Sesat, Klaim Ini Foto Keluarga Ugur Sahin Penemu Vaksin Covid-19 Pfizer
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 17/12/2020
Berita
Sebuah foto yang diklaim sebagai foto Ugur Sahin ketika masih kecil bersama keluarganya yang baru tiba di Jerman dari Turki viral di Twitter dan Facebook dalam sepekan terakhir. Ugur Sahin merupakan pendiri perusahaan bioteknologi BioNTech yang memproduksi vaksin Covid-19 bersama perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Pfizer.
Salah satu akun Twitter yang mengunggah foto beserta narasi itu adalah akun @hasmi_bakhtiar, yakni pada 8 Desember 2020. Akun ini menulis, "Ugur Sahin (anak berkaos kuning) bersama keluarga tiba di Jerman dalam kondisi yang jauh dari kata berkecukupan. Sekarang kekayaannya sudah di angka 5,2 milyar dollar setelah vaksin Covid19 temuannya di BioNtech diakui Eropa dan dunia. Sebaik-baik bekal adalah bekal ilmu."
Sementara di Facebook, foto beserta narasi yang sama diunggah oleh akun berbahasa Arab, juga pada 8 Desember 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Twitter @hasmi_bakhtiar telah di-retweet lebih dari 400 kali dan disukai lebih dari 2 ribu kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @hasmi_bakhtiar.
PEMERIKSAAN TEMPO
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas denganreverse image toolYandex dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut bukanlah foto keluarga Ugur Sahin ketika ia masih kecil dan baru tiba di Jerman dari Turki.
Foto itu merupakan koleksi fotografer Candida Hofer yang pernah dipublikasikan di situs Art Journal pada 6 Januari 2017. Foto ini diberi judul “Turken in Deutschland 1979”. Sepanjang 1972-1979, Hofer merekam banyak gambar tentang kehidupan jutaan imigran Turki di Jerman setelah Perang Dunia II. Imigran itu didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja usai perang.Namun, di situs tersebut, tidak ada penjelasan mengenai nama keluarga dalam foto itu. Hanya tertera keterangan yang berbunyi: “Candida Hofer,Untitled from 'Turken in Deutschland 1979', 1979,color slide projection,80 slides,approx. 7 min.,dimensions variable(artworkCandida Hofer, Koln/VG Bild-Kunst, Bonn 2016).”
Dikutip dari The New York Times, Ugur Sahin yang lahir di Iskenderun, Turki, juga menjadi imigran di Jerman. Keluarganya pindah ke Cologne, Jerman, untuk bekerja di pabrik Ford saat ia berusia 4 tahun. Sahin kemudian menjadi dokter dari Universitas Cologne dan, pada 1993, ia memperoleh gelar doktor atas karyanya tentang imunoterapi pada sel tumor.
Namun, dari situs berbahasa Turki Hebugi, ditemukan petunjuk bahwa foto itu adalah foto keluarga Alamanci. Foto ini diambil pada 1975 di Dusseldorf, Jerman. Ayah keluarga ini datang sebagai pekerja di Jerman pada 1965. Lalu, sepuluh tahun kemudian, ia memboyong istri dan keempat anaknya. Dijelaskan bahwa kelak anak laki-laki dalam foto itu menjadi seorang master mesin bubut.
Informasi tersebut diperkuat dengan penjelasan dari akun Twitter @diaspora_turk. Pada 16 Agustus 2020, akun ini mengunggah dua foto yang salah satunya sama dengan foto yang beredar saat ini. Akun itu pun memberikan keterangan dalam bahasa Turki yang jika diterjemahkan berbunyi:
“Rumah baru, harapan baru... Ketika cucu dari keluarga itu melihat foto di halaman kami kemarin, kami bisa mendapatkan informasi langsung tentang mereka. Dia bercerita tentang kakek, nenek, bibi, paman, dan ibunya yang tidak ada di foto... Wajah tersenyum dengan mata tersenyum. Keluarga itu dari Aksaray. Sang ayah datang ke Jerman pada tahun 1965 sebagai pekerja...”
Saat ramai beredar klaim bahwa foto itu adalah foto keluarga Ugur Sahin, akun @diaspora_turk memberikan bantahan. Dalam cuitannya pada 17 November 2020, akun ini menulis, "Saat ini, di banyak tempat, diberitakan bahwa dia adalah Ugur Sahin. Kami telah berbagi cerita keluarga sebelumnya. Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi master mesin bubut. Ini tidak membuatnya menjadi kurang penting dari orang lain. Berharap memori keluarga dihormati...”
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto Ugur Sahin, pendiri BioNTech, ketika masih kecil bersama keluarganya yang baru tiba di Jerman dari Turki, menyesatkan. Foto itu memang merupakan foto keluarga imigran Turki yang datang ke Jerman pada 1965, tapi bukan keluarga Sahin. Keluarga dalam foto itu berasal dari Aksaray, sedangkan Sahin berasal dari Iskenderun. Selain itu, bocah laki-laki berkaos kuning dalam foto itu saat ini menjadi master mesin bubut.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/pfizer
- https://archive.is/Y0IZ5
- https://archive.is/rvU0W
- https://artjournal.collegeart.org/?p=7992%20
- https://www.nytimes.com/2020/11/10/business/biontech-covid-vaccine.html
- https://www.hepsiburadagidiyor.com/almanci-bir-aile-sene-1975-536
- https://twitter.com/diaspora_turk/status/1295431066916999175
- https://twitter.com/diaspora_turk/status/1328626567757631491
- https://www.tempo.co/tag/biontech
[SALAH] Jejak Tapak Kaki Nabi Adam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/12/2020
Berita
Narasi dalam gambar:
“Subhanallah, Inilah jejak telapak kaki nabi adam,ya allah sipapapun yang melihat postingan ini limpahkanlah Rejeki sampai tujuh turunan ya allah aminnn”
“Subhanallah, Inilah jejak telapak kaki nabi adam,ya allah sipapapun yang melihat postingan ini limpahkanlah Rejeki sampai tujuh turunan ya allah aminnn”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Mamah Dedeh mengunggah sebuah gambar yang diklaim sebagai jejak tapak kaki Nabi Adam. postingan yang diunggah pada 12 Desember ini telah mendapakan sebanyak 2.4K komentar dan telah dibagikan sebanyak 1K kali oleh pengguna Facebook lain.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim gambar tersebut adalah tidak benar. Faktanya, tapak kaki itu terletak di kaki Gunung Lampu, Tapaktuan, Aceh Selatan. Dilansir dari travel.detik.com, di sebuah batu karang yang menghadap lautan lepas, ada sebuah bentuk tapak kaki raksasa. Legenda lokal menyebutkan itulah tapak kaki Tuan Tapa, tokoh dalam cerita legenda Aceh Selatan. Legenda Tapak Tuan menjadi cerita rakyat turun temurun dan dipercaya masyarakat di sana.
Dengan demikian, tapak kaki raksasa yang diklaim sebagai jejak tapak kaki Nabi Adam adalah tidak benar karena tidak sesuai dengan fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim gambar tersebut adalah tidak benar. Faktanya, tapak kaki itu terletak di kaki Gunung Lampu, Tapaktuan, Aceh Selatan. Dilansir dari travel.detik.com, di sebuah batu karang yang menghadap lautan lepas, ada sebuah bentuk tapak kaki raksasa. Legenda lokal menyebutkan itulah tapak kaki Tuan Tapa, tokoh dalam cerita legenda Aceh Selatan. Legenda Tapak Tuan menjadi cerita rakyat turun temurun dan dipercaya masyarakat di sana.
Dengan demikian, tapak kaki raksasa yang diklaim sebagai jejak tapak kaki Nabi Adam adalah tidak benar karena tidak sesuai dengan fakta dan termasuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Klaim yang salah. Faktanya, tapak kaki tersebut terletak di kaki Gunung Lampu, Tapaktuan, Aceh Selatan. Yang dikisahkan sebagai tapak kaki Tuan Tapa, tokoh dalam cerita legenda Aceh Selatan.
Klaim yang salah. Faktanya, tapak kaki tersebut terletak di kaki Gunung Lampu, Tapaktuan, Aceh Selatan. Yang dikisahkan sebagai tapak kaki Tuan Tapa, tokoh dalam cerita legenda Aceh Selatan.
Rujukan
[SALAH] BPKB Masuk Syarat Pencairan BSU Kementerian Agama
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/12/2020
Berita
“Monggo Silahkan Datang Segera, Jangan Sampai Terlambat ! Ingat, Jangan Lupa Ikuti Protokol Kesehatan…”
NARASI DALAM GAMBAR:
“Selamat,
Ajuan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Anda untuk Periode 2020/2021 Semester 1 telah disetujui.
Untuk proses pencairan, silahkan datang ke Kantor bank penyalur yang ditunjuk, yaitu: BRI/BRI Syariah.
Persyaran yang harus dibawa:
1.KTP/Tanda pengenal lain;
2.NPWP (jika sudah memiliki);
3.Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020;
4.SPTJM yang sudah ditandatangani di atas meterai; dan
5.BPKB atau Sertifikat Tanah.”
NARASI DALAM GAMBAR:
“Selamat,
Ajuan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Anda untuk Periode 2020/2021 Semester 1 telah disetujui.
Untuk proses pencairan, silahkan datang ke Kantor bank penyalur yang ditunjuk, yaitu: BRI/BRI Syariah.
Persyaran yang harus dibawa:
1.KTP/Tanda pengenal lain;
2.NPWP (jika sudah memiliki);
3.Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020;
4.SPTJM yang sudah ditandatangani di atas meterai; dan
5.BPKB atau Sertifikat Tanah.”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Facebook Yaqidh Syareh mengunggah sebuah foto (14/12) yang berisi daftar beberapa berkas yang menjadi syarat pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Kementerian Agama. Dalam foto tersebut, disebutkan bahwa salah satu persyaratan yang harus dibawa adalah BPKB atau sertifikat tanah.
Pihak Kementerian Agama melalui akun Twitter resminya, Kemenag_RI, serta akun Facebook resminya, Ditjen Pendis Kemenag RI, telah menegaskan bahwa BPKB tidak masuk ke dalam syarat pencairan BSU. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag, M Zain, menyatakan bahwa berkas yang menjadi syarat pencairan BSU dari Kementerian Agama adalah KTP, NPWP jika sudah memiliki, Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020, serta SPJTM yang sudah ditandatangani di atas materai.
Dengan demikian, foto yang diunggah oleh pengguna Facebook Yaqidh Syareh tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Pihak Kementerian Agama melalui akun Twitter resminya, Kemenag_RI, serta akun Facebook resminya, Ditjen Pendis Kemenag RI, telah menegaskan bahwa BPKB tidak masuk ke dalam syarat pencairan BSU. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag, M Zain, menyatakan bahwa berkas yang menjadi syarat pencairan BSU dari Kementerian Agama adalah KTP, NPWP jika sudah memiliki, Surat Keterangan Penerima BSU GBPNS 2020, serta SPJTM yang sudah ditandatangani di atas materai.
Dengan demikian, foto yang diunggah oleh pengguna Facebook Yaqidh Syareh tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Informasi yang salah. Pihak Kementerian Agama melalui akun media sosial resminya telah menegaskan bahwa BPKB tidak masuk ke dalam syarat pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Informasi yang salah. Pihak Kementerian Agama melalui akun media sosial resminya telah menegaskan bahwa BPKB tidak masuk ke dalam syarat pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Rujukan
[SALAH] Facebook Tutup Akun Muhammadiyah
Sumber: FacebookTanggal publish: 16/12/2020
Berita
Beredar di media sosial postingan terkait penutupan akun Facebook milik Muhammadiyah. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.
Salah satu akun yang mempostingnya adalah akun bernama John Rahman. Dia mengunggahnya pada 14 Desember 2020.
Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar berita dengan judul "Facebook Tutup Akun Muhammadiyah" dengan lingkaran merah pada judul tersebut.
Selain itu ia menambahkan narasi "Luar Biasa". Hingga kini postingan tersebut sudah lima kali dibagikan dan mendapat sembilan komentar.
Salah satu akun yang mempostingnya adalah akun bernama John Rahman. Dia mengunggahnya pada 14 Desember 2020.
Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar berita dengan judul "Facebook Tutup Akun Muhammadiyah" dengan lingkaran merah pada judul tersebut.
Selain itu ia menambahkan narasi "Luar Biasa". Hingga kini postingan tersebut sudah lima kali dibagikan dan mendapat sembilan komentar.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi website resmi Muhammadiyah, Muhammadiyah.or.id. Di sana terdapat artikel berjudul Abdul Mu’ti : "Akun Resmi Fanspage Persyarikatan Muhammadiyah Masih Aktif, Tidak Ditutup" yang tayang 14 Desember 2020. Berikut isinya:
"MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Akun official fanspage FB Persyarikatan Muhammadiyah masih aktif dan tidak di-takedown oleh Facebook. Begitu dikatakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
“Facebook Persyarikatan Muhamamdiyah tidak di-takedown. Sampai saat ini berjalan seperti biasa,” kata Mu’ti setelah mendapat laporan dari admin facebook Persyarikatan.
Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa facebook tutup akun Muhammadiyah. Sebenarnya yang ditutup itu akun group facebook “Muhammadiyah: gerakan Islam Berkemadjoean”.
Yang sebenarnya bukan akun resmi milik Persyarikatan Muhammadiyah. Akun tersebut dikelola oleh personal."
Selain itu kami juga melihat akun Facebook resmi Muhammadiyah, @Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam akun tersebut sudah bercentang biru dan terverifikasi oleh Facebook.
"MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Akun official fanspage FB Persyarikatan Muhammadiyah masih aktif dan tidak di-takedown oleh Facebook. Begitu dikatakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
“Facebook Persyarikatan Muhamamdiyah tidak di-takedown. Sampai saat ini berjalan seperti biasa,” kata Mu’ti setelah mendapat laporan dari admin facebook Persyarikatan.
Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan bahwa facebook tutup akun Muhammadiyah. Sebenarnya yang ditutup itu akun group facebook “Muhammadiyah: gerakan Islam Berkemadjoean”.
Yang sebenarnya bukan akun resmi milik Persyarikatan Muhammadiyah. Akun tersebut dikelola oleh personal."
Selain itu kami juga melihat akun Facebook resmi Muhammadiyah, @Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam akun tersebut sudah bercentang biru dan terverifikasi oleh Facebook.
Kesimpulan
Postingan yang menyebut Facebook menutup akun Muhammadiyah adalah tidak benar. Faktanya akun resmi Muhammadiyah yang bercentang biru atau terverifikasi tidak ditutup.
Rujukan
Halaman: 6990/8546


