• [SALAH] Purbaya Mau Hapus Dana Desa, Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Ferdian Dudy N” pada Selasa (20/1/2026) berisi narasi:

    “Menkeu Purbaya: Dana Desa akan dihapus dan diganti dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM”.

    Hingga Jumat (23/1/2026), unggahan tersebut mendapat sekitar 5.800-an tanda suka dan 1.500-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 60 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “purbaya akan menghapus dana desa dan menggantinya dengan subsidi listrik, bbm, dan sembako” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi Purbaya yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “anggaran dana desa tahun 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke laman resmi kemenkeu.go.id yang berisi tentang informasi UU APBN dan Nota Keuangan .

    Dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2026, dana desa masih dianggarkan oleh pemerintah sebagai bentuk dukungan yang dialokasikan untuk pembangunan desa tertinggal. Tidak ada pernyataan bahwa dana tersebut diganti dengan subsidi listrik, sembako dan BBM.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Purbaya mau menghapus dana desa, diganti subsidi listrik, BBM, hingga sembako” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] China Resmi Tutup Pintu untuk Wisatawan Israel

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “NesTV” pada Selasa (20/1/2026) berisi narasi:

    “China Tolak Wisatawan Israel

    China secara resmi menutup pintu masuknya bagi wisatawan Israel”.

    Hingga Rabu (21/1/2026), unggahan tersebut mendapat 18.300-an tanda suka dan 1000-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 400 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “china resmi melarang wisatawan israel” ke mesin  pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel atau pernyataan resmi dari Pemerintah China yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “china melarang israel” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke beberapa pemberitaan, antara lain

    • Berita beritasatu.com “China Perintahkan Perusahaan Stop Pakai Software Keamanan AS-Israel”. Pemberitaan yang tayang Kamis (15/1/2026) itu melaporkan bahwa Pemerintah China memerintahkan perusahaan-perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan AS dan Israel.

    • Berita cnbcindonesia.com “Amerika dan Israel Masuk Daftar Hitam, China Tak Kasih Ampun”. Pemberitaan yang tayang Kamis (15/1/2026) itu melaporkan bahwa otoritas China mengimbau perusahaan-perusahaan domestik untuk berhenti menggunakan software keamanan siber yang berasal dari firma AS dan Israel dengan alasan keamanan nasional.

    Sebagai informasi, dilansir dari detik.com, Mengutip detik.com, hingga kini sejumlah negara masih menolak Israel, termasuk dengan melarang masuk pemegang paspor Israel. Namun, China tidak termasuk dalam daftar negara yang menolak Israel.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “China resmi tutup pintu untuk wisatawan Israel” itu merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Video Warga Terjebak Banjir di Dalam Bus Jakarta Selatan Ini Tidak Benar

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan, informasi tersebut diunggah salah satu akun YouTube, pada 22 Januari 2026.
    Klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan menampilkan sejumlah orang sedang berada di dalam ruangan panjang terdapat bangku berjejer menghadap depan dan yang terhubung pada tiang berwarna kuning.
    Dalam ruangan tersebut terlihat air dibagian lantainya, kemudia video juga memperlihatkan air memasuki ruangan tersebut hingga bangku dan bagian luar bus.
    Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut.
    "Warga dah kejebak dalam bus. banjir hari ini jakarta selatan"
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Ketika Bus Nekat Menerobos Banjir Jakarta"
    Benarkah klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan, dengan menggunakan platform pendeteksi AI hivemoderation.com. Hasilnya, platform tersebut mendeteksi terdapat 64 persen unsur AI dalam video tersebut.
     
     
    Penelusuran dilanjutkan dengan mengkonfirmasi video tersebut ke pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai operator transportasi bus di Jakarta.
    Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani memastikan bus tersebut bukan bus Transjakarta.
    "Kami pastikan itu bukan bus Transjakrta," kata Ayu saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip (23/1/2026).
    Sumber:https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection?gad_source=1&gad_campaignid=19609884447&gclid=CjwKCAiAuIDJBhBoEiwAxhgyFu4kFAjQHEZhpaemvKPT-WJqPWHp7Fk5CHlPrHIvIGl65Z0roF7AlRoC6KYQAvD_BwE
     

    Kesimpulan


    Hasil Cek Fakta Liputan6.com, klaim video warga terjebak banjir di dalam bus Jakarta Selatan tidak benar.
    Terdapat unsur AI dalam video tersebut, dipastikan bus tersebut bukan bus Transjakarta.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini untuk Daftar DTKS 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan klaim link pendaftaran DTKS 2026. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 20 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "📢 PENDAFTARAN DTKS DIBUKA
    Bagi masyarakat yang belum terdaftar, segera lakukan pendaftaran dan lengkapi data.Bantuan tepat sasaran dimulai dari data yang benar.
    #DTKS #DaftarDTKS #Bansos #InfoWarga #DTKS2026"
    Unggahan disertai poster dengan tulisan: 
    "DTKS 2026
    CEK DATA ANDA SEKARANG
    Terdaftar di DTKS?
    Pastikan Hak Bantuan Sosialmu
    Cek & Perbarui Data Anda Sekarang! AGAR BANTUAN TEPAT SASARAN!
    CEK STATUS ANDA AKTIFKAN DATA DAPATKAN BANTUAN"
    Unggahan disertai menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut:
    https://bansos-cek-resmi-info.com/Id1?fbclid=IwY2xjawPf9UpleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFEM1NQb0o0REkyTlBwSVRyc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHoit5Kd4tSmGrRfJrjD40KHaf1Kz0OgQMc3i-krSGegHTIKlArPMTROBOYgq_aem_4s4pzS-GKHfQ6hMwHLAWxQ
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran DTKS 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran DTKS 2026. Penelusuran mengarah pada artikel dari website Kemensos berjudul "Mensos Gus Ipul: DTKS Resmi Dihapus Diganti DTSEN".
    Dalam artikel ini dijelaskan, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 5 Februari 2025. Dengan adanya Inpres ini, penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat akan mengacu pada DTSEN.
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, dengan ditandatanganinya Inpres tersebut, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak lagi digunakan. DTSEN hadir sebagai data induk baru yang mencakup seluruh penduduk Indonesia, dari lapisan terbawah hingga teratas.
    "Ini adalah pertama kalinya Indonesia memiliki data tunggal nasional yang menyangkut seluruh penduduk. DTSEN akan menjadi rujukan utama semua program sosial dan ekonomi ke depan," jelas Gus Ipul, Jumat 21 Februari 2025.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari Antara berjudul "Tata cara daftar DTSEN secara online dan offline dengan praktis". Artikel ini menerangkan cara mendaftar DTSEN.
    Cara daftar DTSEN secara online
    1. Buka portal resmi DTSEN di alamat resmi https://dtsen.data.go.id dan pilih menu registrasi atau daftar.
    2. Buat akun dengan memasukkan data sesuai kolom yang tersedia, seperti nama, NIK, nomor telepon, instansi.
    3. Lanjut isi formulir pendaftaran lengkap, seperti data individu, anggota keluarga, kondisi ekonomi, pekerjaan, dan alamat. Pastikan data sesuai KTP dan KK.
    4. Unggah dokumen pendukung dan dokumen persyaratan yang tersedia di laman DTSEN. Periksa ukuran dan format file sebelum mengunggah.
    5. Kirim usulan pendaftaran. Pengajuan akan melewati tahapan verifikasi oleh admin desa, kelurahan, atau tim DTSEN.
    6. Jika disetujui, informasi username dan password akun akan diberikan melalui email yang terdaftar.
    7. Login kembali melalui laman DTSEN dengan username dan password tersebut. Lalu, masukkan kode OTP dari email.
    8. Setelah itu, pemilik dapat mengecek pengumuman dan perkembangan permohonan melalui laman akun tersebut secara berkala. 
    Cara daftar DTSEN secara offline
    1. Datang ke kantor desa, kelurahan, atau kantor Dinas Sosial setempat sesuai domisili. Sampaikan pada petugas untuk mendaftar atau mengusulkan data pribadi atau keluarga ke DTSEN.
    2. Bawa dokumen asli dan fotokopi, seperti KTP, KK, serta dokumen pendukung lain jika ada (surat keterangan tidak mampu, bukti pendapatan).
    3. Petugas desa atau kelurahan akan memberikan formulir pendaftaran yang harus diisi.
    4. Setelah formulir diisi, data akan di proses melalui musyawarah di tingkat desa atau kelurahan untuk validasi awal.
    5. Bila disetujui, data akan diteruskan ke Dinas Sosial dan entitas terkait untuk verifikasi administratif. Kemudian jika disetujui, data pemohon akan dimasukkan ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran DTKS 2026, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini