[HOAX] PARACETAMOL MENGANDUNG VIRUS MACHUPO
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 29/04/2018
Berita
PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P / 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga. Dan menyelamatkan hidup dari mereka ….. saya sudah melakukan bagian saya, sekarang giliran Anda
Hasil Cek Fakta
Klarifikasi resmi dari Badan POM RI :
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation) dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.
Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
Penny K. Lukito mengimbau masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin. “Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa”, ujar Penny K. Lukito. “Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, pesan Kepala Badan POM.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation) dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
Terkait isu di atas yang disebarkan secara berantai melalui media sosial, sampai saat ini Badan POM tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya.
Virus Machupo sendiri diketahui merupakan jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
Penny K. Lukito mengimbau masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin. “Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa”, ujar Penny K. Lukito. “Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, pesan Kepala Badan POM.
Rujukan
[HOAX] MINUM DENGAN POSISI BERDIRI BISA TIMBULKAN SAKIT BATU GINJAL
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2018
Berita
Minum air dengan posisi duduk lebih sehat daripada minum air sambil berdiri. Minum air sambil berdiri salah satu penyebab batu ginjal.
Hasil Cek Fakta
Beberapa orang meyakini bahwa minum sambil berdiri dapat membahayakan ginjal karena air akan langsung menuju kandung kemih tanpa disaring. Namun menurut ahli urologi, tidak ada perbedaan ketika orang minum sambil duduk maupun berdiri.
Anggapan bahwa air minum tidak melewati proses penyaringan didasari asumsi bahwa beberapa katup menuju ginjal menjadi tidak aktif ketika seseorang minum dalam posisi berdiri. Meski minum sambil duduk memang lebih nyaman, kenyataannya sambil berdiripun sebenarnya tidak masalah.
“Tidak ada hubungannya dengan sikap minum, mau sambil duduk atau berdiri air tetap butuh waktu berjam-jam untuk sampai ginjal,” ungkap ahli urologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ponco Birowo, SpU.PhD saat dihubungi detikHealth, Senin (22/8/2011).
Menurut dr Ponco, penyaringan air minum tidak serta merta terjadi begitu saja di saluran menuju ginjal. Ketika masuk kerongkongan, minuman apapun terlebih dahulu akan ditampung lalu mengalami penyerapan di lambung yang prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam.
Terkait anggapan bahwa ada semacam katup atau sphincter yang menjadi tidak aktif saat berdiri, dokter yang juga berpraktik di RS Asri Jakarta ini kembali membantah. Selama tidak ada gangguan kesehatan pada saluran kemih, sphincter akan tetap berfungsi baik dalam posisi duduk maupun berdiri.
“Lagipula fungsi sphincter adalah mengatur keluarnya air kencing, bukan untuk menyaring air minum yang masuk ke ginjal. Bayangkan saja kalau benar sphincter hanya aktif saat duduk, seharusnya kita jadi ngompol terus kalau berdiri,” kata dr Ponco.
Minum sambil duduk kadang lebih dianjurkan dengan alasan lebih sopan, namun bukan berarti bisa meningkatkan kesehatan ginjal. Untuk menjaga kesehatan gijal, yang harus dilakukan adalah banyak minum air putih agar kotoran-kotoran bisa larut sehingga lebih mudah disaring oleh ginjal.
Anggapan bahwa air minum tidak melewati proses penyaringan didasari asumsi bahwa beberapa katup menuju ginjal menjadi tidak aktif ketika seseorang minum dalam posisi berdiri. Meski minum sambil duduk memang lebih nyaman, kenyataannya sambil berdiripun sebenarnya tidak masalah.
“Tidak ada hubungannya dengan sikap minum, mau sambil duduk atau berdiri air tetap butuh waktu berjam-jam untuk sampai ginjal,” ungkap ahli urologi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ponco Birowo, SpU.PhD saat dihubungi detikHealth, Senin (22/8/2011).
Menurut dr Ponco, penyaringan air minum tidak serta merta terjadi begitu saja di saluran menuju ginjal. Ketika masuk kerongkongan, minuman apapun terlebih dahulu akan ditampung lalu mengalami penyerapan di lambung yang prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam.
Terkait anggapan bahwa ada semacam katup atau sphincter yang menjadi tidak aktif saat berdiri, dokter yang juga berpraktik di RS Asri Jakarta ini kembali membantah. Selama tidak ada gangguan kesehatan pada saluran kemih, sphincter akan tetap berfungsi baik dalam posisi duduk maupun berdiri.
“Lagipula fungsi sphincter adalah mengatur keluarnya air kencing, bukan untuk menyaring air minum yang masuk ke ginjal. Bayangkan saja kalau benar sphincter hanya aktif saat duduk, seharusnya kita jadi ngompol terus kalau berdiri,” kata dr Ponco.
Minum sambil duduk kadang lebih dianjurkan dengan alasan lebih sopan, namun bukan berarti bisa meningkatkan kesehatan ginjal. Untuk menjaga kesehatan gijal, yang harus dilakukan adalah banyak minum air putih agar kotoran-kotoran bisa larut sehingga lebih mudah disaring oleh ginjal.
Rujukan
HOAX: Parasetamol Mengandung Virus
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2018
Berita
Beredar di grup WhatsApp berita hoax dengan kata-kata seperti berikut:
‘PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P / 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga. Dan menyelamatkan hidup dari mereka ….. saya sudah melakukan bagian saya, sekarang giliran Anda’
‘PERINGATAN URGENT! Hati-hati untuk tidak menggunakan parasetamol yang datang ditulis P / 500. Ini adalah parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia. Dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga. Dan menyelamatkan hidup dari mereka ….. saya sudah melakukan bagian saya, sekarang giliran Anda’
Hasil Cek Fakta
Badang Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan bahwa postingan berantai di grup WhatsApp itu adalah hoax sebagaimana disampaikan pada laman situs resmi BPOM sebagai berikut:
Rujukan
[SALAH] “MUI Mengeluarkan Daftar Bumbu dan Makanan yang Mengandung Babi”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/04/2018
Berita
Produk bumbu penyedap masakan mengandung babi
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr Najamudin Ramli menyatakan informasi beberapa produk yang dikatakan mengandung babi dengan mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak benar adanya atau hoaks. “Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (24/7).
=====
Sumber: Whatsapp
=====
Kategori: Hoaks
=====
Narasi :
DIPERINGATKAN KPD SELURUH UMAT ISLAM TDK MEMBELI ATAU MENJUAL BUMBU MASAK/MAKANAN YG MENGADUNG BABI..ATAU BARANG HARAM SBGMN DAFTAR
DIBAWAH INI: Hati2 sekali yaa memilihnya…
TOLONG DI SHARE KE GRUP LAIN ATAU KPD TEMAN2 SEBANYAK MUNGKIN SESAMA MUSLIM SAMBIL BERIBADAH.
Kabar dari Pondok Wali Barokah, Burengan, Kediri, untuk intern.
Wanhat (Dewan Penasehat) meminta penelitian kesehatan untuk bahan makanan yg mengandung babi…
Dari 8 barang yang diteliti:
1. Masako; positif (mengandung babi);
2. Royko, negatif (tidak mengandung babi);
3. Micin sasa; positif (mengandung babi);
4. Micin ajinomoto positif (mengandung babi);
5. Indomie goreng bumbunya positif (mengandung babi);
6. Saori-saos tiram negatif (tidak mengandung babi);
7. Tepung bumbu sasa negatif (tidak mengandung babi);
8. Tepung bumbu sajiku negatif; (tidak mengandung babi):
Supaya diperhatikan…
Alhamdulillah akhirnya Umat Muslim tahu juga, semoga bermanfaat.
Posting darri;
K.H. DR. MUCHYIDIN JUNAIDI, LC, MA
BIDANG KERJA SAMA INTERNASIONAL – MUI PUSAT hati hati ibu ibu yg suka pakai bumbu penyedap pilih lah yg halal.
=====
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr Najamudin Ramli menyatakan informasi beberapa produk yang dikatakan mengandung babi dengan mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak benar adanya atau hoaks. “Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (24/7).
=====
Sumber: Whatsapp
=====
Kategori: Hoaks
=====
Narasi :
DIPERINGATKAN KPD SELURUH UMAT ISLAM TDK MEMBELI ATAU MENJUAL BUMBU MASAK/MAKANAN YG MENGADUNG BABI..ATAU BARANG HARAM SBGMN DAFTAR
DIBAWAH INI: Hati2 sekali yaa memilihnya…
TOLONG DI SHARE KE GRUP LAIN ATAU KPD TEMAN2 SEBANYAK MUNGKIN SESAMA MUSLIM SAMBIL BERIBADAH.
Kabar dari Pondok Wali Barokah, Burengan, Kediri, untuk intern.
Wanhat (Dewan Penasehat) meminta penelitian kesehatan untuk bahan makanan yg mengandung babi…
Dari 8 barang yang diteliti:
1. Masako; positif (mengandung babi);
2. Royko, negatif (tidak mengandung babi);
3. Micin sasa; positif (mengandung babi);
4. Micin ajinomoto positif (mengandung babi);
5. Indomie goreng bumbunya positif (mengandung babi);
6. Saori-saos tiram negatif (tidak mengandung babi);
7. Tepung bumbu sasa negatif (tidak mengandung babi);
8. Tepung bumbu sajiku negatif; (tidak mengandung babi):
Supaya diperhatikan…
Alhamdulillah akhirnya Umat Muslim tahu juga, semoga bermanfaat.
Posting darri;
K.H. DR. MUCHYIDIN JUNAIDI, LC, MA
BIDANG KERJA SAMA INTERNASIONAL – MUI PUSAT hati hati ibu ibu yg suka pakai bumbu penyedap pilih lah yg halal.
=====
Hasil Cek Fakta
Penjelasan:
Beredar kabar melalui pesan berantai Whatsapp atas nama MUI Pusat yang membuat daftar delapan (8) produk bumbu dan makanan yang mengandung babi.
Namun, informasi ini segera dibantah oleh pihak MUI. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr Najamudin Ramli mengonfirmasi informasi itu bohong alias hoaks.
“Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (24/7).
Di posisi yang sama, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI DKI Jakarta, Ir Osmena Gunawan menegaskan hoaks tersebut adalah pengulangan dari sebelumnya. “Hoaks sudah dari beberapa tahun lalu yang diulang-ulang,” ujar Oesmena.
Head of Corporate Public Relations Indofood, Novi Arlaida mengomentari beberapa produknya yang masuk dalam hoaks tersebut. Menurutnya semua produk Indofood yang diproduksi perusahaannya halal.
“Semua produk Indofood halal,” imbuh Novi.
Ia pun menerangkan sertifikasi halal untuk produk Indofood sudah diakui beberapa lembaga. “Ada klarifikasi dari Pondok Wali Barokah, juga BPOM, dan LPPOM MUI,” pungkas Novi.
=====
Catatan:
Hoaks ini sebelumnya sudah pernah dibahas di FAFHH dan Grup Masyarakat Anti Fitnah Indonesia. Berikut linknya, https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/534719923527214/?hc_location=ufi dan https://web.facebook.com/MafindoID/posts/1012129795593325 dan
Beredar kabar melalui pesan berantai Whatsapp atas nama MUI Pusat yang membuat daftar delapan (8) produk bumbu dan makanan yang mengandung babi.
Namun, informasi ini segera dibantah oleh pihak MUI. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr Najamudin Ramli mengonfirmasi informasi itu bohong alias hoaks.
“Berita bohong itu,” ujar Najamudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (24/7).
Di posisi yang sama, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI DKI Jakarta, Ir Osmena Gunawan menegaskan hoaks tersebut adalah pengulangan dari sebelumnya. “Hoaks sudah dari beberapa tahun lalu yang diulang-ulang,” ujar Oesmena.
Head of Corporate Public Relations Indofood, Novi Arlaida mengomentari beberapa produknya yang masuk dalam hoaks tersebut. Menurutnya semua produk Indofood yang diproduksi perusahaannya halal.
“Semua produk Indofood halal,” imbuh Novi.
Ia pun menerangkan sertifikasi halal untuk produk Indofood sudah diakui beberapa lembaga. “Ada klarifikasi dari Pondok Wali Barokah, juga BPOM, dan LPPOM MUI,” pungkas Novi.
=====
Catatan:
Hoaks ini sebelumnya sudah pernah dibahas di FAFHH dan Grup Masyarakat Anti Fitnah Indonesia. Berikut linknya, https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/534719923527214/?hc_location=ufi dan https://web.facebook.com/MafindoID/posts/1012129795593325 dan
Rujukan
Halaman: 8384/8711



