• Keliru: Video Hotman Paris Merekomendasikan Situs Judi Rakyat JP

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    SEBUAH akun Facebook [arsip] mengunggah video yang menampilkan pengacara Hotman Paris seolah mempromosikan situs judi online (judol). Dalam rekaman tersebut, Hotman mengklaim banyak menerima keluhan warga yang menjadi korban penipuan. Ia kemudian menghasut penonton untuk menggunakan situs Rakyat JP yang ia sebut memberikan jaminan kemenangan bagi para pemainnya.



    Namun, benarkah video Hotman Paris berdurasi 44 detik tersebut merekomendasikan situs Rakyat JP?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui pemeriksaan akun Instagram Hotman Paris serta perangkat pendeteksi akal imitasi. Hasilnya menunjukkan audio dalam video tersebut merupakan produk manipulasi akal imitasi.

    Video Hotman yang identik pernah diunggah di akun Instagram miliknya, hotmanparisofficial, pada 22 Maret 2025. Dalam video aslinya, dia tidak sedang membahas judol.

    Dalam rekaman aslinya, ia sama sekali tidak membahas judi online. Hotman sebenarnya tengah membicarakan pengadilan arbitrase dan kasus yang melibatkan Kementerian Pertahanan.

    Ia menjelaskan kementerian tersebut pernah kalah dalam sidang arbitrase internasional sehingga harus membayar denda. Pihak asing pemenang sidang kemudian melacak aset kementerian hingga ke Paris, Prancis. Mereka mengajukan permohonan penyitaan melalui pengadilan Inggris guna mengeksekusi aset tersebut.

    “Itulah risiko kalau memilih perselisihan melalui arbitrase. Karena arbiter-nya itu belum tentu jujur. Apalagi kontrak-kontraknya berbau internasional. Makanya saya sudah bilang berkali-kali agar pemerintah Indonesia setiap misi kontrak, jangan mau memakai klausul arbitrase internasional tapi menuju ke pengadilan Indonesia,” kata Hotman dalam videonya.

    Analisis menggunakan perangkat Hive Moderation menunjukkan kemungkinan manipulasi akal imitasi sebesar 14,8 persen. Perangkat Zhuque AI Detection mendeteksi angka 28,22 persen, sedangkan Illuminarty memberikan probabilitas sekitar 33,2 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan bahwa Hotman Paris berdurasi 44 detik tersebut merekomendasikan sebuah situs judol adalah klaim yang keliru.

    Video itu merupakan hasil rekayasa menggunakan AI, memanfaatkan video asli yang diunggah Hotman di akun Instagramnya.

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Desember 2025 Mahasiswa UGM Demo Ijazah Jokowi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Akun “Facebook” Ahmad Jol Ahmad Jol” pada Senin (29/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan massa berdemontrasi sembari berorasi dan membawa spanduk bertuliskan “Revolusi Pendidikan”, “Universitas Gudang Masalah”, hingga “UGM Kampus Rasa Orba UGM Kampus Negeri Rasa Swasta”.

    Unggahan disertai narasi:

    “Mahasiswa UGM demo terkait ijazah Jokowi

    Mahasiswa: UGM universitas gudang masalah!!!”.

    Hingga Senin (5/1/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 27.700 tanda suka, 4.700-an komentar, serta dibagikan ulang lebih dari 3.100 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “mahasiswa UGM demo ijazah jokowi pada desember 2025”. Hasilnya tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa video yang disertakan dalam unggahan. Hasil penelusuran mengarah ke video kanal Youtube Tribun Jogja Official “Demo Besar! Ribuan Mahasiswa UGM Geruduk Gedung Rektorat” yang identik dengan unggahan akun Facebook “Ahmad Jol Ahmad Jol”.

    Dari berita yang tayang Senin (2/5/2016) itu, diketahui bahwa konteks asli video adalah momen mahasiswa UGM demo besar-besaran di rektorat pada Mei 2016. Massa menuntut perbaikan kebijakan uang kuliah tunggal, pembatalan relokasi Kantin Bonbin, dan pencairan tunjangan kinerja tenaga kependidikan.

    Kesimpulan

    Konteks asli video adalah momen mahasiswa UGM demo besar-besaran di rektorat pada Mei 2016. Massa menuntut perbaikan kebijakan uang kuliah tunggal, pembatalan relokasi Kantin Bonbin, dan pencairan tunjangan kinerja tenaga kependidikan. Jadi, unggahan berisi klaim “Desember 2025 mahasiswa UGM demo ijazah Jokowi” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Roy Suryo Divonis 30 Tahun Penjara dalam Kasus Ijazah Palsu

    Sumber: Youtube.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari kanal YouTube “KajianOnline” pada Senin (11/12/2025). Berisi narasi : 

    “ROY SURYO DIVONIS 30 TAHUN PENJARA ! TOMPEL NGAMUK² OGAH IKUT DIPENJARA TIFA & AIMAN MINTA AMPUN”

    Hingga Senin (5/1/2026) unggahan telah dilihat 56.066 kali, menuai 1.000 tanda suka serta 561 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video tersebut dengan memanfaatkan Google Lens. Berikut hasilnya : 

    • Klip video pertama menampilkan cuplikan pemberitaan di kanal YouTube Liputan6 SCTV mengenai Roy Suryo yang diperiksa terkait meme stupa candi borobudur. 

    • Klip video ke-2 berasal dari akun TikTok ‘sinau.qhj’ yang menampilkan pemberitaan Kompas TV mengenai penetapan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri. 

    Setelah disimak hingga selesai, video yang diunggah kanal YouTube ‘KajianOnline’ hanya menampilkan cuplikan berita lama dan tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan Roy Suryo divonis 30 tahun penjara dalam kasus ijazah palsu. 

    TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Roy Suryo divonis 30 tahun penjara dalam kasus ijazah palsu” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Roy Suryo divonis 30 tahun penjara dalam kasus ijazah palsu” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Puluhan Truk Malaysia Curi Kabel Tembaga dari Pabrik Indonesia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] pada Minggu (21/12/2025) dari akun Facebook “MediaHiburan.com” berisi narasi sebagai berikut: 

    “LIHATLAH!! PULUHAN TRUK MALAYSIA INI SEENAKNYA MENCURI KABEL TEMBAGA DARI PABRIK INDONESIA! TNI SEDANG MENGHADANG! TAPI TETAP SAJA MEREKA NEKAT, KETUK KETUK LAYAR SEKARANG JUGA!! BIAR PEMERINTAH SADAR, INDONESIA SEDANG DIJARAH DIDEPAN MATA”.

    Per Senin (5/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat 804 tanda suka, 81 komentar, dan 81 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut menunjukkan sejumlah kejanggalan yang mengarah ke dugaan rekayasa AI, seperti pergerakan tubuh TNI yang tampak kabur dan tidak wajar.

    TurnBackHoax kemudian menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Undetectable. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligelnce/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 86 persen.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Puluhan truk Malaysia curi kabel tembaga dari pabrik Indonesia

    ”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 100 persen. Jadi, unggahan berisi klaim “Puluhan truk Malaysia curi kabel tembaga dari pabrik Indonesia” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini