• [SALAH] Hasil Survei Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar oleh KPU Makassar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 01/12/2020

    Berita

    “Tancap gas poool,IMUN MENYUSUL,yg tadix 7,2/ ,kini berbanding terbalik ,DUMBA DUMBA GLETER MI .ADAMA TETEP AMAN,SISA MENUNGGU DETIK DETIK PENCOBLOSAN,INZA ALLAH DANI FATMA YG MENJADI JAWARA.”

    NARASI DALAM GAMBAR:

    “KPU KOTA MAKASSAR
    HASIL SURVEI SETELAH DEBAT PUBLIK KE DUA
    HASIL SURVEI MURNI DARI MASYARAKAT KOTA MAKASSAR
    Hasil survei mencakup 15 kecamatan yang ada di kota Makassar terdiri atas 153 kelurahan”

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook Anwar Nurdin mengunggah hasil survei elektabilitas calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Dalam hasil survei yang disebarkan tersebut, terdapat keterangan yang menyatakan bahwa hasil survei dilakukan setelah debat publik kedua dilaksanakan dan melibatkan warga dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Pada hasil survei tersebut juga terdapat logo KPU serta nama KPU Makassar.

    Pihak KPU Makassar melalui akun Instagram resmi kpu_makassar menegaskan bahwa KPU Makassar bukan merupakan lembaga survei dan tidak pernah melakukan survei elektabilitas. Melansir dari Kompas.com, Komisioner KPU Makassar, Endang Sari, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah merilis hasil survei kandidat pilkada. Selain itu, setiap pamflet resmi KPU Makassar dirilis secara satu pintu, yakni akan diunggah terlebih dulu ke akun media sosial resmi sebelum dibagikan untuk umum.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh pengguna Facebook Anwar Nurdin tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Informasi yang salah. Pihak KPU Makassar menegaskan bahwa KPU Makassar bukan merupakan lembaga survei dan tidak pernah melakukan survei elektabilitas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Erupsi Gunung Semeru

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 01/12/2020

    Berita

    Tiga akun Facebook mengunggah video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru. Gunung yang berada di Jawa Timur ini mengalami erupsi pada Selasa (1/12/2020) dini hari WIB.

    Ketiga akun yang mengunggah video dengan klaim erupsi Gunung Semeru adalah Muslim Mus, Ken Zee Cinta, dan Bali Politica. Ketiganya pun memberikan narasi yang sama untuk video unggahan mereka:

    "Erupsi Gunung Semeru....."

    Jika ditotal dari tiga akun tersebut pada Selasa (1/12/2020), video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru sudah disaksikan lebih dari seribu kali.

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com membuat sebuah tangkapan layar dari video yang diklaim sebagai erupsi Gunung Semeru. Selanjutnya, tangkapan layar itu ditelusuri menggunakan pencarian gambar terbalik, Google Image.

    Hasil penelusuran mengarahkan ke akun Twitter mantan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mendiang Sutopo Purwo Nugroho. Akun Twitter ini mendapat centang biru atau sudah terverifikasi.

    Dalam unggahan pada 22 Mei 2018, Sutopo menjelaskan soal video merupakan guguran awan panas Gunung Sinabung. Video tersebut juga pernah disebutkan sebagai erupusi Gunung Agung di Bali pada 2017.

    Sementara itu, merujuk pada artikel Liputan6.com di kanal News dengan judul: "Gunung Semeru Meletus, 550 Warga Lumajang Mengungsi", Gunung Semeru meletus pada Selasa (1/12/2020) pukul 01.23 WIB.

    Peristiwa ini mengakibatkan 550 warga Lumajang mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di dua titik, yaitu pos pantau sebanyak 300 jiwa, sedangkan 250 orang lainnya di Desa Supiturang.

    Saat Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran, BPBD Kabupaten Lumajang membuka pos pengungsian lapangan di Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Untuk menghindari abu vulkanik sekaligus menerapkan protokol kesehatan, BPBD membagikan 4.000 masker.

    Sedangkan dinas sosial setempat mempersiapkan operasional dapur umum. Sementara pihak lain, seperti TNI dan Polri turut mendukung penanganan darurat di lapangan.

    Kesimpulan

    Klaim video yang menyebut erupsi Gunung Semeru merupakan informasi yang salah. Sebab, itu merupakan guguran awan panas Gunung Sinabung.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Twitter Catut Nama Bank BRI

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 01/12/2020

    Berita

    Pengguna Twitter dikejutkan dengan kemunculan akun yang mengklaim sebagai Bank BRI. Akun dengan alamat @BRI_ID1 ini berada di Twitter sejak November 2020.

    Akun tersebut menjawab pertanyaan dari beberapa customer Bank BRI dan meminta menghubungi sebuah nomor melalu aplikasi WhatsApp.

    Sejak aktif di Twitter, akun @BRI_ID1 ini menjawab pertanyaan tentang keluhan customer Bank BRI, mulai dari masalah transfer hingga gangguan di mesin ATM.

    Akun yang mengklaim sebagai PT Bank Rakyat Indonesia itu hanya memiliki 10 pengikut di Twitter. Akun ini kali terakhir menjawab pertanyaan customer pada 28 November 2020.

    Hasil Cek Fakta

    Untuk menelusuri kebenaran klaim dari akun Twitter @BRI_ID1, Cek Fakta Liputan6.com membuka situs Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). Dari situs tersebut, ada artikel berjudul: "[HOAKS] Akun Twitter Mengatasnamakan Bank BRI".

    Dalam artikel tersebut, Kominfo menyatakan akun Twitter resmi yang dimiliki Bank BRI bernama @BANKBRI_ID dan memiliki pengikut lebih kurang sekitar 162.900. Pada akun resmi milik Bank BRI disebutkan agar masyarakat terutama pengguna platform Twitter berhati-hati terhadap akun @BRI_ID1 karena merupakan akun palsu.

    Selanjutnya, Cek Fakta Liputan6.com juga mengunjungi akun Twitter resmi milik Bank BRI, @BANKBRI_ID yang mendapat centang biru atau terverifikasi. Dari akun tersebut, Bank BRI menjawab pertanyaan seorang customer yang sudah tertipu setelah mengikuti arahan dari akun palsu tersebut.

    Kesimpulan

    Akun Twitter @BRI_ID1 yang memiliki 10 pengikut merupakan hoaks alias akun palsu dari Bank BRI. Akun Twitter resmi yang dimiliki Bank BRI bernama @BANKBRI_ID yang memiliki tanda centang biru.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Rohani Vanath Sebut Pertumbuhan Ekonomi SBT Menurun Sejak Tahun 2015

    Sumber: Debat Pilkada 2020
    Tanggal publish: 01/12/2020

    Berita

    Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Tahun 2020 dengan Tema Peningkatan Kesejahteraan dan Kemajuan Daerah yang berlangsung Selasa 17 November dilangsungkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Timur 17 November 2020 sore di Kota Bula.
    Debat Publik ini diikuti Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Mukti Keliobas-Idrus Rumalutur dengan jargon ADIL, Fachri Alkatiry-Arobi Kelian dengan jargon FAHAM dan Rohani Vanath-Ramli Mahu dengan jargon NINA RAMA yang dipandu akademisi Universitas Pattimura Stevin Melay dengan menghadirkan Panelis Amir Kotaromalus, Efie Baadila, Ruslan Tawary, dan Erli Leiwakabessy dari Unpatti Ambon.
    Dalam debat ini, Calon Bupati Paslon Nomor Urut 3, Rohani Vanath mengklaim pertumbuhan ekonomi Kabupaten SBT alami penurunan tahun 2018 sebesar 1 persen. Padahal kata Rohani Vanath, tahun 2015, pertumbuhan ekonomi SBT meningkat 5,81 persen.
    "Pertumbuhan ekonomi SBT tahun 215 meningkat 5,8 persen, tapi tahun 2019 terjun bebas hingga 1 persen,"klaim Rohani Vanath saat debat.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelurusan tim Cek Fakta, sesuai data Badan Pusat Statistik Kabupaten SBT tertanggal 20 Februari 2020, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan 2010 menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku 2015-2019, ternyata Kabupaten SBT pada tahun 2019 laju pertumbuhan PDRBnya Tahun 2015 tercatat 5,81 persen.
    Pada tahun 2016, menurun ke angka 5,03 persen. Selanjutnya tahun 2017 menurun lagi ke angka 3,34 persen.
    Tahun 2018 menurun lagi ke angka 0,38 persen dan tahun 2019 naik ke angka 1,00 persen.
    Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan FEKON Unpatti, Dr. Teddy Leasiwal menjelaskan, akselerasi ekonomi Kabupaten SBT di Tahun 2015 memang baik diangka 5,28 persen. Bahkan SBT masuk dalam kabupaten yang cepat tumbuh.
    Namun untuk beberapa tahun terakhir ini akselerasi ekonomi SBT maju tapi lambat. Ini berdasarkan hasil estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Maluku hingga Tahun 2019. "Jadi memang SBT lambat dalam beberapa tahun terakhir ini. Padahal SBT sempat cukup baik dalam akselerasi ekonominya,"sebutnya Rabu (18/11/2020).
    Sesuai data estimasi pertumbuhan ekonomi yang disusun pihaknya ini, Kabupaten SBT termasuk daerah relative tertinggal bersama Kabupaten SBB, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya (MBD) karena belum miliki formulasi yang tepat untuk mengembangkan potensi ekonominya.

    Kesimpulan

    Kesimpulannya, klaim yang dilontarkan Calon Bupati dari Paslon Nomor Urut 03, Rohani Vanath adalah benar.

    Rujukan