[HOAX] FOTO KEMACETAN DI BREBES
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 07/07/2016
Berita
Sebuah foto dengan tampilan kondisi pintu tol yang dipenuhi oleh kendaraan, dan diklaim berada di salah satu pintu tol Indonesia.
Hasil Cek Fakta
ika diberi keterangan bahwa foto tersebut diambil di Indonesia tentunya HOAX. Pasalnya foto tersebut diambil dari kondisi kemacetan disalah satu lokasi di China.
Rujukan
[FITNAH] Demi pencitraan, shaf sholat di Padang dimundurkan
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 06/07/2016
Berita
UJI NYALI RAKYAT MINANGKABAU
Cie cieee… Lagi coba ngrayu nih yeee… Tes nyali urang Minang.
Sudah kebayang nanti berita di media sbb:
1. Rakyat Minang berdesakan menyambut Jokowi
2. Rakyat Minang berebutan minta foto selfie ama jokowi
3. Jokowi dapat gelar Bagindo bla bla bla…
Jiaaah…. hahahha
Oh ya, ada yang menarik dari sebuah tulisan dari sebuah blog yang berbahasa Indonesia berlogat Minang.
Mempertanyakan posisi imam yang mundur dari mihrab dan shaf makmumnya yang mundur satu baris.
Biar wartawannya mudah moto yah? Hahahhaha
Baru sehari Sang Raja berada di Bandar Padang, sudah ramai gambarnya kami dapati di internet. Dari sekian banyak gambar ada satu nan menarik hati kami. Sebuah gambar nan menunjukkan Sang Raja ikut shalat berjama’ah pada salah satu masjid di Bandar Padang, jadi makmum ia, ikut pula Tuan
Pada gambar tersebut tampak sekelompok wartawan tegak pada salah satu sudut masjid di hadapan shaf pertama. Tampaknya Shaf pertama telah digeser mundur sehingga Shaf pertama berada di Shaf Kedua. Demikian pula Imam, tiada berada di mihrab ia melainkan berada di shaf pertama yang telah digeser.
Sungguh ada apa dengan orang Minangkabau sekarang? Virus Garundang benar-benar sudah menyebar, banyak muncul para MUTAN. Tengoklah, demi sebuah pencitraan, demi sebuah propaganda, mereka tiada memandang tempat, bahkan di Rumah Allah sekalipun.
Patutkah nan demikian? Tiada ikut shalat para wartawan, memainkan mengambil gambar Sang Raja demi kepentingan pencitraan. Dan disana ada Tuan Gubernur yang katanya dari Partai Islam beserta unsur pimpinan lainnya.
Wahai Kaum Muslimin Minangkabau! Bangunlah! Sadarlah!
Mereka mencemooh dan menuduh kita menggunakan agama demi mengejar kepentingan politik. Tengoklah kini? Siapa nan Munafik?!
Cie cieee… Lagi coba ngrayu nih yeee… Tes nyali urang Minang.
Sudah kebayang nanti berita di media sbb:
1. Rakyat Minang berdesakan menyambut Jokowi
2. Rakyat Minang berebutan minta foto selfie ama jokowi
3. Jokowi dapat gelar Bagindo bla bla bla…
Jiaaah…. hahahha
Oh ya, ada yang menarik dari sebuah tulisan dari sebuah blog yang berbahasa Indonesia berlogat Minang.
Mempertanyakan posisi imam yang mundur dari mihrab dan shaf makmumnya yang mundur satu baris.
Biar wartawannya mudah moto yah? Hahahhaha
Baru sehari Sang Raja berada di Bandar Padang, sudah ramai gambarnya kami dapati di internet. Dari sekian banyak gambar ada satu nan menarik hati kami. Sebuah gambar nan menunjukkan Sang Raja ikut shalat berjama’ah pada salah satu masjid di Bandar Padang, jadi makmum ia, ikut pula Tuan
Pada gambar tersebut tampak sekelompok wartawan tegak pada salah satu sudut masjid di hadapan shaf pertama. Tampaknya Shaf pertama telah digeser mundur sehingga Shaf pertama berada di Shaf Kedua. Demikian pula Imam, tiada berada di mihrab ia melainkan berada di shaf pertama yang telah digeser.
Sungguh ada apa dengan orang Minangkabau sekarang? Virus Garundang benar-benar sudah menyebar, banyak muncul para MUTAN. Tengoklah, demi sebuah pencitraan, demi sebuah propaganda, mereka tiada memandang tempat, bahkan di Rumah Allah sekalipun.
Patutkah nan demikian? Tiada ikut shalat para wartawan, memainkan mengambil gambar Sang Raja demi kepentingan pencitraan. Dan disana ada Tuan Gubernur yang katanya dari Partai Islam beserta unsur pimpinan lainnya.
Wahai Kaum Muslimin Minangkabau! Bangunlah! Sadarlah!
Mereka mencemooh dan menuduh kita menggunakan agama demi mengejar kepentingan politik. Tengoklah kini? Siapa nan Munafik?!
Hasil Cek Fakta
Shaf sholat yang mundur satu baris dan posisi imam yang berada di shaf pertama yang sudah digeser bukan hanya dilakukan pada sholat Ied tahun ini saja. Namun sudah dilakukan semenjak tahun-tahun yang lalu di masjid Istiqlal Jakarta, dan bukan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi saja melainkan sudah seperti itu semenjak masa pemerintahan Pak Presiden Suharto dan SBY.
Rujukan
(HOAX) Facebook Mengakuisisi Semua Postingan Penggunanya
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 03/07/2016
Berita
From Monday, 27th June, 2016, 1528 IST, I don’t give Facebook permission to use my pictures, my information or my publications, both of the past and the future, mine or those where I show up. By this statement, I give my notice to Facebook it is strictly forbidden to disclose, copy, distribute, give, sell my information, photos or take any other action against me on the basis of this profile and/or its contents. The content of this profile is private and confidential information. The violation of privacy can be punished by law (UCC 1-308-1 1 308-103 and the Rome statute).
Note: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this. If you prefer, you can copy and paste this version. If you do not publish a statement at least once, you have given the tacit agreement allowing the use of your photos, as well as the information contained in the updates of the state of the profile. Do not share. You have to copy.
Note: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this. If you prefer, you can copy and paste this version. If you do not publish a statement at least once, you have given the tacit agreement allowing the use of your photos, as well as the information contained in the updates of the state of the profile. Do not share. You have to copy.
Hasil Cek Fakta
Kabar mengenai postingan di media sosial Facebook bahwa semua postingan yang telah diposting, baik itu dikunci untuk konsumsi terbatas maupun postingan yang sudah dihapus, menjadi milik seutuhnya Facebook telah dibantah oleh Facebook. Melalui pemberitahuannya, Facebook telah mengklarifikasi bahwa kabar tersebut tidak benar. Berikut kutipan klarifikasi Facebook:
[…] Anda mungkin sudah melihat kiriman yang meminta Anda untuk menyalin dan menempel pemberitahuan untuk mempertahankan kontrol atas hal yang Anda bagikan di Facebook. Jangan percaya itu. Ketentuan kami sangat jelas: Anda memiliki semua konten dan informasi yang Anda kirimkan di Facebook, dan Anda dapat mengontrol bagaimana kiriman tersebut dibagikan melalui privasi dan pengaturan aplikasi. Seperti itu cara kerjanya, dan belum berubah.
Anda dapat mengunjungi Dasar-Dasar Privasi untuk menemukan lebih banyak tentang siapa yang melihat kiriman Anda di Facebook dan topik lainnya.
Anda juga dapat membaca Kebijakan Data untuk menemukan informasi apa yang kami kumpulkan dan cara kerja dan cara membagikannya. Kami ingin Anda mengetahui dan mengontrol pengalaman Anda di Facebook.[…]
Berdasarkan klarifikasi tersebut maka kabar mengenai Facebook mengakuisisi semua isi postingan pribadi sebuah akun tidak benar atau hoax. Adapun, penyebaran kabar tersebut terindikasi memiliki motif tertentu yang tidak diketahui tujuannya.
[…] Anda mungkin sudah melihat kiriman yang meminta Anda untuk menyalin dan menempel pemberitahuan untuk mempertahankan kontrol atas hal yang Anda bagikan di Facebook. Jangan percaya itu. Ketentuan kami sangat jelas: Anda memiliki semua konten dan informasi yang Anda kirimkan di Facebook, dan Anda dapat mengontrol bagaimana kiriman tersebut dibagikan melalui privasi dan pengaturan aplikasi. Seperti itu cara kerjanya, dan belum berubah.
Anda dapat mengunjungi Dasar-Dasar Privasi untuk menemukan lebih banyak tentang siapa yang melihat kiriman Anda di Facebook dan topik lainnya.
Anda juga dapat membaca Kebijakan Data untuk menemukan informasi apa yang kami kumpulkan dan cara kerja dan cara membagikannya. Kami ingin Anda mengetahui dan mengontrol pengalaman Anda di Facebook.[…]
Berdasarkan klarifikasi tersebut maka kabar mengenai Facebook mengakuisisi semua isi postingan pribadi sebuah akun tidak benar atau hoax. Adapun, penyebaran kabar tersebut terindikasi memiliki motif tertentu yang tidak diketahui tujuannya.
Rujukan
(HOAX) Pesan Ustad Syafiq Riza Basalamah
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 02/07/2016
Berita
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهُ وَبَرَكَاتُهُُ
Selamat Pagi Sahabatku
Renungan Pagi :
Bagaimana Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Sunnah?
Oleh : Penulis: Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.
Sehubungan dengan akan datangnya Idul Fitri, sering kita dengar tersebar ucapan:
“MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.
Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus untuk minta maaf.
Sungguh sebuah kekeliruan, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.
Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri…
Demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,, mengajarkan kita
Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat-saat Idul Fitri.
Satu lagi, saat Idul Fitri, yakni mengucapan :
“MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Arti dari ucapan tersebut adalah :
“Kita kembali dan meraih kemenangan”
KITA MAU KEMBALI KEMANA?
Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?
Meraih kemenangan?
Kemenangan apa?
Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan
“ Minal ‘Aidin wal Faizin ”
Lantas diikuti dengan kalimat,
“ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.
Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.
Ini sungguh KELIRU luar biasa…
Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain….
PASTI PADA BINGUNG….
Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , yaitu :
“TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM / WA,, kita :
” Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna wa minkum ”
Barakallahu Fiikum
Kewajiban kita hanya men-syiar kan selebihnya kembalikan kepada masing-masing.. Krn kita tdk bisa memberi hidayah kpd orang lain hanya Allah lah yg bisa memberi hidayah kepada hamba NYA yg IA kehendaki
Semoga Bermanfaat..
Selamat Pagi Sahabatku
Renungan Pagi :
Bagaimana Ucapan Idul Fitri yang Sesuai Sunnah?
Oleh : Penulis: Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.
Sehubungan dengan akan datangnya Idul Fitri, sering kita dengar tersebar ucapan:
“MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.
Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus untuk minta maaf.
Sungguh sebuah kekeliruan, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan.
Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri…
Demikian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,, mengajarkan kita
Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat-saat Idul Fitri.
Satu lagi, saat Idul Fitri, yakni mengucapan :
“MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Arti dari ucapan tersebut adalah :
“Kita kembali dan meraih kemenangan”
KITA MAU KEMBALI KEMANA?
Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?
Meraih kemenangan?
Kemenangan apa?
Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?
Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang mengucapkan
“ Minal ‘Aidin wal Faizin ”
Lantas diikuti dengan kalimat,
“ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”.
Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya.
Ini sungguh KELIRU luar biasa…
Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain….
PASTI PADA BINGUNG….
Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.
Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam , yaitu :
“TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM / WA,, kita :
” Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqobbalallahu minna wa minkum ”
Barakallahu Fiikum
Kewajiban kita hanya men-syiar kan selebihnya kembalikan kepada masing-masing.. Krn kita tdk bisa memberi hidayah kpd orang lain hanya Allah lah yg bisa memberi hidayah kepada hamba NYA yg IA kehendaki
Semoga Bermanfaat..
Hasil Cek Fakta
Pesan tersebut bukanlah tulisan dari Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. Sebab, Ustad Syafiq sudah melakukan klarifikasi melalui akun fanpage Facebooknya. Berikut kutipan klarifikasi beliau:
[…]بسم الله الرحمن الرحيم
akhi ukhti…
salam alaikum warahmatullah wabarakatuh
Iedul fitri semakin dekat…
Ramadhan hampir berakhir
semoga Allah memberikan taufiqnya kepada kita agar kita bisa menyempurnakan ibadah kita dan menerimanya sebagai sebuah cinta dan ridha
ana doakan
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
semoga menjadi orang-orang yang kembali kepada Allah
dan sukses serta berhasil dalam menjalani ujian kehidupan ini
mungkin engkau termasuk yang mendapatkan tulisanku
bahwa aku melarang mengucapkan ucapan selamat
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
dengan berbagai vonis yang cukup keji
entah siapa yang menulisnya dan menyebarkannya atas namaku
semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dia.
ini bukan pertama kalinya, tulisan-tulisan dinisbatkan kepadaku, padahal aku tidak menulisnya, mungkin dia menyimpulkan dari ceramah-ceramahku kemudian menisbatkannya kepadaku.
ucapan selamat apapun yang mengandung doa dan harapan kebaikan itu diperbolehkan pada waktu hari raya idul fitri dan iedul adha
ataupun pada kesempatan-kesempatan kebaikan, seperti lulusnya seseorang dari sebuah ujian dan sebagainya
hal itu kembali kepada tradisi(menurut pendapat yang lebih kuat) selama tidak menangandung hal-hal yang dilarang
yang pernah aku kritisi dari ucapan :
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
adalah mengartikannya dengan
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
maka aku berlepas diri dari tulisannya yang dinisbatkan kepadaku akan larangan mengucapkan
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
Dan kalau memang ana pernah mengatakannya
Maka Ana meralat hal itu
dan ana ucapkan kepada seluruh umat islam yang menerima pesanku ini
تقبل الله منا ومنكم
من العائدين والفائزين والمقبولين
كل عام وأنتم بخير
TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL AIDIN WAL FAIZIN WAL MAQBULIN
KULLU AAMIN WA ANTUM BIKHAIR
JEMBER, SABTU, 27 RAMADHAN 1437 H[…]
Berdasarkan klarifikasi tersebut sudah jelas bahwa pesan berantai yang beredar adalah hoax dengan mencatut nama sang penceramah. Penulis pesan berantai itu tidak diketahui siapa. Hanya saja, penulis itu mencatut nama Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
[…]بسم الله الرحمن الرحيم
akhi ukhti…
salam alaikum warahmatullah wabarakatuh
Iedul fitri semakin dekat…
Ramadhan hampir berakhir
semoga Allah memberikan taufiqnya kepada kita agar kita bisa menyempurnakan ibadah kita dan menerimanya sebagai sebuah cinta dan ridha
ana doakan
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
semoga menjadi orang-orang yang kembali kepada Allah
dan sukses serta berhasil dalam menjalani ujian kehidupan ini
mungkin engkau termasuk yang mendapatkan tulisanku
bahwa aku melarang mengucapkan ucapan selamat
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
dengan berbagai vonis yang cukup keji
entah siapa yang menulisnya dan menyebarkannya atas namaku
semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dia.
ini bukan pertama kalinya, tulisan-tulisan dinisbatkan kepadaku, padahal aku tidak menulisnya, mungkin dia menyimpulkan dari ceramah-ceramahku kemudian menisbatkannya kepadaku.
ucapan selamat apapun yang mengandung doa dan harapan kebaikan itu diperbolehkan pada waktu hari raya idul fitri dan iedul adha
ataupun pada kesempatan-kesempatan kebaikan, seperti lulusnya seseorang dari sebuah ujian dan sebagainya
hal itu kembali kepada tradisi(menurut pendapat yang lebih kuat) selama tidak menangandung hal-hal yang dilarang
yang pernah aku kritisi dari ucapan :
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
adalah mengartikannya dengan
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
maka aku berlepas diri dari tulisannya yang dinisbatkan kepadaku akan larangan mengucapkan
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
Dan kalau memang ana pernah mengatakannya
Maka Ana meralat hal itu
dan ana ucapkan kepada seluruh umat islam yang menerima pesanku ini
تقبل الله منا ومنكم
من العائدين والفائزين والمقبولين
كل عام وأنتم بخير
TAQABBALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL AIDIN WAL FAIZIN WAL MAQBULIN
KULLU AAMIN WA ANTUM BIKHAIR
JEMBER, SABTU, 27 RAMADHAN 1437 H[…]
Berdasarkan klarifikasi tersebut sudah jelas bahwa pesan berantai yang beredar adalah hoax dengan mencatut nama sang penceramah. Penulis pesan berantai itu tidak diketahui siapa. Hanya saja, penulis itu mencatut nama Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A
Rujukan
Halaman: 8292/8350







