Keliru, Klaim Ini Video Banjir Bekasi pada 2021 dengan Banyak Mobil Terbalik
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/02/2021
Berita
Sebuah video yang memperlihatkan kondisi sebuah kompleks perumahan pasca banjir beredar di YouTube. Dalam video ini, tampak sejumlah mobil dan motor yang terbalik dan menindih satu sama lain. Video itu diklaim sebagai video pasca banjir Bekasi pada Februari 2021.
Dalam video tersebut, terdengar pula suara seorang wanita yang menyebut lokasi kompleks itu, yakni Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. "Nih, lihat mobil pada ringsek gara-gara banjir. Ini di Pondok Gede Permai. Ancur semua mobil. Udah kayak mobil-mobilan. Motor ringsek," katanya.
Video itu diunggah oleh kanal ini pada 21 Februari 2021 dengan judul "Banjir di Bekasi 2021!!! Mobil Banyak Terbalik!!!". Dalam keterangannya, kanal itu menulis bahwa video tersebut diambil di Perumahan Bumi Nasio Indah, Bekasi. "Sejumlah wilayah di Jadetabek terendam banjir pada 20 Februari 2021."
Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang memuat klaim keliru terkait video unggahannya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar tersebut ditelusuri denganreverse image toolYandex. Hasilnya, ditemukan bahwa video di atas adalah video lama, yang direkam usai banjir Bekasi pada awal Januari 2020.
Video yang diambil dari lokasi dan peristiwa yang sama, yang memperlihatkan sejumlah mobil dan motor terbalik dan saling tindih, pernah diunggah oleh kanal YouTube Media Hukum Indonesia pada 3 Januari 2020. Video tersebut diberi judul "Fenomena Pasca Banjir Tahun Baru 2020".
Foto-foto dari peristiwa tersebut juga pernah dimuat dalam sebuah video yang diunggah oleh kanal YouTube Tribun Jambi pada 5 Januari 2020. Video itu diberi judul "10 potret pasca banjir, mobil bertumpukan di Pondok Gede". Dalam keterangannya, tertulis bahwa foto-foto itu diambil pada 2 Januari 2020.
"Sejumlah warga menyaksikan puluhan kendaraan hancur pasca banjir yang merendam kawasan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020). Sebelumnya diketahui bahwa kawasan tersebut diterjang banjir dengan ketinggian air mencapai lima meter yang membuat ratusan rumah warga nyaris tenggelam dan yang terlihat hanya bagian atap," demikian keterangan dari kanal Tribun Jambi.
Situs media BeritaSatu pun pernah memuat foto-foto dari peristiwa yang sama pada 2 Januari 2020 dalam artikelnya yang berjudul "Penampakan Mobil Terseret Arus Pasca Banjir di Jatiasih Bekasi". Dalam keterangannya, tertulis bahwa foto-foto itu diambil di Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
"Warga melintasi sejumlah mobil yang terserat arus dan akses jalan hancur pasca banjir yang merendam kawasan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020). Jalan-jalan di Kompleks Pondok Gede Permai (PGP), yang merupakan lokasi banjir terparah sejak Rabu (1/1), mulai surut. Akses masuk Kompleks PGP juga terhambat karena banyak kendaraan warga yang tertumpuk di dekat pintu masuk. Arus banjir yang deras telah menyeret mobil-mobil milik warga, lalu tertumpuk di depan pintu masuk perumahan," demikian keterangannya.
Banjir di Bekasi pada 2021
Pada 20 Februari 2021, seperti dilansir dari Liputan6.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menyatakan masih terdapat 31 titik banjir di wilayahnya, dari total sebelumnya 94 titik. Seluruh titik banjir itu tersebar di delapan kecamatan.
"Sebanyak 63 lokasi titik genangan sudah surut, 31 lokasi tergenang kembali akibat hujan deras dan naiknya TMA (tinggi muka air) Kali Bekasi, Kali Cakung, Kali Bong," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa, dalam keterangannya pada 20 Februari 2021.
Titik banjir tersebut antara lain Perumahan Pondok Hijau Permai (Rawalumbu); Perumahan Mutiara Gading Timur (Mustikajaya); Perumahan Jatibening Permai, Perumahan Sarigaperi, Perumahan Antilope, Perumahan Taman Pondok Gede, dan Perumahan Duta Indah ( Pondok Gede ); serta Perumahan Nasio Indah, Perumahan Dosen IKIP, Kompleks Cahaya Kemang Permai, Perumahan Pondok Gede Permai, dan Perumahan Graha Indah (Jatiasih).
Titik banjir juga dilaporkan berada di Perumahan Villa Jaka Setia, Perumahan Cikas, Pondok Timur Mas, Perumahan Pondok Surya Mandala, dan Kompleks Taman Cikunir Indah (Bekasi Selatan); Perumahan Margahayu Jaya, Gang Mawar Margahayu, Taman Villa Kartini, Gang Kalimaya, Jalan Tirtonadi Bekasi Jaya, dan Gang Semar Bekasi Jaya (Bekasi Timur); Perumahan Duta Kranji (Bekasi Barat); serta Kampung Lebak, Margamulya, dan Teluk Pucung (Bekasi Utara).
Dikutip dari Kompas.com, Perumahan Bumi Nasio Indah, Jatiasih, Bekasi, merupakan salah satu lokasi yang terdampak banjir cukup parah akibat hujan deras yang mengguyur Jabodetabek pada Jumat-Sabtu, 19-20 Februari 2021. Ketinggian air di kompleks tersebut sempat mencapai 2,5 meter. Hingga Minggu malam, 21 Februari 2021, Perumahan Bumi Nasio Indah masih terendam banjir setinggi 40-60 cm. Namun, ini lebih rendah ketimbang pada Minggu pagi yang ketinggiannya berkisar 70-200 cm.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa sejumlah mobil dan motor yang terbalik dalam video tersebut terkait dengan banjir Bekasi pada 2021, keliru. Video itu adalah video lama, yang direkam usai banjir Bekasi pada awal Januari 2020. Video tersebut memperlihatkan kondisi di kawasan Pondok Gede Permai, Jatiasih. Arus banjir yang deras ketika itu mampu menyeret kendaraan milik warga.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/banjir-bekasi
- https://www.youtube.com/watch?v=kwCNhuSbTsA&feature=youtu.be
- https://www.tempo.co/tag/bekasi
- https://www.youtube.com/watch?v=861gQcllZqM
- https://www.youtube.com/watch?v=nxy59Tc54yY
- https://www.tempo.co/tag/pondok-gede-permai
- https://www.beritasatu.com/photo/30004/penampakan-mobil-terseret-arus-pasca-banjir-di-jatiasih-bekasi
- https://www.tempo.co/tag/banjir
- https://www.liputan6.com/news/read/4488527/31-titik-di-kota-bekasi-masih-banjir-ini-tanggapan-dprd
- https://www.tempo.co/tag/pondok-gede
- https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/22/09160891/banjir-di-bumi-nasio-indah-bekasi-100-kk-bertahan-di-rumah-pasien-covid?page=all
[SALAH] Foto Mobil Esemka
Sumber: FacebookTanggal publish: 22/02/2021
Berita
Sebuah foto yang diklaim sebagai mobil Esemka beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Kompyang Iwantara pada 22 Februari 2021.
Akun Facebook Kompyang Iwantara mengunggah foto mobil jenis sedan berwarna putih yang tengah berada di lokasi pameran. Terdapat logo Esemka di bagian depan mobil tersebut.
Mobil tersebut tampak tengah ditumpangi oleh seorang pria. Sejumlah orang juga terlihat memandang mobil tanpa atap tersebut.
Akun Facebook Kompyang Iwantara kemudian mengaitkan foto tersebut dengan mobil produksi Esemka.
"Kadroon lagi goreng isu banjir, pakde buktikan pake esemka👍
Kadroon makin ketjang - ketjang xixixixixi," tulis akun Facebook Kompyang Iwantara.
Konten yang disebarkan akun Facebook Kompyang Iwantara telah 40 kali dibagikan dan mendapat 324 komentar warganet.
Akun Facebook Kompyang Iwantara mengunggah foto mobil jenis sedan berwarna putih yang tengah berada di lokasi pameran. Terdapat logo Esemka di bagian depan mobil tersebut.
Mobil tersebut tampak tengah ditumpangi oleh seorang pria. Sejumlah orang juga terlihat memandang mobil tanpa atap tersebut.
Akun Facebook Kompyang Iwantara kemudian mengaitkan foto tersebut dengan mobil produksi Esemka.
"Kadroon lagi goreng isu banjir, pakde buktikan pake esemka👍
Kadroon makin ketjang - ketjang xixixixixi," tulis akun Facebook Kompyang Iwantara.
Konten yang disebarkan akun Facebook Kompyang Iwantara telah 40 kali dibagikan dan mendapat 324 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim sebagai mobil produksi Esemka. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Google Reverse Image.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang mengunggah foto serupa. Satu di antaranya artikel berjudul "Honda Kembali Sediakan Suku Cadang Mobil Sport S2000" yang dimuat situs ridertua.com pada 24 Februari 2020.
Foto yang diklaim sebagai mobil produksi Esemka ternyata adalah Honda S 2000. Salah satu mobil sport dari produsen mobil asal Jepang, Honda.
Foto serupa juga ditemukan dalam artikel berjudul "2021 Honda S2000 First Look" yang dimuat situs hondacarmodels.com.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang mengunggah foto serupa. Satu di antaranya artikel berjudul "Honda Kembali Sediakan Suku Cadang Mobil Sport S2000" yang dimuat situs ridertua.com pada 24 Februari 2020.
Foto yang diklaim sebagai mobil produksi Esemka ternyata adalah Honda S 2000. Salah satu mobil sport dari produsen mobil asal Jepang, Honda.
Foto serupa juga ditemukan dalam artikel berjudul "2021 Honda S2000 First Look" yang dimuat situs hondacarmodels.com.
Kesimpulan
Foto yang diklaim sebagai mobil produksi Esemka ternyata tidak benar. Faktanya, foto tersebut merupakan mobil Honda S 2000. Salah satu mobil sport dari produsen mobil asal Jepang, Honda.
Foto yang disebarkan akun Facebook Kompyang Iwantara telah disunting dengan mengubah logo mobil Honda dengan logo mobil Esemka.
Foto yang disebarkan akun Facebook Kompyang Iwantara telah disunting dengan mengubah logo mobil Honda dengan logo mobil Esemka.
Rujukan
[SALAH] Pesan Berantai Berisi Informasi Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 22/02/2021
Berita
Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai informasi soal vaksinasi covid-19 tahap kedua. Pesan berantai itu ramai disebarkan sejak tengah pekan ini.
Dalam pesan berantai tersebut terdapat informasi untuk mendaftar program vaksinasi covid-19 tahap kedua melalui website pedulilindungi.id. Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya:
Bagi yg punya ortu di rumah dan perlu vaksin ...ini sdh mulai buka pendaftaran ya
1. Masuk google chrome
2. Ketik pedulilindungi.id
3. Untuk daftar klik garis 3 pojok kanan
4. Klik login/register5. Klik buat akun peduli lindungi
6. Masukan nama lengkap dan no tlp
7. Login masukan nama lengkap dan no KTP
Bagi lansia kalau daftar imunisasi covid gratis pemerintah daftar di pedulilindungi .Buka aplikasi pedulilindungi daftar dg no ktp.Besok mulai dibuka untuk lansia
https://pedulilindungi.id/"
Dalam pesan berantai tersebut terdapat informasi untuk mendaftar program vaksinasi covid-19 tahap kedua melalui website pedulilindungi.id. Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya:
Bagi yg punya ortu di rumah dan perlu vaksin ...ini sdh mulai buka pendaftaran ya
1. Masuk google chrome
2. Ketik pedulilindungi.id
3. Untuk daftar klik garis 3 pojok kanan
4. Klik login/register5. Klik buat akun peduli lindungi
6. Masukan nama lengkap dan no tlp
7. Login masukan nama lengkap dan no KTP
Bagi lansia kalau daftar imunisasi covid gratis pemerintah daftar di pedulilindungi .Buka aplikasi pedulilindungi daftar dg no ktp.Besok mulai dibuka untuk lansia
https://pedulilindungi.id/"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi. Ia menjelaskan pesan berantai tersebut tidak benar.
"Pesan berantai yang beredar bukan rilis resmi dari Kemenkominfo maupun Kemenkes. Semua yang menjadi sasaran vaksinasi covid-19 tahap kedua ini sudah didaftarkan oleh institusi masing-masing," ujar dr Nadia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (19/2/2021).
"Sementara untuk lansia datanya kami ambil dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan ini masih dalam proses. Vaksin sendiri masih dalam proses distribusi," katanya menambahkan.
Terkait jadwal vaksinasi covid-19 tahap kedua dr. Nadia pun menjelaskan informasinya,
"Untuk pelaksanaan masing-masing daerah akan dilakukan setelah vaksinnya tiba. Yang jelas tidak usah mendaftar atau menunggu SMS. Di pesan berantai tersebut dijelaskan pendaftaran dilakukan semua pada hari yang sama dan itu salah."
Selain itu sebelumnya Liputan6.com pernah menulis artikel berjudul "Vaksinasi COVID-19 Tahap 2: Petugas Pelayanan Publik dan Lansia Tak Perlu Tunggu SMS" yang tayang 17 Februari 2021. Berikut isinya:
"Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi COVID-19 tahap kedua, yang dimulai hari ini, 17 Februari 2021, target penerima vaksin yang menyasar petugas pelayanan publik dan lansia kini tak lagi perlu menunggu SMS pendaftaran dan registrasi.
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menerangkan, daftar penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah terekam pada sistem Aplikasi P-Care Vaksinasi. Untuk jumlah sasaran vaksinasi tahap kedua, ada 21,5 juta lansia dan 16,9 juta petugas pelayanan publik.
"Kami sampaikan cara metode pemberian vaksinasi tahap kedua. Penerima vaksinasi tidak perlu lagi melakukan pendaftaran sendiri dan menunggu SMS pendaftaran," terang Nadia saat dialog 'Vaksinasi Tahap Kedua di Depan Mata' pada Selasa, 16 Februari 2021.
"Karena pendaftaran sebagian besar sudah kita lakukan sebelumnya dan masuk sistem Aplikasi P-Care Vaksinasi. Nanti penerima vaksinasi tinggal datang saja ke lokasi penyuntikkan. Lalu menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)."
Para petugas pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 antara lain guru, pedagang pasar, pekerja sarana transportasi umum, dan TNI/Polri.
Pendaftaran sasaran vaksinasi tahap kedua bagi petugas pelayanan publik dan lansia sudah didaftarkan melalui institusinya. Data vaksinasi ini pun diperoleh melalui BPJS Kesehatan dan Dukcapil (kependudukan dan catatan sipil) daerah, sehingga penerima vaksinasi cukup datang ke lokasi penyuntikkan.
"Kami melakukan vaksinasi massal, dalam hal ini per institusi/klaster. Misal, buat pedagang pasar tinggal datang saja ke lokasi penyuntikkan, di sini berarti lokasinya di pasarnya langsung. Tidak perlu lagi ke fasilitas kesehatan," tambah Nadia.
Ketika penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua ternyata namanya belum masuk daftar saat datang ke lokasi penyuntikkan dapat menunjukkan identitas kepada tim vaksinator.
"Kalau (nama) tidak ada di dalam daftar masih bisa melakukan secara manual. Tentunya, menunjukkan bukti bahwa orang yang bersangkutan adalah sasaran penerima vaksinasi. Misal, dia adalah pedagang pasar ya tunjukkan identitas diri bahwa mereka adalah pedagang pasar," ujar Nadia."
"Pesan berantai yang beredar bukan rilis resmi dari Kemenkominfo maupun Kemenkes. Semua yang menjadi sasaran vaksinasi covid-19 tahap kedua ini sudah didaftarkan oleh institusi masing-masing," ujar dr Nadia saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (19/2/2021).
"Sementara untuk lansia datanya kami ambil dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan ini masih dalam proses. Vaksin sendiri masih dalam proses distribusi," katanya menambahkan.
Terkait jadwal vaksinasi covid-19 tahap kedua dr. Nadia pun menjelaskan informasinya,
"Untuk pelaksanaan masing-masing daerah akan dilakukan setelah vaksinnya tiba. Yang jelas tidak usah mendaftar atau menunggu SMS. Di pesan berantai tersebut dijelaskan pendaftaran dilakukan semua pada hari yang sama dan itu salah."
Selain itu sebelumnya Liputan6.com pernah menulis artikel berjudul "Vaksinasi COVID-19 Tahap 2: Petugas Pelayanan Publik dan Lansia Tak Perlu Tunggu SMS" yang tayang 17 Februari 2021. Berikut isinya:
"Liputan6.com, Jakarta - Vaksinasi COVID-19 tahap kedua, yang dimulai hari ini, 17 Februari 2021, target penerima vaksin yang menyasar petugas pelayanan publik dan lansia kini tak lagi perlu menunggu SMS pendaftaran dan registrasi.
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi menerangkan, daftar penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua sudah terekam pada sistem Aplikasi P-Care Vaksinasi. Untuk jumlah sasaran vaksinasi tahap kedua, ada 21,5 juta lansia dan 16,9 juta petugas pelayanan publik.
"Kami sampaikan cara metode pemberian vaksinasi tahap kedua. Penerima vaksinasi tidak perlu lagi melakukan pendaftaran sendiri dan menunggu SMS pendaftaran," terang Nadia saat dialog 'Vaksinasi Tahap Kedua di Depan Mata' pada Selasa, 16 Februari 2021.
"Karena pendaftaran sebagian besar sudah kita lakukan sebelumnya dan masuk sistem Aplikasi P-Care Vaksinasi. Nanti penerima vaksinasi tinggal datang saja ke lokasi penyuntikkan. Lalu menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)."
Para petugas pelayanan publik yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 antara lain guru, pedagang pasar, pekerja sarana transportasi umum, dan TNI/Polri.
Pendaftaran sasaran vaksinasi tahap kedua bagi petugas pelayanan publik dan lansia sudah didaftarkan melalui institusinya. Data vaksinasi ini pun diperoleh melalui BPJS Kesehatan dan Dukcapil (kependudukan dan catatan sipil) daerah, sehingga penerima vaksinasi cukup datang ke lokasi penyuntikkan.
"Kami melakukan vaksinasi massal, dalam hal ini per institusi/klaster. Misal, buat pedagang pasar tinggal datang saja ke lokasi penyuntikkan, di sini berarti lokasinya di pasarnya langsung. Tidak perlu lagi ke fasilitas kesehatan," tambah Nadia.
Ketika penerima vaksinasi COVID-19 tahap kedua ternyata namanya belum masuk daftar saat datang ke lokasi penyuntikkan dapat menunjukkan identitas kepada tim vaksinator.
"Kalau (nama) tidak ada di dalam daftar masih bisa melakukan secara manual. Tentunya, menunjukkan bukti bahwa orang yang bersangkutan adalah sasaran penerima vaksinasi. Misal, dia adalah pedagang pasar ya tunjukkan identitas diri bahwa mereka adalah pedagang pasar," ujar Nadia."
Kesimpulan
Pesan berantai berisi informasi pendaftaran vaksinasi covid-19 tahap kedua adalah tidak benar.
Rujukan
[SALAH] Saldo OVO Gratis dari Bot Telegram
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/02/2021
Berita
“Join .ben oleh saldo via ovo lur”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Moh Khoirul Anam memposting sebuah tautan yang mengarah ke sebuah akun bot Telegam yang dapat memberikan saldo OVO secara gratis. Postingan tersebut diposting pada 18 Februari 2021.
Berdasarkan dari artikel periksa fakta liputan6.com, Harumi Supit selaku Head of Corporate Communication OVO menjelaskan bahwa klaim tersebut adalah tidak benar. Pihak OVO tidak pernah menyelenggarakan program pesan berhadiah ataupun menjanjikan hadiah apapun kepada pengguna, ia juga menyebutkan keamanan dan data pengguna merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas, Harumi juga mengimbau bagi masyarakat untuk tidak pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) dan Security Code kepada pihak manapun termasuk petugas layanan pelanggan sekalipun.
“Segala informasi resmi mengenai OVO selalu disampaikan melalui akun resmi sosial media kami yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Kami akan terus menjamin bahwa setiap data pelanggan dilindungi demi memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pengguna OVO.” Kata Harumi Supit.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim bot Telegram dapat memberikan saldo OVO gratis adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Berdasarkan dari artikel periksa fakta liputan6.com, Harumi Supit selaku Head of Corporate Communication OVO menjelaskan bahwa klaim tersebut adalah tidak benar. Pihak OVO tidak pernah menyelenggarakan program pesan berhadiah ataupun menjanjikan hadiah apapun kepada pengguna, ia juga menyebutkan keamanan dan data pengguna merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas, Harumi juga mengimbau bagi masyarakat untuk tidak pernah membagikan kode OTP (One-Time Password) dan Security Code kepada pihak manapun termasuk petugas layanan pelanggan sekalipun.
“Segala informasi resmi mengenai OVO selalu disampaikan melalui akun resmi sosial media kami yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Kami akan terus menjamin bahwa setiap data pelanggan dilindungi demi memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pengguna OVO.” Kata Harumi Supit.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim bot Telegram dapat memberikan saldo OVO gratis adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Informasi yang salah. Pihak OVO tidak pernah mengadakan program pesan berhadiah atau menjanjikan hadiah apapun kepada pengguna.
Informasi yang salah. Pihak OVO tidak pernah mengadakan program pesan berhadiah atau menjanjikan hadiah apapun kepada pengguna.
Rujukan
Halaman: 6850/8560

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3383222/original/082814300_1613961306-MobilEsemka1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381012/original/098384600_1613694527-cek_fakta_wa_vaksin.jpg)
