• Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran CPNS pada 3 Januari - 7 Februari 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link atau tautan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 3 Januari - 7 Februari 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 23 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "PENDAFTARAN CPNS DAN P3K TAHUN 2026 RESMI DI BUKA..!!!!
    Info pendaftaran 👇
    https://cpnsp3k.rhbapk.com/"
    Unggahan disertai poster bergambar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dengan tulisan sebagai berikut:
    "INFO PENDAFTARAN CPNS TAHUN 2026 3 JANUARI - 7 FEBRUARI 2026
    RESMI DIBUKA PENDAFTARAN CPNS, LULUSAN SMA D3 S1 PENEMPATAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA
    INFO PENDAFTARAN KLIK LINK DI BIO"
    Saat link pendaftaran di bio diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS pada 3 Januari - 7 Februari 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS pada 3 Januari - 7 Februari 2026. Penelusuran mengarah pada unggahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melalui akun Instagram resminya @kemenpanrb.
    KemenPANRB menyampaikan, informasi viral memanfaatkan kecerdasan buatan tentang pembukaan CPNS 2026 adalah hoaks. Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi seputar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).
    "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan atau unggahan tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi instansi pemerintah," tulis KemenPANRB dalam unggahannya, Selasa (27/1/2026).
    Mengenai pengadaan CASN 2026, saat ini pemerintah tengah melakukan evaluasi pelaksanaan pengadaan tahun sebelumnya.
    KemenPANRB juga sedang melakukan penghitungan untuk menentukan jumlah dan jenis formasi yang dibutuhkan sehingga tepat sasaran serta mendukung kebutuhan pencapaian organisasi dan program prioritas nasional.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran CPNS pada 3 Januari - 7 Februari 2026, tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek fakta, Pemprov DKI Jakarta habiskan Rp100 miliar untuk bongkar tiang monorel

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membongkar tiang monorel yang mangkrak selama 20 tahun dan menghabiskan dana Rp100 miliar hanya untuk pembongkaran.

    Unggahan itu menampilkan judul “Mangkrak 20 Tahun! Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Habiskan Dana Rp100 Miliar” serta narasi yang menuding pembongkaran tersebut sebagai pemborosan anggaran.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “BUANG BUANG ANGGRAN DAN WAKTU AJA!! Mangkrak 20 Tahun! Tiang Monorel Jakarta Akhirnya Dibongkar, Habiskan Dana Rp100 Miliar

    Bongkar besi kok mbayar sampe 100 miliar rupiah? Diketawain orang Madura dan orang Medan pak. Padahal tinggal pasang pengumuman boleh dibongkar, siapin aja pengamanan jalan setiap malam. Kapal tanker di laut aja bisa kok dikilo orang Madura”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Pemprov DKI Jakarta habiskan dana Rp100 miliar hanya untuk bongkar monorel?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, klaim bahwa Pemprov DKI Jakarta menghabiskan Rp100 miliar hanya untuk membongkar tiang monorel tidak tepat.

    Pemprov DKI Jakarta memang memulai penataan kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer dengan membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1).

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dalam keterangan resminya, menyampaikan bahwa pembongkaran tersebut menjadi penanda dimulainya penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said yang dilakukan secara tertib, taat hukum, dan transparan, dengan pendampingan KPK serta dukungan Kejati DKI Jakarta.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pramono menegaskan, biaya pembongkaran tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, sedangkan anggaran sekitar Rp102 miliar merupakan total biaya penataan kawasan secara keseluruhan, yang mencakup perbaikan badan jalan dan saluran air, pelebaran trotoar ramah pejalan kaki dan disabilitas, peningkatan penerangan jalan umum, penataan taman dan perlengkapan jalan, penyesuaian geometrik jalan untuk kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang PJU dengan konsep modern.

    Dengan demikian informasi di atas disinformasi.

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berdiri di depan mikrofon dengan latar bendera merah putih dan logo Yudhoyono Institute.

    Unggahan itu menarasikan seolah-olah SBY mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “SBY mengatakan, AHY pasti menang di 2029 kalau Gibran tidak curang”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “BELUM APA2 SDH NUDUH CURANG... ANEH NI ORANG.... KALO MENURUT SY PASTI 1000% AHY PASTI KALAH.. YAKIN.”

    Namun, benarkah SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun video yang membuktikan SBY pernah menyampaikan klaim tersebut.

    Foto yang digunakan dalam unggahan itu diketahui serupa dengan cuplikan video berjudul “Kekhawatiran SBY Lihat Perang Di mana-mana: Dunia Kita Makin Rumit”.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dalam video tersebut, SBY menyampaikan sambutan pada acara The Yudhoyono Institute pada Senin (12/5) dan membahas kekhawatirannya terhadap kondisi global, seperti meningkatnya konflik, memanasnya situasi geopolitik, serta perang dagang ekonomi antarnegera.

    Dengan demikian, narasi yang menyebut SBY memastikan AHY menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang tidak sesuai dengan konteks aslinya.

    Klaim: SBY ungkap AHY pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel berita yang menarasikan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, menerima uang Rp2 triliun dari tersangka kasus korupsi kuota haji, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Berikut judul dalam tangkapan layar tersebut:

    “Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Dito Ariotedjo: Yang Saya Tau Presiden Jokowi Widodo Menerima Uang Dari Pak Yaqut 2 Triliun Saya cuma Dikasih Tau Sambil Bercanda Pak Jokowi Bilang Kardus Durian Om Dito, Om Dito Mau sambil Tertawa Pak Jokowi”

    Namun, benarkah Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil?



    Hasil Cek Fakta

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel berita dengan judul seperti pada tangkapan layar tersebut.

    ANTARA menemukan bahwa foto dan waktu publikasi pada tangkapan layar serupa dengan artikel lain berjudul “Diperiksa terkait Kuota Haji, Dito Ariotedjo Ungkit Kunker ke Arab Saudi Bareng Jokowi”.

    Dalam artikel tersebut, Dito Ariotedjo memenuhi panggilan KPK pada Jumat (23/1/2026) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

    Dengan demikian, klaim bahwa Dito Ariotedjo menyebut Jokowi menerima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil merupakan pernyataan tidak berdasar.

    Klaim: Dito Ariotedjo sebut Jokowi terima Rp2 triliun dari Yaqut Cholil

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini