Cek Fakta: Tidak Benar Guru ASN Bayar Iuran BPJS 26 Kali Dalam Setahun
Sumber:Tanggal publish: 01/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2026.
Klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun berupa video reels yang nemampilkan tulisan sebagai berikut.
"Info yang lagi viral
Ternyata ASN Guru membayar 26 x iuran BPJS Selama 1 tahun.
Dari gajih bulanan 12 x dari TPG 12 x dari THR 2 X
Semoga menjadi amal jariyah dan benar disalurkan untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya yang kurang mampu"
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"๐๐ง Menyala potongan BPJS ASN guru 26 x dalam setahun๐๐ง
Semoga direalisasikan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat Indonesia."
Benarkah klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
ย
Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6268777/viral-guru-asn-bayar-iuran-bpjs-kesehatan-26-kali-dalam-setahun-simak-faktanya
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuriย klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Viral Guru ASN Bayar Iuran BPJS Kesehatan 26 kali Dalam Setahun, Simak Faktanya" yang dimuat Liputan6.com, pada 30 Januari 2026.
Dalam artikel situs Liputan6.com menyebutkan,ย Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019, iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) termasuk guru dihitung dari total pendapatan bersih peserta.
"Komponen yang dihitung mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, TPG, dan tunjangan kinerja. Sesuai regulasi yang berlaku, iuran JKN yang dipotong dari peserta PPU adalah 1 persen dari total pendapatan bersih tersebut. Sementara, sisanya ditanggung oleh pemerintah sebagai pemberi kerja," kata Rizzky, dikutip dari Antara, Jumat (30/1/2026).
Rizzky menjelaskan, sejak 2025 pemotongan 1 persen TPG dilakukan secara terpusat, sedangkan penyalurannya ke rekening masing-masing guru ASN daerah dilakukan per tiga bulan sekali.
Mulai tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membayarkan TPG kepada para guru setiap bulan, yang menyebabkan mekanisme pemotongan iuran BPJS pun ikut berubah, dari yang awalnya dipotong per triwulan menjadi dipotong per bulan.
"Inilah yang membuat terkesan guru ASN gajinya dipotong berkali-kali untuk bayar iuran BPJS. Padahal jika ditotal, nominal iuran BPJS yang dipotong tiap bulan itu sama saja jumlahnya dengan nominal iuran yang dipotong per triwulan," tutur Rizzky.
Rizzky menambahkan, sesuai regulasi yang berlaku, THR dan gaji ke-13 ASN guru tidak dipotong iuran BPJS sebab bukan termasuk komponen yang menjadi dasar penghitungan iuran JKN.
Rizzky menjelaskan, pemotongan iuran JKN terhadap TPG sudah dilakukan sejak lama, tepatnya sejak tahun 2020 melalui pemerintah daerah serta mulai tahun 2025 dilakukan secara terpusat, sehingga hal ini bukanlah sesuatu yang baru.
ย
ย
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim guru ASN membayar iuran BPJS 26 kali dalam setahun tidak benar.
Sesuai regulasi yang berlaku, THR dan gaji ke-13 ASN guru tidak dipotong iuran BPJS sebab bukan termasuk komponen yang menjadi dasar penghitungan iuran JKN.
[SALAH] DPR Tunda Pembahasan RUU Perampasan Aset hingga Tahun Depan
Sumber: FacebookTanggal publish: 31/01/2026
Berita
Akun Facebook โZainuddin Zainuddinโ pada Minggu (25/1/2026) membagikan foto [arsip] dengan narasi:
โDPR TUNDA RUU PERAMPASAN ASET BAHAS TAUN DEPAN
Untuk Sementara Ini DPR Sibuk Bahas UU Nomor 12 Tahun 1980 dan PP Nomor 75 Tahun 2000 Anggota DPR Berhak Atas Uang Pensiun Seumur Hidupโ
Per Sabtu (31/1/2026) konten tersebut telah mendapat 64 tanda suka, menuai 234 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 28 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci โDPR tunda pembahasan RUU Perampasan Aset hingga tahun depanโ ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:
Berita kompas.id โRUU Perampasan Aset Menunggu RKUHAP karena Dianggap sebagai Fondasiโ, tayang Minggu (25/5/2025). Berita ini melaporkan bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset kembali tertunda karena DPR memilih menunggu pengesahan RUU Hukum Acara Pidana (RKUHAP) yang dinilai sebagai fondasi utama dalam sistem peradilan pidana.
Berita kompas.tv โRUU Perampasan Aset Digodok, DPR dan Akademisi Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Wewenangโ, tayang Jumat (16/1/2026). Berita ini melaporkan bahwa pada Kamis (15/1/2026) Komisi III DPR RI secara resmi memulai pembahasan RUU Perampasan Aset, termasuk meminta Badan Keahlian DPR (BKD) untuk menyiapkan dan memaparkan naskah akademik.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim โDPR tunda pembahasan RUU Perampasan Aset hingga tahun depanโ.
