[Fakta atau Hoaks] Benarkah Disinfektan dan Hand Sanitizer yang Mudah Terbakar Sebabkan Keluarga di Sumut Ini Tewas?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 20/10/2020
Berita
Klaim bahwa satu keluarga di Sumatera Utara tewas terbakar setelah tubuh mereka disemprot dengan disinfektan beredar di media sosial. Menurut klaim itu, setelah bepergian ke sebuah restoran, mereka menyemprot tubuh mereka dengan disinfektan. Si ayah pun menyalakan korek api untuk merokok. Namun, api menyambar tubuh mereka yang baru saja disemprot disinfektan.
Klaim tersebut dibagikan bersama sebuah video yang memperlihatkan momen persemayaman lima jenazah yang tubuhnya terbakar. Terdapat pula video lain yang disertakan, yakni video yang memperlihatkan cairan hand sanitizer yang dituangkan di atas sebuah piring dan dibakar.
Di Facebook, klaim beserta video-video tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Agustin Zul, tepatnya pada 19 Oktober 2020. Akun ini pun menulis narasi sebagai berikut:
"Miris. Menghindari Corona mlh bahaya yg dtg lbh besar. @KRONOLOGI: Satu keluarga baru pulang makan di restoran/ 5 org. Sampe di rumah badan nya di semprot. Disinfektan. Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok. Langsung terbakar. Istri dan anak2 nya ingin menolong. Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol. Ikut terbakar semua. Akhir nya ber lima meninggal. Hati2 para perokok ternyata disinfektan bisa menyala kalo kena api , kejadian di medan."
Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal, yakni:
Hasil Cek Fakta
Terkait satu keluarga di Sumut yang tewas terbakar
Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video yang memperlihatkan momen persemayaman lima jenazah dengan tubuh terbakar itu menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar tersebut ditelusuri denganreverse image toolYandex dan Google.
Hasilnya, ditemukan informasi bahwa lima jenazah yang tengah disemayamkan dalam video itu merupakan korban kebakaran sebuah rumah sekaligus gudang tabung gas elpiji di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 26 September 2020.
Video yang identik dengan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh kanal YouTube Chanel Monalisa TV pada 27 September 2020 dengan judul "Siantar Membara, 5 Orang Meninggal Dunia". Video itu diambil di rumah sosial Yayasan Bhakti Kesejahteraan Sosial Kota Pematangsiantar. Lima jenazah tersebut bernama Aminuddin alias Ameng (68 tahun), Yanti (39 tahun), Clarisa Kie (15 tahun), Kendrik Kie (13 tahun), dan Kenjiro Kie (8 tahun).
Saksi mata kejadian kebakaran yang menewaskan lima orang itu, yang juga Ketua RT setempat, Indra mengaku mendengar dua kali suara dentuman sebelum api membakar rumah sekaligus gudang tabung gas tersebut. “Dentuman pertama hanya mengeluarkan gas saja. Pas dentuman kedua, api udah nyambar," katanya.
Saat api menyambar, menurut Indra, pemilik rumah masih berada di dalam. Tak lama kemudian, Ameng membuka gerbang dan mengeluarkan salah satu mobil miliknya. "Habis itu dia lari lagi ke dalam. Menantu dan anaknya, cucunya Ameng, awalnya berada di lantai atas. Disuruh turun sama Ameng, tapi enggak bisa karena akses sudah (tertutup) api. Jadi, anaknya ke kamar depan, dari jendela, dia minta tolong. Saya suruh lompat, dia enggak mau lompat, dia enggak berani," ujar Indra.
Video serupa lainnya juga pernah diunggah oleh kanal milik stasiun televisi iNews, Official iNews, pada 27 September 2020 dengan judul "Terjebak di Lantai 2, Kebakaran Gudang Elpiji di Sumut Tewaskan Lima Orang - iNews Malam 27/09".
Saksi mata yang diwawancarai dalam video tersebut, Imran Saragih, menjelaskan hal serupa. "Awal mulanya, dentuman pertama, gas bocor. Baru dentuman kedua api nyambar. Terus korban langsung buka pintu ke luar, keluarkan mobil. Kalau menantu sama anaknya di atas, terjebak. Terjebak empat orang. Menantu sama anaknya tiga."
Terkait penyebab kebakaran itu, yang diklaim akibat disinfektan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar, Ajun Komisaris Edi Sukamto, merespons bahwa hingga kini belum ada hasil tes laboratorium forensik dari Polda Sumatera Utara mengenai penyebab kebakaran tersebut. Menurut Edi, seperti dilansir dari Liputan6.com, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
Terkait disinfektan dan hand sanitizer mudah terbakar
Dilansir dari Kompas.com, yang mengutip Guidance Notes on Safe Use of Chemical Disinfectants Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, disinfektan yang mengandung alkohol memang berisiko ketika disemprotkan. Alkohol merupakan bahan kimia yang mudah terbakar jika berada di dekat api. Selain itu, jika mengenai kulit, dapat mengiritasi kulit yang terluka. Sementara jika terhirup, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mempengaruhi saraf sistem pusat.
Terkait video yang memperlihatkan cairan hand sanitizer berbasis alkohol yang dituangkan di atas sebuah piring dan dibakar, video serupa pernah beredar pada Maret 2020 lalu. Dilansir dari arsip berita Tempo, Dekan Fakultas Kedokteram Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam membenarkan bahwa alkohol memang merupakan bahan kimia yang mudah terbakar.
"Secara logika, kalau terpapar pada benda atau saat tangan masih basah (karena alkohol), kemudian tidak hati-hati, terpercik api, ya tentu bisa terbakar," kata Ari. Namun, alkohol dengan kadar 96 persen pun, jika dioleskan ke tangan secukupnya, dengan sendirinya akan menguap sehingga tidak terbakar.
Hal serupa dijelaskan oleh National Fire Protection Association AS. Dilansir dari Liputan6.com, hand sanitizer berbasis alkohol menguap dengan cepat ketika diaplikasikan pada kulit. Meskipun begitu, menyimpan hand sanitizer dalam jumlah besar memiliki risiko kebakaran.
Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( CDC ) Amerika Serikat, hand sanitizer berbasis alkohol mengandung etil alkohol yang mudah menguap pada suhu kamar dan mudah terbakar. Namun, kejadian kebakaran yang terkait dengan hand sanitizer berbasis alkohol sangat rendah. Meskipun begitu, hand sanitizer berbasis alkohol tetap harus disimpan dengan benar.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Agustin Zul menyesatkan. Terkait klaim bahwa ada satu keluarga di Sumut yang tewas terbakar setelah tubuh mereka disemprot disinfektan, tidak terbukti. Keluarga itu merupakan korban kebakaran rumah yang juga menjadi gudang tabung gas elpiji di Pematangsiantar, Sumut. Menurut saksi mata, setelah api menyambar, pemilik rumah masih sempat membuka gerbang dan mengeluarkan salah satu mobil miliknya. Namun, hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran itu.
Terkait klaim kedua, disinfektan dan hand sanitizer yang mengandung alkohol memang mudah terbakar. Namun, alkohol menguap dengan cepat ketika diaplikasikan pada kulit. Menurut CDC, kejadian kebakaran yang terkait dengan hand sanitizer berbasis alkohol sangat rendah. Meskipun begitu, hand sanitizer berbasis alkohol tetap harus disimpan dengan benar.
ZAINAL ISHAQ | ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/disinfektan
- https://archive.ph/2dtj3
- https://www.tempo.co/tag/sumatera-utara
- https://bit.ly/3m8rodL
- https://www.tempo.co/tag/kebakaran
- https://bit.ly/3dFSF40
- https://bit.ly/358GN6I
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/29/204000265/who-peringatkan-risiko-semprot-disinfektan-pada-manusia-mudah-terbakar?page=all
- https://cantik.tempo.co/read/1323194/hand-sanitizer-mengandung-alkohol-yang-mudah-terbakar-ini-kata-ahli/full&view=ok
- https://www.liputan6.com/otomotif/read/4264090/hand-sanitizer-dianggap-penyebab-kebakaran-ini-tanggapan-para-ahli
- https://bit.ly/31nFiRf
- https://www.tempo.co/tag/hand-sanitizer
[SALAH] Debat Cawalkot Solo Tak Disiarkan Live Karena Takut Ketahuan Bodoh
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2020
Berita
Debat Calon Wali Kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Takut Gobloknya Ketahuan Kayak Bapaknya Dulu
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Prabu Wicaksono mengunggah sebuah foto portal berita yang berjudul “Debat Calon Wali kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Takut Gobloknya Ketahuan Kayak Bapaknya Dulu”. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 28 kali dengan 9 komentar.
Setelah ditelusuri, foto tersebut merupakan foto dari portal berita idtodaynews.co. Berita aslinya berjudul “Debat Calon Wali kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Anggaran Minim” yang dimuat pada 10 Oktober 2020.
Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan, agenda debat disiarkan melalui salah satu televisi swasta lokal dengan metode siaran tunda. Bagi KPU, hal itu tidak menjadi persoalan. Sebab, biaya untuk mengadakan siaran langsung cukup besar.
“Nggak cukup anggarannya. Cukupnya cuma siaran tunda. Anggaran kami fokus untuk sosialisasi di media,” katanya.
Sehingga klaim mengenai debat Calon Wali kota Solo yang tidak ditayangkan secara langsung karena takut ketahuan bodoh dapat dikatakan hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
= = = = =
Setelah ditelusuri, foto tersebut merupakan foto dari portal berita idtodaynews.co. Berita aslinya berjudul “Debat Calon Wali kota Solo Tak Disiarkan Live, KPU: Anggaran Minim” yang dimuat pada 10 Oktober 2020.
Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti mengatakan, agenda debat disiarkan melalui salah satu televisi swasta lokal dengan metode siaran tunda. Bagi KPU, hal itu tidak menjadi persoalan. Sebab, biaya untuk mengadakan siaran langsung cukup besar.
“Nggak cukup anggarannya. Cukupnya cuma siaran tunda. Anggaran kami fokus untuk sosialisasi di media,” katanya.
Sehingga klaim mengenai debat Calon Wali kota Solo yang tidak ditayangkan secara langsung karena takut ketahuan bodoh dapat dikatakan hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
= = = = =
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta).
Faktanya, judul dalam berita tersebut disunting. Dalam berita aslinya, KPU menyatakan bahwa debat Cawalkot tidak disiarkan secara live karena minimnya anggaran.
Faktanya, judul dalam berita tersebut disunting. Dalam berita aslinya, KPU menyatakan bahwa debat Cawalkot tidak disiarkan secara live karena minimnya anggaran.
Rujukan
[SALAH] Lowongan Kerja PT Angkasa Pura I Oktober 2020
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 20/10/2020
Berita
DI BUKA LOWONGAN KERJA
PT Angkasa Pura I (Persero) Tahun 2020
Perusahaan yang bergerak di bandar udara international
Persyaratan:
Pria / Wanita
Usia 18 – 35 Thn
Pendidikan Min SMA/SMK sederajat
Memiliki penampilan dan komunikasi yang baik
Posisi:
pramugari
Aviation Security Officer
Fly Security
Fire Fighting Officer
Apron Movement
Controller /Avia Bridge
Air traffic controller
Air craft Maintenence
Engineer
Flight Operation Officer
Perawat
Marshaller
Check In Counter
Costumer Service
Pemadam Kebakaran
Driver
Mekanik
Fasilitas :
-Gaji pokok UMR Rp 6.500.000,-
-Uang Makan
-Mess / Transport / Jemputan
-Seragam
-BPJS
-Premi Kehadiran
-THR
Lowongan kerja angkasa pura
PT Angkasa Pura I (Persero) Tahun 2020
Perusahaan yang bergerak di bandar udara international
Persyaratan:
Pria / Wanita
Usia 18 – 35 Thn
Pendidikan Min SMA/SMK sederajat
Memiliki penampilan dan komunikasi yang baik
Posisi:
pramugari
Aviation Security Officer
Fly Security
Fire Fighting Officer
Apron Movement
Controller /Avia Bridge
Air traffic controller
Air craft Maintenence
Engineer
Flight Operation Officer
Perawat
Marshaller
Check In Counter
Costumer Service
Pemadam Kebakaran
Driver
Mekanik
Fasilitas :
-Gaji pokok UMR Rp 6.500.000,-
-Uang Makan
-Mess / Transport / Jemputan
-Seragam
-BPJS
-Premi Kehadiran
-THR
Lowongan kerja angkasa pura
Hasil Cek Fakta
Telah beredar pesan dibukanya lowongan kerja PT Angkasa Pura I (Persero) tahun 2020.
Namun berdasarkan penelusuran, informasi yang beredar tersebut salah. Dilansir dari Palembang.tribunnews.com, pihak Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang membantah pesan tersebut.
General Manajer melalui Asisten Manajer Bandara SBM II, Deni mengatakan bahwa pesan yang beredar dengan menyebutkan dibukanya lowongan tersebut adalah Hoax.
Dan sampai saat ini pihak PT Angkasa Pura I maupun II belum membuka lowongan.
Untuk mengetahui informasi mengenai PT Angakasa Pura juga bisa melalui website resminya www.angkasapura2.co.id.
“Hoax itu, Nanti jika ada akan di umumkan di www.angkasapura2.co.id, sampai saat ini belum dibuka lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura,” ujarnya saat dihubungi via whatsapp.
Beredarnya pesan ini juga bukan pertama kalinya, pada Februari 2020 juga terjadi beredarnya pesan yang mengatasnamakan PT Angkasa Pura yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
Dengan demikian, pesan terkait lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura termasuk kategori Konten Palsu. Hal ini dikarenakan pesan tersebut adalah hoax.
Namun berdasarkan penelusuran, informasi yang beredar tersebut salah. Dilansir dari Palembang.tribunnews.com, pihak Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang membantah pesan tersebut.
General Manajer melalui Asisten Manajer Bandara SBM II, Deni mengatakan bahwa pesan yang beredar dengan menyebutkan dibukanya lowongan tersebut adalah Hoax.
Dan sampai saat ini pihak PT Angkasa Pura I maupun II belum membuka lowongan.
Untuk mengetahui informasi mengenai PT Angakasa Pura juga bisa melalui website resminya www.angkasapura2.co.id.
“Hoax itu, Nanti jika ada akan di umumkan di www.angkasapura2.co.id, sampai saat ini belum dibuka lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura,” ujarnya saat dihubungi via whatsapp.
Beredarnya pesan ini juga bukan pertama kalinya, pada Februari 2020 juga terjadi beredarnya pesan yang mengatasnamakan PT Angkasa Pura yang sedang membuka lowongan pekerjaan.
Dengan demikian, pesan terkait lowongan pekerjaan PT Angkasa Pura termasuk kategori Konten Palsu. Hal ini dikarenakan pesan tersebut adalah hoax.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Rahmi Kania Dewi (Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)
Narasi yang salah. Faktanya, saat ini PT Angkasa Pura I maupun II belum membuka lowongan pekerjaan.
Narasi yang salah. Faktanya, saat ini PT Angkasa Pura I maupun II belum membuka lowongan pekerjaan.
Rujukan
[SALAH] Foto Jokowi Memegang Kartu Kabur Saat Demo
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2020
Berita
“Merakyat…!?🥴🤪🤫…di datangi rakyat puluhan kali malah kabur…
Jiwa kerdil dan pengecut yg bisa naik tahta karena usaha Gorengan Media dari tahun 2010…anjirr…pengalaman untuk anak cucu kedepan!!”
jokowi kabur
Jiwa kerdil dan pengecut yg bisa naik tahta karena usaha Gorengan Media dari tahun 2010…anjirr…pengalaman untuk anak cucu kedepan!!”
jokowi kabur
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan dari akun Facebook Diana Ramadhani berupa sebuah foto Jokowi memegang kartu bertuliskan “KARTU KABUR SAAT DEMO” dengan nama yang tertulis “SONTOLOYO”. Postingan ini disukai sebanyak 156 kali dan disebarkan kembali sebanyak 13 kali.
Berdasarkan penelurusan foto tersebut, foto Jokowi yang terlihat sedang tertawa mengarah ke sebuah arikel berita dari teropongsenayan.com yang berjudul “Saat Novanto Mundur, Jokowi di Istana “Ngakak”” yang dipublikasikan pada 17 Desember 2015. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa Jokowi kedatangan tamu para pelawak yang biasa tampil di berbagai televisi nasional untuk berbincang santai dan makan bersama, sedangkan dalam waktu yang tidak lama kemudian berita Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR. Penelusuran terhadap kartu yang telah disunting mengarah ke sebuah aritikel dari beritasatu.com yang berjudul “Untuk Sementara, Premi KJS Tidak Akan Dinaikkan”, pada artikel tersebut terlampir Kartu Jakarta Sehat (KJS) dengan nama yang tertulis “ANDI ARLYN ANWAR”.
Melihat dari penjelasan tersebut, foto Jokowi memegang kartu bertuliskan “KARTU KABUR SAAT DEMO” adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang dimanipulasi/Manipulated Content.
Berdasarkan penelurusan foto tersebut, foto Jokowi yang terlihat sedang tertawa mengarah ke sebuah arikel berita dari teropongsenayan.com yang berjudul “Saat Novanto Mundur, Jokowi di Istana “Ngakak”” yang dipublikasikan pada 17 Desember 2015. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa Jokowi kedatangan tamu para pelawak yang biasa tampil di berbagai televisi nasional untuk berbincang santai dan makan bersama, sedangkan dalam waktu yang tidak lama kemudian berita Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai ketua DPR. Penelusuran terhadap kartu yang telah disunting mengarah ke sebuah aritikel dari beritasatu.com yang berjudul “Untuk Sementara, Premi KJS Tidak Akan Dinaikkan”, pada artikel tersebut terlampir Kartu Jakarta Sehat (KJS) dengan nama yang tertulis “ANDI ARLYN ANWAR”.
Melihat dari penjelasan tersebut, foto Jokowi memegang kartu bertuliskan “KARTU KABUR SAAT DEMO” adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang dimanipulasi/Manipulated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).
Foto tersebut adalah suntingan, kartu yang disunting adalah Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dimuat diartikel berita pada tahun 2013 sedangkan foto Jokowi diambil pada tahun 2015.
Foto tersebut adalah suntingan, kartu yang disunting adalah Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang dimuat diartikel berita pada tahun 2013 sedangkan foto Jokowi diambil pada tahun 2015.
Rujukan
Halaman: 7127/8533


