Narasi dalam postingan:
“Reka Ulang mirip Seperti, siapa yaa ”
Narasi dalam gambar:
“Beginilah Potret Reka Ulang Bentuk Wajah Dari Mumi Firaun Ramses II Yang Tenggelam Di Laut Merah.”
[SALAH] Potret Reka ulang Bentuk Wajah dari Mumi Firaun Ramses II
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/10/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun facebook Axel Curt MorgAn SR mengunggah gambar pada 27 Oktober 2020 di grup Denny Siregar Fans, dalam gambar tersebut menampilkan potret reka ulang wajah mumi Firaun Ramses II yang seolah mirip dengan wajah Presiden RI Joko Widodo.
Berdasarkan hasil penelusuran, potret reka ulang wajah mumi Firaun Ramses II yang seolah mirip dengan wajah Jokowi adalah klaim yang salah. Diketahui bahwa gambar asli ditemukan pada salah satu postingan akun instagram @infov_id yang diunggah pada 1 September 2020 yang kemudian disunting/diedit dengan menggunakan wajah Jokowi.
Sedangkan, wajah Jokowi yang terdapat dalam gambar tersebut identik dengan gambar yang terdapat dalam artikel merdeka.com yang berjudul “Jokowi sudah ajukan cuti ke Mendagri untuk kampanye” diunggah pada 7 Maret 2014.
Dengan demikian, klaim potret mumi Firaun yang diunggah oleh akun Facebook Axel Curt MorgAn SR adalah tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berdasarkan hasil penelusuran, potret reka ulang wajah mumi Firaun Ramses II yang seolah mirip dengan wajah Jokowi adalah klaim yang salah. Diketahui bahwa gambar asli ditemukan pada salah satu postingan akun instagram @infov_id yang diunggah pada 1 September 2020 yang kemudian disunting/diedit dengan menggunakan wajah Jokowi.
Sedangkan, wajah Jokowi yang terdapat dalam gambar tersebut identik dengan gambar yang terdapat dalam artikel merdeka.com yang berjudul “Jokowi sudah ajukan cuti ke Mendagri untuk kampanye” diunggah pada 7 Maret 2014.
Dengan demikian, klaim potret mumi Firaun yang diunggah oleh akun Facebook Axel Curt MorgAn SR adalah tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Gambar suntingan/editan. Gambar asli ditemukan pada salah satu postingan akun instagram @infov_id yang diunggah pada 1 September 2020 yang kemudian disunting/diedit dengan menggunakan wajah Jokowi.
Gambar suntingan/editan. Gambar asli ditemukan pada salah satu postingan akun instagram @infov_id yang diunggah pada 1 September 2020 yang kemudian disunting/diedit dengan menggunakan wajah Jokowi.
Rujukan
[SALAH] “Rizieq Shihab dikabarkan Menjadi pencuci piring di Arab Saudi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/10/2020
Berita
“Breaking New :
Rizieq Shihab dikabarkan Menjadi pencuci piring di Arab Saudi”
Rizieq Shihab dikabarkan Menjadi pencuci piring di Arab Saudi”
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook Nhana Khirana berupa sebuah tangkapan layar berisikan narasi berita bahwa Rizieq Shihab dikabarkan pencuci piring di Arab Saudi. Postingan ini telah dikomentari sebanyak 266 kali dan disukai sebagai 126 kali.
Berdasar penelusuran, tidak ditemukan adanya informasi valid terkait dengan klaim Rizieq menjadi pencuci piring di Arab Saudi. Sementara foto yang digunakan pada tangkapan layar mengarah ke beberapa artikel yang sebagian besar memuat berita terkait dengan kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Salah satu artikel berita dari detik.com menjelaskan adanya rencana kepulangan Rizieq untuk melakukan tsaurah dalam sebuah siaran pres yang berbahasa Arab. Penggunaan diksi tsaurah membuat polemik dikarena tsaurah itu sendiri juika diterjemahkan bisa bermakna “kudeta” sehingga Dubes Agus Maftuh menyesalkan penggunaan diksi “tsaurah” dalam siaran pres tersebut sedangkan menurut Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif kata tsaurah berarti revolusi yang dimaksud adalah revolusi akhlak.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim Rizieq Shihab menjadi pencuci piring di Arab Saudi adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten Palsu/Fabricated Context.
Berdasar penelusuran, tidak ditemukan adanya informasi valid terkait dengan klaim Rizieq menjadi pencuci piring di Arab Saudi. Sementara foto yang digunakan pada tangkapan layar mengarah ke beberapa artikel yang sebagian besar memuat berita terkait dengan kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Salah satu artikel berita dari detik.com menjelaskan adanya rencana kepulangan Rizieq untuk melakukan tsaurah dalam sebuah siaran pres yang berbahasa Arab. Penggunaan diksi tsaurah membuat polemik dikarena tsaurah itu sendiri juika diterjemahkan bisa bermakna “kudeta” sehingga Dubes Agus Maftuh menyesalkan penggunaan diksi “tsaurah” dalam siaran pres tersebut sedangkan menurut Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif kata tsaurah berarti revolusi yang dimaksud adalah revolusi akhlak.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim Rizieq Shihab menjadi pencuci piring di Arab Saudi adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten Palsu/Fabricated Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Tidak ada berita valid yang membuktikan klaim tersebut, foto yang digunakan banyak dilampirkan pada beberapa artikel berita salah satunya tentang kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Tidak ada berita valid yang membuktikan klaim tersebut, foto yang digunakan banyak dilampirkan pada beberapa artikel berita salah satunya tentang kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Rujukan
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNGWw6dN-cek-fakta-habib-rizieq-dikabarkan-jadi-pencuci-piring-di-arab-saudi-ini
- https://news.detik.com/berita/d-5217831/wanti-wanti-mui-hingga-dpr-soal-habib-rizieq-pulang-pimpin-tsaurah
- https://channel9.id/rizieq-shihab-akan-kembali-ke-indonesia-polri-akan-tindak-lanjuti-klaim-fpi/
- https://www.world-today-news.com/the-polemic-of-revolution-and-announcement-from-mecca/
- https://exbulletin.com/politics/470933/
[SALAH] Akun Whatsapp Anggota DPRD Tanjungpinang Dicky Novalino Meminta Sejumlah Dana
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 27/10/2020
Berita
Akun Whatsapp “+62 815-3614-8401” Adalah Milik Anggota DPRD Tanjungpinang Dicky Novalino
Hasil Cek Fakta
Beredar akun Whatsapp anggota DPRD Tanjungpinang Dicky Novalino dengan nomor “+62 815-3614-8401”..
Setelah ditelusuri pada lintaskepri.com, Dicky Novalino menegaskan sekaligus mengingatkan kepada warga masyarakat jangan percaya dengan nomor penipu tersebut. Ditambah lagi penipu meminta uang.
“Jangan percaya orang yang meminta-minta uang dengan nomor +62815-3614-8401 mengatasnamakan Dicky Novalino itu bukan saya.” ucap Dicky Novalino saat dihubungi lintaskepri pada Jumat (23/10/20).
Dicky merasa dirugikan atas kasus penipuan tersebut. Dicky menjelaskan isi pesan Whatsapp, penipu meminta sejumlah uang kepada salah satu pengusaha dengan mengirimkan nomor rekening. Modus si penipu adalah meminjam uang.
Dengan demikian akun Whatsapp yang mengatasnamakan anggota DPRD Tanjungpinang Dicky Novalino adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri pada lintaskepri.com, Dicky Novalino menegaskan sekaligus mengingatkan kepada warga masyarakat jangan percaya dengan nomor penipu tersebut. Ditambah lagi penipu meminta uang.
“Jangan percaya orang yang meminta-minta uang dengan nomor +62815-3614-8401 mengatasnamakan Dicky Novalino itu bukan saya.” ucap Dicky Novalino saat dihubungi lintaskepri pada Jumat (23/10/20).
Dicky merasa dirugikan atas kasus penipuan tersebut. Dicky menjelaskan isi pesan Whatsapp, penipu meminta sejumlah uang kepada salah satu pengusaha dengan mengirimkan nomor rekening. Modus si penipu adalah meminjam uang.
Dengan demikian akun Whatsapp yang mengatasnamakan anggota DPRD Tanjungpinang Dicky Novalino adalah tidak benar sehingga hal ini masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rahma An Nissa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Nomor tersebut palsu. Pihak terkait menegaskan nomor tersebut bukan miliknya, dan mengimbau masyarakat berhati-hati atas segala jenis penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pidato Megawati dan Politikus PDIP Ini Terkait Perubahan Pancasila Jadi Ekasila?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 26/10/2020
Berita
Sebuah meme yang memuat foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan teks bahwa dia mengaku mewacanakan mengubah Pancasila menjadi Ekasila dibagikan di grup Facebook Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI], yakni oleh akun Jimm Ash Sheedeq pada 22 Oktober 2020.
"Kepada para pendukung saya, kelompok yang pro dengan saya, saya ingatkan 'yang mewacanakan mengubah Pancasila menjadi Ekasila itu saya dan partai saya,,' Jadi tolong, janganlah kalian goblok dengan menuduh FPI, HTI dan kelompoknya. Karena itu tidak ada buktinya," demikian teks yang tertulis dalam meme tersebut.
Meme ini dibagikan bersama potongan video pidato Megawati, berdurasi sekitar 2 menit, dan potongan video pidato kader PDIP yang maju sebagai calon wali kota petahana Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, yang berdurasi sekitar 3 menit. Dua pidato ini dianggap sebagai bukti bahwa Megawati dan PDIP yang mewacanakan untuk mengubah Pancasila menjadi Ekasila.
Dalam video itu, baik Megawati dan Raharto menyebut bahwa Pancasila yang diperas menjadi Trisila memuat paham sosio-nasionalis, sosio-demokratis, dan ketuhanan yang berkebudayaan. Kemudian, Trisila yang diperas menjadi Ekasila bakal menjadi keseluruhan jiwa dan budaya bangsa Indonesia, yakni gotong-royong.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Jimm Ash Sheedeq di grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI].
Apa benar pidato Megawati dan Raharto Teno Prasetyo ini berkaitan dengan upaya mengubah Pancasila menjadi Ekasila?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, pernyataan soal gagasan Trisila dan Ekasila memang pernah diucapkan oleh Megawati dan Raharto Teno Prasetyo. Pidato Megawati dalam video di atas disampaikan dalam HUT ke-44 PDIP di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta pada 2017. Sementara pidato Raharto dalam video itu disampaikan dalam acara deklarasi kampanye damai pada 26 September 2020.
Namun, Trisila dan Ekasila sebenarnya merupakan gagasan Presiden ke-1 RI Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Gagasan Trisila dan Ekasila kemudian dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang didukung salah satunya oleh PDIP sebagai RUU inisiatif DPR. Meski begitu, kutipan dalam meme yang diunggah di grup Facebook Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI] tersebut bukanlah pernyataan Megawati.
Mula-mula, Tempo memeriksa video pidato Megawati itu di kanal YouTube CNN Indonesia, sesuai dengan petunjuk logo media yang tertera dalam video tersebut. Lewat cara ini, ditemukan informasi bahwa video itu berisi potongan pidato Megawati dalam HUT ke-44 PDIP di JCC Senayan, Jakarta, pada 2017. Pidato utuh berdurasi 1 jam 9 menit.
Adapun pidato kader PDIP yang maju sebagai calon wali kota petahana Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, disampaikan dalam acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pasuruan pada 26 September 2020. Video pidato Raharto itu dimuat salah satunya oleh kanal KompasTV.
Namun, Trisila dan Ekasila sebenarnya adalah gagasan Presiden Soekarno dalam rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945. Berikut isi pidato Soekarno seperti dikutip dari CNN Indonesia dalam risalah rapat BPUPKI:
Saudara-saudara, "Dasar-dasar Negara" telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inilah Panca Darma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Apa lagi yang lima bilangannya?
(Seorang hadirin: Pandawa Lima)
Pandawa pun lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima pula bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa saya, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi. (peserta rapat tepuk tangan riuh).
Atau, barangkali ada saudara-saudara yang tidak suka akan bilangan lima itu? Saya boleh peras, sehingga tinggal 3 saja. Saudara-saudara tanya kepada saya, apakah "perasan" yang tiga itu?
Berpuluh-puluh tahun sudah saya pikirkan dia, ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka, Weltanschauung kita. Dua dasar yang pertama, kebangsaan internasionalisme, kebangsaan dan perikemanusiaan, saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan socio-nationalism.
Dan demokrasi yang bukan demokrasi Barat, tetapi politiek-economische democratie, yaitu politieke demokrasi dengan sociale rechtvaardigheid, demokrasi dengan kesejahteraan. Saya peraskan pula menjadi satu: inilah yang dulu saya namakan socio-democratie. Tinggal lagi ketuhanan yang menghormati satu sama lain.
Jadi, yang asalnya lima itu telah menjadi tiga, socio-nationalism, socio-democratie, dan ketuhanan. Kalau Tuan senang kepada simbolik tiga, ambillah yang tiga ini. Tapi barang kali tidak semua Tuan-tuan senang kepada Trisila ini, dan minta satu-satu dasar saja? Baiklah, saya jadikan satu, saya kumpulkan lagi menjadi satu. Apakah yang satu itu?
.....
Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan "gotong-royong". Negara Indonesia yang kita dirikan negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara Gotong Royong!
Gagasan Trisila dan Ekasila itu pun dimasukkan dalam RUU HIP. Dilansir dari CNN Indonesia, RUU ini didukung oleh tujuh dari sembilan fraksi di DPR sebelum disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam rapat paripurna pada 12 Mei 2020. Fraksi Partai Demokrat tidak ikut dalam pembahasan, sedangkan Fraksi PKS setuju dengan catatan. Adapun tujuh fraksi yang mendukung yakni Fraksi PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP.
Belakangan, RUU tersebut mendapatkan banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat yang mempermasalahkan jika Pancasila diperas menjadi Trisila dan Ekasila, yang dianggap bermuatan komunisme. Setelah menjadi kontroversi, dilansir dari Republika.id, pasal mengenai Ekasila kemudian dihapus dan pemerintah juga menunda membahas RUU HIP tersebut.
Meme Megawati
Kutipan dalam meme di atas, yang berbunyi: "Kepada para pendukung saya, kelompok yang pro dengan saya, saya ingatkan 'yang mewacanakan mengubah Pancasila menjadi Ekasila itu saya dan partai saya,,' Jadi tolong, janganlah kalian goblok dengan menuduh FPI, HTI dan kelompoknya. Karena itu tidak ada buktinya.", bukanlah pernyataan Megawati. Tempo telah menelusuri kutipan itu di mesin pencari, tapi tidak ditemukan pemberitaan yang memuat kalimat tersebut yang dilontarkan oleh Megawati.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Jimm Ash Sheedeq di grup Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia [KAMI] tersebut menyesatkan. Pertama, kutipan dalam meme yang memuat foto Megawati itu bukan pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut. Meme itu berisi sindiran atas gencarnya PDIP dalam mengusulkan RUU HIP di tengah pandemi Covid-19. Megawati dan calon wali kota petahana Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, memang menyinggung Trisila dan Ekasila dalam video unggahan akun tersebut. Namun, Trisila dan Ekasila merupakan gagasan Soekarno dalam rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945. Konteks pidato tersebut pun untuk mengembalikan semangat gotong royong bangsa Indonesia.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/megawati
- https://www.tempo.co/tag/pdip
- https://www.tempo.co/tag/pancasila
- https://www.youtube.com/watch?v=EJuwKKhZchc
- https://www.kompas.tv/article/112764/kader-pdip-ini-akan-terapkan-ekasila-jika-menang-pilkada-pasuruan
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200617130951-32-514280/isi-pidato-trisila-ekasila-sukarno-yang-kini-masuk-ruu-hip
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200615104259-32-513353/7-fraksi-di-dpr-dukung-penuh-ruu-hip-demokrat-tarik-diri
- https://www.republika.id/posts/7489/pasal-ekasila-di-ruu-hip-ditolak
- https://www.tempo.co/tag/ruu-hip
Halaman: 7110/8533



