Setelah melakukan pengambilan gambar dengan beberapa stasiun televisi, calon presiden Joko Widodo ( Jokowi ) akhirnya mendatangi acara Apel Satgas Relawan Anti-Kecurangan Pilpres dan Anti-Money Politics' di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Datang sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (26/6), Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana bahan hitam. Dia langsung menuju panggung dan menyapa para relawan dan pendukung yang menunggu sedari pagi.
Pantauan merdeka.com, mantan Wali Kota Solo ini duduk di ujung panggung lalu turun. Dengan menggunakan tangga lipat dengan tinggi satu meter, dia melompati pagar yang memisahkan panggung dan para pendukung. Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini juga menyematkan ikat kepala bertuliskan 'Satgas Anti-Pilpres Curang' dan 'Satgas Anti-Money Politics'. Bahkan dia juga turut mengenakan ikat kepala tersebut.
"Angkat nomor dua tangan kita angkat. Terus. Pilih nomor berapa?" teriak Jokowi di hadapan relawan dan pendukungnya.
"Nomor dua," balas mereka.
"Sekarang yang punya kentongan mana?" balas capres dengan nomor urut dua ini.
Relawan dan pendukung Jokowi mengangkat kentongan memukulnya.
[BERITA] Orasi, Jokowi pakai ikat kepala 'Satgas Anti Pilpres Curang'
Sumber:Tanggal publish: 26/06/2014
Berita
Hasil Cek Fakta
Rujukan
Yang Merugikan dari Daging Beku
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 13/06/2013
Berita
Saya tahu PERSIS karena tinggal di Australia #dagingbeku diexpor karena disini gada yg mau. Australia masih melegalkan penggunaan hormon pemacu pertumbuhan ternak yg dilarang di eropa karena diduga memicu kanker #JokowiDagingBeku
Pemerintah yg membunuh rakyatnya dengan kepalsuan.
Saya tidak masalah dengan daging beku impor asal ada
1. Sertifikat Halal
2. Tanggal produksi dan kadaluarsa
3. Label kandungan nutrisi dan kadar air
4. Label instruksi cara penggunaan yg benar
5. Label instruksi cara penyimpanan yg benar
Pemerintah yg membunuh rakyatnya dengan kepalsuan.
Saya tidak masalah dengan daging beku impor asal ada
1. Sertifikat Halal
2. Tanggal produksi dan kadaluarsa
3. Label kandungan nutrisi dan kadar air
4. Label instruksi cara penggunaan yg benar
5. Label instruksi cara penyimpanan yg benar
Hasil Cek Fakta
daging dibuat beku justru karena mau diekspor, biar awet, ga busuk. Kalo untuk konsumsi domestik, jelas aja ga semua orang mau karena ada alternatif daging segar, dimana2 juga bakal begitu. Dan kebijakan impor daging sapi beku ini juga bukan barang baru, kalo ikut dari paparan seminarnya HKTI tahun 2000, sejak tahun 1997 udah impor daging beku.
Rujukan
[BERITA] Lagi, Bundaran HI Terendam
Sumber:Tanggal publish: 06/02/2013
Berita
Hujan deras yang mengguyur Ibukota Jakarta sejak sore hingga petang hari, membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. "Genangan air ada di Bundaran HI, Hotel Mandarin jalur lambat, Sarinah jalur lambat sekitar 10 sentimeter. Arus kendaraan padat," ujar Petugas Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, Briptu David, Selasa (6/2).
David menambahkan, genangan air juga menutup ruas jalan Gatot Subroto, di depan kantor Kemenakertrans, Jalan Supomo Tebet, depan Indosiar, Jalan Pesing Koneng, Koja Jakarta Utara setinggi 10 sentimeter sampai 15 sentimeter, dan Daan Mogot. Selain genangan air, kata David, akibat hujan deras disertai angin kencang, pohon di depan Hotel Shangri-la, Pejompongan, tumbang. "Sudah dalam penanganan petugas. Tak ada korban jiwa," tandasnya.
Dilansir dari republika.co.id, menurut BNPB, banjir yang terjadi di Bundaran HI tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi, tapi juga disebabkan Banjir Kanal Barat (BKB) yang meluap. "Banjir di Bundaran HI banjir selain karena intensitas curah hujan yang tinggi faktor utamanya karena BKB dan Kali Cideng meluap padahal semua pembuangan aliran sebagian besar mulai dari Jalan Thamrin lari kesana," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Jumat (18/1).
Sutopo mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG mengenai analisis cuaca Jabodetabek pada 16-17 Januari 2013 melalui citra satelit, radar, dan data pengamatan curah hujan, dideteksi bahwa sebaran awan hujan telah terlihat dan terkonsentrasi di Jakarta. Sehingga hujan lebat pun terjadi dan menyebabkan banjir. "Dapat dikatakan banjir pada Kamis (17/1) lalu merupakan akumulasi curah hujan hari-hari sebelumnya ditambah curah hujan ketika itu juga tinggi," ujar Sutopo.
Hal tersebut diperparah dengan kondisi drainase perkotaan. Sutopo mengungkapkan dari 62 titik banjir di Jakarta disebabkan dari drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan air genangan meskipun sungai belum meluap. "Ini artinya masalah drainase perkotaan masih perlu dibenahi dan ditingkatkan," tuturnya.
David menambahkan, genangan air juga menutup ruas jalan Gatot Subroto, di depan kantor Kemenakertrans, Jalan Supomo Tebet, depan Indosiar, Jalan Pesing Koneng, Koja Jakarta Utara setinggi 10 sentimeter sampai 15 sentimeter, dan Daan Mogot. Selain genangan air, kata David, akibat hujan deras disertai angin kencang, pohon di depan Hotel Shangri-la, Pejompongan, tumbang. "Sudah dalam penanganan petugas. Tak ada korban jiwa," tandasnya.
Dilansir dari republika.co.id, menurut BNPB, banjir yang terjadi di Bundaran HI tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi, tapi juga disebabkan Banjir Kanal Barat (BKB) yang meluap. "Banjir di Bundaran HI banjir selain karena intensitas curah hujan yang tinggi faktor utamanya karena BKB dan Kali Cideng meluap padahal semua pembuangan aliran sebagian besar mulai dari Jalan Thamrin lari kesana," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Jumat (18/1).
Sutopo mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG mengenai analisis cuaca Jabodetabek pada 16-17 Januari 2013 melalui citra satelit, radar, dan data pengamatan curah hujan, dideteksi bahwa sebaran awan hujan telah terlihat dan terkonsentrasi di Jakarta. Sehingga hujan lebat pun terjadi dan menyebabkan banjir. "Dapat dikatakan banjir pada Kamis (17/1) lalu merupakan akumulasi curah hujan hari-hari sebelumnya ditambah curah hujan ketika itu juga tinggi," ujar Sutopo.
Hal tersebut diperparah dengan kondisi drainase perkotaan. Sutopo mengungkapkan dari 62 titik banjir di Jakarta disebabkan dari drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan air genangan meskipun sungai belum meluap. "Ini artinya masalah drainase perkotaan masih perlu dibenahi dan ditingkatkan," tuturnya.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[SALAH] Akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa
Sumber: WhatsApp.comTanggal publish: 00/00/0000
Berita
Beredar sebuah akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo gus Santosa bernomor +62 831 5564 7639. Akun tersebut mengirimkan pesan kepada pengurus masjid dan menawarkan bantuan serta meminta takmir mengonfirmasi terkait data masjid tersebut.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari solo.tribunnews.com, Kepala Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto mengatakan akun WhatsApp tersebut palsu. Sepanjang tahun 2023 ini, pada bulan Januari ada oknum yang mengatasnamakan wakil Bupati Sukoharjo dengan modus serupa. Ia juga mengimbau kepada Masyarakat agar berhati-hati terhadap akun yang mengatasnamakan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Berdasar pada seluruh referensi, akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa bernomor +62 831 5564 7639 adalah tidak benar dan dikategorikan sebagai imposter content atau konten tiruan.
Berdasar pada seluruh referensi, akun WhatsApp Waki Bupati Sukoharjo Agus Santosa bernomor +62 831 5564 7639 adalah tidak benar dan dikategorikan sebagai imposter content atau konten tiruan.
Kesimpulan
Akun palsu. Kepala Dinas Komunikas dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto telah melaporkan nomor tersebut.
Rujukan
Halaman: 8447/8468


