• [SALAH] Potret "Kanibalisme di Epstein Files"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun TikTok “ninasaput” pada Senin, (09/02/2026) mengunggah video [arsip] yang diklaim bagian dari Epstein Files terkait praktik kanibalisme pada awal Februari 2026. Foto-foto tersebut menampilkan orang-orang menyantap hidangan menyerupai tubuh manusia di meja makan.

    Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 88.000 kali tayangan, lebih dari 200 tanda suka, menuai 2 interaksi komentari, 34 disimpan dan dibagikan ulang 156 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim yang menyebutkan adanya foto kanibalisme dalam dokumen “Epstein Files” dengan melakukan pencarian balik gambar (reverse image search) melalui Google Image Search. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto-foto yang beredar bukan berasal dari dokumen penyelidikan kasus Jeffrey Epstein.

    Gambar tersebut ternyata merupakan potongan adegan dari film horor berjudul Thanksgiving (2007). Informasi ini juga dimuat oleh USA Today yang menjelaskan bahwa visual yang diklaim sebagai bagian dari “Epstein Files” sebenarnya adalah cuplikan film fiksi bergenre horor dalam film Thanksgiving seperti yang diunggah oleh situs The Quentin Tarantino Archives,. Film tersebut dikenal menampilkan adegan kekerasan ekstrem dan bukan dokumentasi peristiwa nyata.

    Sebagai konteks, “Epstein Files” merujuk pada kumpulan dokumen resmi hasil penyelidikan lembaga penegak hukum Amerika Serikat, termasuk Department of Justice (DOJ) dan FBI, terkait kasus Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut berisi rangkuman proses hukum dan aktivitas kriminal Epstein, yang merupakan terpidana kasus kejahatan seksual anak dan perdagangan manusia sebelum meninggal di tahanan pada 10 Agustus 2019. Tidak ada bukti bahwa dokumen resmi tersebut memuat foto kanibalisme seperti yang diklaim dalam unggahan media sosial.

    Kesimpulan

    Gambar tersebut merupakan cuplikan adegan film horor Thanksgiving (2007), bukan dokumentasi kasus nyata. Dokumen “Epstein Files” sendiri berisi arsip resmi penegak hukum AS terkait proses hukum Epstein dan tidak memuat foto kanibalisme seperti yang diklaim. Dengan demikian, video dengan klaim “potret kanibalisme di Epstein Files” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Menkeu Purbaya Bagi-bagi Uang Khusus Lansia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Pelunas Hutang Real” pada Kamis (19/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “ASSALAMUALAIKUM TOLONG FOLLOW DULU AKUN SAYA INSYAALLAH NANTI AKAN ADA GERAKAN KEBIJAKAN DARI SAYA UNTUK RAKYAT INDONESIA”

    Unggahan disertai takarir: 

    “YG SKIP NOLAK REZEKI LANSIA 

    0889-0295-4474 MAAF HANYA MELAYANI VIA WHATSAP”

    Per Senin (23/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 20.600-an tanda suka, menuai 5.600 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 960 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis video konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,7 persen.

    TurnBackHoax lalu memeriksa nomor WA yang tertera dalam takarir unggahan akun Facebook “Pelunas Hutang Real” melalui Getcontact. Hasilnya, tidak ada keterangan yang berhubungan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

    Terakhir, TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Purbaya bagi uang untuk lansia” ke mesin pencarian Google dan menelusuri akun Instagram “menkeuri” milik Menteri Keuangan. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel mengenai dirinya bagi-bagi uang untuk lansia melalui Facebook.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,7 persen. Unggahan video berisi klaim “Menkeu Purbaya bagi-bagi uang khusus lansia” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Video "Prabowo Bagikan Undangan BLT Kesra Melalui Facebook"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Sifa Angelia” pada Selasa (17/2/2026) membagikan video [arsip] dengan narasi:

    “BAPAK IBU YANG BELUM DAPAT BANSOS JAWAB HADIR AKAN ADA UNDANGAN BLT KESRA”

    Unggahan disertai takarir: 

    “bapak ibu yang belum dapat bantuan jawab hadir akan ada undangan blt kesra

    I will share this invitation for ladies and gentlemen who are respon…”

    Per Senin (23/2/2026) konten tersebut telah mendapat lebih dari 859 tanda suka, menuai 1.800 komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 32 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis video konten menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, konten merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “Prabowo bagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim.

    Menukil artikel kompas.com “Cara Daftar BLT Kesra 2025 Online lewat HP, Berikut Langkah-langkahnya”, tayang Rabu (26/11/2025). Artikel ini menyebut bahwa masyarakat bisa mendaftar sebagai penerima bantuan langsung tunai kesejahteraan rakyat (BLT Kesra) 2025 secara online melalui fitur “Usul” di aplikasi Cek Bansos.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,8 persen. Unggahan video berisi klaim “Presiden Prabowo bagikan undangan BLT Kesra melalui Facebook” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Kopi Saset Mengandung Obat Berbahaya"

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 23/02/2026

    Berita

    Akun Instagram “sulham1208” pada Minggu (11/12/2025) mengunggah video [arsip] dengan narasi:

    “Hati hati dengan minuman ini ternyata bercampur obat”

    Per Senin (23/2/2026) video itu sudah ditonton 652 ribu kali, disukai 8.578 kali, dibagikan 10 ribu kali dan menuai 883 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “kopi saset mengandung obat berbahaya” ke mesin pencari Google,  ditemukan artikel bantahan dari cekfakta.tempo.co dengan judul artikel “Menyesatkan, Video dengan Klaim Kopi Saset Mengandung Obat Berbahaya untuk Kurangi Jumlah Penduduk” yang tayang pada Kamis (4/1/2024).


    Dilansir dari cekfakta.tempo.co, PT Sari Incofood Corporation melalui kuasa hukumnya merilis pernyataan resmi bahwa video yang menyebutkan kopi saset Indocafe Coffeemix 3 in 1 mengandung obat berbahaya adalah keliru. Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa produk tersebut diproduksi dengan pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi MD 667002017010.


    Video dan klaim tersebut telah muncul sejak November 2023 dan telah dibantah produsennya. Namun, kini kembali beredar di Indonesia dengan tambahan narasi tujuan penyebaran kopi tersebut untuk mengurangi jumlah penduduk, padahal klaim itu keliru.

    Kesimpulan

    Faktanya, PT Sari Incofood Corporation melalui kuasa hukumnya merilis pernyataan resmi bahwa video yang menyebutkan kopi saset Indocafe Coffeemix 3 in 1 mengandung obat berbahaya adalah keliru. Unggahan berisi narasi “kopi saset mengandung obat berbahaya” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini