Sebuah foto yang diklaim saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro di dalam pesawat militer Amerika Serikat beredar di Facebook [arsip] dan X pada 4 Januari 2026. Foto itu beredar setelah Amerika Serikat menculik Maduro melalui operasi militer pada 3 Januari 2026.
Dalam foto itu, pria yang diklaim sebagai Maduro duduk di kursi panjang diapit dua personel militer. Ia mengenakan kemeja dan celana putih dengan tangan diborgol.
Namun, benarkah foto tersebut merupakan momen saat Presiden Venezuela itu diangkut dengan pesawat militer Amerika Serikat?
Keliru: Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Dalam Pesawat Militer AS
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pengamatan langsung pada gambar, pemindaian dengan alat pendeteksi konten dari mesin akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan fakta dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski penculikan Maduro benar terjadi tapi foto yang beredar tersebut dibuat dengan teknologi AI.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan setelah menganalisis foto tersebut secara manual. Analisis tersebut bertujuan untuk menemukan anomali visual yang lazim ditemukan pada konten buatan AI.
Kejanggalan pertama adalah jari tangan Maduro dan tentara di bagian kiri tak lengkap. Bagian jari telunjuk tangan Maduro terlihat terpotong. Saat dibandingkan dengan arsip foto BBC, Maduro memiliki jari tangan normal.
Kejanggalan kedua adalah telinga tentara di bagian kanan terlihat besar dan panjang tidak proporsional.
Ketiga, seragam tentara dalam gambar yang beredar mirip seragam angkatan darat Amerika Serikat tipe Universal Camouflage Pattern (UCP) yang tak lagi dipakai sejak tahun 2019. Kini seragam mereka memiliki corak-corak dengan warna hijau, sebagaimana ditampilkan website Angkatan Darat AS.
Selain itu, formasi jendela itu berbeda dengan tampilan alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan Maduro yakni kapal perang induk USS Iwo Jima dan sebuah pesawat.
New York Times juga menganggap gambar yang beredar itu tidak otentik. Lantaran susunan jendela yang aneh dan sumber gambar yang tidak jelas. Tak ada lembaga resmi yang mengunggahnya.
Tempo kemudian menganalisis foto tersebut menggunakan alat deteksi AI. Alat AI or NOT menyatakan sebesar 66 persen konten itu mengandung elemen AI. Alat tersebut juga mengidentifikasi empat wajah di dalam foto adalah deepfake.
Selain itu, alat Was It AI menggolongkannya sebagai konten AI dengan konfidensial tinggi.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India juga menyimpulkan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI. Mereka menganalisisnya dengan alat Hive AI image+deepfake classifier dengan hasil 21 persen konten mengandung elemen AI.
Menurut analis DAU, penempatan jendela dalam gambar itu sangat aneh. Jendela dan bayangannya, juga memperlihatkan dinding pesawat yang terlalu tebal. “Kita bisa mengatakan bahwa gambar tersebut tidak asli,” kata analis DAU.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan setelah menganalisis foto tersebut secara manual. Analisis tersebut bertujuan untuk menemukan anomali visual yang lazim ditemukan pada konten buatan AI.
Kejanggalan pertama adalah jari tangan Maduro dan tentara di bagian kiri tak lengkap. Bagian jari telunjuk tangan Maduro terlihat terpotong. Saat dibandingkan dengan arsip foto BBC, Maduro memiliki jari tangan normal.
Kejanggalan kedua adalah telinga tentara di bagian kanan terlihat besar dan panjang tidak proporsional.
Ketiga, seragam tentara dalam gambar yang beredar mirip seragam angkatan darat Amerika Serikat tipe Universal Camouflage Pattern (UCP) yang tak lagi dipakai sejak tahun 2019. Kini seragam mereka memiliki corak-corak dengan warna hijau, sebagaimana ditampilkan website Angkatan Darat AS.
Selain itu, formasi jendela itu berbeda dengan tampilan alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan Maduro yakni kapal perang induk USS Iwo Jima dan sebuah pesawat.
New York Times juga menganggap gambar yang beredar itu tidak otentik. Lantaran susunan jendela yang aneh dan sumber gambar yang tidak jelas. Tak ada lembaga resmi yang mengunggahnya.
Tempo kemudian menganalisis foto tersebut menggunakan alat deteksi AI. Alat AI or NOT menyatakan sebesar 66 persen konten itu mengandung elemen AI. Alat tersebut juga mengidentifikasi empat wajah di dalam foto adalah deepfake.
Selain itu, alat Was It AI menggolongkannya sebagai konten AI dengan konfidensial tinggi.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India juga menyimpulkan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI. Mereka menganalisisnya dengan alat Hive AI image+deepfake classifier dengan hasil 21 persen konten mengandung elemen AI.
Menurut analis DAU, penempatan jendela dalam gambar itu sangat aneh. Jendela dan bayangannya, juga memperlihatkan dinding pesawat yang terlalu tebal. “Kita bisa mengatakan bahwa gambar tersebut tidak asli,” kata analis DAU.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa foto yang diklaim sebagai momen Maduro berada di di dalam pesawat militer AS setelah diculik adalah klaim keliru. Foto itu dibuat menggunakan akal imitasi.
Rujukan
- https://www.facebook.com/TahukahKamuOfficial/posts/pfbid021SbRiyigGXyb9D7LE2qLQ1LxuwLtahmmzTDeRrqvUCkQqrVM8hZAqXnDKttHKqeMl
- https://perma.cc/QVW5-3ZWR?type=image
- https://x.com/bergeloralah/status/2008110346394087677
- https://www.army.mil/uniforms/?fbclid=IwAR28K6yimV6WNHRR4pKKQ-c9iyxQMPlySEvZ-aDI1274LptwVpbL3O0uKZQ
- https://www.youtube.com/watch?v=TBN_B7UYxAg
- https://www.reuters.com/world/americas/venezuelan-leader-maduro-arrives-new-york-news-outlets-report-2026-01-03/
Keliru: Video Tangis Haru Warga Venezuela Usai Presiden Maduro Ditangkap
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
VIDEO rakyat Venezuela merayakan penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, beredar di Facebook [arsip] dan X [arsip] pada 7 Januari 2026. Cuplikan video itu memperlihatkan dua nenek dan seorang pemuda yang tampak menangis karena Amerika telah membebaskan mereka dari kepemimpinan Maduro.
“Rakyat menangis karena kebebasan mereka, terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah membebaskan kami. Sang pahlawan, terima kasih Donald Trump,” tulis si pengunggah konten.
Video berdurasi 1 menit tersebut beredar luas setelah Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros pada 3 Januari 2026. Namun benarkah video yang memperlihatkan wajah-wajah haru warga Venezuela usai penangkapan Maduro?
“Rakyat menangis karena kebebasan mereka, terima kasih kepada Amerika Serikat karena telah membebaskan kami. Sang pahlawan, terima kasih Donald Trump,” tulis si pengunggah konten.
Video berdurasi 1 menit tersebut beredar luas setelah Amerika Serikat (AS) menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros pada 3 Januari 2026. Namun benarkah video yang memperlihatkan wajah-wajah haru warga Venezuela usai penangkapan Maduro?
Hasil Cek Fakta
Tempo memverifikasi konten itu melalui pengamatan visual, menggunakan alat pendeteksi konten akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, konten yang memperlihatkan tiga warga yang menangis itu dibuat dengan kecerdasan buatan.
Sosok nenek berpakaian biru muda memeluk bendera Venezuela ini, muncul pada detik pertama. Hasil analisis manual menemukan kejanggalan visual pada detik 00:01 hingga 00:09 saat seorang pria di bagian belakang yang memegang bendera mirip bendera Venezuela, berjalan menuju kamera. Kejanggalan terlihat sejak detik ke-5. Bendera yang semula ia pegang tiba-tiba menghilang.
Kejanggalan semacam ini, sering kali ditemui pada konten buatan AI. Kesimpulan ini terkonfirmasi setelah Tempo menganalisisnya menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation dan Image Whisperer. Kedua alat ini menyatakan konten tersebut dibuat dengan AI. Alat Hive Moderation menghasilkan agregat 96,1 persen.
Pada detik ke-17 dan 18, kejanggalan visual terlihat pada konten. Demonstran di bagian latar pemuda yang menangis, tampak memegang bendera Venezuela. Akan tetapi, bendera tersebut tidak sama dengan bendera asli Venezuela.
Bendera Venezuela terdiri dari warna kuning, biru, dan merah. Pada bagian warna biru, terdapat delapan bintang membentuk formasi melengkung.
Pada detik ke-29 juga terlihat plat nomor kendaraan yang berwarna putih. Ini berbeda dengan plat nomor kendaraan resmi di Venezuela yang mengandung warna putih, kuning, biru, dan merah.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten kedua ini kemungkinan buatan AI. Hive memberikan agregat angka 48,3 persen.
Kejanggalan bendera di bagian latar nenek pada fragmen ini juga terlihat antara detik ke-50 hingga detik ke-55. Formasi bintang dalam bendera berbeda dengan bendera Venezuela yang melengkung dan berjumlah delapan.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten ini juga dibuat dengan AI. Hive memberikan agregat elemen AI mencapai 97 persen.
Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela yang tinggal di luar negeri merayakan penangkapan Maduro lantaran kepemimpinannya yang otoriter selama 13 tahun. Namun menurut PolitiFact, sentimen anti-Maduro terasa sunyi di dalam negeri Venezuela setelah penangkapan oleh AS. Dilansir Fortune, jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari setelah serangan AS. Associated Press juga merekam suasana jalanan Caracas yang tenang.
Penangkapan itu dikecam oleh banyak negara mulai Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol. Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam unggahan media sosial di X, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa serangan AS merupakan "agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin."
Sosok nenek berpakaian biru muda memeluk bendera Venezuela ini, muncul pada detik pertama. Hasil analisis manual menemukan kejanggalan visual pada detik 00:01 hingga 00:09 saat seorang pria di bagian belakang yang memegang bendera mirip bendera Venezuela, berjalan menuju kamera. Kejanggalan terlihat sejak detik ke-5. Bendera yang semula ia pegang tiba-tiba menghilang.
Kejanggalan semacam ini, sering kali ditemui pada konten buatan AI. Kesimpulan ini terkonfirmasi setelah Tempo menganalisisnya menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation dan Image Whisperer. Kedua alat ini menyatakan konten tersebut dibuat dengan AI. Alat Hive Moderation menghasilkan agregat 96,1 persen.
Pada detik ke-17 dan 18, kejanggalan visual terlihat pada konten. Demonstran di bagian latar pemuda yang menangis, tampak memegang bendera Venezuela. Akan tetapi, bendera tersebut tidak sama dengan bendera asli Venezuela.
Bendera Venezuela terdiri dari warna kuning, biru, dan merah. Pada bagian warna biru, terdapat delapan bintang membentuk formasi melengkung.
Pada detik ke-29 juga terlihat plat nomor kendaraan yang berwarna putih. Ini berbeda dengan plat nomor kendaraan resmi di Venezuela yang mengandung warna putih, kuning, biru, dan merah.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten kedua ini kemungkinan buatan AI. Hive memberikan agregat angka 48,3 persen.
Kejanggalan bendera di bagian latar nenek pada fragmen ini juga terlihat antara detik ke-50 hingga detik ke-55. Formasi bintang dalam bendera berbeda dengan bendera Venezuela yang melengkung dan berjumlah delapan.
Hasil analisis dengan alat Hive Moderation dan Image Whisperer menyimpulkan konten ini juga dibuat dengan AI. Hive memberikan agregat elemen AI mencapai 97 persen.
Beragam Reaksi Warga Venezuela Usai Maduro Ditangkap
Di beberapa belahan dunia, diaspora Venezuela yang tinggal di luar negeri merayakan penangkapan Maduro lantaran kepemimpinannya yang otoriter selama 13 tahun. Namun menurut PolitiFact, sentimen anti-Maduro terasa sunyi di dalam negeri Venezuela setelah penangkapan oleh AS. Dilansir Fortune, jalanan di Caracas sebagian besar terlihat lengang dalam beberapa hari setelah serangan AS. Associated Press juga merekam suasana jalanan Caracas yang tenang.
Penangkapan itu dikecam oleh banyak negara mulai Rusia, Iran, Kolombia, Uni Eropa, Jerman, Belgia, hingga Spanyol. Presiden Kolombia Gustavo Petro, dalam unggahan media sosial di X, menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa serangan AS merupakan "agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin."
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran Tempo, klaim bahwa video warga Venezuela menangis haru usai penangkapan Maduro oleh AS adalah keliru.
Rujukan
- https://web.facebook.com/reel/1665640234421102/
- https://perma.cc/V2AZ-6KPD
- https://x.com/WallStreetApes/status/2007586063876010289
- https://perma.cc/QP4M-G7YQ
- https://www.intt.gob.ve/inttweb/?p=13918
- http://hivemoderation.com
- https://imagewhisperer.org/
- https://www.youtube.com/watch?v=TRBBkDC1CKU
- https://www.tempo.co/internasional/reaksi-dunia-atas-serangan-as-di-venezuela-2104181 /cdn-cgi/l/email-protection#1e7d7b75787f756a7f5e6a7b736e71307d7130777a
Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link untuk Cek Status Penerima BSU 2026
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk cek status penerima BSU 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 5 Januari 2026.
Klaim link untuk cek status penerima BSU 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"📢 Kabar Gembira! Rp 600,000 1.700.000 untuk Anda yang Terdaftar dalam Program BSU 2026!
Cek status penerimaan Anda sekarang juga KLIK MENU DAFTAR DIBAWAH INI 📩"
Unggahan tersebut menyertakan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
"https://bsu3-tahapakhir2025.news-terkini.com/?fbclid=IwY2xjawPK8s5leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF4RmJvSUdhR2Rkb3Q0U0Voc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgsXAEXN54sIzusqILr_ue-bwNH13QPRNHhs-pzo2H51rG3XybUsMsaJpRSP_aem_OFsqAsWe54WTOcE6PKyqPw".
Benarkah klaim link untuk cek status penerima BSU 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk cek status penerima BSU 2026, penelusuran mengarah pada "Link BSU 2026 Bermunculan di Media Sosial, Simak Fakta dari Kemnaker" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 7 Januari 2026.
Dalam situs Liputan6.com, Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026 yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi penipuan.
Hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.Sumber:https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6252370/link-bsu-2026-bermunculan-di-media-sosial-simak-fakta-dari-kemnaker
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link untuk cek status penerima BSU 2026 tidak benar.
Beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026 yang memuat tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi penipuan.
Hoaks Bahlil Minta PLN Menaikkan Tarif Token Listrik
Sumber:Tanggal publish: 08/01/2026
Berita
tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak PT PLN (Persero) untuk menaikkan harga token listrik agar perusahaan tidak merugi serta mendorong masyarakat belajar menghemat penggunaan listrik.
ADVERTISEMENT
Klaim tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Ariasmen Ariasmen” (arsip) pada 30 Desember 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Bahlil ajak PLN naikkan harga token agar PT. PLN Tidak Rugi dan agar Rakyat belajar menghemat arus," bunyi keterangan pengunggah.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh sedikitnya 18 tanda suka dan 47 komentar dari pengguna Facebook.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Bahlil Ajak PLN Naikkan Harga Token. foto/Hotline periska fakta tirto
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Apa Benar Prabowo Beri Token Listrik Gratis pada Oktober 2025?
ADVERTISEMENT
Klaim tersebut dibagikan oleh akun Facebook “Ariasmen Ariasmen” (arsip) pada 30 Desember 2025.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Bahlil ajak PLN naikkan harga token agar PT. PLN Tidak Rugi dan agar Rakyat belajar menghemat arus," bunyi keterangan pengunggah.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah memperoleh sedikitnya 18 tanda suka dan 47 komentar dari pengguna Facebook.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Bahlil Ajak PLN Naikkan Harga Token. foto/Hotline periska fakta tirto
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Baca juga:Apa Benar Prabowo Beri Token Listrik Gratis pada Oktober 2025?
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri kebenaran fakta, Tirto menelusuri klaim tersebut melalui mesin pencarian Google dengan memasukkan kata kunci “Bahlil minta harga token listrik PLN naik” pada tab “Berita”. Hasil penelusuran tidak menemukan informasi resmi maupun pemberitaan dari sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Perlu diketahui, mengutip Tirto, tarif listrik PLN bagi pelanggan non-subsidi ditinjau dan ditetapkan secara rutin setiap tiga bulan atau per kuartal dalam satu tahun.
Sejalan dengan mekanisme tersebut, pada Januari 2026 PLN memberlakukan penyesuaian tarif untuk kuartal I, yang mencakup periode Januari hingga Maret 2026. Penetapan tarif ini didasarkan pada perubahan sejumlah indikator ekonomi makro, antara lain nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, serta harga batu bara acuan (HBA).
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis (1/1/2026), Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan kenaikan tarif listrik.
Tri menjelaskan bahwa meskipun perkembangan parameter ekonomi makro saat ini secara perhitungan semestinya mendorong kenaikan tarif listrik, pemerintah memilih untuk tidak menaikkannya guna mempertahankan daya beli masyarakat.
"Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan," kata Tri.
Dengan pertimbangan tersebut, Tri menegaskan bahwa tarif listrik bagi 25 golongan pelanggan tetap berlaku tanpa perubahan pada kuartal I 2026. Pemerintah juga memastikan subsidi listrik masih diberikan kepada kelompok pelanggan tertentu.
Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kepastian serta stabilitas ekonomi, baik bagi pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha, pada awal tahun 2026.
Baca juga:Anti Ribet, Ini Cara Praktis Beli dan Isi Token Listrik PLN
Perlu diketahui, mengutip Tirto, tarif listrik PLN bagi pelanggan non-subsidi ditinjau dan ditetapkan secara rutin setiap tiga bulan atau per kuartal dalam satu tahun.
Sejalan dengan mekanisme tersebut, pada Januari 2026 PLN memberlakukan penyesuaian tarif untuk kuartal I, yang mencakup periode Januari hingga Maret 2026. Penetapan tarif ini didasarkan pada perubahan sejumlah indikator ekonomi makro, antara lain nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), tingkat inflasi, serta harga batu bara acuan (HBA).
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Kamis (1/1/2026), Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan kenaikan tarif listrik.
Tri menjelaskan bahwa meskipun perkembangan parameter ekonomi makro saat ini secara perhitungan semestinya mendorong kenaikan tarif listrik, pemerintah memilih untuk tidak menaikkannya guna mempertahankan daya beli masyarakat.
"Berdasarkan perhitungan parameter tersebut, secara formula tarif tenaga listrik berpotensi mengalami perubahan. Namun untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan," kata Tri.
Dengan pertimbangan tersebut, Tri menegaskan bahwa tarif listrik bagi 25 golongan pelanggan tetap berlaku tanpa perubahan pada kuartal I 2026. Pemerintah juga memastikan subsidi listrik masih diberikan kepada kelompok pelanggan tertentu.
Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kepastian serta stabilitas ekonomi, baik bagi pelanggan rumah tangga maupun pelaku usaha, pada awal tahun 2026.
Baca juga:Anti Ribet, Ini Cara Praktis Beli dan Isi Token Listrik PLN
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak PT PLN (Persero) menaikkan harga token listrik agar perusahaan tidak merugi dan masyarakat belajar menghemat listrik adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Dari hasil penelusuran, Tirto tidak menemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, pemerintah melalui Kementerian ESDM justru menegaskan bahwa tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan tidak mengalami kenaikan pada kuartal I 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Dari hasil penelusuran, Tirto tidak menemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, pemerintah melalui Kementerian ESDM justru menegaskan bahwa tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan tidak mengalami kenaikan pada kuartal I 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/linjank.linjank/posts/pfbid0pNDk4tNKbjYgh8b5ac5q6RBU9455rAqqFHJpugumn2cNBnNbApMktwknTdDbAJYxl?rdid=6jLP2TJiumCSuEJH#
- https://archive.ph/OsQvc
- https://tirto.id/apa-benar-prabowo-beri-token-listrik-gratis-pada-oktober-2025-hjx5
- https://tirto.id/tarif-listrik-pln-januari-2026-apakah-naik-cek-tagihan-online-hoDn
- https://tirto.id/anti-ribet-ini-cara-praktis-beli-dan-isi-token-listrik-pln-hgyk
Halaman: 669/8485





