• [DISINFORMASI] Akhirnya 3 Bank Besar Indonesia Berhutang Besar ke Cina, Apa Selanjutnya ?

    Sumber: mediapribumi.com
    Tanggal publish: 15/07/2016

    Berita

    Penguasaan sektor finansiil oleh Cina semakin jelas. Ini dampaknya Indonesia semakin terjajah secara ekonomi oleh Cina. Karena 3 Bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk pinjam ke Cina Development Bank (CDB).
    Sebelumnya, Meneg BUMN RiniSoemarno, menandatangi pinjaman dengan BOC (Bank fo Cina) senilai Rp 570 triliun. Rini juga berusaha memasukan modal dari CDB dan BOC ke bank-bank BUMN dengan demikian perlahan terjadi pengusaan terhadap sektor finansiil yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
    “Ini menandakan ada kepentingan tersembunyi dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Utang itu beban bagi bangsa Indonesia khusunya bank-bank tersebut,” jelas seorang pengamat ekonomi Muslim. Cina sangat berkepentingan menguasai perekonomian Indonesia dengan memberikan utangan. “Kalau Bank BUMN sudah dikuasai China, maka dgn mudah negeri Tirai Bambu itu menguasai Indonesia,” tambahnya.
    Sebelumnya, 3 bank pelat merah memperoleh pinjaman senilai total US$3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) dari China Development Bank (CDB). Ketiga bank yang memperoleh pinjaman tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.

    Penandatanganan kesepakatan pinjaman dilakukan Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dgn President of Cina Development Bank Zheng Zhijie yg disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Minister/Chairman of National Development and Reform Comittee Xu Shaoshi di Beijing, Cina, Rabu (16/9/2015) malam.

    Hasil Cek Fakta

    Media daring mediapribumi.com pada tanggal 3 Juli 2016 memuat berita berjudul ‘Akhirnya 3 Bank Besar Indonesia Berhutang Besar ke Cina, Apa Selanjutnya ?’ dengan narasi berita yang terdapat diatas.

    Dilansir dari beritatagar.id, Bank Mandiri, BNI dan BRI menandatangani kesepakatan pinjaman senilai total USD3 miliar dengan Bank Pembangunan China/Tiongkok (China Development Bank/CDB), guna membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, Rabu 16 September pekan lalu.

    Seperti dikutip Kontan.co.id, penandatanganan kesepakatan pinjaman dilakukan Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G. Sadikin, Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, dan Direktur Utama BNI, Ahmad Baiquni, dengan Presiden Eksekutif Zeng Zhijie.

    Penandatanganan ini disaksikan Menteri BUMN, Rini Sumarno, dan Kepala Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi (National Development and Reform/NDRC), Xu Shaoshi

    Buntut berita penandatanganan kesepakatan itu adalah munculnya isu bahwa pemerintah Indonesia berutang ke Tiongkok dengan menjaminkan ketiga bank BUMN. Viva.co.id melansir, sejumlah pesan berantai bahkan menganjurkan nasabah menarik dana dan ketiga bank itu.

    Menteri Rini menegaskan, pemerintah tak ikut campur dalam hal ini. Pinjaman tersebut murni ditarik sebagai aksi korporasi ketiga bank tersebut, untuk pembiayaan infrastruktur.

    “Ini, kan, business to business antarbank,” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (21/9/2015).

    PT Bank Mandiri Tbk, menegaskan kabar bahwa tiga bank BUMN dijadikan jaminan pinjaman ke Tiongkok adalah berita hoax (kabar bohong). Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas, mengatakan isu tersebut tidak berdasarkan data, atau fakta.

    “Data enggak ada ngomong begitu, kan menggoyang pemerintah,” ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (21/9).

    Menurutnya, jika perbankan nasional dijaminkan sahamnya, harus melalui perizinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terlebih dahulu. Perubahan apa pun yang dijaminkan harus melalui DPR, seperti penambahan modal dan penyertaan modal negara (PMN) harus meminta izin kepada DPR.

    Rohan menjelaskan, program pembangunan infrastruktur membutuhkan dana besar sebagai investasi jangka panjang. Sementara itu, aset kredit yang dapat diberikan oleh perbankan di Indonesia tidak akan cukup membiayai proyek tersebut jika tidak melakukan pinjaman.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Tenaga Kerja China Berpostur Tubuh Layaknya Tentara Tiba Dengan Pesawat GA 985

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 15/07/2016

    Berita

    Foto yang menggambarkan sekelompok pria asal China sedang mengantri di sebuah bandara, beserta narasi ‘Tenaga kerja dari cina tadi sore, tiba dengan pesawat GA 985, Tapi diliat dari postur tubuhnya kaya Tentara’ menjadi viral di masyarakat. Banyak masyarakat yang mengecam dengan beredarnya foto tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, pesawat GA 985 milik maskapai Garuda Indonesia ini bukan rute penerbangan dari China ke Indonesia. Pesawat GA 985 melayani rute penerbangan bandara King Abdulaziz Internasional, kota Jeddah, Arab Saudi, menuju bandara Sultan Iskandarmuda (Blang Bintang), Aceh, Indonesia.

    Sedangkan, rute penerbangan China-Indonesia adalah memakai pesawat GA 895. Pesawat GA 895 melayani penerbangan Pudong, Shanghai – Soekarno-Hatta, Jakarta.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) : Pembuatan Permen Karet Dari Kondom Bekas

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 14/07/2016

    Berita

    Info… Pernah viral sekarang “hidup” lagi…

    Telah viral mengenai kasus Kondom Bekas yang diolah kembali menjadi permen karet

    Hasil Cek Fakta

    Berita ini sempat viral juga awal tahun 2016 lalu kembali marak beberapa jam yang lalu dibagikan ulang dengan tautan berbeda.

    Kami telah coba juga telusuri ke situs berita jpnn.com tidak ada release resmi mengenai kabar tersebut. Terbukti lampiran tautan postingan tersebut palsu dan mencatut nama jpnn.com padahal merujuk ke situs lain yang di blok oleh sebagian browser, kemungkinan besar karena terdapat malware atau terlalu berat oleh iklan.

    Sebelum membagikan ulang suatu berita atau kabar marilah kita senantiasa mencari dahulu kebenarannya atau bila ragu, silakan diskusikan di group

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) : Hati -hati Panggilan Telpon Nomor Tidak Dikenal !!

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 13/07/2016

    Berita

    Pagi ini saya menerima hoax dari group Whatsapp:

    *U R G E N T*
    INFO DARI BNN
    Banyak orang menerima telpon dari nomor2 berikut ini :
    +37560260528
    +37127913091
    +37178565072
    +56322553736
    +37052529259
    +255901130460

    ATAU dari nomor lain dgn kode awalan :
    +375
    +371
    +381

    Berdering satu kali & ditutup.

    *Jangan ditelpon kembali – jika Anda menelpon kembali: *

    1. Anda akan kena charge US $ 15 – 30 per panggilan.
    2. Dalam 3 detik, contact list Anda akan dicopy.
    3. Detil info tentang bank / credit card Anda (jika ada di dalam hp tsb), juga akan dicopy!

    +375 : nomor kode dari Belarus Afganistan
    +371 : Lativa
    +381 : Serbia
    +563 : Valparaiso
    +370 : Vilnius
    +255 : Tanzania

    *Panggilan telpon dengan nomor2 kode di atas bisa jadi berasal dari ISIS – jangan ditelpon kembali!*

    JIKA SESEORANG MEMINTA ANDA MENELPON KE NOMOR KODE :
    #09
    atau
    #90

    *Jangan lakukan itu* – ini adalah *perusahaan fiktif* dengan *motif PENIPUAN*

    Harap edarkan info ini — URGENT !

    Ini adalah *TRICK BARU TERORIS* untuk *MENJEBAK* orang.

    Sekali Anda pencet nomor2 di atas (#09 atau #90), mereka dapat :
    – *Menggunakan nomor hp Anda*
    – *Biaya telpon menjadi tanggungan Anda*

    SINGKATNYA :
    *Berhati-hatilah menerima panggilan telpon dari nomor2 yang tidak Anda kenal*

    SEBARKANLAH INFO INI — URGENT !!
    ☘?????????????

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penjelasan dari snopes.com: “It’s certainly not true, as stated in the example cited above, that the mere act of calling a particular number would allow a phone user’s contacts and banking information to be stolen by someone else.

    That sort of information would be compromised only if another party somehow hacked into the user’s phone (via a malicious app or other code) and/or the user actively did something to enable access to it. (In either case, there’s no obvious reason why such a scheme would require the victim to place a call to the information-stealer rather than the other way around”. Tips tambahan untuk mengamankan Smartphone:
    “1. SET A PIN OR PASSWORD
    2. ONLY INSTALL TRUSTED APPS
    3. STOP ADVERTISERS AND MORE FROM TRACKING YOU
    4. ENABLE REMOTE LOCATION AND WIPING
    5. STAY SAFE ON PUBLIC WI-FI NETWORKS
    6. WIPE YOUR OLD GADGET BEFORE DONATING, SELLING OR RECYCLING”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini