• [SALAH] Indonesia Tarik Semua Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 27/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun YouTube “KajianOnline” pada Senin (6/4/2026). Unggahan beserta narasi :

    “INDONESIA RESMI UMUMKAN TARIK SELURUH PASUKAN PERDAMAIAN TNI DARI LEBANON PERINTAHKAN EVAKUASI TOTAL”

    Hingga Senin (27/4/2026) unggahan telah mendapatkan 440-an tanda suka, 320-an komentar dan telah dilihat 20.800-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Indonesia tarik semua pasukan perdamaian TNI di Lebanon” ke mesin pencari Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan antaranews.com berjudul “Seskab Teddy sebut pasukan TNI tak ditarik dari UNIFIL” pada Jumat (10/4/2026). 

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menegaskan pemerintah belum memutuskan menarik pasukan TNI dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Ia menyatakan penugasan prajurit TNI tetap dilanjutkan sambil dilakukan evaluasi berkala. 

    Pemerintah menilai keikutsertaan Indonesia dalam UNIFIL merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia. Sebelumnya, Prasetyo Hadi dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga menyebut setiap perubahan terkait partisipasi pasukan harus melalui pertimbangan matang di tengah situasi keamanan yang menewaskan tiga personel TNI dan melukai delapan lainnya. 

    Kesimpulan

    Faktanya, pemerintah menyatakan pasukan TNI tetap menjalankan tugas dalam misi UNIFIL sambil dilakukan evaluasi berkala terhadap situasi keamanan. Unggahan video berisi klaim “Indonesia tarik semua pasukan perdamaian TNI di Lebanon” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] AS Bakal Pindah Lokasi Perang ke Selat Malaka

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 27/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan [arsip] dari akun Facebook “Sulthan Pasundan Channel” pada Senin (20/4/2026) berisi narasi:

    “Perang As-iran pindah lokasi! As targetkan selat malaka Kerahkan kapal perang menuju indonesia untuk buru kapal tanker Iran”

    Hingga Senin (27/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 45 tanda suka, 14 komentar, dan dibagikan 2 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) coba mencari pemberitaan yang dapat mengonfirmasi kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “AS pindah lokasi perang Iran di Selat Malaka”, akan tetapi tidak ditemukan pemberitaan yang 

    Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, menyebut bahwa keberadaan kapal perang AS di Selat Malaka hanya sebatas transit. Secara hukum internasional, keberadaan kapal perang tersebut di Selat Malaka merupakan bagian dari pelaksanaan hak lintas transit. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 37, 38, dan 39 United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, yang memberikan hak bagi kapal asing untuk melintas di selat internasional.

    Sementara itu dilansir dari metrotvnews.com, TNI AL juga memastikan situasi tetap terkendali serta menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak akan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perairan Indonesia.

    Kesimpulan

    Tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim, keberadaan kapal perang AS di Selat Malaka sesuai aturan hukum internasional dan TNI memastikan aktivitas tersebut tidak akan mengganggu keamanan negara. Unggahan berisi klaim ““AS bakal pindah lokasi perang ke Selat Malaka”” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Menteri Agama Bikin Rekening Kas Masjid yang Dikelola Pemerintah

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 27/04/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Mas Mudjie” pada Rabu (21/4/2026) yang memuat narasi :

    “Pembentukan rekening kas masjid yang nanti akan dikelola oleh pemerintah”

    Hingga Senin (27/4/2026) unggahan telah mendapatkan 41 tanda suka, 107 komentar, dan dibagikan 17 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memastikan kebenaran tersebut dengan menggunakan sistem pencarian Google Lens, untuk mencari tahu kelanjutan dari potongan video tersebut.

    Hasil penelusuran menemukan video serupa diunggah di akun Instagram “indonesian.core”. Setelah ditonton secara utuh, rupanya pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin, bukan lah mengenai rekening kas masjid dikelola pemerintah, melainkan tentang rencana membentuk Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) untuk menghimpun dan mengelola dana umat yang selama ini tersebar di banyak lembaga.

    Dilansir dari situs resmi MUI, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, juga menepis isu rekening kas masjid tersebut. Thobib menegaskan, pengelolaan kas masjid tetap menjadi kewenangan masing-masing pengurus masjid, bukan sesuatu yang akan dicampuri negara.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar tidak membahas rencana pembuatan kas masjid yang akan dikelola negara, melainkan rencana pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) untuk menghimpun dan mengelola dana umat yang selama ini tersebar di banyak lembaga. Unggahan dengan klaim “Menteri Agama bikin rekening kas masjid yang dikelola pemerintah” adalah konten menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran BLT UMKM 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 April 2026.
    Klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
    "BANTUAN BLT UMKM
    https://blt11.addres.cfd/bin/
    Untuk semua pelaku UMKM
    Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah.
    Kabar Gembira Untuk Para UMKM, Tahun ini Telah Diluncurkan Program BLT UMKM Yakni Bantuan Terhadap Seluruh Pegiat UMKM."
    Unggahan tersebut disertai dengan link pendaftaran sebagai berikut.
    "https://blt11.addres.cfd/bin/?fbclid=IwY2xjawRb6sFleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFPWFh2ZEVPSXR4NmFiVDZEc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHq6y0PjsSm7OGNfJex_F7tIN2AP6rgE9t0OfBtZ0ewAicyD4RQqX9kyTYw-k_aem_wL1i1zqLXpBitJjaVyzX4Q"
    Jika link tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama lengkap, nomor telepon dan alamat lengkap.
    Benarkah klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026, penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akun Instagram resminya @kementerianumkm.
    Dalam unggahan ini dijelaskan bahwa informasi berisi konten terkait BLT UMKM Bantuan untuk semua pelaku UMKM yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
    "Unggahan tersebut tidak benar dan terindikasi penipuan," tulis Kementerian UMKM yang dikutip pada Selasa (31/3/2026).
    Kementerian UMKM tegas menyatakan bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari pemerintah.
    Kementerian UMKM menyampaikan modus yang sering digunakan pelaku yakni meminta masyarakat untuk mengisi data pribadi melalui formulir/link tidak resmi dan menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.
    "Harap hati-hati dan bijak dalam menggunakan data pribadi. Informasi resmi hanya melalui kanal media sosial Kementerian UMKM dan website resmi umkm.go.id," demikian tulis Kementerian UMKM.
     
    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026 tidak benar.
    Kementerian UMKM tegas menyatakan bahwa tidak ada program BLT UMKM dari Kementerian UMKM ataupun dari pemerintah.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini