• [SALAH] Presiden Sementara Venezuela Tegaskan Bakal Lawan AS

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “risman.putra7” pada Senin (05/01/2026), isinya memperlihatkan seseorang yang tengah berpidato disertai narasi:

    Bakal Ramai Nih.! Presiden Sementara Venezuela Menegaskan, Akan Melawan Amerika dengan Segala Kemampuannya

    Dalam video terdapat narasi:

    “Today, the Bolivarian Republic of Venezuela declares a state of war with the United States of America. Their aggression has crossed every line. We will defend our sovereignty. Mr. President, are you seeking allies? We will stand”

    Hingga Kamis (08/01/2026), konten itu mendapat lebih dari 32.000-an tanda suka, lebih dari 1.500 interaksi komentar, serta dibagikan ulang 690 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Presiden sementara Venezuela”. Hasilnya ditemukan pemberitaan gmanetwork.com “Venezuela interim leader taps ex-central bank boss to lead economy”.

    Berita yang tayang pada Rabu (07/01/2026) tersebut menjelaskan bahwa Presiden sementara Venezuela adalah Delcy Rodriguez, seorang perempuan bukan laki-laki seperti dalam video klaim.

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari laman almanar.com “The Pentagon suspends major arms shipments to Ukraine as part of a review of US military reserves”.

    Diketahui, konteks asli dokumentasi adalah momen konferensi pers Sean Parnell (juru bicara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS) yang menyatakan pihaknya sedang meninjau kemampuan bantuan militer untuk Ukraina.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “risman.putra7”, terlihat dari gerakan mulut yang tidak sesuai dengan narasi dan adanya tanda air “sora”, sebuah  model AI dari OpenAI yang dapat mengubah deskripsi teks (prompt) menjadi video yang realistis dan detail.

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, aivideodetector.net. Diketahui, video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 41,7 persen.

    Terkait Venezuela, dilansir detik.com, Presiden AS Donald Trump mengirim pasukan khusus untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke AS pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

    Kesimpulan

    Faktanya, Presiden sementara Venezuela adalah Delcy Rodriguez, seorang perempuan bukan laki-laki seperti dalam video klaim. Jadi, unggahan video berisi klaim “Presiden sementara Venezuela tegaskan bakal lawan AS” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Hotman Paris Promosikan Situs Judol

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan video yang diklaim menampilkan pengacara kondang Hotman Paris beredar di media sosial Facebook. Video tersebut diunggah oleh akun "Bhandito" (arsip) pada Selasa (2/12/2025), dengan klaim bahwa Hotman Paris mempromosikan sebuah situs judi online alias judol.

    ADVERTISEMENT

    Dalam video itu, sosok yang diklaim merupakan Hotman disebut menerima keluhan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan judi online. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu pemain yang mengalami kerugian akibat bermain di situs judi bodong.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Selanjutnya, ia disebut menyarankan masyarakat untuk menggunakan situs bernama Rakyat JP, yang diklaim sebagai satu-satunya situs judi yang ia rekomendasikan dan jamin keamanannya.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Tidak perlu takut jackpot tidak dibayar. Situs Rakyat JP sudah dijamin amanah. Jadi tunggu apalagi? Klik link di bawah ini atau cari di Google, Rakyat JP,” katanya di video.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Hotman Paris Promosikan Judol. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hingga Rabu (07/12/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan sekitar 2 ribu tanda suka, 811 komentar dan 10 kali dibagikan.

    ADVERTISEMENT

    Lantas, benarkan Hotman Paris mempromosikan situs judi tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Tim pemeriksa fakta Tirto menelusuri sumber asli video tersebut menggunakan fitur Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang beredar identik dengan salah satu unggahan di akun Instagram resmi Hotman Paris, yakni @hotmanparisofficial, yang diunggah pada 22 Maret 2025.

    Hal-hal yang sama di antara kedua video, di antaranya adalah jas Hotman yang sama-sama merah bermotif, dengan motif yang identik, dengan latar belakang yang juga sama. Gerakan tangan dan mulutnya juga sama.

    Namun, dalam video asli tersebut, Hotman Paris sama sekali tidak membahas atau mempromosikan judi online. Video tersebut berisi penjelasan Hotman terkait kasus hukum yang melibatkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam sengketa arbitrase internasional.

    Dalam penjelasannya, Hotman menyebut bahwa kementerian tersebut pernah kalah dalam sidang arbitrase internasional dan diwajibkan membayar denda. Pihak asing yang memenangkan perkara kemudian melacak aset milik kementerian hingga ke Paris, Prancis, dan mengajukan permohonan penyitaan melalui pengadilan di Inggris untuk mengeksekusi aset tersebut.

    Hotman juga menyoroti risiko penggunaan arbitrase internasional dalam kontrak pemerintah. Ia menegaskan bahwa arbiter dalam forum tersebut belum tentu bersikap jujur, terutama dalam kontrak yang bersifat internasional. Karena itu, ia menyarankan agar pemerintah Indonesia menghindari klausul arbitrase internasional dan lebih memilih penyelesaian sengketa melalui pengadilan di dalam negeri.

    Lebih lanjut, Tirto menemukan adanya perbedaan signifikan antara suara dalam video yang beredar di Facebook dengan video asli di akun Instagram Hotman Paris. Untuk memastikan hal tersebut, tim pemeriksa fakta menganalisis video yang beredar menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 25,9 persen. Dengan demikian, narasi promosi judi online dalam video tersebut berpotensi merupakan hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Hotman Paris.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim Hotman Paris mempromosikan situs judi online adalah keliru dan menyesatkan (false and misleading). Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Hotman Paris terkait judi online.

    Narasi promosi judi muncul, diduga akibat manipulasi audio menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, video aslinya membahas isu hukum arbitrase internasional. Dengan demikian, unggahan tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi Hotman Paris dan merupakan konten hasil rekayasa yang berpotensi menyesatkan publik.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru: Foto Presiden Venezuela Berbaju Loreng dan Diborgol

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di TikTok [arsip] dan Threads pada Ahad, 4 Januari 2025.

    Dalam unggahan kali ini, Maduro duduk di sebuah ruangan mengenakan seragam loreng dengan tangan diborgol. Tidak terlihat ada petugas pengamanan di dekatnya. Foto ini beredar setelah operasi militer Amerika Serikat menculik Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores pada Sabtu, 3 Januari 2026.



    Lalu, benarkah ini foto penangkapan Presiden Venezuela Maduro oleh AS?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui analisis gambar, penggunaan perangkat pendeteksi akal imitasi, serta membandingkan dengan pemberitaan dari sumber kredibel. Hasilnya menunjukkan bahwa foto yang beredar merupakan hasil suntingan. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.

    Publik dapat menemukan foto asli itu pada unggahan media sosial Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tertanggal 13 April 2022. Situs RBC.ru juga memublikasikan foto Viktor Medvedchuk dalam kondisi tangan terborgol pada 12 April 2022. Pembaca dapat menyimak perbandingan antara foto yang beredar dengan foto asli sebagai berikut.



    Saluran televisi berbahasa Ukraina, Konkurent Ukraina edisi 13 April 2022, menjelaskan bahwa Badan Keamanan Ukraina menangkap Viktor Medvedchuk pada 12 April. Situs BBC melansir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menawarkan kepada Rusia untuk menukar Medvedchuk dengan tawanan Ukraina.

    Foto Diubah dengan Teknik Pergantian Kepala (Head Swapping)

    Tempo menemukan sejumlah kejanggalan melalui analisis foto secara manual. Bagian kepala serta leher Maduro dalam gambar tersebut tampak tidak proporsional. Selain itu, hasil tempelan kepala Maduro terlihat tidak mulus dan terdapat bayangan putih pada bagian wajah sebelah kiri.

    Teknik penyuntingan tersebut populer dengan istilah head swapping atau penggantian bagian kepala target dalam sebuah konten. Seseorang dapat melakukan teknik ini secara manual menggunakan perangkat desain atau melalui teknologi akal imitasi.



    Setelah menganalisis foto tersebut dengan alat deteksi AI, Zhuque AI Detection, elemen AI sebesar 19,32 persen. 



    Sedangkan menggunakan alat deteksi Illuminarty, elemen AI pada foto terdeteksi sebesar 8,9 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan foto yang diklaim sebagai bagian dari momen penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh pasukan militer AS itu adalah klaim keliru. Foto tersebut telah disunting dari foto aslinya. Foto asli tersebut sebenarnya menampilkan politikus pro-Kremlin bernama Viktor Medvedchuk.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Virus

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/01/2026

    Berita

    tirto.id - Memasuki tahun baru 2026, Indonesia tengah mewaspadai penyebaran Influenza A (H3N2) subclass K yang dikenal di masyarakat sebagai “super flu”. Virus ini menjadi perhatian pada awal tahun, karena memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa.

    ADVERTISEMENT

    Baru-baru ini, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim virus super flu telah masuk ke Indonesia dan memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan COVID-19. Unggahan tersebut dibuat oleh akun Facebook bernama “Chieka Zhee” (arsip) pada Sabtu (3/1/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Gambar pada unggahan tersebut menunjukkan seorang dokter mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna putih dan masker, sambil memegang alat swab.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “2026 Virus Baru..!! Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Gejala Lebih Berat Dari COVID-19,” demikian narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Superflu. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hingga artikel ini ditulis pada Rabu (7/1/2026), unggahan tersebut telah memperoleh 109 tanda suka, 300 komentar, dan dibagikan sebanyak 10 kali. Ditemukan sejumlah komentar yang mengajak masyarakat agar tidak mau divaksin, serta sebagian besar komentar lainnya mengarah pada ketidakpercayaan terhadap keberadaan virus super flu.

    ADVERTISEMENT

    Tirto juga menemukan unggahan serupa di Facebook yang diunggah di grup obrolan “Sorotan”, serta pada akun “Portal Informasi”, “Davina Karamoy”, dan akun Threads “afdhal.af”.

    Unggahan dengan gambar serupa juga ditemukan pada akun Instagram @bushcoo, dibuat pada Sabtu (03/01/2026), dan ramai mendapat perhatian publik.

    Namun, benarkah narasi yang mengklaim virus super flu lebih parah dibandingkan COVID-19?

    Hasil Cek Fakta

    Melansir situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, super flu, yang termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K, bukanlah virus baru. Virus ini telah lama dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Data Kemenkes RI pada akhir Desember 2025, mencatat adanya 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi. Jumlah kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

    Namun begitu, Kemenkes menegaskan bahwa situasi influenza A H3N2 subclass K masih berada dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

    Melansir laporan Tirto sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan virus super flu yang tengah ramai bicarakan saat ini bukan merupakan penyakit baru dan tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19. Menurutnya, virus ini memang memiliki penularan yang cepat, namun risiko kematiannya sangat rendah.

    "Ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat saja. Kemudian, dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang COVID. Jadi penularannya cepat, tetapi (risiko) kematiannya sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

    Budi menyebut virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini, jumlah kasus yang ada disebutnya masih tergolong dalam batas aman dan dapat ditangani dengan pengobatan standar.

    Senada, Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global, peningkatan kasus influenza A (H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

    “Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A (H3N2) subclass K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

    Sementara itu, Kemenkes, melalui laman resmi Labkesmas Makassar, menjelaskan bahwa istilah digunakan karena virus ini memiliki tingkat penularan yang cepat, terutama pada musim tertentu, dan dapat menyebar lebih intens di sejumlah wilayah.

    Namun, klaim yang menyebut virus ini lebih berbahaya dibandingkan COVID-19 tidak didukung oleh fakta ilmiah. Hingga saat ini, influenza A H3N2 tidak menunjukkan tingkat fatalitas yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19.

    Virus super flu menular terutama melalui percikan udara (droplet) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung. Gejala yang ditimbulkan pada umumnya menyerupai flu musiman.

    Senada, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro, dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes., juga menjelaskan pada Tirto bahwa influenza A virus subtype H3N2 merupakan salah satu subtipe influenza musiman yang memiliki karakteristik mudah bermutasi melalui mekanisme antigenic drift. Subtipe ini juga kerap menyebabkan wabah influenza musiman yang berat dan secara historis berkaitan dengan angka rawat inap serta kematian yang lebih tinggi, terutama pada kelompok lanjut usia.

    Namun, dr. Andreas menegaskan bahwa secara umum COVID-19 tetap lebih berbahaya dibandingkan super flu.

    “COVID-19 memiliki risiko yang lebih besar karena dapat menyebabkan gagal napas, komplikasi multisistem, serta gejala jangka panjang atau Long COVID,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026).

    Meski demikian, pada kelompok tertentu, influenza H3N2 dapat menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan COVID-19 ringan. Kelompok tersebut meliputi lansia, anak kecil, pasien dengan penyakit jantung, paru, dan ginjal, ibu hamil, individu dengan imunitas rendah, serta individu yang tidak mendapatkan vaksin influenza. Oleh karena itu, super flu tetap perlu diwaspadai, meskipun tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi secara umum, dibandingkan COVID-19.

    Pada laman Halodoc, juga disebutkan bahwa gejala influenza A subclass K dapat berupa demam sangat tinggi, nyeri otot, sakit kepala berat, serta gangguan tenggorokan atau batuk. Meskipun agresif dalam penularan, risiko kematian akibat super flu tidak berbeda jauh dengan influenza musiman dan tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

    Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tetap berada di rumah saat sakit, serta melakukan konsultasi kesehatan apabila diperlukan.

    Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari.

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebut virus super flu H3N2 lebih parah dibandingkan COVID-19 merupakan klaim yang salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa super flu bukanlah virus baru dan tidak bersifat mematikan seperti COVID-19. Virus ini umumnya menimbulkan gejala flu musiman dan dapat menyerang ketika daya tahan tubuh menurun.

    Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini