Narasi judul artikel:
“Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya 😭 Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….”
[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya 😭 Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….”
Sumber: Portal DaringTanggal publish: 08/12/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Portal daring www[dot]waktual[dot]my[dot]id mengunggah artikel dengan judul “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya ? Salah Satu Personil Wali Band, InnaIiIahi WainnaiIIaihirojiun Kabar Dukа MеnуеIіmutі …….” Dalam artikel tersebut terdapat cuplikan foto rongsokan mobil.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim artikel tersebut tidak benar. Mengacu kepada akun milik Wali Band (@bandwaliofficial) tidak ada informasi yang menyatakan bahwa ada personel band tersebut yang meninggal dunia. Adapun, di akun tersebut juga terdapat sejumlah postingan promosi kegiatan dari Wali Band.
Isi artikel dalam portal itu mengambil cuplikan berita berjudul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di Sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Selain itu, artikel itu kerap didaur ulang dalam beberapa hoaks artis meninggal lainnya yang sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle.”
Peristiwa kecelakaan sosok gadis bernama Yuni Sarah itu juga kerap digunakan dalam isu hoaks artis meninggal lainnya dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artis Yuni Shara Meninggal.”
Untuk foto yang terdapat dalam artikel di portal waktual[dot]my[dot]id diketahui berasal dari peristiwa kecelakaan mobil Lamborghini di Thailand pada Juni 2014. Hal itu diketahui dari artikel berjudul “Ngebut Saat Hujan, Lamborghini Gallardo Ini Terbelah Dua” di liputan6.com yang tayang pada 26 Juni 2016.
Berdasarkan penjelasan itu, maka konten artikel di www[dot]waktual[dot]my[dot]id masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim artikel tersebut tidak benar. Mengacu kepada akun milik Wali Band (@bandwaliofficial) tidak ada informasi yang menyatakan bahwa ada personel band tersebut yang meninggal dunia. Adapun, di akun tersebut juga terdapat sejumlah postingan promosi kegiatan dari Wali Band.
Isi artikel dalam portal itu mengambil cuplikan berita berjudul “Innalilahi.. Yuni Sarah Tewas Terseret Truk Tangki Minyak” yang tayang di Sindonews.com pada 12 Oktober 2016. Selain itu, artikel itu kerap didaur ulang dalam beberapa hoaks artis meninggal lainnya yang sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artikel “Berita Duka, SeIamat JaIan Untuk SeIamanya Akang Sulle.”
Peristiwa kecelakaan sosok gadis bernama Yuni Sarah itu juga kerap digunakan dalam isu hoaks artis meninggal lainnya dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel berjudul “[SALAH] Artis Yuni Shara Meninggal.”
Untuk foto yang terdapat dalam artikel di portal waktual[dot]my[dot]id diketahui berasal dari peristiwa kecelakaan mobil Lamborghini di Thailand pada Juni 2014. Hal itu diketahui dari artikel berjudul “Ngebut Saat Hujan, Lamborghini Gallardo Ini Terbelah Dua” di liputan6.com yang tayang pada 26 Juni 2016.
Berdasarkan penjelasan itu, maka konten artikel di www[dot]waktual[dot]my[dot]id masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Klaim artikel tidak benar. Diketahui dari akun Instagram Wali Band (@bandwaliofficial) para personelnya masih beraktivitas dan membintangi sebuah serial televisi di stasiun tv RCTI.
Rujukan
Sesat, Foto yang Dikaitkan dengan Jenazah Rumini yang Tewas Berpelukan saat Erupsi Gunung Semeru
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 08/12/2021
Berita
Sebuah foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan di rumahnya saat Gunung Semeru erupsi, beredar di internet. Foto itu diunggah oleh sejumlah situs pada Rabu 8 Desember 2021. Gunung Semeru sendiri erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.
Situs detikterkinii.online memuat foto itu dengan judul Kisah Haru Erupsi Semeru, Tak Rela Tinggalkan Sang Ibu yang Sudah Renta, Rumini Ditemukan Tewas Berpelukan.
Foto tersebut menampakkan seperti mayat yang tertutup abu berwarna putih. Ada lingkaran merah pada mayat sedang memeluk lainnya. Tidak ada penjelasan atas foto itu.
Situs lain, www.kompasnews.xyz, juga memuat foto dan judul yang sama. Kedua situs menghubungkan foto tersebut dengan kisah Rumini dan ibunya Salamah, asal Desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang yang ditemukan tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru.
Tangkapan layar unggahan foto yang dikaitkan dengan jenazah Rumini yang tewas berpelukan saat erupsi Gunung Semeru
Hasil Cek Fakta
Kisah Rumini yang ditemukan tewas berpelukan bersama ibunya, Salamah, saat erupsi Gunung Semeru, memang benar. Akan tetapi foto yang digunakan sejumlah situs, bukanlah foto jenazah Rumini dan Salamah.
Tempo menggunakan alat reverse image dari Google untuk melacak foto tersebut. Hasilnya, foto yang sama dengan ukuran lebih besar, dimuat oleh situs Volcano Discovery. Situs tersebut memberikan penjelasan bahwa foto tersebut adalah penduduk di Kota Pompeii, yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi.
“Banyak penduduk mengambil keputusan fatal untuk tetap tinggal di kota, mencoba mengatasi jatuhnya batu apung. Ketika aliran piroklastik pertama menyerbu kota, korban selamat yang tersisa tewas seketika. Tubuh mereka diselimuti abu tebal dan endapan batu apung dan meninggalkan lubang ketika bahan organik terurai,” tulis situs itu.
Foto itu sendiri adalah karya Tom Pfeiffer, ahli vulkanologi Jerman yang melakukan penelitian PhD-nya tentang letusan Minoa Santorini di Yunani dan letusan Plinian Vesuvius pada tahun 79 M di Italia.
Dikutip dari situs Britannica, Pompeii adalah salah satu kota tua di era Romawi. Saat ini terletak 23 kilometer dari Napoli, Italia. Letusan besar dari Gunung Vesuvius mengubur kota Pompeii. Bangunan dan penduduknya hancur. Selama berabad-abad Pompeii diselimuti selubung abu yang mengawetkan sisa-sisanya. Kota ini digali kembali pada 1700-an dan sejumlah peneliti menemukan berbagai bangunan mewah dan sisa-sisa penduduk yang terkubur abu. Bangunan dan isinya mengungkapkan kehidupan sehari-hari di dunia kuno—dan membangkitkan minat abad ke-18 pada semua hal klasik.
Kisah tentang Rumini dan Salamah yang ditemukan meninggal berpelukan telah dipublikasikan oleh sejumlah media. Dikutip dari Kompas.com, Rumini diduga tidak tega meninggalkan Ibunya, Salamah yang tidak sanggup berjalan karena faktor usia.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, foto yang menampakkan jenazah tertutup abu bukan jenazah Rumini dan Salamah yang meninggal berpelukan saat erupsi Gunung Semeru. Foto tersebut adalah penduduk penduduk di Kota Pompeii, Italia yang terkubur lapisan abu vulkanik saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Kedua situs tersebut tidak memberikan keterangan pada foto yang digunakan sehingga dapat menyesatkan publik.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
- https://perma.cc/JP4Z-4LWC
- http://www.kompasnews.xyz
- https://www.volcanodiscovery.com/photos/pompeji/image2.html
- https://www.volcano-photo.com/About
- https://www.britannica.com/place/Pompeii
- https://regional.kompas.com/read/2021/12/06/133635878/kisah-rumini-tak-tega-tinggalkan-ibunya-yang-renta-saat-gunung-semeru?page=all.
[SALAH] Singapore Airlines Bagikan Uang Rp 2 Juta Dalam Rangka Ultah ke-50
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 07/12/2021
Berita
Beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang mengklaim Singapore Airlines membagikan hadiah uang Rp 2 juta dalam rangka ulang tahun ke-50. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.
Dalam pesan berantai yang beredar terdapat link yang mengarah ke website tertentu. Saat diklik website itu berisi narasi sebagai berikut:
"Congratulations!Singapore Airlines 50th anniversary celebration! Through the questionnaire, you will have a chance to get 2000000 Rupiah "
atau dalam Bahasa Indonesia
"Selamat!Perayaan ulang tahun ke-50 Singapore Airlines! Melalui kuisioner, Anda berkesempatan mendapatkan 2000000 Rupiah"
Dalam pesan berantai yang beredar terdapat link yang mengarah ke website tertentu. Saat diklik website itu berisi narasi sebagai berikut:
"Congratulations!Singapore Airlines 50th anniversary celebration! Through the questionnaire, you will have a chance to get 2000000 Rupiah "
atau dalam Bahasa Indonesia
"Selamat!Perayaan ulang tahun ke-50 Singapore Airlines! Melalui kuisioner, Anda berkesempatan mendapatkan 2000000 Rupiah"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman resmi Singapore Airlines, Singaporeair.com. Dalam website tersebut kami tidak menemukan program membagikan hadiah uang seperti yang dimaksud dalam pesan berantai.
Selain itu dalam websitenya, Singapore Airlines menjelaskan bahwa mereka berdiri pada 1 Mei 1947. Itu artinya saat ini mereka sudah berusia 74 tahun atau berbeda dengan yang beredar di pesan berantai.
Selain itu dalam akun media sosial resmi Singapore Airlines juga tidak ada program yang dimaksud. Singapore Airlines justru meminta masyarakat waspada terhadap tautan mencurigakan yang mencatut nama maskapai asal Singapura tersebut.
"This fraudulent research survey is designed to trick SIA customers into giving their personal and credit card information. If a recipient clicks on “Claim my reward now, take the survey”, user will be redirected to a non-SIA website that is designed to trick the recipients into filling in credit card information.
The emails come with different subjects as listed down below:
'Participate in this quick survey and redeem your gift instantly' OR
'Take the survey, tell us what you think and be the Winner' OR
'Finish this quick survey and redeem your gift instantly'.
Please note that the fradulent links in the email message may be different for each recipient. When you receive this email or messages, notify us immediately at the following link and delete the email."
atau dalam Bahasa Indonesia
"Survei penelitian penipuan ini dirancang untuk mengelabui pelanggan Singapore Airlines agar memberikan informasi pribadi dan kartu kredit mereka. Jika penerima mengklik "Klaim hadiah saya sekarang, ikuti survei", pengguna akan diarahkan ke situs web non-SIA yang dirancang untuk menipu penerima untuk mengisi informasi kartu kredit.
Email datang dengan subjek yang berbeda seperti yang tercantum di bawah ini:
'Ikuti survei singkat ini dan tukarkan hadiah Anda secara instan' atau
'Ikuti survei, beri tahu kami pendapat Anda dan jadilah Pemenang'
atau'Selesaikan survei singkat ini dan tukarkan hadiah Anda secara instan'.
Harap dicatat bahwa tautan palsu dalam pesan email mungkin berbeda untuk setiap penerima. Saat Anda menerima email atau pesan ini, segera beri tahu kami di tautan berikut dan hapus email tersebut."
Selain itu dalam websitenya, Singapore Airlines menjelaskan bahwa mereka berdiri pada 1 Mei 1947. Itu artinya saat ini mereka sudah berusia 74 tahun atau berbeda dengan yang beredar di pesan berantai.
Selain itu dalam akun media sosial resmi Singapore Airlines juga tidak ada program yang dimaksud. Singapore Airlines justru meminta masyarakat waspada terhadap tautan mencurigakan yang mencatut nama maskapai asal Singapura tersebut.
"This fraudulent research survey is designed to trick SIA customers into giving their personal and credit card information. If a recipient clicks on “Claim my reward now, take the survey”, user will be redirected to a non-SIA website that is designed to trick the recipients into filling in credit card information.
The emails come with different subjects as listed down below:
'Participate in this quick survey and redeem your gift instantly' OR
'Take the survey, tell us what you think and be the Winner' OR
'Finish this quick survey and redeem your gift instantly'.
Please note that the fradulent links in the email message may be different for each recipient. When you receive this email or messages, notify us immediately at the following link and delete the email."
atau dalam Bahasa Indonesia
"Survei penelitian penipuan ini dirancang untuk mengelabui pelanggan Singapore Airlines agar memberikan informasi pribadi dan kartu kredit mereka. Jika penerima mengklik "Klaim hadiah saya sekarang, ikuti survei", pengguna akan diarahkan ke situs web non-SIA yang dirancang untuk menipu penerima untuk mengisi informasi kartu kredit.
Email datang dengan subjek yang berbeda seperti yang tercantum di bawah ini:
'Ikuti survei singkat ini dan tukarkan hadiah Anda secara instan' atau
'Ikuti survei, beri tahu kami pendapat Anda dan jadilah Pemenang'
atau'Selesaikan survei singkat ini dan tukarkan hadiah Anda secara instan'.
Harap dicatat bahwa tautan palsu dalam pesan email mungkin berbeda untuk setiap penerima. Saat Anda menerima email atau pesan ini, segera beri tahu kami di tautan berikut dan hapus email tersebut."
Kesimpulan
Pesan berantai yang mengklaim Singapore Airlines membagikan hadiah uang Rp 2 juta dalam rangka ulang tahun ke-50 adalah hoaks.
Rujukan
- https://www.singaporeair.com/en_UK/security/
- https://www.singaporeair.com/en_UK/sg/flying-withus/our-story/our-heritage/#time-1949
- https://www.straitstimes.com/singapore/courts-crime/singapore-airlines-warns-of-phishing-scam-promising-free-plane-tickets
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4730596/cek-fakta-hoaks-singapore-airlines-bagikan-uang-rp-2-juta-dalam-rangka-ultah-ke-50
[SALAH] Video Aliran Lahar Gunung Semeru
Sumber: FacebookTanggal publish: 07/12/2021
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video lahar Gunung Semeru. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Desember 2021.
Unggahan klim video lahar Gunung Semeru menampilkan cairan berwarna merah yang sedang tumpah di antara asap putih.
Dalam tayangan video tersebut terdapat tulisan:
"PANTAUAN UDARA 5 DESEMBER 2021
LAHAR GUNUNG SEMERU"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut
"Lahar Semeru..."
Unggahan klim video lahar Gunung Semeru menampilkan cairan berwarna merah yang sedang tumpah di antara asap putih.
Dalam tayangan video tersebut terdapat tulisan:
"PANTAUAN UDARA 5 DESEMBER 2021
LAHAR GUNUNG SEMERU"
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut
"Lahar Semeru..."
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video lahar Gunung Semeru, dengan menggunakan Yandex.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs, salah satunya artikel berjudul "Wodospad z lawy wulkanu Kilauea na Hawajach od kilku dni dociera do oceanuautor" yang dimuat situs zmianynaziemi.pl, pada 3 Februari 2017.
Situs zmianynaziemi.pl menyebutkan video tersebut menampilkan air terjun lava gunung berapi Kilauea di Hawaii yang telah mencapai Samudra Pasifik.
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Лава вулкана Килауэа стекает в Тихий океан" yang dimuat situs bbc.com, pada 1 Februari 2017. Situs tersebut memuat video yang identik dengan klaim.
Situs bbc.com menyebutkan, Survei Geologi AS telah merilis video letusan gunung berapi Kilauea, yang lavanya mengalir ke Samudra Pasifik.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs, salah satunya artikel berjudul "Wodospad z lawy wulkanu Kilauea na Hawajach od kilku dni dociera do oceanuautor" yang dimuat situs zmianynaziemi.pl, pada 3 Februari 2017.
Situs zmianynaziemi.pl menyebutkan video tersebut menampilkan air terjun lava gunung berapi Kilauea di Hawaii yang telah mencapai Samudra Pasifik.
Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Лава вулкана Килауэа стекает в Тихий океан" yang dimuat situs bbc.com, pada 1 Februari 2017. Situs tersebut memuat video yang identik dengan klaim.
Situs bbc.com menyebutkan, Survei Geologi AS telah merilis video letusan gunung berapi Kilauea, yang lavanya mengalir ke Samudra Pasifik.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video lahar Gunung Semeru tidak benar. Video tersebut menampilkan air terjun lava gunung berapi Kilauea di Hawaii yang telah mencapai Samudra Pasifik
Rujukan
Halaman: 6522/8703


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3655190/original/094145700_1638861811-cek_fakta_SQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3654747/original/074998700_1638844059-lahar_semerucover.jpg)