[HOAX] Bagaimana Ahok dan Djarot memindahkan pohon dalam rangka pembangunan Semanggi
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 28/10/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
(HOAX)STARBUCKS HARAM DI MALAYSIA
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 20/10/2016
Berita
Untk info lanjut hubungi JAKIM 03-8886 4000
MESTI SEBARKAN. Assalamualaikum. Daripada Dr. Zahazan Mohammad (TBSB): Harap anda tidak mmbiarkan msg ini berhenti pd inbox anda shja.
Wallahualam
Harap maklum ..copas dr tetangga
Hasil Cek Fakta
Read more at http://www.thestar.com.my/news/nation/2016/10/25/jakim-starbucks-drinks-are-halal/#pC1ltxRvhfwC3R4f.99.
Rujukan
(HOAX) PERNYATAAN GUBERNUR PAPUA YANG SEBUT BELA AHOK
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 18/10/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Mantan bupati Puncak Jaya itu merasa perlu memberikan klarifikasi berkaitan dengan berita miring atau tidak benar tentang pernyataan yang dihubungkan dengan panasnya Pilkada DKI saat ini dan mendukung calon gubernur tertentu. “Apalagi dihubung-hubungkan dengan keinginan agar Papua merdeka jika Ahok tidak diizinkan jadi gubernur,” kata Lukas, yang mengaku sedang mendampingi Presiden Jokowi Widodo berkunjung ke Papua.
Dia mengaku menjadi tidak nyaman dengan berita bohong yang menjadi viral di media sosial dalam beberapa hari belakangan ini. Berita bohong itu dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terbangun dengan baik dan kokoh di tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua.
Rujukan
(HOAX)Permen Jari Rasa Narkoba
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 07/10/2016
Berita
Info dr dinas kesehatan kota tangerang..permen jari ditemukan di sekolah daerah ciledug..anak yang mengkonsumsi permen ini tertidur selama 2 hari.seperti orang kecanduan..minta2 permen jari..sekarang dlam penyelidikan..mohon hati2 bwt kita semua..mihon bu guru..mint tolong anak2 dilarang jajan di abang2..yg julanny aneh2
Hasil Cek Fakta
Pesan berantai anonim itu tidak hanya tersebar kepada masyarakat yang tinggal di daerah Kota Tangerang, Banten. Ada varian narasi lain yang menyebutkan bahwa permen tersebut telah tersebar di Ponorogo, Jawa Timur dan Depok, Jawa Barat. Tidak diketahui di daerah mana awal penyebaran pesan berantai tersebut.
Klarifikasi atas kebenaran isu ‘permen jari’ itu sudah berhasil didapatkan oleh portal berita detik.com dengan mewawancarai Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Ponorogo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan klarifikasi tersebut, tidak ada peredaran ‘permen jari’ di daerah Ponorogo.
Selain itu, detik.com melakukan penelusuran asal-muasal ‘permen jari’ yang diklaim sebagai permen narkotika tersebut. Penelusuran detik.com berhasil menemukan distributor ‘permen jari’ yang ada di Kota Bandung. Melalui wawancara dengan Tim Promosi permen jari tersebut, diketahui bahwa permen tersebut telah lulus uji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dengan demikian, tidak ditemukan kandungan berbahaya di dalam permen tersebut.
Penelusuran lainnya yang dilakukan detik.com dengan mewawancarai Polsek Ciledug. Menurut penelusuran detik.com, Polsek Ciledug tengah menangani kasus tersebut dan kebenaran pesan berantai tersebut tidak terbukti kebenarannya.
Berikut kutipan hasil penelusuran detik.com tersebut:
[…]detikcom mengkonfirmasi pesan berantai ini langsung kepada Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Dr. Yunita yang dituliskan sebagai sumber informasi dalam pesan tersebut.
Menurut Yunita pesan berantai tersebut memang viral di sekitar Kauman, namun dia tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali menyebarkan pesan tersebut.
Yunita mengatakan setelah mendapat pesan berantai melalui media sosial dia langsung berkoordinasi dengan pengawas sekolah yang berada di area kerjanya, Kauman Sumoroto dan pihak kepolisian.
“Ternyata ke kepala masing-masing juga tidak ada konfirmasi ulang, saya konfirmasi Kapolseknya juga tidak ada,” ujar Yunita saat dihubungi detikcom, Selasa (11/10/2016).
Kesimpulan
Rujukan