Kesimpulan
Rujukan
- https://www.kompas.id/artikel/ruu-perampasan-aset-menunggu-rkuhap-karena-dianggap-sebagai-pondasi
- https://www.kompas.tv/nasional/644238/ruu-perampasan-aset-digodok-dpr-dan-akademisi-ingatkan-risiko-penyalahgunaan-wewenang
- https://web.facebook.com/100003481660463/posts/25352306127802094/?rdid=VKpkPxNzSK6JSmZI#
- https://archive.ph/P4Q0y
[PENIPUAN] Tautan โLowongan Kerja Kemenkes Bagian Apotekerโ
Sumber: FacebookTanggal publish: 30/01/2026
Berita
Akun Facebook โbantuan sosial Indonesiaโ pada Selasa (13/1/2026) membagikan tautan [arsip] disertai narasi:
โDIBUKA LOWONGAN KERJA KEMENKES 2026 Wilayah untuk seluruh Indonesia Pendaftaran silahkan klik link dibawah ๐โ
โLowongan Kerja Kementrian Kesehatan Bagian Apoteker Gaji Hingga 50-7,5juta penempatan di seluruh Indonesiaโ
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci โlowongan kerja apoteker Kemenkes 2026โ di kolom pencarian Google. Namun, tidak ditemukan sumber informasi valid yang membenarkan klaim tersebut.
Berdasarkan ringkasan AI Google (Google AI Overview) dari hasil penelusuran dengan kata kunci tersebut, disebutkan bahwa informasi mengenai lowongan kerja apoteker Kemenkes dengan gaji Rp7,5 juta yang beredar di media sosial adalah hoaks. Tidak ditemukan informasi kredibel dari kanal komunikasi resmi milik Kemenkes seperti laman kemenkes.go.id maupun media sosial โkemenkes_riโ mengenai lowongan tersebut.
TurnBackHoax kemudian mengunjungi Instagram โlifeatkemenkesโ yang dikelola Biro Organisasi dan SDM (OSDM) Kemkes, yakni unit di Kemenkes yang bertanggung jawab mengelola administrasi kepegawaian, struktur organisasi, dan pengembangan pegawai. Tidak ditemukan informasi lowongan kerja sebagaimana yang dibagikan akun Facebook โbantuan sosial Indonesiaโ.
Dari penelusuran TurnBackHoax, tautan yang dibagikan oleh akun Facebook tersebut hanya mengarah ke laman yang berisi formulir pengisian data pribadi seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor telepon. Ketika klik "Daftar Sekarang", pendaftar diarahkan untuk memasukkan kode OTP untuk login ke akun Telegram. Tautan semacam ini merupakan modus untuk mencuri akun Telegram.
Kesimpulan
Rujukan
[PENIPUAN] Dedi Mulyadi Bagi-Bagi Uang Lewat Kuis Tebak Kata
Sumber: FacebookTanggal publish: 30/01/2026
Berita
Akun Facebook โK.D.M berbagi hadiahโ pada Jumat (9/1/2026) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menuturkan narasi sebagai berikut:
โAssalamualaikum sampurasun saya Kang Dedi Mulyadi. Kang Dedi mengadakan kuis tebak kata berhadiah ratusan juta rupiah bagi siapa saja yang bisa tebak nama kota yang tertera di bawah iniโ
Pengunggah menambahkan takarir:
โ๐ฅ๐๐ญ๐๐๐ ๐๐๐ ๐จ ๐๐๐ฅ๐ ๐๐ก๐ ๐ฝ๐ผ๐๐ ๐๐ผ๐๐ MENEMUKAN VIDEO SAYA ๐๐๐ ๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐๐๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐๐๐ผ๐ ๐๐ผ๐ฟ๐๐ผ๐ ๐๐ผ๐๐ ๐๐๐๐ผ๐ ๐ฟ๐ผ๐๐ ๐๐ผ๐๐ผ IMBOK SEKARANG.....๐ต ๐ฅ๐ซ๐๐ฒ๐จ ๐๐ข๐๐ฉ๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐๐ข๐ ๐๐๐ฉ๐๐ญ ๐ฅ๐๐ญ'๐ฌ ๐ ๐จ ๐ฅ๐ซโ
Hasil Cek Fakta
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan potongan gambar dari video tersebut ke Google Lens. Hasil penelusuran mengarah ke video serupa yang dibagikan akun TikTok resmi KDM โdedimulyadiofficialโ.
Dalam video yang diunggah Minggu (30/3/2025) itu, diketahui bahwa konteks asli dokumentasi tersebut adalah momen KDM menyampaikan pesan bahwa dirinya akan melaksanakan salat Idulfitri 2025 di Lapangan Gasibu depan Gedung Sate. KDM sama sekali tidak membahas tentang bagi-bagi uang.
TurnBackHoax kemudian mengunduh video yang dibagikan akun Facebook โK.D.M berbagi hadiahโ itu dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, kemungkinan atau probabilitasnya mencapai 75,2 persen.
Kesimpulan
Unggahan video berisi klaim โDedi Mulyadi bagi-bagi uang lewat kuis tebak kataโ merupakan konten tiruan (impostor content).
.png)

