Beredar pesan berantai di Whatsapp berisi tautan [arsip] berisi klaim:
“Undian Ramadan berhadiah dari Alfamart”
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “undian Ramadan berhadiah dari Alfamart”. Hasilnya ditemukan unggahan akun Instagram “alfamart” yang menyatakan bahwa segala tautan undian berhadiah mengatasnamakan Alfamart yang beredar merupakan hoaks.
Dalam unggahan tersebut, Alfamart mengajak warganet jika menemukan informasi mengatasnamakan Alfamart segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi:
Alfacare: 1500-959
Instagram: Alfamart
Laman Web: www.alfamart.co.id
Akun Facebook “berita terkini” pada Jumat (6/3/2026) membagikan tautan [arsip] dengan narasi berikut:
“Informasi Program Bantuan THR Keagamaan 2026 🙏
Pemerintah menyediakan berbagai program bantuan untuk masyarakat.
Cek informasi lengkap dan cara pendaftarannya di sini”.
Hingga Kamis (12/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 423 akun, menuai 169 komentar dan dibagikan ulang 6 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan “berita terkini” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu adalah milik CLOUDFLARENET dan berdomain di Ascension Island, tidak terafiliasi dengan pemerintah Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.
TurnBackHoax kemudian mencari mekanisme distribusi THR 2026. Melansir dari artikel hukumonline.com berjudul “Aturan Pemberian THR 2026 untuk Karyawan Swasta” yang tayang Rabu (4/3/2026), THR adalah hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh perusahaan/pemberi kerja, bukan bantuan sosial pemerintah.
Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Bit Mind. Hasilnya, konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen.
TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian dengan memasukkan kata kunci “bandara Israel hancur lebur dirudal Iran” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan The Jerusalem Post “Israel to gradually reopen airspace on Thursday under new plan to return stranded Israelis” (Israel akan secara bertahap membuka kembali wilayah udaranya pada Kamis berdasarkan rencana baru untuk memulangkan warga Israel yang terlantar) pada Selasa (3/3/2026). Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Perhubungan Israel Miri Regev telah mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap.