Beberapa hari ini, ramai beredar kabar yang memuat pernyataan Buni Yani. Salah satunya berasal dari artikel berjudul “Buni Yani: Saya Diterlantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Mencelakai Ahok”.
Selain berita tersebut, ada konten situs lain terkait saga Buni Yani dengan Ahok. Isinya menyatakan Buni Yani senang dengan keputusan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang menolak hak pembebasan bersyarat. Salah satunya adalah situs dengan artikel berjudul “Buni Yani : Saya Senang Keputusan Pak Ahok Menolak Bebas Bersyarat, Mungkin Beliau Tidak Ingin Bebas” pada 13 Juli 2018.
[HOAKS] Buni Yani Tak Pernah Bicara Penyesalan Soal Kasus Ahok
Sumber: beritanewsupdate.pwTanggal publish: 19/07/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Tirto menghubungi Aldwin Rahardian, kuasa hukum dari Buni Yani (13/7) untuk konfirmasi berita yang beredar itu. Aldwin dengan melampirkan tangkapan layar percakapan dirinya dengan Buni Yani memberitahu bahwa informasi itu tidak benar.
“Berita jahat dan fitnah tak berkesudahan! Dipastikan itu hoaks, Pak Buni sudah menghubungi saya tadi pagi (13/7),” jawabnya.
Aldwin juga menyatakan bahwa kliennya tidak pernah berbicara ataupun membuat pernyataan apa pun kepada media selama lima bulan terakhir. Tangkapan layar yang dibagikan oleh Aldwin menunjukkan berita yang berjudul “Buni Yani: Saya Diterlantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Mencelakai Ahok”.
Kami juga menghubungi Buni Yani melalui aplikasi pesan Messenger (16/7) untuk memastikan informasi ini. Selain itu, kami mengirimkan berita lainnya yang berkabar bahwa Buni Yani mengapresiasi keputusan Ahok menolak mengajukan pembebasan bersyarat.
Buni Yani menyatakan bahwa informasi yang beredar berasal dari situs yang tidak dapat dipercaya. Dia juga menyatakan bahwa berita-berita tersebut hoaks.
“Sebetulnya tidak perlu di-crosscheck. Itu kan situs tidak jelas. Hanya orang bodoh yang percaya situs penebar hoaks,” jawab Buni Yani.
“Berita jahat dan fitnah tak berkesudahan! Dipastikan itu hoaks, Pak Buni sudah menghubungi saya tadi pagi (13/7),” jawabnya.
Aldwin juga menyatakan bahwa kliennya tidak pernah berbicara ataupun membuat pernyataan apa pun kepada media selama lima bulan terakhir. Tangkapan layar yang dibagikan oleh Aldwin menunjukkan berita yang berjudul “Buni Yani: Saya Diterlantarkan Setelah Ahok Masuk Penjara, Saya Menyesal Mencelakai Ahok”.
Kami juga menghubungi Buni Yani melalui aplikasi pesan Messenger (16/7) untuk memastikan informasi ini. Selain itu, kami mengirimkan berita lainnya yang berkabar bahwa Buni Yani mengapresiasi keputusan Ahok menolak mengajukan pembebasan bersyarat.
Buni Yani menyatakan bahwa informasi yang beredar berasal dari situs yang tidak dapat dipercaya. Dia juga menyatakan bahwa berita-berita tersebut hoaks.
“Sebetulnya tidak perlu di-crosscheck. Itu kan situs tidak jelas. Hanya orang bodoh yang percaya situs penebar hoaks,” jawab Buni Yani.
Rujukan
[BENAR] “MenPAN-RB Bantah Maju sebagai Caleg”
Sumber:Tanggal publish: 19/07/2018
Hasil Cek Fakta
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur membantah dirinya akan maju sebagai Calon Legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan (Dapil_ Kepulauan Riau. “Saya belum nyaleg,” kata MenPAN-RB, Asman Abnur di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/7/2018).
Rujukan
[BENAR] ANGGOTANYA DITUDING SEBAGAI PENGANIAYA TAHANAN, POLRES SUBANG BERIKAN KLARIFIKASI
Sumber: twitter.comTanggal publish: 19/07/2018
Berita
Kasus tewasnya Ade Diding seketika menjadi viral di media sosial. Fakta bahwa ia tewas diduga oleh tahanan, diputar balikan jadi fakta lain yakni Ade dianiaya oleh anggota Polri. Ditambah lagi, foto-foto dan meme foto Ade yang disebar disertai foto surat anak Ade Diding di media sosial yang ditujukanke Presiden Joko Widodo.
Hasil Cek Fakta
Kapolres Subang, AKBP M Joni menegaskan bahwa yang dikatakan oleh akun twitter tersebut tidaklah benar alias hoax. Joni menuturkan, kematian Ade sejauh ini diduga akibat penganiayaan. Namun pelaku bukan polisi melainkan tahanan lain. Hingga saat ini, kepolisian telah menetapkan 14 orang tersangka atas kasus tersebut. 13 orang sebagai pelaku penganiayaan, sementara satu orang adalah pelaku pemerasan.
Kendati demikian, AKBP Joni tetap mengakui anggotanya lalai dalam menjaga tahanan sehingga timbulah penganiayaan tersebut. Ditegaskan bahwa anggota kepolisian yang lalai akan dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.
Kendati demikian, AKBP Joni tetap mengakui anggotanya lalai dalam menjaga tahanan sehingga timbulah penganiayaan tersebut. Ditegaskan bahwa anggota kepolisian yang lalai akan dilakukan tindakan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.
Rujukan
[DISINFORMASI] Menpora Halalkan Judi Bola
Sumber: instagram.comTanggal publish: 18/07/2018
Berita
Menolak Lupa...!
.
Sekelas Menteri Sudah Terang-terangan Memperbolehkan Judi Bola , Setelah Itu Presiden Kemudian di Fatwakan Ulama Liberalis , Akan Jadi Apa Penerus Anak Bangsa Ini.
.
Follow dan Support Akun @reaksirakyat1.id pengganti akun @reaksirakyat1 yang Telah Tumbang.
.
.
#reaksirakyat1.id
#2019GantiPresiden
.
Sekelas Menteri Sudah Terang-terangan Memperbolehkan Judi Bola , Setelah Itu Presiden Kemudian di Fatwakan Ulama Liberalis , Akan Jadi Apa Penerus Anak Bangsa Ini.
.
Follow dan Support Akun @reaksirakyat1.id pengganti akun @reaksirakyat1 yang Telah Tumbang.
.
.
#reaksirakyat1.id
#2019GantiPresiden
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar cuplikan video pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi berkomentar mengenai judi bola. Beberapa akun yang memposting cuplikan video tersebut menyebutkan bahwa Menpora sudah menghalalkan judi bola. Atas hal itu, Menpora Imam Nahrawi pun angkat bicara. Dilansir dari liputan6.com, detik.com, suara.com, dan cnnindonesia.com, Imam membantah keras tudingan dirinya memperbolehkan judi bola. Ia pun menjelaskan, pernyataannya dalam video yang sudah beredar sejak 2015 itu dipotong-potong dan bertolakbelakang dengan sikapnya yang sebenarnya. “Makannya tolong baca, lihat, secara utuh sambutan pidato saya di situ di kampus UI dan itu tahun 2015, kenapa baru ribut sekarang? Apa karena ada perdebatan yang kemudian karena tidak berdasar, kami kasih data data yang benar, jadi pihak yang tidak puas ini mencari cara kesalahan?,” ujarnya.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/692813794384492/
- https://www.liputan6.com/bola/read/3592385/video-viral-menpora-bantah-bolehkan-judi-bola
- https://sport.detik.com/sport-lain/d-4119021/beredar-video-dirinya-legalkan-judi-menpora-haram-dan-dilarang
- https://www.suara.com/bola/2018/07/17/200102/menpora-tanggapi-video-viral-dirinya-soal-judi-bola-halal
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180717191815-20-314901/imam-nahrawi-klarifikasi-soal-viral-video-judi-bola-halal
Halaman: 8289/8694



