• “Polres Banjarbaru Bantah Melakukan Pemeriksaan dan Pengamanan Terhadap Pedagang Pentol Berbahan Daging Kucing”

    Sumber: Media daring
    Tanggal publish: 12/04/2018

    Berita

    “Hoax. Tidak ada mengamankan apalagi melakukan pemeriksaan. Diharapkan kepada masyarakat Banjarbaru yang bijak dalam menyikapi kabar, cek ricek agar benar faktanya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Kami anti Hoaks,” kata Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Sudarno, Selasa (10/4).

    Hasil Cek Fakta

    Wakil RT 38 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin membenarkan adanya keresahan warga terkait dengan ditangkapnya seorang pedagang pentol bakar daging kucing yang sering mangkal di kompleksnya.
    Namun, Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Sudarno menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar adanya.

    Kesimpulan

    Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Sudarno menyatakan pihaknya tidak pernah melakukan pemeriksaan dan pengamanan terhadap pedagang pentol yang berbahan daging kucing di Kompleks Mekatama Raya 1 RT 38 RW 4 Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Klarifikasi Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien (RSU-CND) Meulaboh Terkait Isu Keluarnya Dokter Spesialis Jantung Karena Tak Digaji

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2018

    Berita

    Muncul isu mengenai seorang dokter yang "minggat" karena tidak digaji.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari acehportal.com dan kliksatu.co.id, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU-CND Meulaboh, Dr Eman Tuahta Surbakti menegaskan, tudingan yang menyebutkan dokter spesialis jantung minggat karena insentif jasa medis selama tiga bulan belum dibayar merupakan informasi yang tidak benar.

    Dokter spesialis yang dikait-kaitkan dengan isu tersebut pergi bukan karena tidak mendapat insentif melainkan tengah mengurus izin praktek. “Kemarin ini, dokter spesialis jantung itu bernama Dr Kamariah dan benar sempat seminggu pergi, tapi perginya untuk mengurus ijin praktek ke IDI,” terang Eman.

    Kesimpulan

    Pihak Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dien (RSU-CND) Meulaboh, Aceh Barat memberikan klarifikasi atas isu keluarnya dokter spesialis jantung karena tidak digaji. Dokter spesialis jantung tersebut bernama Dr Kamariah dan benar sempat pergi selama seminggu untuk mengurus ijin praktek ke IDI, bukan "minggat" karena tidak digaji.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] “Google Latih Jurnalis Kalbar Tangkal Hoaks”

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2018

    Berita

    Jurnalis di Kalbar mengikuti pelatihan bertema: Google News Initiative Training Network, yang digelar di Aula Kantor RRI Pontianak, Sabtu (14/4).

    Hasil Cek Fakta

    AJI Pontianak bersama bersama Google News Initiative dan Internews menggelar pelatihan bertema: Google News Initiative Training Network, kepada 26 jurnalis pelbagai media Kalimantan Barat di Aula Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak, Sabtu (14/4). Tidak hanya di Pontianak, pelatihan juga digelar di 59 negara di dunia dan lebih dari 250 ribu wartawan yang dilibatkan.
    Fokus dari pelatihan ini adalah mengasah keterampilan jurnalis untuk memanfaatkan sejumlah tools di internet guna melakukan verifikasi online yang banyak beredar di dunia maya (false news, fake news, hoax). Selain itu, aktifis Mafindo, Aribowo memaparkan, ada banyak jenis-jenis hoaks, namun secara umum dapat dipisah menjadi dua. Yakni misinformasi dan disinformasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] “Ditarget Rampung 2019, Jalan Trans Papua Dibangun Sejak Era Habibie”

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/04/2018

    Berita

    “Siapa Pencipta Jalan Trans Papua? Ini Jawabannya

    Bersama: Eny Wijayanti

    *Maaf mungkin Banyak sekali Rakyat Indonesia yg belum Faham Cerita ini, # Maklum karena sangat Kuatnya pencitraan terhadap penguasa selama 4 Tahun terakhir ini.
    Baiklah Kita URAI saja Ceritanya Biar Rakyat tidak dapat Info Hoax yang berkelanjutan. …”, selengkapnya dapat dilihat pada bagian REFERENSI.

    Hasil Cek Fakta

    Tidak seluruh jalan Trans Papua dibangun pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memulai pembangunan jalan ini secara besar-besaran sejak 2014 lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun detikFinance, seperti ditulis di Jakarta, Jumat (5/1/2018), pembangunan jalan Trans Papua telah dimulai sejak zaman Pemerintahan Presiden ketiga RI, BJ Habibie.

    “Ini (Trans Papua) sudah dimulai lama. Zaman Pak Habibie sudah ada, tapi masifnya sejak Pak Jokowi. Dulu kan sporadis (kadang-kadang) saja, kecil-kecil di spot-spot tertentu. Katakanlah daerah Nabire, Merauke, Jayapura,” ujarnya saat ditemui detikFinance beberapa waktu lalu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini