• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Zombie adalah Nama Pahlawan Islam dari Brasil?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita


    Sebuah poster yang berisi klaim bahwa Zombie adalah nama pahlawan Islam dari Brasil beredar di media sosial. Dalam poster itu, terdapat foto zombie yang biasa terlihat di film-film. Ada pula foto patung dengan nama Zumbi dos Palmares, yang di bawahnya terdapat teks "O Lider Negro de Todas as Racas".
    "Ternyata Zombie adalah Pahlawan Islam. Sejarah mencatat, Zombie adalah pahlawan Islam dari Brazil. Pada tahun 1643, dengan gagah berani ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil. Zombie bersama ulama dan rakyatnya berjihad melawan penjajah Portugis. Namun, kini oleh propaganda Barat, namanya dijadikan sebagai mahluk pembunuh," demikian narasi dalam poster tersebut.
    Di Facebook, poster ini dibagikan salah satunya oleh akun Nyiru Nona, tepatnya pada 22 Oktober 2020. Hingga artikel ini dimuat, poster tersebut telah mendapatkan lebih dari 2.600 reaksi dan 800 komentar serta dibagikan lebih dari 70 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nyiru Nona.
    Apa benar zombie merupakan nama pahlawan Islam dari Brasil?

    Hasil Cek Fakta


    Terkait zombie
    Dikutip dari BBC Indonesia, terdapat spekulasi bahwa kata "zombie" berasal dari bahasa-bahasa Afrika Barat, yakni "ndzumbi" yang berarti mayat dalam bahasa Mitsogo di Gabon dan "nzambi" yang berarti jiwa dari orang yang telah meninggal dalam bahasa Kongo. Wilayah-wilayah ini adalah asal para budak di Eropa yang dipaksa pindah ke Hindia Barat untuk bekerja di perkebunan tebu.
    Orang-orang Afrika tersebut membawa kepercayaannya. Di sisi lain, hukum Prancis ketika itu mengharuskan budak-budak berpindah kepercayaan menjadi Katolik. Akhirnya, muncul serangkaian kepercayaan yang mencampurkan unsur tradisi yang berbeda, seperti Voodoo di Haiti, Obeah di Jamaika, dan Santeria di Kuba.
    Dilansir dari History.com, cerita rakyat tentang zombie telah ada selama berabad-abad di Haiti, kemungkinan berasal dari abad ke-17 ketika budak Afrika Barat dibawa ke Haiti untuk bekerja di perkebunan tebu. Banyak pengikut Voodoo percaya bahwa zombie adalah mitos. Namun, beberapa orang meyakini bahwa zombie adalah orang yang dihidupkan kembali oleh praktisi Voodoo atau bokor.
    Bokor memiliki tradisi menggunakan tumbuhan, kerang, ikan, tulang, dan benda lain untuk membuat ramuan, termasuk "bubuk zombi". Bubuk ini mengandung tetrodotoxin, racun saraf mematikan yang ditemukan pada ikan buntal dan beberapa spesies laut lainnya. Kombinasi tetrodotoxin dapat menyebabkan gejala mirip zombie, seperti kesulitan berjalan, kebingungan mental, dan masalah pernapasan.
    Menurut laporan berjudul "The Undead Eighteenth Century" karya Linda Troost, zombie muncul dalam literatur setidaknya sejak 1697 dan digambarkan sebagai roh atau hantu, bukan makhluk kanibal. Kisah zombie pun mulai difilmkan pada 1932, yakni dalam "White Zombie", yang juga memunculkan Frankenstein serta drakula.
    Terkait Zumbi dos Palmares
    Dilansir dari situs milik organisasi masyarakat sipil Brasil, Geledes, terdapat sebuah komunitas yang dibentuk oleh para budak berkulit hitam yang melarikan diri dari pertanian, penjara, serta kamp budak di Brasil. Komunitas itu bernama Quilombo dos Palmares yang terletak di Alagoas.
    Zumbi lahir di tengah komunitas ini pada 1655. Ketika berusia sekitar 6 tahun, ia ditangkap dan diserahkan kepada seorang misionaris Portugis. Diberi nama baptis 'Francisco', Zumbi menerima sakramen, belajar bahasa Portugis dan Latin, serta membantu perayaan misa.
    Zumbi melarikan diri pada 1670, ketika ia berusia 15 tahun, dan kembali ke tempat asalnya di Palmares. Zumbi pun populer karena keahlian dan kecerdikannya dalam pertarungan. Di awal 20-an, dia sudah menjadi ahli strategi militer yang terhormat.
    Sekitar 1678, seorang gubernur di Pernambuco, Brasil, yang lelah dengan konflik berkepanjangan dengan Quilombo, mendekati pemimpin Palmares, Ganga Zumba, dengan tawaran perdamaian. Dia juga menawarkan kebebasan kepada semua budak yang kabur jika Quilombo diserahkan kepada otoritas Kerajaan Portugis.
    Zumba menerima proposal itu, namun Zumbi menolaknya dan menentang kepemimpinan Zumba. Menjanjikan akan melanjutkan perlawanan terhadap penindasan Portugis, Zumbi menjadi pemimpin baru Quilombo dos Palmares. Namun, 15 tahun kemudian, penjelajah Sao Paulo, Domingos Jorge Velho, diutus untuk menginvasi Quilombo.
    Pada 6 Februari 1694, ibukota Palmeras dihancurkan dan Zumbi terluka. Meskipun selamat, dia dikhianati oleh rekan-rekannya. Pada 20 November 1695, Zumbi dibunuh oleh 20 prajurit. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke gubernur, kemudian diekspos di depan warga untuk menyangkal kepercayaan tentang keabadian Zumbi.
    Dikutip dari Face2Face Africa, sejak 1960-an, tanggal 20 November dirayakan di Brasil sebagai Hari Kesadaran Kulit Hitam (“Dia da Consciência Negra” dalam bahasa Portugis). Hal ini dimaksudkan untuk menghormati pemimpin perlawanan Afro-Brasil, Zumbi dos Palmares. Zumbi merupakan pemimpin komunitas Quilombo dos Palmares.
    Quilombo didirikan oleh orang-orang Afrika-Brasil pada akhir abad ke-16 sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan dan perbudakan Eropa. Selama hampir seabad, orang kulit hitam di Quilombo berperang melawan mereka yang memperbudak mereka, terutama orang Portugis yang berusaha menjajah Brasil.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Zombie merupakan nama pahlawan Islam dari Brasil" keliru. Memang terdapat pemimpin perlawanan kulit hitam di Brasil yang bernama Zumbi dos Palmares. Namun, tidak ada bukti yang menyebut nama Zumbi berasal dari kata "zombie", termasuk bahwa Zumbi seorang muslim. Menurut sejumlah sumber, kisah Zumbi tidak terkait dengan zombie maupun Islam. Zumbi adalah pemimpin komunitas Quilombo dos Palmares di Brasil yang memerangi praktik perbudakan. Ia juga lahir pada 1655, bertolak belakang dengan narasi dalam poster unggahan akun Nyiru Nona, yang berbunyi "pada tahun 1643, dengan gagah berani, ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brasil".
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita


    Video yang memperlihatkan longsornya tanah di depan sebuah gedung perkantoran beredar di Facebook pada 24 Oktober 2020. Dalam video berdurasi 30 detik ini, terlihat pula bahwa tempat parkir yang berada di depan gedung tersebut runtuh. Video itu diklaim sebagai video gempa di Arab Saudi.
    Salah satu akun yang membagikan video beserta klaim itu adalah akun Cahaya Hati. Akun ini menulis, "Gempa di Saudi arabian. Mohon doanya moga semuanya baik" aja amin" ya Allah yarobal alamin." Di kolom komentar, akun ini juga menulis bahwa video itu dikirim oleh seorang ulama.
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapat lebih dari 500 reaksi dan sebanyak 141 komentar serta dibagikan lebih dari 500 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Cahaya Hati.
    Apa benar video tersebut merupakan video gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle.
    Hasilnya, ditemukan informasi bahwa video tersebut merupakan video tanah longsor di depan sebuah gedung di Al Khobar, Arab Saudi, bukan video gempa. Peristiwa itu pun terjadi pada 18 Oktober 2020, sepekan sebelum akun Cahaya Haiti mengunggah video tersebut.
    Video ini pernah dimuat oleh situs media Al Jazeera pada 18 Oktober 2020 dalam artikelnya yang berjudul “Arab Saudi: tanah longsor di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan di Khobar”. Selain video itu, situs ini juga memuat video-video lain dari peristiwa yang sama.
    Menurut laporan Al Jazeera, video itu menunjukkan runtuhnya tempat parkir di kompleks komersial Al-Saeed di distrik Al Rakah, Provinsi Al Khobar, Arab Saudi timur, akibat tanah longsor. Juru bicara pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan terdapat dua orang yang terluka karena kejadian itu.
    Video yang sama juga pernah dimuat oleh kanal YouTube Seeking Truth pada 18 Oktober 2020. Dalam video ini, terdapat pula rekaman kamera CCTV yang menunjukkan terjadinya peristiwa tersebut. Video tersebut, menurut kanal ini, adalah video tanah longsor di tempat parkir sebuat pusat perbelanjaan di Al Khobar, Arab Saudi timur.
    Foto-foto yang menujukkan tanah longsor di kompleks komersial Al-Saeed, Al Khobar, itu juga dimuat oleh situs Akhbaar24 pada 18 Oktober 2020. Menurut Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil, dua orang yang terjebak telah diselamatkan. Runtuhnya sebagian tempat parkir itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah mobil.
    Dilansir dari CNN, menurut juru bicara Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi Letnan Kolonel Abdul Hadi Al-Shahrani, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada orang yang berada di bawah reruntuhan. Dia juga mengatakan puing-puing dan beton yang runtuh yang menimpa mobil di lantai bawah tanah sedang ditangani.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video gempa di Arab Saudi pada 24 Oktober 2020 menyesatkan. Video tersebut merupakan video peristiwa tanah longsor yang terjadi di kompleks komersial Al-Saeed, distrik Al Rakah, Provinsi Al Khobar, Arab Saudi timur, pada 18 Oktober 2020. Tanah longsor ini menyebabkan tempat parkir kompleks tersebut runtuh.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Facebook Irjen Polisi Supratman

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita

    Akun Facebook atas nama Irjen Pol Supratman

    Hasil Cek Fakta

    Beredar di media sosial sebuah akun Facebook bernama Irjen Pol Supratman. Foto akun tersebut adalah foto Irjen Pol Supratman yang berjabat tangan dengan seorang artis. Sampai saat ini, akun tersebut telah memiliki 2.279 pertemanan.

    Setelah ditelusuri, akun Facebook tersebut ternyata palsu. Akun atas nama Irjen Pol Supratman itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno yang membenarkan akun Facebook Kapolda Supratman itu hoaks atau palsu.

    “Ya, kami mendapatkan laporan adanya akun Facebook yang mengatasnamakan Kapolda Bengkulu. Kami beritahukan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk tidak percaya akan akun FB tersebut. Akun FB tersebut palsu, dan yang telah terlanjur berteman diharapkan hapus pertemanannya,” ungkap Sudarno, Kamis (20/6/2019).

    Setelah dikonfirmasi, Irjen Pol Supratman mengatakan bahwa akun tersebut palsu.

    “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman, Minggu (25/10/2020).

    Sebelumnya, akun atas nama mantan Kapolda Bengkulu tersebut juga pernah dibuat oleh pelaku yang digunakan untuk melakukan penipuan dengan modus meluluskan calon anggota polisi dengan meminta sejumlah uang.

    Sehingga, akun Facebook Irjen Pol Supratman adalah hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, Irjen Polisi Supratman tidak memiliki media sosial Facebook dan Twitter. “Tolong disebarkan, saya tidak punya Facebook dan Twiter, hati-hati penipuan,” kata Supratman.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Telegram Kemenkop UKKM “Kemenkopukm_info”

    Sumber: telegram
    Tanggal publish: 26/10/2020

    Berita

    Telegram Kemenkop UKKM Beredar di Masyarakat

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Telegram Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Lewat pesan singkat Telegram, akun tersebut membagikan link formulir berisi informasi untuk pengajuan Banpres Produktif Usaha Mikro dan pendaftaran Bantuan Modal Kerja Darurat yang meminta data lengkap dan mengatasnamakan Menteri Koperasi dan UKM.

    Sebelumnya juga pernah tersebar hoax mengenai link pendataan yang telah di bahas di website turnbackhoax dengan judul “Situs Formulir Online BANPRES oleh Kementrian Koperasi dan UKM” pada tanggal 20 Oktober 2020.
    Setelah dilakukan penelusuran, diketahui akun tersebut adalah palsu dan bukan dikelola oleh Kemenkop UKM. Pihak Kemenkop UKM, menghimbau masyarakat selalu berhati-hati saat dihubungi oleh akun atau nomor yang tidak dikenal, terutama akun yang mengatasnamakan Kemenkop UKM.

    Melalui akun instagram resmi Kemenkop UKM mengatakan,

    “#SobatKUKM harap lebih waspada terhadap informasi yang beredar mengatasnamakan akun media sosial KemenkopUKM.

    KemenkopUKM tidak memiliki saluran telegram ya Sobat. Harap berhati-hati #SobatKUKM pastikan data pribadi diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.”

    Dilansir dari fame.grid.id bantuan BLT UMKM sendiri masih dalam tahap II. Seleksi tahap II lebih diperketat lagi dibandingkan tahap I. Pihak Kemenkop UKM pun lebih mengutamakan para UMKM yang berasal dari wilayah yang penyalurannya masih kecil, seperti Maluku, Kalimantan, dan NTT.

    Dengan demikian, informasi terkait akun Telegram Kementrian Koperasi dan Usaha Menengah Kecil termasuk hoax dengan kategori konten palsu.

    = = = = =

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahma An Nisa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Akun Telegram dengan username “Kemenkopukm_info” bukanlah milik Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). Informasi tersebut tidak benar. Dalam akun Instagram resmi @kemenkopukm mengonfirmasi bahwa akun Telegram dengan username “@Kemenkopukm_info” palsu atau hoax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini