• (EDUKASI) : Jangan Percaya Posting Palsu Provokatif di Medsos!

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 01/11/2016

    Berita

    Panasnya Pilgub DKI 2017 bisa dikatakan lebih terasa di media sosial ketimbang di dunia nyata. Berbagai macam materi propaganda ditebar. Banyak di antaranya, sayangnya, tak sesuai fakta.

    Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.

    Panasnya Pilgub DKI 2017 bisa dikatakan lebih terasa di media sosial ketimbang di dunia nyata. Berbagai macam materi propaganda ditebar. Banyak di antaranya, sayangnya, tak sesuai fakta.

    Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.

    Sebagai portal media dengan pembaca terbesar di Indonesia, detikcom teguh memegang kode etik jurnalistik. Jurnalisme kebencian bukanlah bagian dari diri kami.

    Untuk memperkuat, polisi berkali-kali mengingatkan para pengguna media sosial agar tak mudah percaya dengan materi bernada SARA yang provokatif. Jangan mudah terhasut, jangan mudah tersulut.

    “Intinya kami imbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya berita-berita hoax yang dapat mengadu domba kerukunan warga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2016).

    Jika Anda mendapat screenshot berita, jangan mudah percaya. Lebih baik cek langsung ke link terkait, atau situs beritanya. Dan, pilihlah situs berita terpercaya.

    “Buat masyarakat jangan gampang sekali termakan isu-isu dan provokasi di medsos, lebih baik cek langsung ke sumbernya kalau pemberitaan link-link media seperti itu,” lanjut Awi.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) : 500 WN China Datang ke Jakarta untuk Bela Ahok

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 30/10/2016

    Berita

    Sebuah pesan berantai menyebutkan 500 WN China datang ke Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk membela Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoax!

    Hasil Cek Fakta

    “Itu hoax! Informasi yang dimaksud nihil,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom, Minggu (30/10/2016).

    Awi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak bandara. Pengecekan dilakukan setelah ada informasi kedatangan 500 orang WN Cina melalui Gate 3 Terminal D Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 28 Oktober pukul 20.15 WIB dengan menggunakan pesawat Cathay Pasifik CX 719.
    “Malam hari pukul 21.40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawar Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil,” jelas Awi.

    Tidak sampai situ saja, polisi juga melakukan pengecekan ke Hotel Pop! pada pukul 22.30 WIB. Dari hasil pengecekan ke hotel tersebut, yang menginap pada malam itu hanya ada 64 orang.

    “Dan tidak ada WN China,” imbuh Awi.

    Polisi juga menelusuri informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan perugas imigrasi Terminal 2 Bandara Soekarni-Hatta dan tidak ada informasi yang dimaksud.

    “Kemudian hasil koordinasi dengan manajemwn hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07.50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22.45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04.00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari,” terang Awi.

    Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoax yang dapat meresahkan. “Masyarakat juga kami imbau untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Awi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Penculik Anak dengan Mukena Pink dan Pura-pura Gila

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 30/10/2016

    Berita

    Sekedar info buat warga depok ini salah satu pelaku penculikan yang tertangkap tadi sore di daerah kampung benda cipayung depok.. modusnya pura-pura gila menggunakan mukena..komplotan udah menyebar di daerah jembatan serong rawa denok bulak rambutan..

    Ini ada info lagi, ada yang ketangkap di bumi agung pasput, sawangan.Dg ciri2 mukena pink jg..kok aneh, kyk seragaman gini. Calon korbannya Anak umur 4 tahun, tinggal di gg alif, ktangkepnya di perum bumi agung.. Siang ini kejadian di sawangan permai. Memakai mukena pink pura2 gila..

    Hasil Cek Fakta

    Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh mengatakan memang ada penangkapan perempuan di wilayah Depok. Namun, Ia membantah jika dikatakan penangkapan itu terkait penculikan.

    “Tapi dia bukan penculik,” katanya, Senin (26/9/2016).

    Kompol Teguh menerangkan, penangkapan tersebut dikarenakan kurang bayar ongkos ojek. “Harusnya Rp 80 ribu, tapi dia cuma bayar Rp 50 ribu. Tukang ojek minta HP sebagai jaminan, korban tidak mau dan kabur. Dia diteriaki pencuri, lalu diamankan warga di dekat makam,” ujarnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [MISINFORMASI] Jokowi Lebih Memilih Helikopter Buatan Luar Negeri Dibandingkan Buatan PT Dirgantara Indonesia

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 28/10/2016

    Berita

    INSTING MAKELAR

    AKU Awalnya kaget, membaca berita dari berbagai Media nasional soal Pembelian Hellikopter Presiden jokowi.
    Dalam berita banyak disebutkan PT.DI Produksi Hellikopter sendiri jenis EC-725 dan lebih canggih, kenapa Pemerintah membeli Helikppter VVIP AW101 produksi Italia dan Inggris itu ?
    Berbagai komentar bermunculan.. pro dan konra tak terelakan.

    Dalam benaku jg begitu, “Sejak kapan PT.DI bandung Produksi Helikopter? Seingatku dulu Indonesia lewat Bpk .BJ. Habibie di IPTN berhasil produksi pesawat CN-235 jenis Komersial dibarter dengan BERAS KETAN 110.Rb Ton asal Thailand , dan Para Insinyur Indonesia marah besar karena merasa dilecehkan .Out Put Insinyur disamakan dengan Petani Thailand, dan itu adalah produk trakhir sebelum Dihantam Badai Krimon thn 1997 dan Terjungkalnya Rezim Orba.

    Apapun alasan Penguasa kala itu tak bisa diterima akal sehat. Masih untung tidak ditukar dengan MARTABAK.

    Lhah ini kok tumben PT DI bisa produksi Heli sendiri. Hmmm ..
    Tanganku menggelitik otak atik klick. Ternyata PT DI adalah Tidak Produksi sendiri Helikopter jenis EC-725 pengganti Puma. Tapi PT.DI sebagai Agen atau MAKELAR dari Produsen negara Prancis dan German juga. Weleh…weleh..!

    Kata “Rekomendasi” itu bisa berarti Mengizinkan.
    Jadi PT DI hanyalah Agen dari Perusahaan helikopter Perancis dan berkolaborasi dengan German.
    Yang lebih Gila lagi Ngototnya TB. Hasanudin dari Fraksi PDIP sendiri soal mesponsori pembelian heli ini. Ngotot harga EC-725 lebih murah dan lebih canggih bla,..bla..bla.. hingga soal Harga.
    Nah.. mulai deh. Otak MAKELAR pada jalan semua.
    Yang lucu malah Si Ruhut, justru Menangkis bahwa Heli Dalam negri lebih mahal dari luar negri. Wah… opo iyo ta ?

    Hasil Cek Fakta

    Isu pembelian helikopter VVIP AW101 produksi Italia oleh presiden Jokowi menjadi polemik untuk Indonesia. Banyak masyarakat yang memberikan beragam opini terkait isu itu. Komentarnya ada yang pro dan kontra terhadap kebijakan Jokowi akan pembelian helikopter dari Italia. Masyarakat yang kontra terhadap isu tersebut, berpendapat bahwa Jokowi tidak nasionalis dan lebih memilih produksi luar negeri dibandingkan produksi dalam negeri yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (DI).

    Nyatanya, masyarakat yang kontra masih kurang informasi tentang PT DI. PT DI sendiri tidak memproduksi helikopter maupun pesawat. Tapi, PT DI sebagai agen atau makelar untuk pembelian pesawat maupun helikopter dan sebagai tempat perakitannya.

    Dalam kasus ini, PT Dirgantara Indonesia merekomendasikan helikopter antipeluru tipe EC-725 Cougar yang bermarkas di Perancis, untuk digunakan sebagai kendaraan Presiden dan Wakil Presiden RI.

    Dikutip dari beritasatu.com, “Helikopter Airbus EC-725 sangat direkomendasikan bagi VVIP yakni Presiden dan Wakil Presiden, dan lebih unggul dibandingkan buatan Italia,” ujar Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo saat memamerkan Helikopter EC-725 yang 20 persen bagiannya adalah buatan lokal, di hanggar PTDI, Bandung, Rabu (25/11).

    Arie Wibowo pun membandingkan helikopter EC-725 dengan helikopter Italia AW-101 yang diberikan PTDI, tampak bahwa EC-725 memiliki lebih banyak keunggulan.

    Helikopter EC-725 telah digunakan sedikitnya 32 kepala negara, sementara AW-101 digunakan empat kepala negara.

    Selain itu EC-725 telah dipakai dalam kondisi perang di Lebanon, Chad, Afghanistan, Mali, Libya dan lain-lain, sedangkan AW-101 baru pernah digunakan mengangkut pasukan ke Afghanistan.

    “Yang lebih jelas lagi, EC-725 lebih murah dibandingkan AW-101. Dan jika terjadi ‘engine failure’ EC-725 secara otomatis akan mengaktifkan autopilot untuk membantu stabilisasi helikopter, selain itu EC-725 juga telah dilengkapi perahu karet dan Forward Looking Infrared atau FLIR,” ujarnya.

    Dia menekankan pengadaan helikopter Presiden oleh PTDI jauh lebih aman ketimbang membeli helikopter dari Italia dengan potensi terbongkarnya rahasia keamanan kendaraan khusus Presiden.

    Rencana pengadaan helikopter khusus Presiden dan Wakil Presiden menuai pro dan kontra. TNI AU menginginkan helikopter Presiden dibeli dari Italia yakni jenis AW-101, sedangkan sejumlah kalangan merekomendasikan pembelian helikopter dari PTDI yakni tipe EC-725.

    Salah satu kalangan tersebut dari politisi Ruhut Sitompul. Dia menilai, alasan orang nomor satu di Indonesia menggunakan produk asing lantaran faktor keamanan dan anggaran. Menurutnya, harga helikopter buatan PT DI lebih mahal dari heli yang akan dibeli pemerintah.

    “Pembelian ini pastikan disetujui DPR sebagai pengawas anggaran. Kalau helikopter yang jadi kendala itu kalau produksi dalam negeri lebih mahal. Sementara bapak Presiden menginginkan penghematan anggaran,” kata Ruhut saat berbincang dengan Okezone, Kamis (26/11/2015).

    Selain itu, faktor keamanan menjadi pertimbangan pemerintah membeli dari luar negeri. Menurutnya, helikopter produksi dari luar lebih aman, ketimbang produksi PT DI. “Untuk RI 1 itu harus mesti betul-betul aman. Yang saya tahu itu pak Jokowi orangnya sederhana makanya dia selalu menghemat anggaran untuk dirinya,” pungkas Ruhut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini