya polemik dan konflik antar anak bangsa.
Pelaporan yang dilakukan oleh *PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* terhadap *Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab* atas tuduhan penistaan agama itu hanya akan menyebabkan perpecahan dan konflik antar umat beragama. Oleh karenanya kami *Dewan Pimpinan Daerah – Front Mahasiswa Islam Banten* mengecam keras tindakan pelaporan yang dilakukan oleh *PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* terhadap ulama yang sangat kami hormati dan kami junjung tinggi.
Dengan ini kami ingin menyampaikan sikap terhadap permasalahan ini :
*1. Mengajak semua elemen Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Islam yang terdiri dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), PII (Pelajar Islam Indonesia), FMI (Front Mahasiswa Islam) dan seluruh Mahasiswa Islam Indonesia, agar ikut serta dalam menjaga keutuhan NKRI.*
*2. Ikut mengawal pelaporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) dan ikut mengecam tindakan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia).*
*3. Menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi Mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama.*
*4. Mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk ikut serta dalam membela kehormatan Ulama, Habaib, Ustadz dan seluruh tokoh agama Islam.*
*5. Menghimbau kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia), demi menjaga perpecahan dan menjaga situasi Nasional.*
Demikian pernyataan sikap kami dan kami menghimbau jangan main-main terhadap umat Islam. Umat Islam sudah terlalu banyak berjasa terhadap bangsa ini. Kami Mayoritas akan menahan diri, apabila Minoritas tau diri.
Tangerang Selatan, 27 Desember 2016
Mengetahui Pimpinan;
Front Mahasiswa Islam Provinsi. Banten
*Ketua Umum,*
~ Luthfi Hasbi Hasbullah
*Sekretaris Jenderal,*
~ Dwi Heriadi
Sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Rizieq sihab pada 25 Desember lalu. Maka kami bermaksud melaksanakan Aksi Bela Yesus yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tgl : Sabtu, 31 Desember 2017,
Waktu : 09.00 Wib
Tikpul : Gereja Katedral Jakarta Pusat
Rute aksi : Katedral ~ Polda Metro Jaya.
Tuntutan : Tangkap Riziek ssihab si penista agama.
Kordinator aksi bela yesus :
Paulus Tamaka. CP 083891062243
Tuhan Yesus Memberkati
Catatan setelah aksi akan dilanjutkan dengan ibadah missa malam natal bersama di gereja Katedral..
*SURAT PERNYATAAN SIKAP*
*001/SP/DPD-FMI/12/16*
*PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* keluar dari – rule – perjuangan Mahasiswa. Mahasiswa sejatinya harus menjadi Garda terdepan dalam menjaga Keutuhan dan Kerukunan antar umat beragama, dimana Mahasiswa memiliki peran Strategis dalam menjaga situasi yang berkembang di masyarakat bukan malah ikut menambah permasalahan baru yang akan menimbulkan terjadinya polemik dan konflik antar anak bangsa.
Pelaporan yang dilakukan oleh *PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* terhadap *Imam Besar FPI, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab* atas tuduhan penistaan agama itu hanya akan menyebabkan perpecahan dan konflik antar umat beragama. Oleh karenanya kami *Dewan Pimpinan Daerah – Front Mahasiswa Islam Banten* mengecam keras tindakan pelaporan yang dilakukan oleh *PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia)* terhadap ulama yang sangat kami hormati dan kami junjung tinggi.
Dengan ini kami ingin menyampaikan sikap terhadap permasalahan ini :
*1. Mengajak semua elemen Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Islam yang terdiri dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), PII (Pelajar Islam Indonesia), FMI (Front Mahasiswa Islam) dan seluruh Mahasiswa Islam Indonesia, agar ikut serta dalam menjaga keutuhan NKRI.*
*2. Ikut mengawal pelaporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia) dan ikut mengecam tindakan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia).*
*3. Menggalang kekuatan dan menggalang persatuan antar organisasi Mahasiswa Islam se-Indonesia, sebagai bentuk pembelaan terhadap ulama.*
*4. Mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk ikut serta dalam membela kehormatan Ulama, Habaib, Ustadz dan seluruh tokoh agama Islam.*
*5. Menghimbau kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia), demi menjaga perpecahan dan menjaga situasi Nasional.*
Demikian pernyataan sikap kami dan kami menghimbau jangan main-main terhadap umat Islam. Umat Islam sudah terlalu banyak berjasa terhadap bangsa ini. Kami Mayoritas akan menahan diri, apabila Minoritas tau diri.
Tangerang Selatan, 27 Desember 2016
Mengetahui Pimpinan;
Front Mahasiswa Islam Provinsi. Banten
*Ketua Umum,*
~ Luthfi Hasbi Hasbullah
*Sekretaris Jenderal,*
~ Dwi Heriadi
Hasil Cek Fakta
BERITA INI TIDAK BENAR, SUDAH DIBANTAH OLEH KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA (lihat foto 1).
1.KAJ TIDAK PERNAH memberikan ijin pemakaian Katedral utk aksi bela Yesus
2. TIDAK ADA MISA NATAL di tanggal 31 December. Adanya misa tuguran, dan itupun sudah tidak lagi dilaksanakan di gereja sejak tahun 2000 untuk alasan keselamatan.
3. Karena tanggal 31 December adalah hari Sabtu, adanya hanya Misa Malam Sabtu jam 17.00 sore.
Sedangkan untuk pesan dari Front Mahasiswa Islam provinsi Banten, bisa dilihat di link ini
http://nasional.indopos.co.id/read/2016/12/27/80411/Pelaporan-PMKRI-Melenceng-dari-Garis-Perjuangan-Mahasiswa
1.KAJ TIDAK PERNAH memberikan ijin pemakaian Katedral utk aksi bela Yesus
2. TIDAK ADA MISA NATAL di tanggal 31 December. Adanya misa tuguran, dan itupun sudah tidak lagi dilaksanakan di gereja sejak tahun 2000 untuk alasan keselamatan.
3. Karena tanggal 31 December adalah hari Sabtu, adanya hanya Misa Malam Sabtu jam 17.00 sore.
Sedangkan untuk pesan dari Front Mahasiswa Islam provinsi Banten, bisa dilihat di link ini
http://nasional.indopos.co.id/read/2016/12/27/80411/Pelaporan-PMKRI-Melenceng-dari-Garis-Perjuangan-Mahasiswa
Rujukan
[KLARIFIKASI] AKSI BELA YESUS
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 28/12/2016
Berita
Terdapat 2 poin klarifikasi:
1. Terjadi Disinformasi.
2. Pesan terkait Aksi Bela Yesus adalah hoax.
1. Terjadi Disinformasi.
2. Pesan terkait Aksi Bela Yesus adalah hoax.
Hasil Cek Fakta
[POIN 1: SALAH SATU DISINFORMASI]
Catatan: Terdapat disinformasi dimana akun Fan Page memberi keterangan yang menyatakan adanya Aksi Bela Yesus, sedangkan hal ini bertolak belakang dengan konten link yang diunggah.
Seperti pada redaksional:
“Parah, upaya saling serang dan saling bela kini menjadi gejala dalam masyarakat Indonesia. Habib Rizieq Syihab (HRS) yang kemarin memimpin demo Aksi Bela Islam (Abis) karena membla Al-Qur’an setelah diduga dihinakan oleh Ahok, kin gantian akan digelar Aksi Bela Yesus (Absus) setelah HRS dianggap melakukan penghinaan kepada dogma ajaran Kristen pada 25 Desember 2016 lalu.”
https://m.facebook.com/story.php…
Sedangkan pada link DutaIslam.com dalam http://www.dutaislam.com/…/respon-penghinaan-anak-tuhan-aks… telah memberikan pernyataan bahwa:
“Nomor yang dicantumkan di atas hingga pagi (28/12/2016) belum berhasil dihubungi oleh DutaIslam.com. SMS yang diterima juga tidak diterima oleh nomer AXIS tsb. Kami menduga ada nuansa SARA dalam pesan yang mengatasnamakan Paulus Tamaka tersebut. [dutaislam.com / ab]”
[POIN 2: KONTEN SEBARAN HOAX VIA SOSMED YANG SUDAH MENYEBAR MELALUI AKUN-AKUN PRIBADI]
Sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Rizieq sihab pada 25 desember lalu. Maka kami bermaksud melaksanakan Aksi Bela Yesus yang akan dilaksanakan pada: hari/tangga: sabtu 31 Desember 2017,
Pukul :09.00 Wib
Titik kumpul: Gereja Katedral Jakarta Pusat
Rute Aksi: Katedral~Polda Metro Jaya.
Tuntutan: Tangkap Riziek ssihab si penista agama.
Kordinator aksi bela yesus: Paulus Tamaka
CP. 083891062243
Tuhan Yesus Memberkati
Catatan setelah aksi akan dilanjutkan dengan ibadah missa malam natal bersama di gereja katedral.
FAKTANYA :
1. Nama koordinator, Paulus Tamaka ketika di-cross-check melalui daring, muncul tokoh prominen Drs. Paulus Tamaka M.Si, yaitu Kepala BPMPD Sitaro, Sulawesi Utara.
2. Ujicoba kontak no telp koordinator dengan nama Paulus Tamaka, no tsb tidak aktif.
3. Diseminasi pesan oleh akun akun sosial media, tanpa memberi penjelasan mengenai siapa sumber pertama kali pesan tersebut.
4. Kawan saya pribadi, seorang Katolik, mengonfirmasi bahwa hal tsb tidak mungkin dilakukan.
5. Dari Petrus Munthe via Group Anak Siantar (GAS) menyatakan bahwa tidak ada Misa Natal di tanggal 31 Desember di Gereja Katolik, apalagi di Katedral Jakarta.
Catatan: Terdapat disinformasi dimana akun Fan Page memberi keterangan yang menyatakan adanya Aksi Bela Yesus, sedangkan hal ini bertolak belakang dengan konten link yang diunggah.
Seperti pada redaksional:
“Parah, upaya saling serang dan saling bela kini menjadi gejala dalam masyarakat Indonesia. Habib Rizieq Syihab (HRS) yang kemarin memimpin demo Aksi Bela Islam (Abis) karena membla Al-Qur’an setelah diduga dihinakan oleh Ahok, kin gantian akan digelar Aksi Bela Yesus (Absus) setelah HRS dianggap melakukan penghinaan kepada dogma ajaran Kristen pada 25 Desember 2016 lalu.”
https://m.facebook.com/story.php…
Sedangkan pada link DutaIslam.com dalam http://www.dutaislam.com/…/respon-penghinaan-anak-tuhan-aks… telah memberikan pernyataan bahwa:
“Nomor yang dicantumkan di atas hingga pagi (28/12/2016) belum berhasil dihubungi oleh DutaIslam.com. SMS yang diterima juga tidak diterima oleh nomer AXIS tsb. Kami menduga ada nuansa SARA dalam pesan yang mengatasnamakan Paulus Tamaka tersebut. [dutaislam.com / ab]”
[POIN 2: KONTEN SEBARAN HOAX VIA SOSMED YANG SUDAH MENYEBAR MELALUI AKUN-AKUN PRIBADI]
Sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Rizieq sihab pada 25 desember lalu. Maka kami bermaksud melaksanakan Aksi Bela Yesus yang akan dilaksanakan pada: hari/tangga: sabtu 31 Desember 2017,
Pukul :09.00 Wib
Titik kumpul: Gereja Katedral Jakarta Pusat
Rute Aksi: Katedral~Polda Metro Jaya.
Tuntutan: Tangkap Riziek ssihab si penista agama.
Kordinator aksi bela yesus: Paulus Tamaka
CP. 083891062243
Tuhan Yesus Memberkati
Catatan setelah aksi akan dilanjutkan dengan ibadah missa malam natal bersama di gereja katedral.
FAKTANYA :
1. Nama koordinator, Paulus Tamaka ketika di-cross-check melalui daring, muncul tokoh prominen Drs. Paulus Tamaka M.Si, yaitu Kepala BPMPD Sitaro, Sulawesi Utara.
2. Ujicoba kontak no telp koordinator dengan nama Paulus Tamaka, no tsb tidak aktif.
3. Diseminasi pesan oleh akun akun sosial media, tanpa memberi penjelasan mengenai siapa sumber pertama kali pesan tersebut.
4. Kawan saya pribadi, seorang Katolik, mengonfirmasi bahwa hal tsb tidak mungkin dilakukan.
5. Dari Petrus Munthe via Group Anak Siantar (GAS) menyatakan bahwa tidak ada Misa Natal di tanggal 31 Desember di Gereja Katolik, apalagi di Katedral Jakarta.
Rujukan
Halaman: 8277/8371



