• [PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja PT Denso Indonesia

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    Akun TikTok “Pt Denso Indonesia” pada Sabtu (10/01/2025) membagikan unggahan [arsip] berisi informasi lowongan kerja di PT Denso Indonesia tahun 2026.

    Berikut narasi lengkapnya:

    “LOKER PT DENSO INDONESIA

    BUKA LOWONGAN KERJA

    PERIODE 2026

    Requirments 

    • Pria/Wanita

    • Umur Minimal 18-35 Tahun

    • Gaji Perbulan Rp 6.000.000 - 12.000.000

    • Pengalaman / Non Pengalaman

    • Sehat Jasmani dan Rohani”

    PENDAFTARAN KLIK LINK DI BIO

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan pendaftaran dalam bio profil. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi PT Denso Indonesia (https://www.denso.com/id/). Warganet justru diminta menuliskan nama, jenis kelamin, dan nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram.

    TurnBackHoax kemudian menelusuri informasi lowongan di menu karir PT Denso Indonesia. Hasilnya, tidak ada lowongan pekerjaan yang dibuka saat ini.

    TurnBackHoax kembali menelusuri Instagram PT Denso (densoindonesia_official). Pada unggahan yang disematkan paling atas terdapat informasi bahwa pendaftaran kerja di PT Denso melalui laman (https://www.denso.co.id/hrdenso/).

    Kesimpulan

    Pendaftaran lowongan kerja di PT Denso hanya melalui laman ( https://www.denso.co.id/hrdenso/). Unggahan berisi tautan “lowongan kerja PT Denso Indonesia” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran CPNS 2026 Penempatan Seluruh Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link atau tautan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 untuk penempatan di seluruh wilayah Indonesia. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 19 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "CPNS 2026 RESMI DIBUKA persyaratan: 1. Laki-Laki & Perempuan 2. Lulusan SMA/perguruan tinggi/D3/S1-S3 3.Usia Min 18 Tahun Maks 45 Tahun 4. Sehat Jasmani Rohani & Berkelakuan Baik 5. Penempatan Daerah Masing-Masing PENDAFTARAN GRATIS TIDAK ADA BIAYA APAPUN SILAHKAN KLIK DAFTAR SEKARANG #fyp #hariini #cpns2026 #infoterbaru #cpnsindonesia"
    Unggahan disertai video dengan narasi sebagai berikut:
    "INFO PENDAFTARAN CPNS TAHUN 2026 RESMI DI BUKA
    RESMI DI BUKA PENDAFTARAN CPNS LULUSAN SMA D3 S1 PENEMPATAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA
    pendaftaran CPNS 2026
    jadwal seleksi sebagai berikut:
    MARET 2026 - PEMILIHAN FORMASI
    APRIL-MEI 2026 - PENDAFTARAN ONLINE
    JUNI 2026 - SELEKSI ADMINISTRASI
    AGUSTUS 2026 - TES SKD
    OKTOBER 2026 - TES SKB
    PENGUMUMAN AKHIR DESEMBER 2026
    SYARAT LULUS : NILAI AMBANG Batas
    TWK 65
    TIU 80
    TKP 80"
    Postingan disertai poster dan menu daftar. Saat menu daftar diklik akan muncul link berikut:
    "https://daftarsekarang.get-in1.com/1p/?fbclid=IwY2xjawPgHipleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFIQzlIMDYxUUo2UkdURVdWc3J0YwZhcHBfaWQMMjU2MjgxMDQwNTU4AAEe5f8m235mOgM3q0gMfaPXBK37ubBH0UQtAt50wnnbePBCdbYf7xsUKSP9mUA_aem_MnJUprIW0loBCZX6_KQDug"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS 2026 untuk penempatan di seluruh Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS 2026 untuk penempatan di seluruh Indonesia. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Bocoran Terbaru Rekrutmen CPNS 2026, Siap-Siap Daftar" yang dimuat pada 7 Januari 2026.
    Dalam artikel ini, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS 2026 sedang dipersiapkan. Proses pengadaannya bakal diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), didukung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi terkait lainnya.
    Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pembahasan terkait CASN 2026 sudah digulirkan. Namun pengadaannya masih menunggu kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.
    "Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujar Zudan Arif kepada Liputan6.com, Rabu 7 Januari 2026.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya" yang tayang pada 17 November 2025.
    Dalam artikel ini ditegaskan, seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran CPNS 2026 untuk penempatan di seluruh Indonesia, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Video Kader PDIP Mengaku Butuh PKI

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah video yang menampilkan sejumlah orang berpakaian merah dengan atribut dan bendera PDI Perjuangan (PDIP) beredar di media sosial. Video tersebut diklaim memperlihatkan kader PDIP yang mengaku “butuh PKI”. Unggahan ini beredar melalui akun Facebook "Ade Kurniawan" (arsip) pada Senin (24/11/2025).

    ADVERTISEMENT

    Dalam video itu, terlihat beberapa orang meneriakkan yel-yel secara bersama-sama. Ucapan mereka kemudian dilengkapi dengan transkrip audio yang memunculkan klaim seolah-olah mereka mengatakan “butuh PKI”.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Pada bagian bawah unggahan, turut disertakan video lain yang menampilkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang berbicara, namun tanpa disertai audio.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Gila kader pdip ini mengaku butuh PKI,” tulis pengunggah di videonya.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta PDI bilang butuh PKI. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hingga Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut telah ditonton sekitar 359 ribu kali, memperoleh kurang lebih 2,6 ribu tanda reaksi, 2 ribu komentar, serta dibagikan sebanyak 1,1 ribu kali. Video dengan narasi serupa juga ditemukan beredar di Facebook melalui beberapa unggahan lainnya, antara lain ini, ini, ini, dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Kolom komentar menunjukkan adanya respons beragam dari masyarakat. Sejumlah pengguna mempercayai klaim tersebut dan melontarkan komentar negatif terhadap PDI Perjuangan, serta menyatakan penolakan keras terhadap PKI.

    Namun, tidak sedikit pula warganet yang meragukan kebenaran transkrip dalam video. Mereka menilai ucapan dalam video telah disalahartikan dan tidak sesuai dengan terjemahan yang ditampilkan.

    Lantas, benarkah dalam video tersebut Kader PDIP mengatakan butuh PKI?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto memulai penelusuran dengan mencari versi video yang sama namun memiliki kualitas visual dan audio yang lebih baik. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebuah video serupa yang diunggah oleh akun YouTube @Deny Cagur pada 27 Juni 2020. Video tersebut diunggah dengan judul “Aku PDI Perjuangan, Aku Dudu PKI”. Dalam video ini, tampak jelas sekelompok orang mengenakan atribut dan bendera PDI Perjuangan.

    Berbeda dengan video yang beredar di Facebook, unggahan di YouTube tersebut tidak menampilkan transkrip teks. Oleh karena itu, kami mendengarkan secara langsung yel-yel yang diteriakkan dalam video untuk memastikan ucapan yang sebenarnya.

    Dari hasil pendengaran yang lebih jelas, yel-yel yang diucapkan adalah sebagai berikut:

    “Aku PDI Perjuangan, Aku dudu PKI! HTI J*****, Khilafah Keluar Dari Indonesia!”

    Temuan ini menunjukkan bahwa transkrip yang ditampilkan pada video viral di Facebook tidak sesuai dengan ucapan asli dalam video. Frasa yang diklaim sebagai “aku butuh PKI” ternyata merupakan “aku dudu PKI”.

    Untuk memastikan makna kata tersebut, Tirto merujuk pada Kawruh Basa. Dalam bahasa Jawa, kata dudu berarti “bukan” dan digunakan untuk menyatakan penolakan, bantahan, atau ketidaksesuaian terhadap suatu pernyataan. Dengan demikian, kalimat “aku dudu PKI” bermakna “aku bukan PKI”.

    Penelusuran lebih lanjut melalui mesin pencari juga menunjukkan bahwa video ini telah beredar sejak 2020 dan berulang kali dimunculkan kembali dengan narasi serupa, yakni klaim bahwa kader PDIP mengaku “butuh PKI”. Klaim tersebut telah dibantah sebelumnya, dengan bukti bahwa kata dudu disalahartikan atau dipelintir menjadi butuh.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut video tersebut memperlihatkan kader PDI Perjuangan mengaku “butuh PKI” adalah tidak benar. Narasi yang beredar di media sosial muncul akibat kesalahan penafsiran terhadap ucapan dalam video, sehingga bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Hingga penelusuran dilakukan, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Ucapan yang terdengar dalam video adalah “aku dudu PKI”, yang dalam bahasa Jawa berarti “aku bukan PKI”, sehingga justru menunjukkan penolakan terhadap PKI, bukan pengakuan atau dukungan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Bantuan Langsung Tunai Rp5 Juta untuk UMKM 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/01/2026

    Berita

    tirto.id - Di media sosial beredar unggahan menyertakan tautan, yang diklaim dapat digunakan untuk mengajukan bantuan senilai Rp5 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tahun 2026 tanpa BPUM BRI.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun TikTok bernama “bantuan_umkm_2026” (arsip), pada 20 Januari 2026. Di dalam unggahan, pengunggah menyebutkan beberapa cara untuk mendapatkan bansos UMKM 2026, antara lain mendaftar secara daring di eform.bri.co.id/bpum, melengkapi syarat berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, terdapat modal yang harus disediakan sebesar Rp1,2 juta. Unggahan tersebut juga memasukkan tautan Pusatstudijatim.id.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Kabar gembira bulan ini, Kemensos membuka bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per-KK (Kartu Keluarga). Bantuan modal usaha akan dikirim langsung ke alamat rumah yang membutuhkan dan untuk cara daftar silakan langsung klik profil TikTok,” begitu ucap narator di dalam video.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis pada Kamis (22/01/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan 11 tanda suka, satu komentar, dan satu kali dibagikan.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim?

    Baca juga:Menkop Teten Pastikan 2023 Tidak Ada Lagi BLT Buat UMKM

    ADVERTISEMENT

    periksa fakta Program BLT UMKM 2026. tirto.id/Fuad

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama Tirto membuka tautan eform.bri.co.id/bpum yang diklaim sebagai situs tempat mendaftar bantuan.

    Saat tautan eform.bri.co.id/bpum dibuka, laman tersebut tidak memuat formulir pendaftaran bantuan langsung tunai (BLT) maupun pengajuan bantuan UMKM. Situs tersebut justru berisi pemberitahuan terkait pengecekan status penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2022 melalui BRI. Demikian penggalan isi informasi dari tautan dari BRI tersebut:

    “Dengan ini diberitahukan bahwa saat ini belum terdapat informasi lebih lanjut dari Pemerintah terkait pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2022 melalui BRI, sehingga nasabah belum dapat melakukan reservasi pencairan bantuan di kantor BRI terdekat.”

    Tirto lantas membuka tautan Pusatstudijatim.id yang juga dilampirkan dalam unggahan. Pada bagian atas laman tersebut, terdapat keterangan bahwa Pusatstudijatim.id merupakan blog media independen yang menyajikan informasi seputar ekonomi, finansial, bantuan sosial, dan kebijakan publik.

    Setelah mengecek situs, Tirto kemudian membuka akun TikTok pengunggah sebagaimana arahan pengunggah di video. Namun, tidak terdapat petunjuk apa pun yang mengarah kepada pendaftaran BLT untuk UMKM.

    Mengutip pernyataan resmi Kementerian UMKM Republik Indonesia lewat akun Instagram resmi @kementrianumkm, pemerintah menegaskan bahwa informasi mengenai bantuan langsung tunai (BLT) UMKM senilai Rp5 juta untuk seluruh pelaku UMKM tidak benar dan terindikasi penipuan. Kementerian UMKM menyatakan tidak ada program BLT UMKM baik dari Kementerian UMKM maupun dari pemerintah sebagaimana klaim yang beredar di media sosial.

    Kementerian UMKM juga mengingatkan bahwa saat ini banyak beredar informasi palsu dengan modus meminta masyarakat mengisi data pribadi melalui formulir atau tautan tidak resmi, serta menjanjikan bantuan, hibah, atau program pemerintah yang sebenarnya tidak ada.

    Masyarakat diminta untuk berhati-hati dan bijak dalam membagikan data pribadi. Informasi resmi terkait program dan kebijakan UMKM hanya disampaikan melalui kanal media sosial resmi Kementerian UMKM dan situs umkm.go.id.

    Baca juga:APINDO Nilai Penghapusan BLT UMKM Sudah Tepat, Ini Alasannya

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim mengenai adanya BLT UMKM senilai Rp5 juta yang beredar di media sosial adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pemerintah lewat akun resmi Kementerian UMKM telah menegaskan bahwa tidak ada program BLT UMKM sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut, sementara tautan yang disertakan tidak menyediakan pendaftaran bantuan apa pun.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini