LSF Mengklarifikasi Terkait Pemotongan 7 Menit Durasi Film Avengers Infinity War
Sumber: Media daringTanggal publish: 17/04/2018
Berita
Klarifikasi berkaitan dengan tuduhan terhadap Lembaga Sensor Film (LSF) yang dituding memotong durasi film Avengers Infinity War sebanyak 7 menit.
Hasil Cek Fakta
Pihak LSF membantah isu mengenai disensornya Avengers: Infinity War selama tujuh menit oleh mereka. Berikut pernyataan juru bicara LSF, Rommy Fibri:
“Film Avenger yang disensorkan lolos 13 tahun nihil. Artinya tanpa potongan. Dengan kata lain, info yang beredar kemarin tidak benar,” ujar juru bicara LSF, Rommy Fibri, saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (15/4/2018).
“Yang jelas film yang dikirim ke LSF 149 menit. Dan sudah lulus sensor dengan klasifikasi usia 13 tahun tanpa revisi,” Rommy Fibri menekankan.
Selain itu, akun Twitter resmi Lembaga Sensor Film Indonesia, @lembaga_sensor, turut meluruskan isu tersebut kepada publik.
“Selamat malam, terima kasih atas pertanyaannya. Dilihat dari nomor STLS yang keluar bisa dipastikan film Avanger: Infinity War lulus sensor untuk klasifikasi usia 13+ tanpa ada pemotongan adegan. Yuk, mulai biasakan menonton sesuai klasifikasi usia,” tulis mereka.
“Film Avenger yang disensorkan lolos 13 tahun nihil. Artinya tanpa potongan. Dengan kata lain, info yang beredar kemarin tidak benar,” ujar juru bicara LSF, Rommy Fibri, saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (15/4/2018).
“Yang jelas film yang dikirim ke LSF 149 menit. Dan sudah lulus sensor dengan klasifikasi usia 13 tahun tanpa revisi,” Rommy Fibri menekankan.
Selain itu, akun Twitter resmi Lembaga Sensor Film Indonesia, @lembaga_sensor, turut meluruskan isu tersebut kepada publik.
“Selamat malam, terima kasih atas pertanyaannya. Dilihat dari nomor STLS yang keluar bisa dipastikan film Avanger: Infinity War lulus sensor untuk klasifikasi usia 13+ tanpa ada pemotongan adegan. Yuk, mulai biasakan menonton sesuai klasifikasi usia,” tulis mereka.
Kesimpulan
Klarifikasi berkaitan dengan tuduhan terhadap Lembaga Sensor Film (LSF) yang dituding memotong durasi film Avengers Infinity War sebanyak 7 menit. Namun pihak LSF memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah memotong durasi film tersebut yang awalnya diklaim dari 156 menit menjadi 149 menit. Film Avengers yang di sensorkan hanya lolos usia 13 tahun keatas.
Rujukan
“Dedi Mulyadi Menghamili Siswi Mts”
Sumber: Media daringTanggal publish: 16/04/2018
Berita
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi membantah informasi yang mengatakan dirinya telah menghamili siswi Mts.
Hasil Cek Fakta
Informasi yang mengabarkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menghamili Siswi Mts kembali ditanyakan oleh akun media sosial twitter atas nama @FakhriyahUmay:
“Masih bingung apa mungkin sih kang @bekerjamelayani sampai segininya….mudah2an ini hoax.. @kawalpilkada @pilkadajabar @jabarjuara_no1,” tulis akun @FakhriyahUmay
Namun setelah dilakukan pencarian, berita tersebut pernah muncul tahun 2015. Dedi pun telah membantah hal itu dan meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk turun tangan menyikapi berita yang ditulis media cetak Berita Kriminal Sumedang tersebut. Dedi juga melaporkan media cetak tersebut ke Malpores Purwakarta atas dugaan pencemaran nama baik.
Dedi menjelaskan, anak tersebut merupakan anak tokoh masyarakat Sumedang, dan pihaknya berkunjung ke daerah Sumedang dalam rangka kegiatan acara program Bupati Purwakarta pada Juni 2014 lalu.
Dimana saat itu dirinya telah menjadi saksi dari korban, yang ketika itu dalam keadaan hamil dan menikahkan dengan seseorang yang menghamilinya.
“Masih bingung apa mungkin sih kang @bekerjamelayani sampai segininya….mudah2an ini hoax.. @kawalpilkada @pilkadajabar @jabarjuara_no1,” tulis akun @FakhriyahUmay
Namun setelah dilakukan pencarian, berita tersebut pernah muncul tahun 2015. Dedi pun telah membantah hal itu dan meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk turun tangan menyikapi berita yang ditulis media cetak Berita Kriminal Sumedang tersebut. Dedi juga melaporkan media cetak tersebut ke Malpores Purwakarta atas dugaan pencemaran nama baik.
Dedi menjelaskan, anak tersebut merupakan anak tokoh masyarakat Sumedang, dan pihaknya berkunjung ke daerah Sumedang dalam rangka kegiatan acara program Bupati Purwakarta pada Juni 2014 lalu.
Dimana saat itu dirinya telah menjadi saksi dari korban, yang ketika itu dalam keadaan hamil dan menikahkan dengan seseorang yang menghamilinya.
Kesimpulan
Bupati Purwakarta yang kini menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pernah membantah informasi yang mengatakan dirinya menghamili siswi Mts pada tahun 2015. Yang sebenarnya terjadi adalah Ia menjadi saksi nikah dari seorang anak tokoh masyarakat Sumedang yang tengah hamil dengan yang menghamilinya.
Rujukan
Politisi Demokrat Sebut Rocky Gerung Dekat Dengan Gus Dur
Sumber:Tanggal publish: 16/04/2018
Berita
Abdurrahman Wahid adalah sahabat lekat @rockygerung. Gus Dur tak pernah lupa ucapkan Selamat Natal padanya.
Saat memimpin Forum Demokrasi, statement-statement Gus Dur selalu ditunggu dan selalu jadi berita.
Siapa yang ia percaya jadi Ghost Writer?
Rocky Gerung.
Saat memimpin Forum Demokrasi, statement-statement Gus Dur selalu ditunggu dan selalu jadi berita.
Siapa yang ia percaya jadi Ghost Writer?
Rocky Gerung.
Hasil Cek Fakta
Putri mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid memberikan klarifikasi atas pernyataan Rachland Nashidik. Menurutnya, Gus Dur sama sekali tidak memiliki ghost writer. Alissa Wahid mengaku jika hingga akhir hayatnya, Gus Dur selalu menulis sendiri pemikirannya. Jika meminta bantuan, itu hanya mengetikkan saja. Berikut pernyataan yang ditulis Alissa Wahid:
“ Ya kalau itu mah bukan ghostwriter, bang. You are deliberately misleading people with your comment (Anda dengan sengaja menyesatkan orang-orang dengan komentar Anda-red)”.
“Gus Dur nggak punya ghost writer, tapi punya tukang ketik: anaknya sendiri. Banyak lho pengetiknya. Tahun 2000an setelah beliau lengser, ada sulaiman, mas munib, dll”.
“ Ya kalau itu mah bukan ghostwriter, bang. You are deliberately misleading people with your comment (Anda dengan sengaja menyesatkan orang-orang dengan komentar Anda-red)”.
“Gus Dur nggak punya ghost writer, tapi punya tukang ketik: anaknya sendiri. Banyak lho pengetiknya. Tahun 2000an setelah beliau lengser, ada sulaiman, mas munib, dll”.
Kesimpulan
Pencatutan nama Gus Dur oleh wakil sekjen DPP Partai Demokrat yang menyatakan bahwa ada kedekatan khusus dengan Rocky Gerung perlu dipertanyakan kembali.
Tidak ada bukti dan sumber yang mendukung bahwa pernyataan kedekatan tersebut benar adanya, juga klafikasi dari Alissa Wahid yang secara terang-terangan menolak hal tersebut.
Tidak ada bukti dan sumber yang mendukung bahwa pernyataan kedekatan tersebut benar adanya, juga klafikasi dari Alissa Wahid yang secara terang-terangan menolak hal tersebut.
Rujukan
Kapolres Sukabumi Pose 3 Jari, Mendukung Salah Satu Cagub Jabar
Sumber:Tanggal publish: 16/04/2018
Berita
Mantep banget nih pak polisi. Bener nih Kapolres Kota Sukabumi @DivHumas_Polri? Boleh ya polisi jadi jurkam?
Hasil Cek Fakta
Dalam foto tersebut, Nasriadi berpose 3 jari, yang dimaknai oleh warganet sebagai dukungannya kepada calon gubernur nomor 3 dalam Pilkada Jabar, yakni pasangan Sudrajat-Syaikhu.
Menanggapi hal tersebut, Nasriadi menyebut jika cuitan di twitter tersebut tidak benar. Pose jari tersebut merupakan simbol huruf ‘G’ karena saat foto diambil dia tengah mengikuti kegiatan yang digelar panitia acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Pose huruf G dibuat dengan cara menekuk tiga jari kemudian jari telunjuk dan ibu jari menempel.
“Di depan stan bazar Sukabumi, kita berhenti. Ada peserta yang menjelaskan soal geopark. Kita foto menggunakan lambang Geopark ‘G’ kalau gubernurnya caranya seperti apa terserah, pokoknya ada yang ngarahin dari humas Pemda, ayo pak kita bergaya pakai lambang Geopark ‘G’,” lanjutnya (Nasriadi).
Menanggapi hal tersebut, Nasriadi menyebut jika cuitan di twitter tersebut tidak benar. Pose jari tersebut merupakan simbol huruf ‘G’ karena saat foto diambil dia tengah mengikuti kegiatan yang digelar panitia acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Pose huruf G dibuat dengan cara menekuk tiga jari kemudian jari telunjuk dan ibu jari menempel.
“Di depan stan bazar Sukabumi, kita berhenti. Ada peserta yang menjelaskan soal geopark. Kita foto menggunakan lambang Geopark ‘G’ kalau gubernurnya caranya seperti apa terserah, pokoknya ada yang ngarahin dari humas Pemda, ayo pak kita bergaya pakai lambang Geopark ‘G’,” lanjutnya (Nasriadi).
Kesimpulan
Klarifikasi dibuat oleh
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, telah mengklarifikasi foto dirinya bersama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, yang tersebar di twitter. Ia menegaskan jika cuitan di twitter tersebut tidak benar karena pose jari tersebut merupakan lambang Geopark ‘G’.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, telah mengklarifikasi foto dirinya bersama Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan dan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, yang tersebar di twitter. Ia menegaskan jika cuitan di twitter tersebut tidak benar karena pose jari tersebut merupakan lambang Geopark ‘G’.
Rujukan
Halaman: 8406/8713






