• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Foto Anies Baswedan yang Terbaring di Peti Ini?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/10/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbaring di dalam peti beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, Anies mengenakan rompi berwarna oranye. Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Nani Meilani, tepatnya pada 8 September 2020.
    "Ini foto real apa fake sih?.... Kalo fake,..Iseng bener yg ngedit.... Kalo real...Knp gak langsung ditutup tuh peti?...Double paku,...Permanen...!!!" demikian narasi yang ditulis oleh akun Nani Meilani.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Nani Meilani.
    Apa benar foto Anies Baswedan yang terbaring di peti ini?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto itu denganreverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan beberapa berita di situs Liputan6.com yang pernah memuat foto yang identik. Namun, pria yang terbaring dalam peti itu bukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
    Foto tersebut merupakan foto yang diambil oleh fotografer Liputan6.com, Herman Zakharia, pada 3 September 2020. Foto ini adalah rangkaian dari sejumlah foto dalam berita yang berjudul "FOTO: Bikin Kapok, Warga Tak Pakai Masker Dihukum Masuk ke Dalam Peti". Foto-foto tersebut diambil di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
    Foto itu sendiri diberi keterangan, "Warga pelanggar PSBB dihukum masuk ke dalam peti mati di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020). Warga Pasar Rebo yang tidak menggunakan masker diberikan pilihan hukuman, salah satunya dimasukkan ke dalam peti mati selama 1 menit."
    Gambar tangkapan layar berita foto di Liputan6.com.
    Dilansir dari Liputan6.com, Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan sanksi masuk peti itu diberikan agar warga yang melanggar bisa merenung terkait dampak bila mereka tidak mematuhi protokol kesehatan, salah satunya risiko kematian.
    Sanksi masuk peti yang diberlakukan di Pasar Rebo ini juga diberitakan oleh Republika.co.id pada 3 September 2020. Dilansir dari Republika.co.id, razia tertib masker yang dilaksanakan di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menindak pelanggar dengan cara unik. Pilihan sanksi bagi pelanggar, selain kerja bakti dan denda Rp 250 ribu, adalah merenung di dalam peti mati.
    Wakil Camat Pasar Rebo Santoso mengatakan, demi memutus penyebaran Covid-19 di Pasar Rebo, pilihan sanksi merenung di dalam peti diterapkan guna menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 sangat berbahaya. "Mereka merenung, harus tertib terhadap 3M atau akan berakhir di sebuah peti mati," katanya.
    Santoso menjelaskan aturan ini masih dalam tahap sosialisasi. Nantinya, akan ada evaluasi. "Kita lihat hasilnya dulu. Kita lakukan evaluasi dari hasil yang kita laksanakan ini. Ini berlakunya masih tentatif," katanya. Santoso berharap sanksi ini membuat masyarakat jera, sehingga masyarakat mematuhi 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
    Dilansir dari Kompas.com, Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan sanksi masuk peti bagi warga yang melanggar protokol kesehatan tidak lagi diberlakukan per 4 September 2020. Pasalnya, sanksi tersebut tidak sesuai dengan isi Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020. Dalam pergub ini, sanksi hanya meliputi denda dan kerja sosial.
    Selain itu, menurut Budhy, sanksi masuk peti tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. "Kami hanya menghindari pro-kontra. Jadi, kami menindak berdasarkan aturan saja. Kami kan hanya pelaksana lapangan yang melakukan penindakan," tuturnya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, pria yang terbaring di peti dalam foto tersebut bukanlah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto tersebut merupakan hasil suntingan, yakni di bagian wajah. Foto itu merupakan foto warga yang melanggar protokol kesehatan dan dihukum dengan masuk ke dalam peti mati. Foto ini diambil di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada 3 September 2020.
    IBRAHIM ARSYAD
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Mike Tyson Salat di Kafe Los Angeles yang Larang Muslim Berkunjung?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/10/2020

    Berita


    Video pendek yang memperlihatkan legenda tinju Mike Tyson sedang salat bersama dua pria di sebuah ruangan beredar di media sosial. Video ini diklaim sebagai video ketika Tyson salat di sebuah kafe di Los Angeles, Amerika Serikat, yang melarang muslim masuk ke kafe tersebut.
    Di Facebook, klaim tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Djony Edward Ori, tepatnya pada 20 Oktober 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut:
    “Pemilik caffee di tegah kota Los Ageles menuliskan di depan pintu Caffee nya kalau orang muslim dilarang masuk. Tapi ketiga Orang muslim ini tak peduli mereka masuk ke dlm Caffee tidak membeli apa apa tapi langsung meletak kan sajadah dan langsung sholat Ashar pemilik Caffee ,securities dan pegawainya hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa apa cuma bisa menyaksikan tanpa mengeluarkan kata kata, mereka terlalu takut untuk membuka mulutnya. Ketiga orang itu adalah: Mantan juara tinju kelas berat dunia yg sangat tersohor Mike Tyson dan present word Boxing champion Sweden Bado jack dan imam sholatnya present world kick boxing campion Aamar Abddallah.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Djony Edward Ori.
    Apa benar video tersebut adalah video saat Mike Tyson salat di sebuah kafe di Los Angeles yang melarang muslim berkunjung?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Gambar-gambar tersebut kemudian ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa video itu direkam di kantor perusahaan milik Mike Tyson, Tyson Ranch, yang berada di California, AS, pada 23 Agustus 2020.
    Video tersebut pernah diunggah oleh akun Twitter milik salah satu pria yang salat bersama Tyson dalam video itu, Badou Jack, pada 23 Agustus 2020. Jack yang juga merupakan petinju ini pun menulis, "Praying side by side with my brothers @MikeTyson & @TeamAbdallah #muslimbrothers #alhamdulillah."
    Video yang identik dengan durasi yang lebih panjang juga pernah diunggah oleh kanal YouTube milik petinju Floyd dan Jeff Mayweather, The Mayweather Channel, pada 23 Agustus 2020. Video itu berjudul “Mike Tyson, Badou Jack & Amer Abdallah pray together”.
    Video ini pun diberi keterangan, “The legendary Mike Tyson joins former world champ Badou Jack and Amer Abdallah in pryer at Tyson Ranch.” Dalam video itu, di dinding yang berada di belakang Tyson, terpasang lampu yang membentuk logo Tyson Ranch. Di lemari es yang terdapat di ruangan tersebut pun, terdapat tulisan "Tyson Ranch". Ada pula ring tinju dalam ruangan itu.
    Logo Tyson Ranch yang berbentuk lampu tersebut sama dengan yang terdapat dalam situs resmi Tyson Ranch. Menurut situs ini, Tyson Ranch adalah perusahaan lisensi danbrandingyang didirikan oleh Mike Tyson. "Konsistensi dan kualitas adalah inti dari perusahaan kami, dengan misi untuk membuat ganja dipahami secara universal," demikian keterangan yang tercantum dalam situs tersebut.
    Klaim palsu terkait video ketika Tyson salat berjamaah itu juga sempat menyebar pada akhir Agustus 2020. Saat itu, klaim yang beredar menyatakan bahwa, dalam video itu, Tyson sedang salat berjamaah di Arab Saudi, menjelang pertandingannya yang dijadwalkan pada September 2020.
    Dilansir dari Esquire, menurut manajer tinju Amer Abdallah, yang mengelola petinju Badou Jack dan Viddal Riley, video tersebut direkam baru-baru ini di Big Bear, California, tepatnya di Tyson Ranch. Abdallah dan Jack pergi ke Tyson Ranch untuk mempersiapkan pertandingan pada 28 November 2020.
    "Kami menghabiskan akhir pekan di Big Bear untuk mendapatkan pelatihan ringan dan istirahat sebentar dari Las Vegas," katanya. "Ketika kami pertama kali tiba di sana, saya bertanya kepada Tyson di mana saya bisa berdoa. Dia berkata, aku akan berdoa denganmu."

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa legenda tinju Mike Tyson salat di sebuah kafe di Los Angeles, AS, yang melarang muslim berkunjung, keliru. Video tersebut direkam di kantor perusahaan milik Tyson, Tyson Ranch, yang berada di California, AS. Tyson salat bersama petinju Badou Jack dan manajer tinju Amer Abdallah yang berkunjung ke Tyson Ranch.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Mike Tyson salat di kafe yang pemiliknya melarang orang muslim masuk ke kafenya”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/10/2020

    Berita

    Akun Dasad Latif (fb.com/dasad.latif) mengunggah sebuah video yang memperlihatkan 3 orang sedang melaksanakan ibadah salat dengan narasi sebagai berikut:

    “USIIRMAKO
    Pemilik caffee di tegah kota Los Ageles menuliskan di depan pintu Caffee nya kalau orang muslim dilarang masuk. Tapi ketiga Orang muslim ini tak peduli mereka masuk ke dlm Caffee tidak membeli apa apa tapi langsung meletak kan sajadah dan langsung sholat Ashar pemilik Caffee ,securities dan pegawainya hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa apa cuma bisa menyaksikan tanpa mengeluarkan kata kata, mereka terlalu takut untuk membuka mulutnya.
    Ketiga orang itu adalah: Mantan juara tinju kelas berat dunia yg sangat tersohor Mike Tyson dan present word Boxing champion Sweden Bado jack dan imam sholatnya present world kick boxing campion Aamar Abddallah”

    Mike tyson

    Pemilik caffee di tegah kota Los Ageles menuliskan di depan pintu Caffee nya kalau orang muslim dilarang masuk.
    Tapi ketiga Orang muslim ini tak peduli mereka masuk ke dlm Caffee tidak membeli apa apa tapi langsung meletak kan sajadah dan langsung sholat Ashar berjamaah.. pemilik Caffee ,securities dan pegawainya hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa apa cuma bisa menyaksikan tanpa mengeluarkan kata kata, mereka terlalu takut untuk membuka mulutnya.
    Ini tepatnya ketiga orang tsb :

    Ketiga orang itu adalah:

    Makmum kanan :
    Mantan juara tinju kelas berat dunia yg sangat tersohor Mike Tyson alias Malik Abdul Aziz dan Makmum kiri : Present Word Boxing champion Sweden Bado jack dan imam sholat :
    Present World Kick Boxing Champion Aamar Abddallah

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video Mike Tyson, Badou Jack dan Amer Abdallah salat di sebuah kafe yang pemilik kafenya melarang orang muslim masuk ke kafenya adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu direkam di kantor perkebunan ganja milik Mike Tyson sendiri yang bernama Tyson Ranch, di California, Amerika Serikat pada 23 Agustus 2020.

    Dilansir dari situs INews, Tyson salat berjamaah bersama rekan petinju Badou Jack. Mereka dipimpin manajernya Amer Abdallah. Mereka terlihat khusyuk melaksanakan salat. Jack mengunggah momen itu di Twitter pada 23 Agustus 2020.

    “Kami dalam persiapan untuk pertarungan Jack pada 28 November. Kami menghabiskan akhir pekan di Big Bear, California untuk mendapatkan pelatihan ringan dan istirahat sejenak dari Las Vegas,” kata Abdallah dikutip Esquireme, Selasa (25/8/2020).

    “Ketika kami pertama kali tiba, saya bertanya kepada Tyson di mana saya bisa pergi untuk salat. Dia berkata, saya akan salat dengan Anda,” ujarnya.

    Selain pernyataan Abdallah, bukti video itu direkam di Tyson Ranch adalah logo Tyson Ranch yang terpasang di dinding di belakang ketiga orang tersebut. Foto yang menunjukkan logo di dinding yang identik pernah diunggah di akun instagram terverifikasi milik Tyson Ranch:tm: pada 31 Oktober 2019.

    Kesimpulan

    Video itu direkam di kantor perkebunan ganja milik Mike Tyson sendiri yang bernama Tyson Ranch, di California, Amerika Serikat pada 23 Agustus 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap Jeda 30 Menit untuk Hirup Udara Segar!”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/10/2020

    Berita

    Beredar gambar tangkapan layar artikel berjudul “Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap Jeda 30 Menit untuk Hirup Udara Segar!” yang dimuat di situs hai.grid.id pada Senin, 19 Oktober 2020.

    Salah satu yang mengunggah gambar ini adalah akun Facebook Muhammad Awan Yusuf (fb.com/muhammadawanyusufarale) dengan narasi sebagai berikut:

    “Ketatnya protokol kesehatan dalam menikmati tontonan bioskop, sudah mulai harus dibiasakan. Kalo tidak, penonton yang akan menanggung risikonya.
    .
    Yap, sejak bioskop XXI kembali dibuka pada Sabtu (17/10/2020) pekan lalu, penonton wajib mengikuti aturan baru menonton film layar lebar.
    .
    Protokol kesehatan yang wajib dijalankan adalah menggunakan masker selama berada di area bioskop dan menjaga jarak minimal 1,5 meter antarpenonton.
    .
    Tidak diperbolehkan makan dan minum selama film berlangsung. Dan bakal ada peringatan setiap 30-60 menit jeda film, penonton diharuskan keluar teater untuk menghirup udara segar yang baru. (*)
    .
    Sumber: hai.grid.id”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa ada aturan penonton diharuskan keluar teater untuk menghirup udara segar yang baru setiap 30-60 menit di Bioskop XXI yang kembali dibuka adalah klaim yang salah.

    Faktanya, aturan itu tidak termasuk bagian dari protokol kesehatan Covid-19 di bioskop. Redaksi Hai Online sendiri sudah mengklarifikasi artikel itu dan menyatakan aturan itu tidak pernah dikeluarkan oleh Cinema XXI.

    Saat ini, artikel yang sebelumnya berjudul “Bioskop XXI Kembali Dibuka, Penonton Wajib Keluar Studio Tiap Jeda 30 Menit untuk Hirup Udara Segar!” sudah diganti menjadi “Klarifikasi Tentang Aturan Penonton Wajib Keluar Studio Jeda 30-60 Menit untuk Hirup Udara Segar”

    Di paragraf pertama artikel itu, terdapat keterangan sebagai berikut:

    “STOP PRESS: Setelah berita ini diterbitkan, kami mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait, dan mendapatkan informasi bahwa pernyataan setiap 30-60 menit jeda film penonton diharuskan keluar teater untuk menghirup udara segar TIDAK pernah dikeluarkan oleh Cinema XXI.”

    Selain itu, dilansir dari artikel antaranews.com berjudul “Bioskop kembali dibuka, tapi pengunjung harus keluar tiap 30 menit? Cek faktanya!” pada 20 Oktober 2020, dijelaskan bahwa tidak ada aturan seperti itu di bioskop.

    Manajer Hubungan Masyarakat CGV Cinema Hariman Chalid ketika dikonfirmasi ANTARA mengatakan bioskop CGV tidak mempunyai aturan penonton harus keluar dari bioskop setiap 30 menit untuk menghirup udara segar.

    “Protokol kesehatan yang kami terapkan sesuai dengan panduan dari Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aturan itu tidak ada dalam protokol yang disebut pemerintah provinsi,” kata Hariman tentang aturan penonton harus keluar dari bioskop untuk menghirup udara segar setiap 30 menit.

    Selain penerapan 3M, Hariman menyebut protokol kesehatan dalam bioskop CGV adalah jumlah pengunjung maksimal ruang bioskop hanya 25 persen dari kapasitas total. Kemudian, pengelola bioskop juga membersihkan ruangan secara rutin dengan cairan desinfektan setiap kali pertunjukan film selesai.

    Penelusuran ANTARA terhadap konten media yang mengunggah artikel tentang aturan penonton bioskop wajib ke luar setiap 30 menit itu tidak ditemukan dalam artikel di media lain yang juga mengangkat tema serupa.

    Kesimpulan

    Aturan itu tidak termasuk bagian dari protokol kesehatan Covid-19 di bioskop. Redaksi Hai Online sendiri sudah mengklarifikasi artikel itu dan menyatakan aturan itu tidak pernah dikeluarkan oleh Cinema XXI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini