• [SALAH] Video “Gempa Jambi Hari Ini, Gempa Kuat Jambi dan Musi Banyuasin Warga Panik, Gempa Musi Banyuasin Hari Ini”

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 07/12/2021

    Berita

    Kanal Youtube Spotlite Video (bit.ly/3Eu11bR) pada 30 November 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan warga berhamburan ke luar warung internet (warnet) dengan judul “Gempa Jambi Hari Ini, Gempa Kuat Jambi dan Musi Banyuasin Warga Panik, Gempa Musi Banyuasin Hari Ini”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang yang memperlihatkan warga berhamburan ke luar warung internet (warnet) yangt diklaim terkait dengan gempa yang terjadi di Jambi pada Senin (29/11/2021) merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, video itu bukan saat gempa yang terjadi di Jambi pada Senin (29/11/2021) pukul 16.08 WIB. Kejadian di video itu adalah kejadian gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Sabtu, 25 Februari 2017.

    Dilansir dari JawaPos, berdasar akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memang terjadi gempa bumi di Jambi pada Senin (29/11) pukul 16.08 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 4,7 itu berada di kedalaman 10 km dengan pusat gempa berada di darat 54 km timur laut Musi Banyuasin.

    Meskipun begitu, video yang ditampilkan akun tersebut ternyata bukan baru terjadi Senin lalu. Berdasar hasil penelusuran, video orang yang berhamburan ke luar warnet itu telah beredar lama pada 2017. Salah satunya diunggah kanal YouTube Khalikul Lc pada 25 Februari 2017. Persamaan video milik kanal Spotlite Video dengan Khalikul Lc itu tampak dari bentuk dan warna meja komputer. Juga kesamaan baju pengunjung yang berhamburan ke luar warnet.

    Situs resmi BMKG menyebut gempa itu terjadi pada Sabtu, 25 Februari 2017, pukul 15.01 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Sedangkan titik pusat gempa berada di 5,14 LU 96,22 BT dan berjarak 18 kilometer barat laut Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

    Kesimpulan

    BUKAN video saat gempa yang terjadi di Jambi pada Senin (29/11/2021) pukul 16.08 WIB. Kejadian di video itu adalah kejadian gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Sabtu, 25 Februari 2017.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Facebook Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 07/12/2021

    Berita

    Beredar sebuah akun Facebook Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah akun Facebook Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin. Akun tersebut menggunakan foto dan deskripsi profil Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin. Selain itu, juga menggunakan sampul profil dengan berfoto bersama Wakil Wali Kota Palangkaraya, Umi Mastikah.

    Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari tribunkalteng.com, Fairid Naparin menegaskan bahwa akun tersebut adalah akun palsu dan bukan miliknya. Fairid juga menambahkan bahwa ia tidak pernah menggunakan Facebook.

    “Intinya jangan percaya ada akun-akun yang mengatasnamakan saya,” tegasnya saat dikonfirmasi Kamis (2/12/2021).

    Ia mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Tengah, khusunya Kota Palangkaraya untuk lebih waspada, lebih bijak, dan berhati-hati menggunakan medsos, karena rentan dimanfaatkan oknum untuk melakukan tindak kejahatan di medsos yang mengatasnamakan pejabat atau tokoh publik. Dengan demikian, akun Facebook Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Akun tersebut palsu. Faktanya, Fairid Naparin tidak pernah menggunakan Facebook dan mengimbau masyarakat Palangkaraya untuk mengabaikan akun tersebut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun WhatsApp Wakil Wali Kota Banjar Jawa Barat Nana Suryana

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 07/12/2021

    Berita

    Penipu: “Alhamdulillah penyaluran tahap kedua sudah tersalurkan pak. Untuk yayasan Daarul Ikhlas Randegan 4.500.000 dan untuk yayasan Panti Asuhan Al-Amin 4.000.000.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun WhatsApp mengatasnamakan Wakil Wali Kota Banjar Jawa Barat Nana Suryana. Diketahui akun WhatsApp tersebut memakai foto profil Sri Mulyani. Pesan tersebut berisikan Nana mengirim bantuan uang kepada beberapa yayasan.

    Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, akun WhatsApp tersebut bukanlah milik Nana Suryana. Dilansir dari timesindonesia.co.id, Nana menyatakan bahwa pengurus yayasan (Re: Edi) mengonfirmasi kepadanya terkait penyaluran bantuan terhadap pihak yayasan. Penipu tersebut berdalih untuk tahap kedua penyaluran dana, Edi diminta untuk mentransfer balik uang sebesar Rp3,5 juta di rekening penipu.

    “Pastinya ini penipuan, karena nomor dan Poto profil yang digunakan pelaku untuk mengelabui korbannya bukan saya,” ungkap Nana melalui Timesindonesia.co.id.

    Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa akun WhatsApp tersebut adalah akun Palsu dan termasuk kategori Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah a n (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Akun Palsu. Dilansir dari Timesindonesia.co.id, Nana menyatakan bahwa akun WhatsApp yang beredar adalah akun PALSU.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Menyesatkan, Video Meletusnya Gunung Semeru Pada 4 Desember 2021

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 07/12/2021

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan gunung berapi yang meletus disusul aliran sungai lava beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan klaim meletusnya Gunung Semeru pada 4 Desember 2021.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 5 Desember 2021. Akun inipun menuliskan narasi, “Vidio singkat meletusnya gunung semeru di lumajang 4-12-2021.”
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 25 ribu kali dan mendapat 37 komentar. Apa benar ini video meletusnya Gunung Semeru pada 4 Desember 2021?
    Tangkapan layar unggahan video yang diklaim sebagai momen meletusnya gunung Semeru 4 Desember 2021

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan hasil penelusuran fakta Tempo, video tersebut merupakan cuplikan dari beberapa peristiwa letusan gunung berapi yang berbeda.
    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya, gambar-gambar hasil ragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.
    Pada bagian awal video yang memperlihatkan ledakan gunung identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal VolcanoDiscovery pada 21 Oktober 2018 dengan judul, “Krakatoa volcano explodes: spectacular huge eruption two months before 2018 tsunami.”
    Menurut kanal tersebut, Gunung Anak Krakatau meletus dalam letusan besar yang spektakuler dengan ledakan lateral kecil pada 17 Okt 2018. Tempat yang ditunjukkan dalam video ini tidak ada lagi: pada 22 Des 2018, kerucut puncak pulau Anak Krakatau, terlihat di sini meletus, runtuh ke laut di tanah longsor besar, memicu tsunami dahsyat yang menewaskan ratusan orang.
    Video diambil selama ekspedisi VolcanoDiscovery ke Krakatau dari 13-20 Oktober 2018. Pada sore hari tanggal 17 Oktober, ledakan yang sangat dahsyat terjadi sebagai ledakan lateral yang menggali lubang kawah di bawah tutup selatan kawah, di lokasi yang sama September aliran lava telah tumpah dari kawah. Pada 19 Oktober, lubang baru ini telah bergabung dengan kawah utama, memperbesarnya.
    Selanjutnya, video di atas memperlihatkan aliran lava yang mengalir dari kawah. Pada bagian ini, yakni pada menit 0:19 hingga menit ke 1:25, identik dengan video yang telah diunggah ke Youtube oleh kanal VIVA.CO.ID pada 12 Oktober 2021 dengan judul, ”Muntahkan Batu Lava Sebesar Rumah 3 Lantai, "Neraka" La Palma Semakin Mengerikan.”
    “Sudah 3 minggu, erupsi gunung api di Pulau La Palma tak kunjung berhenti semburkan lava panas. Dalam video terbaru, terlihat sebongkah batu lava super besar menggelinding dengan kecepatan tinggi, berpotensi menimbulkan kerusakan baru,” bunyi keterangan video tersebut.
    Dikutip dari Reuters, pihak berwenang di pulau La Palma, Spanyol, pada hari Rabu mencabut kebijakan lockdown di tiga kota pantai karena asap beracun dari lava yang mengalir ke laut sebagian menghilang, tetapi letusan gunung berapi Cumbre Vieja tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
    Batuan cair panas merah terus menyembur di sepanjang sisi barat gunung berapi, yang telah meletus sejak 19 September, dan kecepatan getaran bumi harian belum melambat.
    Cuplikan selanjutnya identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal T N pada 13 November 2019 dengan judul, “Explosive eruption of Sakurajima on November 12, 2019.”
    Menurut keterangan video, “ini adalah ledakan Sakurajima yang terjadi pada malam yang diterangi cahaya bulan pada pukul 23:07, 12 November 2019. Petir vulkanik terjadi di kolom erupsi.”
    Cuplikan video selanjutnya memperlihatkan suasana kepanikan warga saat gunung Semeru erupsi pada 4 Desember 2021. Video yang identik pernah diunggah kanal CNN Indonesia pada 4 Desember 2021 dengan judul, “Kepanikan Warga Saat Gunung Semeru Meletus.”
    Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu, 4 Desember 2021 pukul 15 Waktu Indonesia Barat.
    Pada bagian akhir terlihat tubuh seseorang yang mengenakan celana berwarna hijau terjebak dalam lumpur. Cuplikan video ini identik dengan video yang pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Dafa Prasetya dengan judul, “ Bocah ngapa(k) ya ”.
    Dalam video ini terlihat seorang bocah dengan sengaja salto dalam kubangan lumpur. Sempat terbenam pada bagian kepala beberapa saat, ia kemudian ditarik oleh seseorang.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video berdurasi 3 menit 23 detik yang diklaim sebagai meletusnya gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, pada 4 Desember 2021menyesatkan. Gunung Semeru memang meletus pada 4 Desember 2021, namun video tersebut telah disunting dengan cara menambahkan beberapa cuplikan video dari peristiwa letusan gunung yang berbeda. Seseorang yang terjebak lumpur pada bagian akhir video juga bukanlah korban letusan gunung Semeru, melainkan bocah yang sengaja salto dalam kubangan lumpur.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini