Kabar tentang pemain sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo masuk Islam beredar di media sosial.
Kabar tersebut disebarkan lewat artikel berjudul "Subhanaallah.Cristiano Ronaldo Masuk Islam dan Ucapkan Assalamualaikum" yang dimuat situs new.kisahinspiratiff.com pada 8 Desember 2020.
Dalam artikel tersebut, terpajang foto Ronaldo mengenakan baju gamis berwarna putih dengan penutup kepala.
Ia tampak berpose bersama dua pria sambil memegang bahu anak laki-lakinya. Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan kepindahan keyakinan Ronaldo.
"Cristiano Ronaldo masuk Islam? Begitu pertanyaan netizen dan fans berat Real Madrid setelah," tulis artikel tersebut.
[SALAH] Kabar Cristiano Ronaldo Masuk Islam pada 8 Desember 2020
Sumber: WebsiteTanggal publish: 16/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang pemain sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo masuk Islam.
Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto Ronaldo mengenakan baju gamis ke situs Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut.
Satu di antaranya artikel "Dear Mr. Ronaldo, have you considered moving to Dubai?"yang dimuat situs stepfeed.com pada 2 Juli 2019 lalu.
Foto tersebut ternyata bersumber dari situs arabianbusiness.com. Foto itu diambil ketika Ronaldo tengah berkunjung ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Foto tersebut juga ditemukan di Twitter. Adalah akun Twitter @ReyLaMadrid yang mengunggah foto tersebut pada 26 Desember 2014 silam.
"CR7 with his kid enjoying the holidays in Dubai haha," tulis akun Twitter @ReyLaMadrid.
Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "cristiano ronaldo masuk islam" ke situs Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut.
Satu di antaranya artikel berjudul "6 Hoaks Heboh yang Menyeret Nama Cristiano Ronaldo" yang dimuat situs Liputan6.com pada 30 Juli 2020 lalu.
Beberapa tahun lalu, Ronaldo tertangkap kamera sedang memegang sebuah bingkai bertuliskan lafadz dua kalimat syahadat. Rumor bahwa Ronaldo menjadi mualaf pun seketika merebak dengan cepat. Beberapa media Iran dan Timur Tengah sempat memberitakan hal tersebut.
Namun, hingga saat ini, Ronaldo masih menganut agama kepercayaannya sejak lahir, yakni kristen. Di penghujung tahun 2019, dia merayakan Natal bersama keluarganya.
Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto Ronaldo mengenakan baju gamis ke situs Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut.
Satu di antaranya artikel "Dear Mr. Ronaldo, have you considered moving to Dubai?"yang dimuat situs stepfeed.com pada 2 Juli 2019 lalu.
Foto tersebut ternyata bersumber dari situs arabianbusiness.com. Foto itu diambil ketika Ronaldo tengah berkunjung ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Foto tersebut juga ditemukan di Twitter. Adalah akun Twitter @ReyLaMadrid yang mengunggah foto tersebut pada 26 Desember 2014 silam.
"CR7 with his kid enjoying the holidays in Dubai haha," tulis akun Twitter @ReyLaMadrid.
Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci "cristiano ronaldo masuk islam" ke situs Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut.
Satu di antaranya artikel berjudul "6 Hoaks Heboh yang Menyeret Nama Cristiano Ronaldo" yang dimuat situs Liputan6.com pada 30 Juli 2020 lalu.
Beberapa tahun lalu, Ronaldo tertangkap kamera sedang memegang sebuah bingkai bertuliskan lafadz dua kalimat syahadat. Rumor bahwa Ronaldo menjadi mualaf pun seketika merebak dengan cepat. Beberapa media Iran dan Timur Tengah sempat memberitakan hal tersebut.
Namun, hingga saat ini, Ronaldo masih menganut agama kepercayaannya sejak lahir, yakni kristen. Di penghujung tahun 2019, dia merayakan Natal bersama keluarganya.
Kesimpulan
Kabar tentang pemain sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo masuk Islam ternyata tidak benar. Faktanya, Ronaldo saat ini masih menganut agama kepercayaannya sejak lahir, yakni Kristen. Foto Ronaldo berbaju gamis tidak ada kaitannya dengan kepindahan agama. Konten yang disebarkan situs new.kisahinspiratiff.com masuk kategori palsu.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4434110/cek-fakta-hoaks-kabar-cristiano-ronaldo-masuk-islam-pada-8-desember-2020
- https://stepfeed.com/dear-mr-ronaldo-have-you-considered-moving-to-dubai-4045
- https://twitter.com/ReyLaMadrid/status/548164107980263424
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4318731/6-hoaks-heboh-yang-menyeret-nama-cristiano-ronaldo#:~:text=Masuk%20Islam&text=Namun%2C%20hingga%20saat%20ini%2C%20Ronaldo,dia%20merayakan%20Natal%20bersama%20keluarganya.
Keliru, Klaim Ini Foto Relawan yang Alami Bell's Palsy Akibat Vaksin Covid-19 Pfizer
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 16/12/2020
Berita
Foto yang diklaim sebagai foto tiga relawan yang mengalami kelumpuhan otot wajah atau bell’s palsy setelah menerima vaksin Covid-19 Pfizer beredar di media sosial. Foto itu banyak dibagikan baik di Twitter, Instagram, dan Facebook serta grup-grup percakapan WhatsApp dalam sepekan terakhir.
Di Twitter, foto ini salah satunya dibagikan oleh akun @ Bagindo_Kopi pada 10 Desember 2020. Foto itu terdapat dalam gambar tangkapan layar artikel di situs Gelora News yang berjudul “4 Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona”. Akun ini pun menyertakan tautan yang mengarah ke unggahan akun Instagram @geloranews.
Dalam unggahannya pada 10 Desember 2020 itu, akun @geloranews juga mengunggah gambar tangkapan layar artikel yang sama. Akun ini pun menulis, “Empat sukarelawan uji coba yang menerima vaksin Covid-19 dari Pfizer mengalami kelumpuhan wajah. Kasus ini tengah ditangani oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @Bagindo_Kopi.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto di atas denganreverse image toolGoogle dan Bing. Hasilnya, ditemukan bahwa foto yang memperlihatkan tiga penderita bell's palsy tersebut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 Pfizer.
Foto itu kerap digunakan dalam artikel kesehatan tentang bell's palsy. Beberapa artikel pun terbit sebelum vaksin Pfizer menjalani uji klinis tahap 3. Artikel-artikel ini umumnya tidak menyebut bahwa bell's palsy yang dialami tiga orang itu diakibatkan oleh vaksin Covid-19. Di situs kesehatan BMJ Best Practice misalnya, foto itu digunakan dalam artikel yang membahas diagnosis klinis bell's palsy. Artikel ini terbit pada 20 November 2019.
Foto tersebut juga pernah digunakan oleh situs kesehatan NCCMED pada Juni 2020 dalam artikelnya berjudul "What are the causes of Bell’s palsy?". Dalam artikel ini, tidak ada penjelasan bahwa bell's palsy disebabkan oleh vaksin Covid-19. Sebaliknya, artikel itu menjelaskan bahwa Bell's paralysis, atau facial palsy, adalah lumpuh atau lemahnya otot wajah yang parah di satu sisi wajah. Hal ini diduga karena peradangan saraf yang mengontrol otot wajah.
Di Facebook, foto itu juga pernah digunakan pada 30 Juni 2020 sebagai media promosi terapi bell's palsy oleh akun yang berbasis di Manila, Filipina, Golden Ager-Physical Therapy and Caregiver Services. Selain itu, akun terapis Longevita-Centro Clinico e Fisioterapico dari Brasil juga pernah menggunakan foto tersebut pada 19 Juli 2020 untuk menjelaskan bell's palsy.
Vaksin Covid-19 dan Bell's Palsy
Dikutip dari jurnal sains Nature edisi 11 Desember 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer bersama BioNTech. Keputusan ini didasarkan pada data lebih dari 43 ribu relawan yang telah menerima suntikan vaksin kedua.
Analisis terhadap 170 kasus pertama Covid-19 dalam kelompok tersebut menunjukkan bahwa vaksin ini 95 persen efektif mencegah infeksi SARS-CoV-2, virus Corona penyebab Covid-19, yang bergejala. Hasil uji coba tersebut telah dipublikasikan pada 10 Desember 2020 di The New England Journal of Medicine.
Vaksin itu disebut aman, di mana uji coba menemukan efek samping yang umum terjadi, seperti kelelahan, sakit kepala, dan demam. Ditemukan pula empat kasus bell's palsy, suatu kondisi yang secara sementara melemahkan beberapa otot di wajah, di antara mereka yang menerima vaksin. Tapi FDA tidak bisa secara pasti mengaitkan kondisi tersebut dengan vaksin.
Petugas medis FDA, Susan Wollersheim, mengatakan kepada komite bahwa frekuensi bell's palsy ini tidak biasa terjadi pada populasi umum. Menurut dia, salah satu peserta penelitian yang terkena dampaknya memang memiliki riwayat kondisi tersebut.
Menurut Jason Hinman, asisten profesor neurologi dari Bell's Palsy David Geffen School of Medicine, University of California Los Angeles, bell's palsy disebabkan oleh kerusakan pada saraf kranial ketujuh, salah satu saraf wajah. "Ini bisa terjadi akibat trauma, tapi lebih sering terjadi karena infeksi virus pada saraf itu sendiri," katanya dikutip dari situs Health.
Dia menegaskan bahwa bell's palsy bukan disebabkan oleh SARS-CoV-2. Menurut dia, bell's palsy bisa disembuhkan dalam waktu singkat, hitungan minggu. Meskipun, dalam kasus yang parah, bisa menyebabkan kelumpuhan wajah permanen. Satu dari empat relawan penerima vaksin yang mengalami bell's palsy pun telah pulih.
Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin Covid-19 dan bell's palsy. Insiden ini bisa menimpa 20 orang dalam 100 ribu populasi. "Saya tidak bisa membuat koneksi langsung dengan vaksin, dan menduga ini adalah kebetulan. Insiden normal bell's palsy kira-kira 20 dari 100 ribu orang. Studi vaksin Pfizer memeriksa 38 ribu pasien. Jadi, empat kasus akan berada dalam insiden normal bell's palsy yang diamati."
Masalah serupa pernah muncul beberapa dekade lalu, ketika beberapa orang mengalami bell's palsy setelah mendapatkan vaksin influenza. Namun, tidak ada penelitian yang pernah menemukan hubungan antara vaksin flu dan bell's palsy.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan Tempo, klaim bahwa tiga foto di atas adalah foto relawan yang mengalami bell's palsy setelah menerima vaksin Covid-19 Pfizer, keliru. Tiga foto itu kerap dipakai dalam berbagai artikel kesehatan tentang bell's palsy, bahkan sebelum vaksin Pfizer menjalani uji klinis tahap 3. Memang benar ada empat relawan uji klinis vaksin Pfizer di AS yang mengalami bell's palsy. Namun, sejumlah ilmuwan menyatakan bahwa itu adalah kebetulan. Tidak ada hubungan langsung antara vaksin dengan bell's palsy atau kelumpuhan otot wajah. Di AS, bell's palsy rata-rata dialami 20 orang dalam 100 ribu populasi.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://archive.is/trSEd
- https://archive.is/o6jiQ
- https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/118
- https://nccmed.com/what-are-the-causes-of-bells-palsy/
- https://www.facebook.com/Golden-Ager-Physical-Therapy-and-Caregiver-Services-104269314673283/photos/a.105886621178219/114755430291338
- https://www.facebook.com/longevitactba/photos/3573191576038740
- https://www.nature.com/articles/d41586-020-03542-4
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/covid-vaccine-bells-palsy
- https://www.tempo.co/tag/pfizer
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-pfizer
Keliru, Media Jepang Beritakan Bansos Covid-19 yang Dikorupsi Pinjaman dari Perdana Menterinya
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 16/12/2020
Berita
Klaim bahwa media Jepang memuat berita yang menyebut bantuan sosial atau bansos Covid-19 yang dikorupsi oleh mantan Menteri Sosial RI Juliari Batubara adalah pinjaman dari Perdana Menteri Jepang beredar di Facebook dan dan WhatsApp. Menurut klaim itu, pinjaman tersebut bernilai Rp 7 miliar.
Klaim ini terdapat dalam gambar tangkapan layar status WhatsApp yang memperlihatkan sebuah tayangan televisi yang menyorot tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu. Dalam status tersebut, terdapat pula narasi yang berbunyi, "Ini uang pinjaman dari PM Jepang untuk bantuan corona di Indonesia sebesar 7m. Eh terus dikorupsi 3.5M Dan beritanya sampe jepang dong."
Salah satu akun yang membagikan klaim itu adalah akun Korean People & Idol Posting V2, tepatnya pada 11 Desember 2020. Selain gambar itu, akun ini juga membagikan tiga gambar tangkapan layar artikel yang ditulis dalam huruf Jepang. Artikel pertama dan kedua memuat foto Juliari.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Korean People & Idol Posting V2.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri gambar-gambar dalam unggahan akun Korean People & Idol Posting V2 denganreverse image tool Source. Penelusuran juga dilakukan dengan memasukkan kata kunci “Juliari Batubara” dalam huruf Jepang pada mesin pencari Google.
Hasilnya, ditemukan bahwa artikel dalam gambar tangkapan layar unggahan akun Korean People & Idol Posting V2 ditulis oleh jurnalis Jepang yang bernama Hidefumi Nogami. Artikel terkait korupsi bansos Covid-19 di Indonesia itu dimuat pada 7 Desember 2020 di dua situs, yakni Asahi.com dan Cha-ganju.com.
Namun, artikel ini sama sekali tidak menyebut bahwa bansos Covid-19 yang diduga dikorupsi oleh mantan Mensos Juliari Batubara adalah pinjaman dari Perdana Menteri Jepang. Berikut isi dari artikel yang berjudul "Menteri Sosial Indonesia ditangkap: bantuan Corona lebih dari 100 juta yen" itu:
"Pada tanggal 6 (Desember 2020), badan penyelidik korupsi Indonesia menangkap Menteri Sosial Juliari (48) atas dugaan suap karena menerima uang tunai senilai 120 juta yen dari distribusi untuk penanggulangan virus Corona. Pada November lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan baru saja ditangkap atas tuduhan korupsi di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Badan investigasi independen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bahwa kasus Juliari terkait proyek pemerintah yang mendistribusikan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, dan gula, kepada pekerja non-reguler dari Mei hingga Desember, dengan nilai Rp 300 ribu (sekitar 2.200 yen) per kantong, di mana dari setiap kantong, ia diduga menerima Rp 10 ribu (sekitar 74 yen) sebagai suap dari beberapa vendor. Dikatakan bahwa total uang Rp 17 miliar rupiah (sekitar 125 juta yen) diberikan kepada Juliari.
KPK menggeledah tempat pengiriman uang di Jakarta pada dini hari tanggal 5. Mereka menyita uang tunai sekitar 107 juta yen. Koper yang berisi uang dalam bentuk rupiah dan dolar AS itu dibuka dalam konferensi pers. Dalam urusan distribusi ini, Kementerian Sosial telah menandatangani kontrak dengan kontraktor senilai Rp 5,9 triliun (sekitar 43,7 miliar yen), dan KPK sedang menyelidiki sisa dakwaan.
Juliari adalah anggota parlemen dari Partai Demokrasi Perjuangan, yang juga merupakan partai Presiden Joko, dan masuk kabinet untuk pertama kalinya dalam pemerintahan Joko periode kedua pada Oktober tahun lalu. Pada 25 November, KPK baru saja menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Eddie karena suap ekspor bayi lobster. Joko mengatakan dalam pertemuan tanggal 6, "Kami akan menghormati prosedur peradilan KPK," dan mengumumkan pengangkatan penggantinya."
Kasus Juliari Batubara
Berdasarkan arsip berita Tempo, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka kasus program bansos Covid-19 pada 6 Desember 2020. Juliari diduga menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara berkaitan dengan penyaluran bansos di Jabodetabek 2020.
"KPK menetapkan lima tersangka. Pertama, sebagai penerima, yaitu saudara JPB, MJS, dan AW. Sementara sebagai pemberi adalah AIM dan HS," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers virtual pada Minggu dini hari, 6 Desember 2020.
"Saudara PJB selaku menteri sosial menunjuk MJS dan AW sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dalam pelaksanaan proyek dengan cara penunjukan langsung para rekanan dan diduga disepakati ditetapkan adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan pada Kemensos melalui MJS," ujar Firli.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan pejabat di Kemensos pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Firli menyebut penangkapan itu berkaitan dengan program bansos Kemensos. KPK menduga pejabat tersebut menerima hadiah dari vendor penyedia barang dan jasa dalam bansos di Kemensos untuk penanganan Covid-19.
Masih dari arsip berita Tempo, KPK menduga bahwa Juliari dan dua bawahannya, MJS dan AW, menarik fee sebanyak Rp 10 ribu dari setiap paket bansos yang disalurkan ke masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pinjaman dari Jepang
Pada Oktober 2020 lalu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungan ini, Suga tidak hanya membahas kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Yoshida Tomoyuki, kunjungan tersebut juga untuk menindaklanjuti pinjaman sebesar 50 miliar yen atau sekitar Rp 7 triliun dari Jepang bagi Indonesia.
Pinjaman Rp 7 triliun tersebut, menurut Tomoyuki, diperuntukkan bagi penanganan bencana. Bencana dalam hal ini tidak terbatas pada bencana alam saja, tapi juga bencana pandemi Covid-19. Indonesia, kata dia, sah-sah saja jika ingin menggunakan pinjaman tersebut untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi Covid-19 nantinya.
"Kita tahu Indonesia dan Jepang sama-sama rentan terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami. Dana ini untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia, untuk menyiapkan program-program penanggulangan," ujar Tomoyuki dalam sesi jumpa pers virtual pada 21 Oktober 2020.
Lebih lanjut, Tomoyuki menuturkan bahwa pinjaman ini merupakan pinjaman kedua. Pinjaman pertama dicairkan pada Februari. Nilainya kurang lebih 32 miliar yen atau sekitar Rp 4 triliun. Selain itu, kata Tomoyuki, Jepang juga akan mendorong kerja sama dengan Indonesia melalui pemberian barang dan peralatan medis.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "media Jepang memuat berita yang menyebut bansos Covid-19 yang dikorupsi adalah pinjaman dari Perdana Menteri Jepang" keliru. Artikel yang dibagikan bersama klaim tersebut memang ditulis oleh jurnalis Jepang, Hidefumi Nogami, dan dimuat di dua situs, yakni Asahi.com dan Cha-ganju.com. Namun, artikel ini sama sekali tidak menyebut bahwa bansos Covid-19 yang diduga dikorupsi oleh mantan Mensos Juliari Batubara itu adalah pinjaman dari Perdana Menteri Jepang.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/juliari-batubara
- https://archive.vn/fd5zy
- https://bit.ly/34cUMZN
- https://bit.ly/3ag2AOj
- https://bit.ly/3moZ5XW
- https://www.tempo.co/tag/kpk
- https://bit.ly/2KuazfE
- https://dunia.tempo.co/read/1398075/beri-pinjaman-7-triliun-rupiah-ini-harapan-jepang-dari-indonesia/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/bansos-covid-19
[SALAH] Video “Puisi Gus Mus Allahu Akbar”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/12/2020
Berita
Puisi: Allahu Akbar
Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar
Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar
Allahu Akbar!
Allah Maha Besar
Urat-urat leher kalian membesar
Meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad
Nafsu kebencian kalian membakar
Apa saja yang kalian anggap mungkar
Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 milyar manusia
Penghuni bumi sebesar debu ini
Sesat semua atau saleh semua
Tak sedikit pun mempengaruhi KebesaranNya
Melihat keganasan kalian aku yakin
Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayangNya meliputi segalanya Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakanNya
Ketika dengan pongah kau melibas mereka
Yang sedang mencari jalan menujuNya? Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka
Tidak kalian biarkan Tuhan mereka
Yang menyiksa mereka
Kapan kalian mendapat mandat
Wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?
Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar
Dan syirik yang paling akbar
Adalah mensekutukanNya
Dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.
Laa ilaaha illaLlah!
-Gus Mus-
2005
Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar
Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar
Allahu Akbar!
Allah Maha Besar
Urat-urat leher kalian membesar
Meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad
Nafsu kebencian kalian membakar
Apa saja yang kalian anggap mungkar
Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 milyar manusia
Penghuni bumi sebesar debu ini
Sesat semua atau saleh semua
Tak sedikit pun mempengaruhi KebesaranNya
Melihat keganasan kalian aku yakin
Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
Yang kasih sayangNya meliputi segalanya Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakanNya
Ketika dengan pongah kau melibas mereka
Yang sedang mencari jalan menujuNya? Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka
Tidak kalian biarkan Tuhan mereka
Yang menyiksa mereka
Kapan kalian mendapat mandat
Wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?
Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar
Dan syirik yang paling akbar
Adalah mensekutukanNya
Dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.
Laa ilaaha illaLlah!
-Gus Mus-
2005
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video yang menambahkan puisi “Allahu Akbar” oleh Gus Mus sehingga menimbulkan premis atau kesimpulan yang salah.
"Puisi Abah yang ditulis tahun 2005 lalu itu sifatnya universal, tidak menyerang satu kelompok tertentu. Seperti banyak puisi Abah yang lain, intinya mengajak introspeksi. Dakwah secara halus. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba.”
Unair News: “Pengritikan pada tindakan-tindakan yang terkesan lupa pada kehakikian manusia yang tak berhak menyiksa dan melaknat, terlihat jelas dalam sajak Allahuakbar. Bukankah sekalipun kita tak pernah diangkat Tuhan sebagai wakil yang boleh menghakimi orang-orang yang berbeda cara pandang? Dikaitkan dengan sajak Ada Apa Dengan Kalian, memberikan kita sinyal tentang pentingnya memisahkan pengertian kata “memaksa” dan “mengajak” ke jalan kebaikan.
Lewat Sajak Allahuakbar pula, penulis kumpulan cerpen lukisan kaligrafi ini juga ingin mengingatkan bahwa tak ada hasil tafsiran manusia yang layak mendapat predikat kebenaran sejati. Menganggap pemikiran pribadi atau golongan tertentu sebagai hukum mutlak merupakan salah satu contoh nyata tindakan penyekutuan Tuhan dengan diri sendiri. Kita pun tak perlu menyangsikan keabsahan ibadah orang yang berbeda cara ritual, sebab yang berwewenang menilai ibadah seorang hamba hanya Tuhan (Salat).”
Walisongo Institutional Repository: “Kumpulan puisi Aku Manusia merupakan sebuah antologi (kumpulan) puisi yang ditulis oleh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) pada tahun 2016 termasuk karya terbaru dari beliau. Di dalamnya terdiri atas 46 (empat puluh enam) puisi dengan tema Aku Manusia dan berbagai judul yang merupakan bagian dari tema besar puisi. Di sini peneliti setidaknya mencoba menganalisis 10 judul puisi dari kumpulan puisi tersebut, dengan melihat aspek isi yang disampaikan sesuai dengan fokus peneliti. Peneliti beranggapan sepuluh dari salah satu kumpulan puisi Aku Manusia ini sudah dapat mewakili tema besar puisi. Puisi-puisi tersebut adalah:
Agama
Ada Apa Dengan Kalian?
Panorama
Tahakkumi
Allahu Akbar!
Perjalanan Sang Primadona
Aku Manusia
Chairil Anwar Dan Kita
Bagaimana Aku Menirumu Oh kekasih
Orang-Orang Negeriku”.
"Puisi Abah yang ditulis tahun 2005 lalu itu sifatnya universal, tidak menyerang satu kelompok tertentu. Seperti banyak puisi Abah yang lain, intinya mengajak introspeksi. Dakwah secara halus. Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba.”
Unair News: “Pengritikan pada tindakan-tindakan yang terkesan lupa pada kehakikian manusia yang tak berhak menyiksa dan melaknat, terlihat jelas dalam sajak Allahuakbar. Bukankah sekalipun kita tak pernah diangkat Tuhan sebagai wakil yang boleh menghakimi orang-orang yang berbeda cara pandang? Dikaitkan dengan sajak Ada Apa Dengan Kalian, memberikan kita sinyal tentang pentingnya memisahkan pengertian kata “memaksa” dan “mengajak” ke jalan kebaikan.
Lewat Sajak Allahuakbar pula, penulis kumpulan cerpen lukisan kaligrafi ini juga ingin mengingatkan bahwa tak ada hasil tafsiran manusia yang layak mendapat predikat kebenaran sejati. Menganggap pemikiran pribadi atau golongan tertentu sebagai hukum mutlak merupakan salah satu contoh nyata tindakan penyekutuan Tuhan dengan diri sendiri. Kita pun tak perlu menyangsikan keabsahan ibadah orang yang berbeda cara ritual, sebab yang berwewenang menilai ibadah seorang hamba hanya Tuhan (Salat).”
Walisongo Institutional Repository: “Kumpulan puisi Aku Manusia merupakan sebuah antologi (kumpulan) puisi yang ditulis oleh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) pada tahun 2016 termasuk karya terbaru dari beliau. Di dalamnya terdiri atas 46 (empat puluh enam) puisi dengan tema Aku Manusia dan berbagai judul yang merupakan bagian dari tema besar puisi. Di sini peneliti setidaknya mencoba menganalisis 10 judul puisi dari kumpulan puisi tersebut, dengan melihat aspek isi yang disampaikan sesuai dengan fokus peneliti. Peneliti beranggapan sepuluh dari salah satu kumpulan puisi Aku Manusia ini sudah dapat mewakili tema besar puisi. Puisi-puisi tersebut adalah:
Agama
Ada Apa Dengan Kalian?
Panorama
Tahakkumi
Allahu Akbar!
Perjalanan Sang Primadona
Aku Manusia
Chairil Anwar Dan Kita
Bagaimana Aku Menirumu Oh kekasih
Orang-Orang Negeriku”.
Kesimpulan
Puisi yang ditambahkan di video ditulis TIDAK untuk menyerang kelompok tertentu. Bersifat universal, ajakan untuk introspeksi.
Rujukan
- httpfirstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.”
- http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate),
- http://bit.ly/2rhTadC. Ienas Tsuroiya @ twitter.com,
- https://bit.ly/3gLnR3D /
- https://archive.md/8EijP (arsip cadangan). news.unair.ac.id: “Berkelana Dalam Perenungan Gus Mus”
- https://bit.ly/384Qt3B /
- https://archive.md/KdynR (arsip cadangan). Walisongo Institutional Repository: “BAB III, BIOGRAFI SINGKAT KH. A. MUSTOFA BISRI DAN ISI, BUKU KUMPULAN PUISI “AKU MANUSIA”
- https://bit.ly/3gL2AXw /
- https://archive.md/Gt7c4 (arsip cadangan).
Halaman: 6991/8546
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324573/original/008425600_1608024193-CR71.jpg)


