Hujan deras yang mengguyur Ibukota Jakarta sejak sore hingga petang hari, membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. "Genangan air ada di Bundaran HI, Hotel Mandarin jalur lambat, Sarinah jalur lambat sekitar 10 sentimeter. Arus kendaraan padat," ujar Petugas Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, Briptu David, Selasa (6/2).
David menambahkan, genangan air juga menutup ruas jalan Gatot Subroto, di depan kantor Kemenakertrans, Jalan Supomo Tebet, depan Indosiar, Jalan Pesing Koneng, Koja Jakarta Utara setinggi 10 sentimeter sampai 15 sentimeter, dan Daan Mogot. Selain genangan air, kata David, akibat hujan deras disertai angin kencang, pohon di depan Hotel Shangri-la, Pejompongan, tumbang. "Sudah dalam penanganan petugas. Tak ada korban jiwa," tandasnya.
Dilansir dari republika.co.id, menurut BNPB, banjir yang terjadi di Bundaran HI tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi, tapi juga disebabkan Banjir Kanal Barat (BKB) yang meluap. "Banjir di Bundaran HI banjir selain karena intensitas curah hujan yang tinggi faktor utamanya karena BKB dan Kali Cideng meluap padahal semua pembuangan aliran sebagian besar mulai dari Jalan Thamrin lari kesana," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Jumat (18/1).
Sutopo mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG mengenai analisis cuaca Jabodetabek pada 16-17 Januari 2013 melalui citra satelit, radar, dan data pengamatan curah hujan, dideteksi bahwa sebaran awan hujan telah terlihat dan terkonsentrasi di Jakarta. Sehingga hujan lebat pun terjadi dan menyebabkan banjir. "Dapat dikatakan banjir pada Kamis (17/1) lalu merupakan akumulasi curah hujan hari-hari sebelumnya ditambah curah hujan ketika itu juga tinggi," ujar Sutopo.
Hal tersebut diperparah dengan kondisi drainase perkotaan. Sutopo mengungkapkan dari 62 titik banjir di Jakarta disebabkan dari drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan air genangan meskipun sungai belum meluap. "Ini artinya masalah drainase perkotaan masih perlu dibenahi dan ditingkatkan," tuturnya.
[BERITA] Lagi, Bundaran HI Terendam
Sumber:Tanggal publish: 06/02/2013
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[SALAH] Akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa
Sumber: WhatsApp.comTanggal publish: 00/00/0000
Berita
Beredar sebuah akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo gus Santosa bernomor +62 831 5564 7639. Akun tersebut mengirimkan pesan kepada pengurus masjid dan menawarkan bantuan serta meminta takmir mengonfirmasi terkait data masjid tersebut.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari solo.tribunnews.com, Kepala Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto mengatakan akun WhatsApp tersebut palsu. Sepanjang tahun 2023 ini, pada bulan Januari ada oknum yang mengatasnamakan wakil Bupati Sukoharjo dengan modus serupa. Ia juga mengimbau kepada Masyarakat agar berhati-hati terhadap akun yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Berdasar pada seluruh referensi, akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa bernomor +62 831 5564 7639 adalah tidak benar dan dikategorikan sebagai imposter content atau konten tiruan.
Berdasar pada seluruh referensi, akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa bernomor +62 831 5564 7639 adalah tidak benar dan dikategorikan sebagai imposter content atau konten tiruan.
Kesimpulan
Akun palsu. Kepala Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto telah melaporkan nomor tersebut.
Rujukan
Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Iriana Jokowi dan Panglima Dayak Pimpin Ribuan Massa Kepung Rumah Rocky Gerung
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 00/00/0000
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Agustus 2023.
Unggahan klaim video Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung menampilkan foto Iriana bersama sejumlah orang mengenakan celana, ikat kepala dan badan berwarna merah.
Dalam tayang tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.
"DUKUGAN TERUS MENGALIR KE JOKOWI
RUMAH ROKY GERUNG DI KEPUNG DAYAK
IRIANA & PANGLIMA PERANG DAYA SEPAKAT LAKUKAN INI"
Kemudian dilanjutkan dengan tayangan Iriana sejumlah perempuan diiringi dengan narasi suara sebagai berikut.
"Pak Jokowi ya saya sampe nangis loh beliau itu sampe kurus lho, mikirin apa mikir rakyat lho, masa masih ada yang mengatakan Jokowi pengecutlah orang itu benar benar tidak punya moral, biarin mantep dah saya begini tidak takut lho, coba datang berhadapan datang kamu sebagai negara yang memiliki etika moral."
Kemudian video menampilkan cuplikan-cuplkan gabar Jokowi dalam berbagai kegiatan yang diiring suara seorang sedang melakukan orasi.
Diriingi juga narasi suara perempuan sebagai berikut.
"Warga Balikpapan menuntut Rocky Gerung untuk segera ditangkap warga berdemonstrasi dan membakar ban di Simpang Enam Dome Jalan Ruhui Rahayu-Jalan Sjarifuddin Joes, Balikpapan, Kaltim, Rabu.
Demonstran tidak terima Rocky Gerung mengkritik Presiden Joko Widodo dan mengucapkan beberapa kata yang dinilai tidak patut diucapkan kepada seorang presiden.
Dalam demonya bahkan sampai menyembelih hewan ternak hingga darah hewan itu mengenai foto wajah sang pengamat politi yang mereka tuntut untuk segera ditangkap dan diadili itu.
Warga yang berdemonstrasi itu berasal dari Lembaga Persektuan Adat Dayak Kalimantan Timur Kalimantan Utara.
”Rocky Gerung, mulutmu harimaumuSembelih hewan ternak ini simbol sakit hati kami warga Kalimantan Timur, provinsi yang terpilih menjadi tempat Ibu Kota Nusantara,” kata Ketua DPC LPADKT-KU Nasion Lasung.
Pernyataan Gerung yang mengkritik Presiden Jokowi dalam hal pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga menyebutkan kata-kata yang tidak patut itu, kata dia, benar-benar telah melukai hati warga Kalimantan Timur dan menghina martabat presiden.
Layung bilang, Kalimantan Timur selama puluhan tahun dengan rela menyumbang pendapatan hasil Buminya, mulai dari masa kejayaan kayu hutan, minyak dan gas, hingga batubara sekarang, juga kelapa sawit, kepada negara ini.
"Hasil dari pendapatan itu hanya sekian persen saja yang kembali kepada Kalimantan Timur,Ibu kota negara sebentar lagi akan pindah ke Kalimantan Timur dan ada orang yang tidak rela sampai menghina kepala negara yang melaksanakan gagasan itu," kata dia.
Pada demonstrasi yang sempat memacetkan lalu lintas di simpangan itu, massa segera bergerak ke Kantor Polda Kalimantan Timur di mana bertemu dengan massa Fatayat Nahdlatul Ulama Balikpapan.
”Kami juga ingin membuat laporan polisi hal pernyataan Rocky Gerung tersebut,” kata Ketua Fatayat NU Balikpapan Elsa Safitri.
Kaum ibu dan remaja perempuan NU ini berjumlah tidak kurang dari 150 orang. Polisi pun menerima laporan Fatayat NU Balikpapan dan LPADKT dengan No: STPL/93/VIII/2023/SPKT I. Pernyataan Gerung digolongkan sebagai ujaran kebencian atau hate speech alias haatzai artikelen. Menurut Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Yusuf Sutejo, sejauh ini, polisi sudah menerima empat laporan warga tentang pernyataan Rocky Gerung, termasuk laporan LPADKT dan warga Fatayat NU Balikpapan."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"MEM4N4S DIPIMPIN LANGSUNG IRIANA & PANGLIMA P3R4NG DAYAK,KINI RUMAH ROKY G DI KEPUNG RIBUAN M4SSA.."
Benarkah klaim video Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung, dengan memperhatikan video tersebut dan tidak ditemukan keterangan yang menyebutkan Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung.
Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan menjadikan kalimat narasi suara seorang perempuan pada tayangan awal video tersebut yaitu 'Pak Jokowi ya saya sampe nangis loh beliau itu sampe kurus lho, mikirin apa mikir rakyat lho'.
Penelusuran mengarah pada video berjudul "Saat Megawati Menangis Karena Banyak yang Hina Jokowi" yang dimuat akun YouTube resmi KompasTv, pada tayangan ke 1 menit 45 detik. Video tersebut menampilkan Megawati Soekarnoputri yang sedang berbicara dengan suara yang identik dengan suar yang ada dalam klaim video.
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menangis karena banyak yang menghina Presiden Jokowi.
"Coba lihat Pak Jokowi ya. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus loh. Mikir kenapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi 'kodok'-lah," kata Megawati dalam sambutan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih yang disiarkan Pemprov Bali, Rabu 18 Agustus 2021.
Megawati mengatakan orang yang menghina Presiden Jokowi itu merupakan orang yang tidak punya moral dan pengecut.
"Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut saya bilang, biarin mantep dah. Saya di-bully juga tidak takut kok," katanya.
"Saya sangat sedih kalau banyak orang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal. Saya hanya ingin orang itu sebenarnya datang baik-baik bertemu dengan Pak Jokowi dan mengatakan kegagalannya di mana dan konsep dari orang itu untuk supaya tidak gagal," lanjutnya."
Penelusuran dilanjutkan dengan menjadikan narasi suara wanita yang ada pada tayangan klaim video pada menit 1 detik ke 57, narasi suara tersebut dijadikan kata kunci bahan peneluruan menggunakan Google Search yaitu 'Warga Balikpapan menuntut Rocky Gerung untuk segera ditangkap'.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Warga Balikpapan Turun ke Jalan, Melakukan Pembakaran, Minta Rocky Gerung Ditangkap" yang dimuat situ jpnn.com, pada 3 Agustus 2023.
Artikel situs jpnn.com mengulas tentang aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat dari Lembaga Persektuan Adat Dayak Kalimantan Timur Kalimantan Utara, di Simpang Enam Dome Jalan Ruhui Rahayu-Jalan Sjarifuddin Joes, Balikpapan, Kaltim, untuk menuntut Rocky Gerung diadili atas pernyataannya yang menyinggung Presiden Jokowi.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung tidak benar.
Materi yang digunakan video tersebut tidak ada unsur fakta yang menyebutkan Iriana Jokowi dan panglima Dayak pimpin ribuan massa kepung rumah Rocky Gerung.
Rujukan
CEK FAKTA: Petugas Temukan Tumpukan Uang Terkait Kasus Korupsi Pertamina
Sumber:Berita
Suara.com - Beredar narasi yang menyampaikan sejumlah petugas menemukan tumpukan uang dalam kardus disebut terkait hasil korupsi tata kelola minyak mentah.
Narasi dalam bentuk video tersebut diunggah di media sosial TikTok. Adapun narasinya sebagai berikut:
"Korupsi pertamax jadi pertalit
Uangnya Di simpan di berangkas ngeri,,ngerii"
Lantas benarkah video temuan brankas uang hasil korupsi tata kelola minyak mentah?
Narasi dalam bentuk video tersebut diunggah di media sosial TikTok. Adapun narasinya sebagai berikut:
"Korupsi pertamax jadi pertalit
Uangnya Di simpan di berangkas ngeri,,ngerii"
Lantas benarkah video temuan brankas uang hasil korupsi tata kelola minyak mentah?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Antara, video itu serupa dengan unggahan YouTube TV One News berjudul "Penggeledahan di Dua Kantor PT Asset Pacific, Kejagung Sita Uang Tunai Sebanyak 372 Miliar | tvOne".
Pada keterangan itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah menyita uang tunai sebanyak Rp 372 miliar milik tersangka korporasi PT Asset Pacific yang berada di bawah naungan PT Duta Palma Group.
Penyitaan ini berhubungan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang ditangani kejaksaan.
Sebelumnya diketahui, penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018–2023.
Pada keterangan itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah menyita uang tunai sebanyak Rp 372 miliar milik tersangka korporasi PT Asset Pacific yang berada di bawah naungan PT Duta Palma Group.
Penyitaan ini berhubungan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sedang ditangani kejaksaan.
Sebelumnya diketahui, penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018–2023.
Halaman: 8325/8346


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527661/original/039202200_1691306133-Iriana_kepung_Rumah_Rocky.jpg)