• [SALAH] Legenda Bisbol AS Hank Aaron Meninggal Dunia Usai Disuntik Vaksin Covid-19

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/01/2021

    Berita

    Legenda bisbol Amerika Serikat, Hank Aaron meninggal dunia pada 22 Januari 2021. Dua minggu sebelum meninggal dunia, dia sempat disuntik vaksin covid-19 Moderna.

    Sehari setelah kematiannya, netizen mengklaim kalau vaksin covid-19 menjadi penyebab utama Hank Aaron meninggal dunia di usia 86 tahun. Begini narasinya.

    Saudara kita Hank Aaron - RIP - ingin menjadi contoh dan inspirasi bagi Orang Kulit Hitam dengan disuntik vaksin covid-19. Sayangnya, ia menjadi contoh yang jelas bagi Orang Kulit Hitam mengapa vaksin ini TIDAK DAPAT dipercaya.

    Pada tanggal 5 Januari, Aaron menerima yang pertama dari dua tembakan vaksin Moderna MRNA. Dua minggu setelah menerima suntikan Moderna pertamanya, Hank Aaron meninggal dalam tidurnya. Tidak ada sebab kematian diberikan, tetapi Anda melakukan menghitung ini."

    Kicauan itu pertama kali ditemukan Cek Fakta Liputan6.com berada di akun Facebook Wesley Muhammad. Beberapa jam setelahnya, ada banyak netizen yang membagikan postingan serupa.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menggunakan mesin pencari, Google. Hasil penelusuran mengarahkan ke situs berita di Amerika Serikat, CBS24.

    Dalam artikel berjudul: "Hank Aaron’s death unrelated to recent COVID-19 vaccination, doctors say", dijelaskan kalau vaksin covid-19 tidak ada hubungannya dengan kematian Aaron Hank.

    Dijelaskan dalam artikel tersebut, Aaron Hank mendapat suntikan vaksin covid-19 Moderna pada 5 Januari 2021 di Sekolah Kedokteran Morehouse. Usai divaksin, dia mengaku tidak merasakan efek samping dan melakukan wawancara dengan media AP.

    "Ini membuat saya luar biasa. Saya sama sekali tidak ragu tentang itu (vaksin), Anda tahu. Saya merasa sangat bangga pada diri saya setelah melakukan hal ini. Mungkin ini hal kecil yang bisa membantu orang di negara ini," kata Hank Aaron setelah divaksin ketika itu.

    Dua minggu setelah divaksin atau 22 Januari 2021, Aaron meninggal dunia. Setelah kematian Aaron, Morehouse merilis pernyataan pada 25 Januari 2021 dengan menyebut vaksin covid-19 tidak ada hubungannya dengan kepergian legenda bisbol AS itu.

    "Tuan Aaron adalah seorang advokat kesehatan masyarakat dan bekerja bersama kami untuk membantu menjembatani kesenjangan pemerataan kesehatan di Atlanta dan di seluruh dunia. Kematiannya tidak terkait dengan vaksin, juga tidak mengalami efek samping apa pun dari imunisasi. Dia meninggal dunia. dengan damai dalam tidurnya," begitu bunyi pernyataan resmi Morehouse.

    Kemudian, hasil penelusuran Google juga mengarahkan ke situs USA Today dalam artikel: "Fact check: Not likely that COVID-19 vaccine was cause of Hank Aaron's death".

    Artikel ini mengambil penjelasan dari Dr. Peter Hotez, seorang ilmuwan vaksin dan dekan dari National School of Tropical Medicine di Baylor College of Medicine. Hotez memastikan vaksin bukanlah faktor kematian Hank Aaron.

    "Tidak ada bukti kalau vaksinasi covid-19 berkontribusi pada kematian Hank Aaron," ujarnya pada 22 Januari 2021.

    Keesokan harnya, Walikota Atlanta, Keisha Lance Bottoms juga berbicara soal kematian Hank Aaron. Dia mengeluarkan pernyataan ini melalui Twitter.

    "Dia meninggal dalam tidurnya, sama seperti ayah saya yang wafat 30 tahun lalu. Vaksin ini tidak akan menghentikan kematian, tapi sangat bermanfaat dalam mencegah kematian akibat virus corona, yang secara tidak proporsional berdampak pada minoritas," ucapnya.

    Sementara di situs Politifact berjudul: "No evidence that the COVID-19 vaccine caused Hank Aaron’s death", penyebab kematian Aaron Hank karena penyakit stroke. Artikel itu juga mengambil pernyataan dari Direktur Pusat Vaksin Emory, Dr. Walter Orenstein.

    "Ada banyak manusia berusia 86 tahun yang meninggal setiap harinya. Jika itu kematian tunggal pada kelompok usia tersebut, setelah dua minggu dari vaksinasi, tidak membuktikan penyebabnya," ucapnya.

    Selain itu, Politifact juga mengambil penjelasan dari Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

    "Virus corona bisa menyebabkan stroke, tapi vaksin moderna hanya mengandung satu protein dari virus. Tidak ada bukti satu protein memicu peradangan pada pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke," ucapnya.

    Kesimpulan

    Klaim legenda bisbol, Aaron Hank meninggal dunia karena vaksin covid-19 merupakan informasi yang tidak benar. Kematian Aaron Hank terjadi karena faktor alami.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tak Ada Stasiun Tv yang Memberitakan Banjir di Kalimantan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 27/01/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan banjir di Kalimantan.

    Klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan banjir di Kalimantan diunggah akun Facebook Sofiandi Perdana, pada 24 Januari 2021.

    Unggahan tersebut berupa foto wilayah yang digenangi banjir, kemudian foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "👉Pesawat jatuh 7hari 7mlm nongol di TV tiap Jam😡😡

    Banjir hampir satu bulan tak ada live....❓❓

    Kenapa, karna tanah Kalimantan dikuasai Cukong yg punya stasiun TV❗"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan banjir di Kalimantan, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'banjir kalimantan', penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Kalimantan Selatan Darurat Banjir" yang dimuat situs kompas.tv, pada 16 Januari 2021.

    Situs kompas.tv memuat tayangan siaran langsung terkait banjir di Kalimantan.

    Tayangan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "KOMPAS.TV - Banjir melanda sebagian wilayahnya, Provinsi Kalimantan Selatan disebutkan sudah dalam status darurat banjir.

    Banjir besar yang melanda wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dilaporkan masih terjadi. Dilaporkan sudah ribuan rumah yang terendam banjir sejak 15 Januari 2021 pagi.

    Nyaris seluruh wilayah di Kalimantan Selatan tersapu banjir besar. Banjir terparah terjadi di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut juga Hulu Sungai Tengah. Banjir juga terjadi di Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, dan Balangan.

    Ribuan orang terpaksa mengungsi akibat banjir yang disebutkan hampir merata di seluruh provinsi itu.

    Banjir disebabkan karena tingginya intensitas curah hujan yang melanda wilayah Kalimantan Selatan."

    Penelusuran juga mengarah pada situs resmi stasiun Tv Metro Tv metrotvnews.com, yang memuat tayangan siaran pemberitaan berjudul "Banjar dan Tanah Laut Terendam Banjir" pada 15 Januari 2021.

    Video siaran berita tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    "Banjir menerjang Kabupaten Banjar dan Tanah Laut di Kalimantan Selatan. Banjir akibat tingginya curah hujan dalam tiga hari terakhir ini membuat warga di Kecamatan Martapura mulai dievakuasi. Di sebagian tempat ketinggian air bahkan mencapai 2 meter. "

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tidak ada stasiun Tv yang memberitakan banjir di Kalimantan tidak benar. Sejumlah stasiun Tv terbukti memberitakan banjir di Kalimantan.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Joe Biden Pakai Kitab Illuminati Masonik saat Ambil Sumpah Jabatan Presiden AS

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/01/2021

    Berita


    Foto yang memperlihatkan kitab suci yang dipakai oleh Joe Biden saat dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2021 lalu beredar di media sosial. Terdapat pula foto yang menunjukkan kitab suci yang sama ketika Biden dilantik sebagai Wakil Presiden AS pada 2009 silam, ketika posisi Presiden AS dijabat oleh Barack Obama. Foto-foto itu dibagikan dengan narasi bahwa kitab yang digunakan oleh Biden saat mengambil sumpah untuk kedua jabatan tersebut adalah Kitab Illuminati Masonik.
    Di Facebook, foto-foto beserta klaim itu dibagikan salah satunya oleh akun Shekinah Adina Eliseva, tepatnya pada 22 Januari 2021. Akun ini menulis, "#DonaldTrump menggunakan Holy Bible Kitab Suci TUHAN) dalam sumpah nya sewaktu dilantik menjadi Presiden Sedangkan Joe Biden menggunakan Massonic Illuminaty Bible (kitab setan) dlm sumpahnya mnjdi presiden. #Donald Trumph mengeluarkan UU Anti Aborsi dan Anti LGBT setelah dilantik menjadi Presiden tetapi Biden justru memberlakukan UU legalitas Aborsi dan LGBT.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Shekinah Adina Eliseva yang memuat klaim keliru bahwa Joe Biden memakai Kitab Illuminati Masonik saat mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa kitab yang digunakan Joe Biden saat dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021 lalu adalah Alkitab dengan sampul bergambar salib Celtic, bukan Kitab Illuminati Masonik. Alkitab tersebut telah menjadi bagian dari keluarga Biden sejak 1893.
    Foto pertama, yang memperlihatkan alkitab tersebut saat Biden dilantik sebagai Wakil Presiden AS pada 2009, merupakan potongan dari foto yang pernah dimuat oleh Voice of America pada 10 Januari 2021. Foto ini diberi keterangan: “FILE - U.S. Vice President Joe Biden is sworn in as his wife Jill Biden watches during the inauguration of President Barack Obama in Washington, Jan. 20, 2009.”
    Sementara foto kedua, yang memperlihatkan alkitab tersebut saat Biden dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021, merupakan potongan dari foto yang pernah dimuat oleh The Guardian pada 21 Januari 2021. Foto ini diberi keterangan: "Joe Biden, the new president of the United States, with his wife Jill Biden at his swearing-in. At 78, Biden is the oldest president ever to take the oath of office. Photograph: Kevin Lamarque/Reuters."
    Dilansir dari CNN, Alkitab setebal lima inci yang pada sampulnya terdapat salib Celtic ini telah menjadi bagian dari keluarga Joe Biden sejak 1893. Biden memakai Alkitab ini setiap dia mengambil sumpah, termasuk saat dilantik sebagai anggota Senat AS untuk pertama kalinya pada 1973 dan sebagai Wakil Presiden AS pada 2009 dan 2013. Alkitab ini juga dipakai oleh mendiang putra Biden, Beau Biden, saat dilantik sebagai Jaksa Agung Delaware pada 2007.
    Dikutip dari organisasi cek fakta AS Politifact, dalam sebuah wawancara di acara televisi The Late Show with Stephen Colbert pada Desember 2020, Joe Biden juga menuturkan bahwa Alkitab itu hanyalah pusaka keluarga yang telah digunakan sejak 1893. "Setiap tanggal penting ada di sana. Misalnya, setiap kali saya disumpah untuk apa pun, tanggalnya akan tercatat di sana," kata politikus dari Partai Demokrat tersebut.
    Menurut Politifact, istilah "Illuminati" mengacu pada sebuah masyarakat rahasia yang disebut Illuminati Bavaria yang berusaha menyusup ke institusi yang kuat, seperti monarki, untuk mempromosikan cita-cita "pencerahan". Sementara istilah "Masonik" mengacu padafreemasonry, praktik organisasi persaudaraan tertua dan terbesar di dunia. Illuminati Bavaria menyusup ke kelompok-kelompok Masonik sebelum bubar pada abad ke-18.
    "Alkitab yang digunakan Biden untuk mengambil sumpah tidak ada hubungannya dengan kedua organisasi tersebut, yang telah menjadi subyek dari banyak teori konspirasi. Kami tidak dapat menemukan bukti yang kredibel bahwa Alkitab milik Biden itu terkait dengan Illuminati. Meskipun banyak mantan Presiden AS seorang Freemason, kami tidak menemukan bukti bahwa Biden adalah anggota persaudaraan tersebut," demikian penjelasan Politifact.
    Terdapat foto lain yang diunggah oleh akun Shekinah Adina Eliseva sebagai bukti bahwa Alkitab Biden terkait dengan Illuminati. Foto ini menunjukkan sebuah kitab dengan sampul yang mirip dengan sampul Alkitab Biden. Kitab itu disebut sebagai Haydock Douay Rheims Bible, yang diklaim berisi informasi tentang bagaimana Illuminati "mengubah nama Putra Allah dalam Tritunggal Katolik", sebuah "trik Masonik" yang juga disebut "Da Vinci Code".
    Menurut Politifact, Alkitab Biden memang merupakan edisi Haydock Douay Rheims. Namun, Alkitab ini umum digunakan oleh umat Katolik berbahasa Inggris di AS hingga 1940-an. Klaim bahwa edisi Alkitab ini terkait dengan Illuminati pun berhubungan dengan sejarah panjang teori konspirasi tentang Illuminati, yang hanya beroperasi selama satu dekade di tahun 1700-an dan berusaha untuk menggantikan agama Kristen dengan "agama akal".
    Sejak 1792, beberapa penulis konspirasi mulai menggabungkan Mason, Illuminati, Templar, dan Yahudi dalam berbagai kombinasi untuk menciptakan konspirasi pengendalian universal di seluruh dunia. Sementara "Da Vinci Code", buku tentang konspirasi untuk menyembunyikan informasi bahwa Yesus kemungkinan memiliki anak dengan Maria Magdalena, adalah karya fiksi sejarah yang telah didiskreditkan oleh gereja-gereja dan para praktisinya serta sarjana Alkitab.
    Dilansir dari International Business Times, menurut Komite Kongres Gabungan untuk Upacara Pengukuhan AS, Joe Biden, yang merupakan seorang penganut Katolik, hanya mengikuti tradisi banyak Presiden AS lain yang menggunakan kitab suci milik keluarga mereka ketika mengambil sumpah jabatan, termasuk Ronald Reagan dan Franklin D. Roosevelt. Sebagai informasi, Biden adalah presiden beragama Katolik kedua di AS setelah John F. Kennedy.
    Dikutip dari The New York Times, Alkitab yang dipilih oleh seorang presiden terpilih untuk digunakan dalam upacara pengambilan sumpahnya kerap kali menjadi pesan simbolis bagi masyarakat AS, ujar Seth A. Perry, profesor agama di Princeton University dan penulis buku “Bible Culture and Authority in the Early United States". "Sulit membayangkan ritual pelantikan terjadi tanpa kita itu," ujar Perry.
    Saat pelantikannya pada 1789 di New York, George Washington memakai Alkitab dari St. John's Masonik Lodge No. 1. Menurut Claire Jerry, kurator sejarah politik National Museum of American History, Alkitab itu diambil setelah tamu melihat tidak ada satu pun kitab yang tersedia di Federal Hall, lokasi pengambilan sumpah jabatan. Alkitab ini juga dipakai oleh empat presiden lain, yakni Warren G. Harding, Dwight D. Eisenhower, Jimmy Carter, dan George Bush.
    Pada 2017,  Donald Trump menggunakan satu Alkitab yang diberikan oleh ibunya kepadanya ketika masih kecil dan satu Alkitab lain yang digunakan oleh Abraham Lincoln dalam pelantikannya pada 1861. Barack Obama juga menggunakan Alkitab yang dipakai oleh Lincoln saat mengambil sumpah jabatan. Pada 2013, dalam pelantikannya untuk periode kedua, Obama melengkapi Alkitab itu dengan Alkitab lain yang diberikan kepada Martin Luther King Jr. pada 1954.
    Beberapa presiden mengambil sumpah jabatan dengan Alkitab yang dibuka pada ayat atau bagian tertentu. Biasanya, yang menjadi pilihan adalah ayat-ayat dalam Amsal dan Mazmur. Menurut Mark Dimunation, kepala divisi buku langka dan koleksi khusus di Perpustakaan Kongres AS, presiden terpilih sering mencari teks yang memiliki hubungan pribadi dengan mereka, atau teks yang mewakili sejarah dari momen ketika mereka terpilih sebagai presiden.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Joe Biden memakai Kitab Illuminati Masonik saat mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden AS, keliru. Kitab yang digunakan oleh Biden saat dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2021 lalu adalah Alkitab dengan sampul bergambar salib Celtic, bukan Kitab Illuminati Masonik. Alkitab tersebut telah digunakan sejak 1893, dan dipakai setiap kali Biden mengambil sumpah dalam jabatan apa pun. Alkitab Biden memang merupakan edisi Haydock Douay Rheims. Namun, klaim bahwa Alkitab edisi Haydock Douay Rheims terkait dengan Illuminati hanyalah teori konspirasi yang beroperasi selama satu dekade di tahun 1700-an.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Keliru, Foto yang Diklaim Tunjukkan Rizieq Shihab Kritis di Rumah Sakit

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/01/2021

    Berita


    Sebuah foto yang diklaim memperlihatkan kondisi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab  sedang kritis di rumah sakit beredar di Facebook. Dalam foto ini, tampak seorang pria berkaus hijau tua yang terbaring di sebuah kamar rumah sakit dengan alat bantu pernapasan. Di sebelah pria itu, terlihat seorang tenaga medis yang menggunakan baju hazmat dan dua pria berpeci.
    Foto tersebut merupakan thumbnail dari sebuah video di YouTube yang diunggah oleh kanal Zona Politik. Video ini berjudul "Berita Terkini ~ Ngemis Ngemis Keluarga Rizieq Shihab Minta Didoain". Dalam thumbnail itu, terdapat pula teks yang berbunyi "Innalillahi...!!! Makin Kritis, Tak Bergerak Rizieq Sambil Di Bimbing Bacaan Ayat Suci Al-quran...!!?".
    Di Facebook, foto ini dibagikan salah satunya oleh akun Andi Alfarauq, yakni pada 26 Januari 2021. Akun ini pun menulis, "Allah mendengar doa2 si rinjik yg pernah dipanjatkan " semoga sakitnya tak ada obatnya, semoga hidupnya susah terus tiap hari, semoga hidupnya hancur2an, semoga seret rejekinya, semoga hidupnya tak diberkahi......"
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Andi Alfarauq yang berisi foto hasil suntingan yang diklaim menunjukkan kondisi pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

    Hasil Cek Fakta


    Lewat penelusuran digital dengan reverse image tool Google, Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa foto tersebut bukan foto pemimpin FPI  Rizieq Shihab yang sedang kritis di rumah sakit. Foto itu merupakan hasil suntingan. Versi asli foto ini pernah dimuat oleh Tribunnews Madura pada 22 Maret 2020 dalam beritanya yang berjudul "Covid-19 Merebak, Begini Potret Penanganan Virus Corona di Indonesia".
    Tribunnews Madura memberikan keterangan bahwa foto tersebut memperlihatkan simulasi penanganan pasien yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah. Dalam versi asli foto ini, hanya terlihat dua tenaga medis yang berpakaian hazmat yang berdiri di sisi kanan dan kiri ranjang pasien.
    Dalam versi suntingan yang diunggah oleh akun Facebook Andi Alfarauq, terdapat foto dua pria berpeci yang ditempelkan di atas versi asli foto tersebut. Salah satu pria berpeci ini menutupi tenaga medis berpakaian hazmat yang berdiri di sisi kiri ranjang. Setidaknya, terdapat tujuh kesamaan antara versi asli foto tersebut dengan versi suntingannya.
    Tujuh kesamaan antara foto suntingan yang diunggah oleh akun Facebook Andi Alfarauq (atas) dan foto aslinya yang pernah dimuat oleh Tribunnews Madura (bawah).
    Tempo kemudian menelusuri informasi tentang simulasi penanganan pasien Covid-19 di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, tersebut. Video simulasi penanganan pasien Covid-19 ini memang pernah dimuat di laman resmi dan kanal YouTube milik RSUD Margono Soekarjo, tepatnya pada 4 Maret 2020.
    Kondisi Rizieq Shihab
    Pada 24 Januari 2021, sempat beredar informasi bahwa Rizieq Shihab dalam kondisi kritis. Dikutip dari CNN Indonesia, pengacara Rizieq, Aziz Yanuar, menyebut bahwa kliennya mengalami sesak napas dan sakit lambung. Namun, Rizieq masih berada di dalam tahanan. Pihak keluarga belum berencana mengajukan pembantaran Rizieq. Sebab, mereka masih diperbolehkan mengirim obat-obatan bagi Rizieq.
    Dikutip dari JPNN, Polri menyatakan Rizieq dalam keadaan sehat selama berada di tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim). Hal ini dipastikan setelah tim dokter Polri memeriksa kesehatan tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan itu. "Update kondisi terakhir MRS (Muhammad Rizieq Shihab) saat ini sedang menerima kunjungan keluarga. Sehat walafiat," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Raden Prabowo Argo Yuwono pada 25 Januari 2021.
    Menurut Argo, tim dokter Polri melakukan pengecekan kesehatan terhadap Rizieq pada 25 Januari 2021 pukul 10.00 WIB. Hasilnya, kata dia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kesehatan dan kondisi Rizieq, alias baik-baik saja. "Tensi, suhu, saturasi O2 (oksigen), semua normal," ujar Argo.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, foto yang diklaim menunjukkan pemimpin FPI Rizieq Shihab sedang kritis di rumah sakit, keliru. Foto tersebut adalah hasil suntingan dari foto yang pernah dimuat oleh Tribunnews Madura pada 22 Maet 2020. Foto tersebut menunjukkan simulasi penanganan pasien Covid-19 di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Maret 2020.IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini