• [SALAH] Luhut Sebut Rakyat Harus Kerja Supaya Bisa Bayar Pajak

    Sumber: Mixed
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Akun Instagram “katakitaig” pada Rabu (11/10/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:

    “LUHUT SEBUT RAKYAT HARUS KERJA SUPAYA BISA BAYAR PAJAK: NEGARA MAJU ADALAH NEGARA YANG TAAT PAJAK”

    Unggahan disertai takarir:

    “Supaya kalian paham!!”

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menemukan klaim serupa di unggahan akun Twitter/X “arifbalikpapan1” [arsip] dan akun Facebook “Kanza Caca” [arsip].

    Per Rabu (18/2/2026) konten tersebut telah mendapat 797 tanda suka dan menuai 1.900-an komentar dari pengguna Instagram lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Luhut: rakyat harus kerja supaya bisa bayar pajak” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

    • Berita tempo.co “Luhut Minta Masyarakat Patuh Pajak: Melanggar akan Dapat Saksi”, tayang Minggu (11/12026). Berita ini melaporkan bahwa Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui digitalisasi sistem perpajakan.

    • Berita liputan6.com “Menko Luhut: Ayo Bayar Pajak, Kalau Tidak Alam Akan Marah”, tayang Selasa (8/3/2022). Berita ini melaporkan bahwa Luhut yang kala itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) mengajak seluruh orang dan badan sebagai wajib pajak untuk segera melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT pajak) sebelum ditutup per 31 Maret 2022.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Luhut sebut masyarakat harus kerja supaya bisa bayar pajak”.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan foto berisi klaim “Luhut sebut rakyat harus kerja supaya bisa bayar pajak” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Festival SeaBank Berhadiah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Program SeaBank 2026” pada Sabtu (7/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    𝗣𝗥𝗢𝗚𝗥𝗔𝗠 Khusus Nasabah SEABANK (Indonesia) Festival Seabank Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah Seabank Indonesia Berhadiah, Ayo buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai Apresiasi dari Seabank, ingat nasabah tidak dipungut biaya apapun tinggal   𝐊𝐥𝐢𝐤 𝐓𝐨𝐦𝐛𝐨𝐥 Daftar/Gratis ...!

    Hingga Rabu (18/2/2026), unggahan tersebut mendapat 190-an tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “penipuan pendaftaran festival seabank berhadiah” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman seabank.co.id “Waspada Modus Penipuan Link Palsu Berkedok Penukaran Poin atau Hadiah”.

    Artikel yang tayang pada Jumat (9/1/2026) itu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap setiap modus kejahatan yang mengatasnamakan SeaBank, serta mengakses informasi dari laman resmi sebagai berikut:

    • Facebook “SeaBank Indonesia”
    • Instagram “seabank.id”
    • TikTok “SeaBank.ID”
    • X “SeaBankID” dan “SeaBankCare”
    • LinkedIn “SeaBank Indonesia”
    • YouTube “SeaBankIDOfficial”
    • Customer Service Call Center: 1500 130
    • Email cs@seabank.co.id
    • Laman www.seabank.co.id
    • WhatsApp Seabank Indonesia (+628111500511) 

    Dari penelusuran di laman resmi seabank.co.id, tidak ditemukan adanya program “Festival SeaBank Berhadiah” sebagaimana narasi yang disebarkan akun Facebook “Program SeaBank 2026”. Salah satu jenis promo yang diadakan adalah “Buka Rekening dan Nabung dapat bonus 200.000” yang akan berakhir pada Sabtu (28/2/2026).

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran festival SeaBank berhadiah” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Prabowo Umumkan Pencairan Bansos Rp 7 Juta per KTP

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 7 juta per NIK KTP kepada masyarakat. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 16 Februari 2026.
    Dalam video unggahan yang beredar, Prabowo memakai kemeja warna putih dan peci hitam. Dia tampak sedang berpidato. Postingan juga ditambah dengan foto KTP. 
    Berikut isinya: 
    "Saya umumkan kepada masyarakat di Indonesia bahwa bantuan sosial tahap 3 telah resmi saya cairkan, setiap NIK di KTP berisi Rp 7 juta. Bagi yang belum terima, segera verifikasi data diri melalui online, saya pastikan tepat sasaran"
    Unggahan tersebut turut menyertakan caption:
    "SILAHKAN DAFTAR KAN PENGATIFANNYA"
    Lalu benarkah klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP. Penelusuran menemukan, klaim video tersebut identik dengan pidato Prabowo Subianto saat membuka Kongres Ke-XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jatim International Expo (JIExpo), Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, 10 Februari 2025.
    Dikutip dari seskab.go.id, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Muslimat NU dalam memajukan bangsa bersama pemerintah. Dia juga menyampaikan penghargaan kepada NU yang turut membesarkan Muslimat NU.
    "Saya sangat hormat. Saya menyampaikan penghargaan kepada Muslimat, kepada NU yang membesarkan Muslimat. Luar biasa NU dalam sejarahnya, dalam tradisinya, dalam setiap krisis bangsa, NU muncul untuk menyelamatkan bangsa," ujar Prabowo.
    Penelusuran juga mengarah pada video di akun Youtube Sekretariat Presiden berjudul "LIVE: Presiden Prabowo Buka Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama, Surabaya, 10 Februari 2025".
    Dalam pidatonya, selain mengapresiasi Muslimat NU, Prabowo bercerita mengenai awalnya tidak begitu mengenal Ketua Umum PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
    Prabowo juga meminta para koruptor segera sadar dan mengembalikan uang yang mereka curi. Dia mempersilakan penegak hukum seperti Kejaksaan Agung, Polri, BPKP, dan KPK untuk bertindak tegas.
    Dia lalu menyinggung soal efisiensi anggaran dan perjalanan dinas ke luar negri berdalih diskusi dan studi banding.
    Tidak ada pernyataan bahwa Prabowo mengumumkan pencairan bansos Rp 7 juta per NIK KTP. 
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pencairan bansos sebesar Rp 7 juta per NIK KTP, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ikan Via Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 18/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 11 Februari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Dengan ini kami informasikan bahwa Program Bantuan Bibit Ikan telah resmi dibuka.
    Silakan melakukan pendaftaran melalui link yang disediakan untuk mendapatkan bantuan bibit.
    - PENDAFTARAN INI GRATIS
    - ⁠DAFTAR MENGGUNAKAN NOMOR TELEGRAM
    - ⁠TUNGGU PROSES SELAMA 2 HARI"
    Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
    "BANTUAN BIBIT IKAN RESMI BAGI YANG MEMBUTUHKAN SEMUA JENIS BIBIT IKAN
    DAFTAR DIRI ANDA"
    Unggahan disertai menu daftar. Saat menu tersebut diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui akun Instagram resminya yakni @kkpgoid.
    Berikut isinya:
    "Waspada Penipuan dan Hoax Mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan
    Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP ?"

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan via Telegram, tidak benar.
     
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini