tirto.id - Sebuah unggahan video yang diklaim menampilkan pengacara kondang Hotman Paris beredar di media sosial Facebook. Video tersebut diunggah oleh akun "Bhandito" (arsip) pada Selasa (2/12/2025), dengan klaim bahwa Hotman Paris mempromosikan sebuah situs judi online alias judol.
ADVERTISEMENT
Dalam video itu, sosok yang diklaim merupakan Hotman disebut menerima keluhan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan judi online. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu pemain yang mengalami kerugian akibat bermain di situs judi bodong.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Selanjutnya, ia disebut menyarankan masyarakat untuk menggunakan situs bernama Rakyat JP, yang diklaim sebagai satu-satunya situs judi yang ia rekomendasikan dan jamin keamanannya.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Tidak perlu takut jackpot tidak dibayar. Situs Rakyat JP sudah dijamin amanah. Jadi tunggu apalagi? Klik link di bawah ini atau cari di Google, Rakyat JP,” katanya di video.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Hotman Paris Promosikan Judol. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga Rabu (07/12/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan sekitar 2 ribu tanda suka, 811 komentar dan 10 kali dibagikan.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkan Hotman Paris mempromosikan situs judi tersebut?
Hoaks Hotman Paris Promosikan Situs Judol
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Tim pemeriksa fakta Tirto menelusuri sumber asli video tersebut menggunakan fitur Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar identik dengan salah satu unggahan di akun Instagram resmi Hotman Paris, yakni @hotmanparisofficial, yang diunggah pada 22 Maret 2025.
Hal-hal yang sama di antara kedua video, di antaranya adalah jas Hotman yang sama-sama merah bermotif, dengan motif yang identik, dengan latar belakang yang juga sama. Gerakan tangan dan mulutnya juga sama.
Namun, dalam video asli tersebut, Hotman Paris sama sekali tidak membahas atau mempromosikan judi online. Video tersebut berisi penjelasan Hotman terkait kasus hukum yang melibatkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam sengketa arbitrase internasional.
Dalam penjelasannya, Hotman menyebut bahwa kementerian tersebut pernah kalah dalam sidang arbitrase internasional dan diwajibkan membayar denda. Pihak asing yang memenangkan perkara kemudian melacak aset milik kementerian hingga ke Paris, Prancis, dan mengajukan permohonan penyitaan melalui pengadilan di Inggris untuk mengeksekusi aset tersebut.
Hotman juga menyoroti risiko penggunaan arbitrase internasional dalam kontrak pemerintah. Ia menegaskan bahwa arbiter dalam forum tersebut belum tentu bersikap jujur, terutama dalam kontrak yang bersifat internasional. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah Indonesia menghindari klausul arbitrase internasional dan lebih memilih penyelesaian sengketa melalui pengadilan di dalam negeri.
Lebih lanjut, Tirto menemukan adanya perbedaan signifikan antara suara dalam video yang beredar di Facebook dengan video asli di akun Instagram Hotman Paris. Untuk memastikan hal tersebut, tim pemeriksa fakta menganalisis video yang beredar menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation.
Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 25,9 persen. Dengan demikian, narasi promosi judi online dalam video tersebut berpotensi merupakan hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Hotman Paris.
Hal-hal yang sama di antara kedua video, di antaranya adalah jas Hotman yang sama-sama merah bermotif, dengan motif yang identik, dengan latar belakang yang juga sama. Gerakan tangan dan mulutnya juga sama.
Namun, dalam video asli tersebut, Hotman Paris sama sekali tidak membahas atau mempromosikan judi online. Video tersebut berisi penjelasan Hotman terkait kasus hukum yang melibatkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam sengketa arbitrase internasional.
Dalam penjelasannya, Hotman menyebut bahwa kementerian tersebut pernah kalah dalam sidang arbitrase internasional dan diwajibkan membayar denda. Pihak asing yang memenangkan perkara kemudian melacak aset milik kementerian hingga ke Paris, Prancis, dan mengajukan permohonan penyitaan melalui pengadilan di Inggris untuk mengeksekusi aset tersebut.
Hotman juga menyoroti risiko penggunaan arbitrase internasional dalam kontrak pemerintah. Ia menegaskan bahwa arbiter dalam forum tersebut belum tentu bersikap jujur, terutama dalam kontrak yang bersifat internasional. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah Indonesia menghindari klausul arbitrase internasional dan lebih memilih penyelesaian sengketa melalui pengadilan di dalam negeri.
Lebih lanjut, Tirto menemukan adanya perbedaan signifikan antara suara dalam video yang beredar di Facebook dengan video asli di akun Instagram Hotman Paris. Untuk memastikan hal tersebut, tim pemeriksa fakta menganalisis video yang beredar menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation.
Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 25,9 persen. Dengan demikian, narasi promosi judi online dalam video tersebut berpotensi merupakan hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Hotman Paris.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Hotman Paris mempromosikan situs judi online adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading). Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Hotman Paris terkait judi online.
Narasi promosi judi muncul, diduga akibat manipulasi audio menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, video aslinya membahas isu hukum arbitrase internasional. Dengan demikian, unggahan tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi Hotman Paris dan merupakan konten hasil rekayasa yang berpotensi menyesatkan publik.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Narasi promosi judi muncul, diduga akibat manipulasi audio menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, video aslinya membahas isu hukum arbitrase internasional. Dengan demikian, unggahan tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi Hotman Paris dan merupakan konten hasil rekayasa yang berpotensi menyesatkan publik.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
Keliru: Foto Presiden Venezuela Berbaju Loreng dan Diborgol
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
FOTO yang diklaim sebagai momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di TikTok [arsip] dan Threads pada Ahad, 4 Januari 2025.
Dalam unggahan kali ini, Maduro duduk di sebuah ruangan mengenakan seragam loreng dengan tangan diborgol. Tidak terlihat ada petugas pengamanan di dekatnya. Foto ini beredar setelah operasi militer Amerika Serikat menculik Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Lalu, benarkah ini foto penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS?
Dalam unggahan kali ini, Maduro duduk di sebuah ruangan mengenakan seragam loreng dengan tangan diborgol. Tidak terlihat ada petugas pengamanan di dekatnya. Foto ini beredar setelah operasi militer Amerika Serikat menculik Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Lalu, benarkah ini foto penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten tersebut melalui analisis gambar, penggunaan perangkat pendeteksi akal imitasi, serta membandingkan dengan pemberitaan dari sumber kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa foto yang beredar merupakan hasil suntingan. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.
Publik dapat menemukan foto asli itu pada unggahan media sosial Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tertanggal 13 April 2022. Situs RBC.ru juga memublikasikan foto Viktor Medvedchuk dalam kondisi tangan terborgol pada 12 April 2022. Pembaca dapat menyimak perbandingan antara foto yang beredar dengan foto asli sebagai berikut.
Saluran televisi berbahasa Ukraina, Konkurent Ukraina edisi 13 April 2022, menjelaskan bahwa Badan Keamanan Ukraina menangkap Viktor Medvedchuk pada 12 April. Situs BBC melansir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menawarkan kepada Rusia untuk menukar Medvedchuk dengan tawanan Ukraina.
Foto Diubah dengan Teknik Pergantian Kepala (Head Swapping)
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan melalui analisis foto secara manual. Bagian kepala serta leher Maduro dalam gambar tersebut tampak tidak proporsional. Selain itu, hasil tempelan kepala Maduro terlihat tidak mulus dan terdapat bayangan putih pada bagian wajah sebelah kiri.
Teknik penyuntingan tersebut populer dengan istilah head swapping atau penggantian bagian kepala target dalam sebuah konten. Seseorang dapat melakukan teknik ini secara manual menggunakan perangkat desain atau melalui teknologi akal imitasi.
Setelah menganalisis foto tersebut dengan alat deteksi AI, Zhuque AI Detection, elemen AI sebesar 19,32 persen.
Sedangkan menggunakan alat deteksi Illuminarty, elemen AI pada foto terdeteksi sebesar 8,9 persen.
Publik dapat menemukan foto asli itu pada unggahan media sosial Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tertanggal 13 April 2022. Situs RBC.ru juga memublikasikan foto Viktor Medvedchuk dalam kondisi tangan terborgol pada 12 April 2022. Pembaca dapat menyimak perbandingan antara foto yang beredar dengan foto asli sebagai berikut.
Saluran televisi berbahasa Ukraina, Konkurent Ukraina edisi 13 April 2022, menjelaskan bahwa Badan Keamanan Ukraina menangkap Viktor Medvedchuk pada 12 April. Situs BBC melansir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menawarkan kepada Rusia untuk menukar Medvedchuk dengan tawanan Ukraina.
Foto Diubah dengan Teknik Pergantian Kepala (Head Swapping)
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan melalui analisis foto secara manual. Bagian kepala serta leher Maduro dalam gambar tersebut tampak tidak proporsional. Selain itu, hasil tempelan kepala Maduro terlihat tidak mulus dan terdapat bayangan putih pada bagian wajah sebelah kiri.
Teknik penyuntingan tersebut populer dengan istilah head swapping atau penggantian bagian kepala target dalam sebuah konten. Seseorang dapat melakukan teknik ini secara manual menggunakan perangkat desain atau melalui teknologi akal imitasi.
Setelah menganalisis foto tersebut dengan alat deteksi AI, Zhuque AI Detection, elemen AI sebesar 19,32 persen.
Sedangkan menggunakan alat deteksi Illuminarty, elemen AI pada foto terdeteksi sebesar 8,9 persen.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan foto yang diklaim sebagai bagian dari momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh pasukan militer AS itu adalah klaim keliru. Foto tersebut telah disunting dari foto aslinya. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@rmnascrb81a/video/7591826574358400277?_r=1&_t=ZS-92p6WhidGi5
- https://perma.cc/5SSY-9HFT
- https://www.threads.com/@penjolola/post/DTFaAMED3A9/mereka-nangkap-presiden-negara-lain-gampang-banget-sedangkan-kita-nangkap
- https://t.me/V_Zelenskiy_official/1229
- https://www.rbc.ru/politics/12/04/2022/6255c0729a79476baad93bc2
- https://www.youtube.com/watch?v=CFI7vpppK9w
- https://www.bbc.com/news/world-europe-61089039 /cdn-cgi/l/email-protection#93f0f6f8f5f2f8e7f2d3e7f6fee3fcbdf0fcbdfaf7
Tidak Benar, Virus
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
tirto.id - Memasuki tahun baru 2026, Indonesia tengah mewaspadai penyebaran Influenza A (H3N2) subclass K yang dikenal di masyarakat sebagai “super flu”. Virus ini menjadi perhatian pada awal tahun, karena memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim virus super flu telah masuk ke Indonesia dan memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan COVID-19. Unggahan tersebut dibuat oleh akun Facebook bernama “Chieka Zhee” (arsip) pada Sabtu (3/1/2026).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Gambar pada unggahan tersebut menunjukkan seorang dokter mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna putih dan masker, sambil memegang alat swab.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“2026 Virus Baru..!! Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Gejala Lebih Berat Dari COVID-19,” demikian narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Superflu. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Rabu (7/1/2026), unggahan tersebut telah memperoleh 109 tanda suka, 300 komentar, dan dibagikan sebanyak 10 kali. Ditemukan sejumlah komentar yang mengajak masyarakat agar tidak mau divaksin, serta sebagian besar komentar lainnya mengarah pada ketidakpercayaan terhadap keberadaan virus super flu.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan serupa di Facebook yang diunggah di grup obrolan “Sorotan”, serta pada akun “Portal Informasi”, “Davina Karamoy”, dan akun Threads “afdhal.af”.
Unggahan dengan gambar serupa juga ditemukan pada akun Instagram @bushcoo, dibuat pada Sabtu (03/01/2026), dan ramai mendapat perhatian publik.
Namun, benarkah narasi yang mengklaim virus super flu lebih parah dibandingkan COVID-19?
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim virus super flu telah masuk ke Indonesia dan memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan COVID-19. Unggahan tersebut dibuat oleh akun Facebook bernama “Chieka Zhee” (arsip) pada Sabtu (3/1/2026).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Gambar pada unggahan tersebut menunjukkan seorang dokter mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna putih dan masker, sambil memegang alat swab.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“2026 Virus Baru..!! Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Gejala Lebih Berat Dari COVID-19,” demikian narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Superflu. foto/hotline periksa fakta tirto
Hingga artikel ini ditulis pada Rabu (7/1/2026), unggahan tersebut telah memperoleh 109 tanda suka, 300 komentar, dan dibagikan sebanyak 10 kali. Ditemukan sejumlah komentar yang mengajak masyarakat agar tidak mau divaksin, serta sebagian besar komentar lainnya mengarah pada ketidakpercayaan terhadap keberadaan virus super flu.
ADVERTISEMENT
Tirto juga menemukan unggahan serupa di Facebook yang diunggah di grup obrolan “Sorotan”, serta pada akun “Portal Informasi”, “Davina Karamoy”, dan akun Threads “afdhal.af”.
Unggahan dengan gambar serupa juga ditemukan pada akun Instagram @bushcoo, dibuat pada Sabtu (03/01/2026), dan ramai mendapat perhatian publik.
Namun, benarkah narasi yang mengklaim virus super flu lebih parah dibandingkan COVID-19?
Hasil Cek Fakta
Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, super flu, yang termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K, bukanlah virus baru. Virus ini telah lama dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Data Kemenkes RI pada akhir Desember 2025, mencatat adanya 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
Namun begitu, Kemenkes menegaskan bahwa situasi influenza A H3N2 subclass K masih berada dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Melansir laporan Tirto sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan virus super flu yang tengah ramai bicarakan saat ini bukan merupakan penyakit baru dan tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19. Menurutnya, virus ini memang memiliki penularan yang cepat, namun risiko kematiannya sangat rendah.
"Ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat saja. Kemudian, dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang COVID. Jadi penularannya cepat, tetapi (risiko) kematiannya sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Budi menyebut virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini, jumlah kasus yang ada disebutnya masih tergolong dalam batas aman dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.
Senada, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global, peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A (H3N2) subclass K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.
Sementara itu, Kemenkes, melalui laman resmi Labkesmas Makassar, menjelaskan bahwa istilah digunakan karena virus ini memiliki tingkat penularan yang cepat, terutama pada musim tertentu, dan dapat menyebar lebih intens di sejumlah wilayah.
Namun, klaim yang menyebut virus ini lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 tidak didukung oleh fakta ilmiah. Hingga saat ini, influenza A H3N2 tidak menunjukkan tingkat fatalitas yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19.
Virus super flu menular terutama melalui percikan udara (droplet) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Gejala yang ditimbulkan pada umumnya menyerupai flu musiman.
Senada, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes., juga menjelaskan pada Tirto bahwa influenza A virus subtype H3N2 merupakan salah satu subtipe influenza musiman yang memiliki karakteristik mudah bermutasi melalui mekanisme antigenic drift. Subtipe ini juga kerap menyebabkan wabah influenza musiman yang berat dan secara historis berkaitan dengan angka rawat inap serta kematian yang lebih tinggi, terutama pada kelompok lanjut usia.
Namun, dr. Andreas menegaskan bahwa secara umum COVID-19 tetap lebih berbahaya dibandingkan super flu.
“COVID-19 memiliki risiko yang lebih besar karena dapat menyebabkan gagal napas, komplikasi multisistem, serta gejala jangka panjang atau Long COVID,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, pada kelompok tertentu, influenza H3N2 dapat menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19 ringan. Kelompok tersebut meliputi lansia, anak kecil, pasien dengan penyakit jantung, paru, dan ginjal, ibu hamil, individu dengan imunitas rendah, serta individu yang tidak mendapatkan vaksin influenza. Oleh karena itu, super flu tetap perlu diwaspadai, meskipun tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi secara umum, dibandingkan COVID-19.
Pada laman Halodoc, juga disebutkan bahwa gejala influenza A subclass K dapat berupa demam sangat tinggi, nyeri otot, sakit kepala berat, serta gangguan tenggorokan atau batuk. Meskipun agresif dalam penularan, risiko kematian akibat super flu tidak berbeda jauh dengan influenza musiman dan tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tetap berada di rumah saat sakit, serta melakukan konsultasi kesehatan apabila diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari.
Data Kemenkes RI pada akhir Desember 2025, mencatat adanya 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
Namun begitu, Kemenkes menegaskan bahwa situasi influenza A H3N2 subclass K masih berada dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Melansir laporan Tirto sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan virus super flu yang tengah ramai bicarakan saat ini bukan merupakan penyakit baru dan tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19. Menurutnya, virus ini memang memiliki penularan yang cepat, namun risiko kematiannya sangat rendah.
"Ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat saja. Kemudian, dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang COVID. Jadi penularannya cepat, tetapi (risiko) kematiannya sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Budi menyebut virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini, jumlah kasus yang ada disebutnya masih tergolong dalam batas aman dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.
Senada, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global, peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A (H3N2) subclass K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.
Sementara itu, Kemenkes, melalui laman resmi Labkesmas Makassar, menjelaskan bahwa istilah digunakan karena virus ini memiliki tingkat penularan yang cepat, terutama pada musim tertentu, dan dapat menyebar lebih intens di sejumlah wilayah.
Namun, klaim yang menyebut virus ini lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 tidak didukung oleh fakta ilmiah. Hingga saat ini, influenza A H3N2 tidak menunjukkan tingkat fatalitas yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19.
Virus super flu menular terutama melalui percikan udara (droplet) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Gejala yang ditimbulkan pada umumnya menyerupai flu musiman.
Senada, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes., juga menjelaskan pada Tirto bahwa influenza A virus subtype H3N2 merupakan salah satu subtipe influenza musiman yang memiliki karakteristik mudah bermutasi melalui mekanisme antigenic drift. Subtipe ini juga kerap menyebabkan wabah influenza musiman yang berat dan secara historis berkaitan dengan angka rawat inap serta kematian yang lebih tinggi, terutama pada kelompok lanjut usia.
Namun, dr. Andreas menegaskan bahwa secara umum COVID-19 tetap lebih berbahaya dibandingkan super flu.
“COVID-19 memiliki risiko yang lebih besar karena dapat menyebabkan gagal napas, komplikasi multisistem, serta gejala jangka panjang atau Long COVID,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, pada kelompok tertentu, influenza H3N2 dapat menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19 ringan. Kelompok tersebut meliputi lansia, anak kecil, pasien dengan penyakit jantung, paru, dan ginjal, ibu hamil, individu dengan imunitas rendah, serta individu yang tidak mendapatkan vaksin influenza. Oleh karena itu, super flu tetap perlu diwaspadai, meskipun tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi secara umum, dibandingkan COVID-19.
Pada laman Halodoc, juga disebutkan bahwa gejala influenza A subclass K dapat berupa demam sangat tinggi, nyeri otot, sakit kepala berat, serta gangguan tenggorokan atau batuk. Meskipun agresif dalam penularan, risiko kematian akibat super flu tidak berbeda jauh dengan influenza musiman dan tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tetap berada di rumah saat sakit, serta melakukan konsultasi kesehatan apabila diperlukan.
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebut virus super flu H3N2 lebih parah dibandingkan COVID-19 merupakan klaim yang salah dan menyesatkan (false and misleading).
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19. Virus ini umumnya menimbulkan gejala flu musiman dan dapat menyerang ketika daya tahan tubuh menurun.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19. Virus ini umumnya menimbulkan gejala flu musiman dan dapat menyerang ketika daya tahan tubuh menurun.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/Chieka.Zhee.134/posts/pfbid03LMJ3Qr92wjH5KirkP1zsnHpgUWREt7u6w5L9n5uYFLkVgowjRbsENZtHS76Fmwcl?rdid=GHpOOhBff92rrA4Q#
- https://archive.ph/LrW5k
- https://www.facebook.com/groups/827174131602513/permalink/1858932985093284/?rdid=32uhxDMjnpETaCzy#
- https://www.facebook.com/portalinformasi7/posts/pfbid07Bo3G532UoDB38UkMK9wRVaTDKspmftCwKCNoBkaDHJXYZXXA4jEFMSzwkDPqRxCl?rdid=hrg6bXC3PpDaXJyG#
- https://www.facebook.com/reel/1255493976401564
- https://www.threads.com/@afdhal.af/post/DTAhF7-k-nx
- https://www.instagram.com/p/DS9TB6IEgRN/
- https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-pastikan-influenza-ah3n2-subclade-k-tidak-lebih-parah-situasi-nasional-terkendali
- https://tirto.id/menkes-soal-super-flu-menular-cepat-risiko-kematian-rendah-hoTe
- https://bblabkesmasmakassar.go.id/superflu-influenza-h3n2-gejala-kasus-pencegahan/
- https://www.halodoc.com/artikel/waspada-super-flu-kenali-gejala-dan-cara-menanganinya?srsltid=AfmBOopI2qNEMw8oDxeDuemnaJ0gicwt00u7tbxKLuH5YKKhpdOdmiuK
Cek Fakta: Hoaks Video Mahfud MD Bagikan Bantuan Modal Usaha dari Uang Sitaan Korupsi
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 3 Januari 2025.
Dalam postingannya terdapat video Mahfud MD berbicara akan membagikan bantuan modal usaha hingga Rp 100 juta dari uang hasil sitaan korupsi.
Postingan itu disertai narasi:
"BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥 PROF.H.MOHAMMAD MAHFUD"
Lalu benarkah postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah dalam akun Instagram Mahfud MD, @mohmahfudmd yang sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 12 Agustus 2020.
Namun dalam video asli Mahfud MD sama sekali tidak berbicara bantuan modal usaha. Video itu diunggah Mahfud MD untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada LPSK.
Saat itu Mahfud MD sendiri masih menjabat sebagai Menkopolhukam. Video itu disertai narasi:
"Selamat Ulang Tahun LPSK! 8 Agustus 2008 - 8 Agustus 2020
"Memastikan Terpenuhinya Hak Saksi dan Korban"
Penelusuran dilanjutkan dengan menggunakan website pendeteksi AI, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan 99 persen audio dalam postingan merupakan modifikasi AI.
Kesimpulan
Postingan video Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi adalah hoaks.
Rujukan
Halaman: 897/8713





