• [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Bantuan Alat Pertanian 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    (29/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Begini caranya Bantuan Pertanian  Di Berikan Untuk Meningkatkan Produktivitas Dan Efisiensi Kerja Pertanian.Bantuan Ini Juga Dapat Membantu Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja Di Sektor Pertanian daftar sekarang klik link dibawah”

    Hingga Rabu (18/2/2026) unggahan telah mendapatkan 436 tanda suka, 119 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 8 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan tersebut. Diketahui tautan yang dibagikan akun Facebook “Iyang Firmansyah” tidak mengarah ke laman resmi Kementerian Pertanian di www.pertanian.go.id. Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan ke sebuah laman yang meminta pengunjung untuk mengisi data pribadi. Informasi yang diminta meliputi nama lengkap sesuai KTP dan nomor telegram aktif. 

    Sementara itu, melalui unggahan akun Instagram resminya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mengimbau seluruh petani agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ditjen PSP menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan bantuan dengan imbalan tertentu serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan.

    Dalam penjelasannya, Ditjen PSP juga menyampaikan bahwa mekanisme pengadaan dan distribusi alsintan dilakukan secara resmi dan transparan. Seluruh pengadaan alsintan dilaksanakan melalui e-Catalog LKPP, sedangkan pengajuan bantuan dilakukan secara daring melalui e-Proposal sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 41 Tahun 2014. Proses tersebut mencakup tiga tahapan, yakni perencanaan, pengadaan, dan pemanfaatan.

    Kesimpulan

    Faktanya, tautan pendaftaran bantuan pertanian yang beredar tidak berasal dari situs resmi Kementerian Pertanian, sementara mekanisme resmi bantuan alsintan hanya dilakukan melalui prosedur pemerintah yang sah dan telah ditetapkan secara transparan. Unggahan berisi klaim “pendaftaran bantuan alat pertanian 2026” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] 545 Anggota DPR Ditangkap karena Kasus Korupsi

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Iyang Firmansyah” pada Kamis (29/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “PUAN KETAKUTAN BOROK DPR TERBONGKAR

    545 ANGGOTA DPR DITANKRAКРАР

    KASUS KORUPSI

    PRABOWO PURBAYA BERSATU MEMBELA RAKYAT”

    Hingga Rabu (18/2/2026) unggahan telah mendapatkan 4.500 tanda suka, 1.500 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 269 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan memasukkan kata kunci “545 anggota DPR ditangkap” dan “DPR ditangkap kasus korupsi” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Sebaliknya, hasil penelusuran mengarah pada artikel Indonesia Corruption Watch (ICW) berjudul “CATATAN KOALISI MASYARAKAT SIPIL UNTUK KODIFIKASI UU PEMILU: ‘Petaka Demokrasi di Balik Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD’” yang tayang pada Rabu (11/2/2026). Artikel tersebut tidak membahas penangkapan massal anggota DPR RI, melainkan mengulas wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi dipilih oleh DPRD.

    Dalam artikel itu, ICW mencatat terdapat 545 anggota DPRD yang terjerat kasus korupsi sepanjang 2010–2024. Angka tersebut merujuk pada anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah), bukan anggota DPR RI. Selain itu, tidak ada keterangan mengenai penangkapan 545 anggota DPR RI secara serentak sebagaimana diklaim dalam unggahan Facebook.

    Kesimpulan

    Faktanya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel mengenai penangkapan ratusan anggota DPR RI karena korupsi pada Februari 2026. Unggahan berisi klaim “545 anggota DPR ditangkap karena kasus korupsi” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Ribuan Massa Turun ke Jalan Memprotes Kebijakan Trump”

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Akun Tiktok “mazzpujiz07” pada Kamis (15/1/2026) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    “Breaking, Ricuh ribuan orang turun ke jalan memprotes kebijakan Presiden Donald AS Trump “

    Per Rabu (18/2/2026) video itu dilihat 999 kali, disukai 360 kali, dibagikan ulang 100 kali dan menuai 109 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan gambar tersebut ke Google Lens. Hasilnya ditemukan video serupa pada media sosial Instagram dengan nama pengguna “tanea.gr” yang diunggah Minggu (2/11/2025).

    Konteks asli video merupakan bentrokan yang terjadi setelah penyelenggaraan konser di kota Thessaloniki, Yunani. Polisi menangkap 18 orang dalam pertikaian yang melibatkan bom molotov dan gas air mata di pusat kota pada Minggu (2/11/2025).

    Kesimpulan

    Faktanya, konteks asli video tersebut adalah bentrokan yang terjadi setelah penyelenggaraan konser di kota Thessaloniki, Yunani. Polisi menangkap 18 orang dalam pertikaian yang melibatkan bom molotov dan gas air mata pada Minggu (2/11/2025). Unggahan video berisi narasi “ribuan massa turun ke jalan memprotes kebijakan Trump” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Iran Menembakkan Rudal dari bawah Laut

    Sumber: X
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Pada Sabtu (14/2/2026), beredar sebuah video (arsip cadangan) di X oleh akun “PPQSI” (@PPQSI_) dengan narasi: 

    “Iran Dapat Menembakkan Rudal dari Bawah Laut
    Iran memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal dari bawah laut, dan Pentagon saat ini sedang mengevaluasi variabel baru dan berbahaya ini.
    Iran sebelumnya telah mendemonstrasikan kemampuan menembakkan rudal dari bawah laut. Langkah ini menunjukkan kekuatan militer Iran di bidang maritim, hingga membuat kekuatan-kekuatan besar yang mengklaim diri unggul menjadi terkejut!
    Pengujian rudal-rudal ini, apalagi dilakukan secara resmi, telah membuat musuh berada dalam keadaan terkejut dan takut. Maka saat persenjataan tersembunyi (yang disebut “senjata super” menurut ungkapan Syahid Jendral Amir Ali Hajizadeh) digunakan secara nyata di medan perang, berdasarkan prinsip menjaga unsur kejutan, apa yang akan mereka lakukan?” 

    di unggahannya.

    Per tangkapan layar dibuat unggahan tersebut sudah mendapatkan 7 jawaban, di-post ulang 40 kali, disukai 134 kali, dan sudah ditonton 5.9 ribu kali oleh pengguna X lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta MAFINDO (TurnBackHoax) memeriksa video yang disebarkan dengan cara dijeda (pause) untuk diambil tangkapan layar (screenshot) kemudian digunakan untuk pencarian gambar menggunakan Google Image, hasilnya didapatkan beberapa unggahan dari sumber otoritatif dengan konteks yang benar. 

    Salah satu unggahan tersebut adalah unggahan oleh akun YouTube “Арктик ТВ” (@arctictv51) yang membagikan video yang sama pada 24 Mei 2018 dengan deskripsi “peluncuran empat rudal balistik antarbenua Bulava dari kedalaman laut” (diterjemahkan dari Bahasa Rusia). 

    Selain itu, ditemukan juga sumber-sumber lainnya yang mengkoroborasi mendukung sumber di atas yaitu dua artikel yang berisi video dan foto-foto dari Ensonhaber dan artikel dari Naked Science. 

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang dibagikan adalah rekaman uji peluncuran simultan empat rudal balistik antarbenua R-30 Bulava oleh Rusia yang sudah beredar sejak tahun 2018. Unggahan yang berisi video dengan klaim Iran menembakkan rudal dari bawah laut merupakan kategori konteks yang salah (false context).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini