• [KLARIFIKASI] Beredarnya Surat Pernyataan dari Bank Mandiri Tentang Rekening Sofyan Basir Sebesar Rp 104 Triliun

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/07/2018

    Berita

    Beredar pada pesan berantai di aplikasi pesan dalam bentuk surat yang memiliki kop Bank Mandiri, yang isi dalam surat itu adalah Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir memiliki uang hingga Rp 104 triliun.

    Dalam surat yang bertuliskan rahasia tersebut, tercantum pernyataan direksi Bank Mandiri kala itu yang menyatakan tentang tanggung jawab rekening. Adapun direksi yang ikut menandatangani adalah Direkur Utama Zulkifli Zaini, Riswinandi, dan Pahala N Mansury.

    "Bertanggungjawab atas penempatan saldo rekening nomor 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir yang sekarang ditempatkan dalam saldo rupa-rupa dan akan dikembalikan pada saldo nasabah yang sebenarnya yang terdapat pada tabungan PT Bank Mandiri (Persero)," seperti tertulis dalam surat tersebut.
    Dalam surat itu juga menyatakan bahwa dalam saldo rekening 125-00-0438914-4 atas nama Sofyan Basir tersebut yang berjumlah Rp 104,332 triliun itu mengalami salah penempatan. Karena itu, jajaran direksi Mandiri bakal melakukan pencairan dana pada rekening tersebut secara.

    Adapun surat tersebut dibuat di Jakarta pada 12 Maret 2012. Surat pun telah dibubuhi tanda tangan Zulkilfi Zaini dan juga Riswinandi. Saat surat itu dibuat, Sofyan diketahui masih menjadi Direkur Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    Hasil Cek Fakta

    PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengklarifikasi surat pernyataan tentang tanggung tanggung jawab tiga direktur Bank Mandiri atas rekening Sofyan Basir sebesar Rp 104 triliun. 

    Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, isi surat yang beredar tersebut tak benar atau hoax.

    "Surat itu seratus persen hoax," kata Rohan, Rabu (18/7).

    "Tidak ada surat Bank Mandiri seperti ini, dan surat tersebut pun tidak memiliki nomor," kata Rohan ketika dihubungi, Selasa, 17 Juli 2018.

    Menurut Bank Mandiri, rekening tersebut tercatat atas nama Angga Yan Parica, bukan Sofyan Basir seperti yang tercantum di surat itu. Saldonya pun bukan Rp 150 triliun, tapi Rp 5 juta.

    Ketika dimintai tanggapan soal berita hoax tersebut, Sofyan Basir mengatakan, "Gitu-gituan enggak usah ditanya lah mas."

    Rujukan

    • Kontan.co.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Membantah Isu Senjata Api Selundupan

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Isu mengenai senjata api yang masuk lewat kontainer di lingkungan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah ramai beredar di media sosial. Namun hal tersebut dibantah oleh pihak manajemen PT IMIP melalui Koordinator Humas dan Public Media Relationnya, Dedy Kurniawan.

    Melalui pesan singkat Dedy menjelaskan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar.

    “Sebenarnya kami sungguh tidak berkeinginan untuk menanggapi informasi hoax semacam ini. Kami sangat yakin teman-teman media atau siapapun yang sudah membaca tulisan itu akan langsung tahu bahwa ini adalah informasi sampah” ujarnya Selasa (17/7/2018).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] KONDISI WILAYAHNYA DISEBUT TIDAK AMAN, BUPATI NDUGA PAPUA BERI KLARIFIKASI

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Beredar informasi di media sosial terkait kondisi Wilayah Nduga, Papua yang dikatakan tengah dalam kondisi tidak aman. Hal tersebut kemudian di klarifikasi langsung oleh Bupati Nduga yang mengatakan bahwa daerahnya saat ini berada pada kondisi aman. Informasi tersebut diperkuat dengan pulihnya roda perekonomian yang ada di Wilayah Nduga.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] “Kadis LH DKI Jakarta Tidak Meminta Sejumlah Uang untuk Keperluan Tertentu melalui Akun Media Sosial”

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Isnawa Adji meninta kepada semua pihak agar waspada dengan akun media sosial yang mengatasnamakan dirinya dengan meminta sejumlah uang untuk alasan tertentu. “Ada di Facebook (Akun Palsu) yang namanya itu nama saya. Lalu, mereka (pelaku pembuat akun palsu) menghubungi teman-teman saya, pasukan oranye, serta kerabat terdekat banyak yang mengconfirm pertemanan akun palsu itu. Akun itu hoax, bukan milik saya,” ujar Isnawa Selasa, (17/7).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini