[SALAH] “ABE DIN BANTAI DAP PULA!”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/12/2020
Berita
Beredar postingan dari akun Facebook SEMUA VIDEO yang disebarkan kembali oleh akun Facebook Rizky Maulidi pada 25 November 2020 berupa sebuah cuplikan video dengan keterangan bahwa rakyat Malaysia muak dengan Komunis dan terlihat narasi pada video tersebut adalah “ABE DIN BANTAI DAP PULA!”. Postingan ini diposting pada 28 Juni 2020 dan disukai sebanyak 27 ribu kali, disebarkan kembali 19 ribu kali, dan dikomentari sebanyak 1,7 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelurusan, video tersebut adalah cuplikan dari video dari channel Youtube UMNO Online yang berjudul “PENCADANG UMNO BAHAGIAN GUA MUSANG – SYAHBUDDIN” yang diunggah pada 6 Desember 2019 dalam Perhimpunan Agung UMNO 2019 yang merupakan acara tahunan partai UMNO (United Malays National Organisation), video dan dialog pada cuplikan tersebut sama persis dengan video dari UMNO Online tersebut.
Berdasarkan artikel umno-online.my yang meliput tentang acara tersebut menjelaskan bahwa Wakil UMNO Negeri Kelantan dari Bahagian Gua Musang, Mohd Syahbuddin Hashim menjelaskan bahwa rakyat semakin jelas tidak bergantung kepada kerjaan Pakatan Harapan yang didukung oleh partai DAP (Democratic Action Party) dalam menjaga kesucian agama Islam dan memartabatkan kedaulatan bangsa. Semua dialog tertuliskan pada artikel tersebut dan tidak ditemukan nama Abe Din baik dari partai UMNO maupun partai DAP.
Melihat dari penjelasan tersebut, cuplikan video Abe Din membuat pernyataan rakyat Malaysia muak dengan Komunis adalah tidak benar, melainkan pembicara pada video tersebut adalah Mohd Syahbuddin dari partai UMNO yang membahas tentang kekecewaan pada kerajaan Pakatan Harapan yang didukung oleh partai DAP sehingga termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
Berdasarkan artikel umno-online.my yang meliput tentang acara tersebut menjelaskan bahwa Wakil UMNO Negeri Kelantan dari Bahagian Gua Musang, Mohd Syahbuddin Hashim menjelaskan bahwa rakyat semakin jelas tidak bergantung kepada kerjaan Pakatan Harapan yang didukung oleh partai DAP (Democratic Action Party) dalam menjaga kesucian agama Islam dan memartabatkan kedaulatan bangsa. Semua dialog tertuliskan pada artikel tersebut dan tidak ditemukan nama Abe Din baik dari partai UMNO maupun partai DAP.
Melihat dari penjelasan tersebut, cuplikan video Abe Din membuat pernyataan rakyat Malaysia muak dengan Komunis adalah tidak benar, melainkan pembicara pada video tersebut adalah Mohd Syahbuddin dari partai UMNO yang membahas tentang kekecewaan pada kerajaan Pakatan Harapan yang didukung oleh partai DAP sehingga termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
Rujukan
[SALAH] Video Gunung Semeru Meletus
Sumber: twitter.comTanggal publish: 04/12/2020
Berita
Beredar postingan dari akun Twitter AMNiatakusumah (@niatakusumah) berupa sebuah video gunung meletus yang diklaim adalah Gunung Semeru. Postingan ini disukai sekitar 2,4 ribu kali dan 469 retweets.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelurusan, pencarian dengan reverse image menuju ke sebuah video dari channel Youtube T N dengan judul “Explosive eruption of Sakurajima on November 12, 2019. 桜島爆発”yang diunggah pada 12 November 2019 dengan caption terjemahan sebagai berikut.
“Gesekan dari partikel abu yang berputar-putar menghasilkan pelepasan listrik. Itu adalah ledakan Sakurajima yang terjadi pada malam bulan purnama pukul 23:07 tanggal 12 November 2019. Petir vulkanik terjadi di kolom letusan.” tertulis pada keterangan video tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa Gunung Semeru telah Meletus dan menyemburkan awan panas hingga 3000 meter hingga pukul 01.23 WIB tanggal 1 Desember 2020. Ia juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap gugurnya lava dari kawah Gunung Semeru.
Melihat dari penjelasan tersebut, video erupsi Gunung Semeru tersebut adalah tidak benar melainkan video itu menampilkan erupsi Gunung Sakurima tahun 2019 dan termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
“Gesekan dari partikel abu yang berputar-putar menghasilkan pelepasan listrik. Itu adalah ledakan Sakurajima yang terjadi pada malam bulan purnama pukul 23:07 tanggal 12 November 2019. Petir vulkanik terjadi di kolom letusan.” tertulis pada keterangan video tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menjelaskan bahwa Gunung Semeru telah Meletus dan menyemburkan awan panas hingga 3000 meter hingga pukul 01.23 WIB tanggal 1 Desember 2020. Ia juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap gugurnya lava dari kawah Gunung Semeru.
Melihat dari penjelasan tersebut, video erupsi Gunung Semeru tersebut adalah tidak benar melainkan video itu menampilkan erupsi Gunung Sakurima tahun 2019 dan termasuk dalam Konten yang Salah/False Context.
Rujukan
- https://youtu.be/wqxnJQcQXss
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/01/170400965/hoaks-video-erupsi-gunung-semeru
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-video-gunung-semeru-meletus-ini-faktanya.html
- https://surabaya.tribunnews.com/2020/12/01/di-balik-gunung-semeru-meletus-viral-video-hoax-gunung-muntahkan-lava-bpbd-jatim-beri-klarifikasi
Sesat, Foto yang Disebut Vaksinasi Covid-19 di Peru yang Dikawal Tentara
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 04/12/2020
Berita
KLAIM
Tiga foto yang diklaim sebagai foto vaksinasi di Peru yang dikawal oleh tentara beredar di Facebook. Foto ini beredar di tengah semakin banyaknya vaksin Covid-19 yang menjalani fase uji klinis. Dalam tiga foto itu, terlihat sejumlah petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) yang mendatangi rumah-rumah dan menyuntik warga. Dalam salah satu foto, tampak tentara bersenjata yang mengawal vaksinasi itu.
Salah satu akun yang membagikan foto-foto itu adalah akun Lena Sitorus, tepatnya pada 7 November 2020. “Kabarnya vaksin sudah diedarkan di Peru door to door pintu ke pintu ,,kalau pakai senjata berarti seperti pemaksaan ya ...semakin berdoa kita dan berjaga jaga saudaraqu ..," demikian narasi yang ditulis oleh akun tersebut.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Lena Sitorus.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut denganreverse image toolGoogle dan Yandex. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa tiga foto itu bukan foto vaksinasi Covid-19 di Peru, melainkan vaksinasi difteri bagi warga Peru yang belum mendapatkan vaksin tersebut.
Ketiga foto itu pernah diunggah oleh akun Facebook resmi Kementerian Kesehatan Peru (Ministerio de Salud del Perú) pada 28 Oktober 2020. Dalam keterangannya, Kemenkes Peru menyebut bahwa peristiwa dalam ketiga foto tersebut adalah asesmen dan vaksinasi dari rumah ke rumah oleh 50 Brigade Minsa di kawasan Manzanilla, La Victoria, pasca ditemukannya kasus difteri di sana.
Para ahli dalam tim tersebut diterjunkan untuk mengidentifikasi warga yang belum mendapatkan vaksin difteri dan mencatat warga yang diduga mengalami penyakit tersebut.
Penjelasan di akun Kemenkes Peru itu sama dengan penjelasan dalam berita yang dimuat oleh situs media Peru El Comercio pada 28 Oktober 2020. Sebanyak 50 brigade diterjunkan oleh Kemenkes Peru di sebanyak 130 blok di distrik La Victora.
Mereka diterjunkan setelah Wakil Menteri Kesehatan Peru Luis Suarez Ognio mengkonfirmasi adanya kasus difteri yang ditemukan pada anak perempuan berusia 5 tahun. Brigade ini terdiri dari para dokter dan perawat, serta didukung oleh agen-agen Kepolisian Nasional, Angkatan Darat, dan petugas La Victoria.
Menurut Direktur Diris Lima Centro, Alfredo Centurion, dalam wawancara di program televisi America Noticias, brigade-brigade tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran difteri. Mereka melakukan vaksinasi terhadap anak-anak, remaja, dan ibu hamil yang belum mendapatkan vaksin difteri.
Video saat brigade kesehatan itu melakukan persiapan hingga melakukan vaksinasi terhadap warga pernah dimuat oleh America Noticias pada 29 Oktober 2020. Pada menit 2:23, terlihat momen ketika 50 Brigade Minsa bersama polisi dan tentara bersiap-siap sebelum terjun ke distrik La Victoria.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto di atas adalah foto vaksinasi Covid-19 di Peru dengan mengerahkan tentara bersenjata, menyesatkan. Vaksinasi dalam foto tersebut memang digelar di Peru. Namun, vaksinasinya adalah untuk difteri, bukan Covid-19. Vaksinasi ini dilakukan setelah ditemukan seorang bocah perempuan berusia 5 tahun di Peru yang terkena difteri.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://archive.is/Z5eZt
- https://www.tempo.co/tag/vaksinasi-covid-19
- https://archive.is/vhrm8
- https://elcomercio.pe/lima/sucesos/la-victoria-despliegan-50-brigadas-de-salud-tras-confirmarse-caso-de-difteria-en-el-peru-luego-de-20-anos-video-nndc-noticia/
- https://www.tempo.co/tag/internasional-peru
- https://www.youtube.com/watch?v=mpG-Q31ZgPs
- https://www.tempo.co/tag/difteri
Sesat, Video yang Diklaim Tunjukkan Gunung Semeru Meletus pada 1 Desember 2020
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 04/12/2020
Berita
KLAIM
Video yang memperlihatkan momen ketika sebuah gunung meletus dan menyemburkan awan panas serta lava pijar beredar di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai video Gunung Semeru di Jawa Timur yang meletus pada 1 Desember 2020 dini hari. Dalam video itu, terlihat pula suasana kepanikan warga.
“Erupsi Guguran lava pijar di puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, terjadi sebanyak 13 kali g jarak luncur 300-1500 meter Warga Situparang Mengungsi di titik aman (1 Desember 2020),” demikian narasi yang tercantum di bagian kiri bawah video tersebut.
Di YouTube, video itu diunggah salah satunya oleh kanal Putra Gama Official, yakni pada 1 Desember 2020. Video berdurasi 1 menit 48 detik tersebut diunggah dengan judul “Gunung Semeru Meletus”. Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 600 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan kanal YouTube Putra Gama Official.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar tersebut ditelusuri dengan reverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa video yang diunggah oleh kanal Putra Gama Official merupakan gabungan dua rekaman dari peristiwa yang berbeda.
Rekaman pertama memperlihatkan erupsi Gunung Sakurajima, Jepang, pada November 2019. Video ini identik dengan foto yang pernah dimuat oleh situs Unofficial Networks dalam artikelnya pada 1 April 2020. Menurut situs ini, foto itu adalah foto letusan Gunung Sakurajima, Jepang, pada 12 November 2019.
Dalam artikel tersebut, terdapat pula video yang berasal dari kanal YouTube TN yang diunggah pada 12 November 2019. Video itu sama dengan video yang diunggah oleh kanal Putra Gama Official, namun memiliki kualitas yang lebih baik. Video ini berjudul "Letusan dahsyat Sakurajima pada 12 November 2019".
Menurut keterangan video tersebut, erupsi itu terjadi pada malam bulan purnama, pukul 23.07 waktu setempat. Ketika gunung tersebut meletus, terjadi gesekan pada partikel-partikel abu, sehingga menghasilkan pelepasan listrik dan muncul petir di kolom asap.
Adapun rekaman kedua dalam video unggahan kanal Putra Gama Official memang memperlihatkan kepanikan warga di desa yang berada di kaki Gunung Semeru, Desa Supiturang. Lokasi dalam rekaman ini identik dengan lokasi dalam video yang pernah diunggah oleh kanal YouTube Bang iOne pada 30 November 2020 dengan judul "Warga Lereng Semeru Terus Mengungsi". Kanal ini menulis bahwa lokasi diambilnya video itu adalah di Desa Supiturang.
Kesamaan terlihat pada bentuk dan warna gapura desa, parabola yang terpasang di sebelah kanan gapura, dan bentuk bangunan-bangunan di sebelah kanan-kiri gapura tersebut. Namun, terkait waktu diambilnya rekaman dalam video unggahan kanal Putra Gama Official tersebut, belum terkonfirmasi.
Erupsi Gunung Semeru pada 1 Desember 2020 dini hari
Berdasarkan arsip berita Tempo, aktivitas Gunung Semeru dilaporkan mulai meningkat pada 27 November 2020. Saat itu, gunung yang berada di Jawa Timur tersebut mengeluarkan guguran lava pijar yang mengarah ke wilayah Curah Kobokan sebanyak 13 kali, dengan jarak luncur dari puncak sekitar 500-1.000 meter.
Pada 1 Desember 2020 dini hari, guguran lava pijar kembali terjadi, dan meluncur sejauh 3.000 meter dari puncak gunung. Akibatnya, ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang harus mengungsi. Namun, pada 2 Desember 2020, warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video Gunung Semeru yang meletus pada 1 Desember 2020, menyesatkan. Video tersebut adalah gabungan dua rekaman dari peristiwa yang berbeda. Rekaman kedua memang menunjukkan kepanikan warga di desa yang berada di kaki Gunung Semeru, Desa Supiturang. Namun, belum terkonfirmasi kapan diambilnya rekaman ini. Rekaman pertama pun memperlihatkan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 12 November 2019, bukan letusan Gunung Semeru pada 1 Desember 2020.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
Halaman: 7027/8542



