Keliru, Dua Foto yang Disebut Jenazah Enam Anggota Laskar FPI
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/12/2020
Berita
Dua foto yang diklaim sebagai foto jenazah enam Anggota Laskar FPI beredar di Facebook. Dalam dua foto itu, terlihat enam jenazah pria yang terbaring di dalam kamar mayat. Dua foto ini juga disertai dengan sebuah foto saat Kapolri Jenderal Idham Azis sedang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Foto ini beredar setelah terjadinya penembakan enam anggota FPI hingga tewas di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020 dini hari. Peristiwa ini menjadi sorotan berbagai pihak. Komnas HAM bahkan membentuk tim khusus untuk menyelidiki peristiwa ini. Pada 7 Desember siang, Kapolda Metro Jaya mengumumkan bahwa pihaknya yang menembak enam anggota FPI tersebut.
Salah satu akun yang membagikan foto-foto beserta klaim itu adalah akun Eko Febriyanto, tepatnya pada 7 Desember 2020. Akun ini menulis, "Tak ada kompromi. Biar 72 bidadari dibagi rata keenam laskar FPI." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapatkan lebih dari 400 reaksi dan 94 komentar serta dibagikan lebih dari 100 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Eko Febriyanto.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran dengan reverse image tool Google, Tim CekFakta Tempo menemukan bahwa dua foto tersebut bukan foto enam anggota Laskar FPI yang tewas. Dua foto itu juga diambil jauh sebelum terjadinya insiden yang menewaskan anggota FPI di Tol Cikampek pada 7 Desember 2020.
Foto pertama, yang menunjukkan empat jenazah pria yang terbujur di kamar mayat, merupakan potongan dari foto yang pernah dimuat oleh situs Sindonews.com pada 2 Mei 2014 dalam artikelnya yang berjudul “5 perampok di Surabaya ditembak mati”.
Menurut artikel ini, foto itu terkait dengan lima perampok yang tewas ditembak petugas Polrestabes Surabaya, dan jasadnya dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit dr. Soetomo. Para pelaku perampokan tersebut ditembak mati karena menyerang petugas.
Komplotan perampok ini dikenal sudah malang melintang di Surabaya dan sekitarnya. Kelimanya pernah beraksi di sejumlah tempat, salah satunya di Villa Bukit Regency 1 Pakuwon City, Surabaya. Saat itu, pelaku berhasil membawa kabur perhiasan senilai Rp 2 miliar.
Adapun foto kedua, yang memperlihatkan dua jenazah pria di kamar mayat, adalah foto jasad dua pencuri motor di kamar mayat RS dr. Soetomo. Foto ini pernah dimuat oleh Tribunnews dalam artikelnya yang berjudul "Timah Panas Hentikan Pelarian 2 Penjahat Kambuhan Asal Pasuruan, Sempat Baku Tembak Dengan Polisi" pada 5 Mei 2020.
Tribun menjelaskan bahwa keduanya ditembak oleh Tim Jogoboyo Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur di kawasan Jalan Gempol, Pasuruan, pada 4 Mei 2020. Pelaku pencurian yang tewas itu berinisial ZA (36 tahun), warga Pandaan, Pasuruan, dan MIR (40 tahun), warga Purwosari, Pasuruan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa dua foto di atas adalah foto jenazah enam anggota Laskar FPI, keliru. Foto pertama adalah foto lima jenazah perampok di Surabaya yang ditembak polisi pada 2 Mei 2014. Sementara foto kedua adalah foto dua pencuri motor di Pasuruan yang ditembak petugas pada 4 Mei 2020.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/laskar-fpi
- https://www.tempo.co/tag/fpi
- https://archive.is/ERVzQ
- https://www.tempo.co/tag/tol-cikampek
- https://daerah.sindonews.com/berita/859611/23/5-perampok-di-surabaya-ditembak-mati
- https://www.tribunnews.com/regional/2020/05/05/timah-panas-hentikan-pelarian-2-penjahat-kambuhan-asal-pasuruan-sempat-baku-tembak-dengan-polisi?page=3
[SALAH] Pesan Berantai Video “Suasana Petamburan Saat Ini Jam 5:49”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 10/12/2020
Berita
Beredar video pada pesan berantai Whatsapp yang memperlihatkan suasana Petamburan pada jam 5:49 dengan narasi :
“Suasana Petamburan saat ini
Jam 5:49
Polisi mulai menembak-nembakin lagi
Polisi mulai nembak-nembakin lagi
Biadab kalian polisi
Tadi katanya mau negosiasi
Tapi ternyata begini lagi
Polisi menembaki rakyat-rakyatnya”
“Suasana Petamburan saat ini
Jam 5:49
Polisi mulai menembak-nembakin lagi
Polisi mulai nembak-nembakin lagi
Biadab kalian polisi
Tadi katanya mau negosiasi
Tapi ternyata begini lagi
Polisi menembaki rakyat-rakyatnya”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan kembali video peristiwa tahun lalu (2019) untuk membuat kesimpulan salah bahwa peristiwa terjadi saat ini, berkaitan dengan HRS (Habib Rizieq Shihab).
Video tersebut merupakan kerusuhan mrebet yang membakar asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Pusat.
Video tersebut merupakan kerusuhan mrebet yang membakar asrama Brimob di Petamburan, Jakarta Pusat.
Rujukan
[SALAH] Minum Minyak Kayu Putih Melancarkan Napas Pasien Covid-19
Sumber: TwitterTanggal publish: 10/12/2020
Berita
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19.
Klaim meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19 diunggah akun Twitter @Simplemiska, pada 2 Desember 2020.
Berikut unggahan tersebut:
"Buat kluargakuTETAP WASPADA YAHTmn positif covid..kluar lendir dr hidung smp bercampur darah..nafas sesak…stlh minum minyak kayu putih..baru berasa enakan jalan nafasnya…INGAT!! COVID itu ada yah…bukan ANTARA ADA DAN TIADA"
Klaim meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19 diunggah akun Twitter @Simplemiska, pada 2 Desember 2020.
Berikut unggahan tersebut:
"Buat kluargakuTETAP WASPADA YAHTmn positif covid..kluar lendir dr hidung smp bercampur darah..nafas sesak…stlh minum minyak kayu putih..baru berasa enakan jalan nafasnya…INGAT!! COVID itu ada yah…bukan ANTARA ADA DAN TIADA"
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19, dengan menanyakan informasi tersebut ke Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D., Apt.
Zullies mengatakan, belum ada bukti ilmiah meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19.
"Nah masalahnya, pakah itu berefek terhadap Covid, itu masalah yang lain, dan itu belum terbukti secara ilmiah," kata Zullies, saat berbincang dengan Liputan6.com.
Zullies mengungkapkan, meminum minyak kayu putih akan berdampak pada iritasi selaput lendir, jika dengan kadar minyak kayu putih yang tinggi.
"Minyak kayuputih itu minyak menguap atau minyak atsiri dan umumnya menyebabkan iritasi pada selaput lendir kalau terkena," tuturnya.
Zullies mengatakan, belum ada bukti ilmiah meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19.
"Nah masalahnya, pakah itu berefek terhadap Covid, itu masalah yang lain, dan itu belum terbukti secara ilmiah," kata Zullies, saat berbincang dengan Liputan6.com.
Zullies mengungkapkan, meminum minyak kayu putih akan berdampak pada iritasi selaput lendir, jika dengan kadar minyak kayu putih yang tinggi.
"Minyak kayuputih itu minyak menguap atau minyak atsiri dan umumnya menyebabkan iritasi pada selaput lendir kalau terkena," tuturnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim meminum minyak kayu putih bisa melancarkan napas pasien Covid-19 tidak terbukti secara ilmiah.
Memimum minyak kayu putih dengan kadar tinggi justru akan berakibat iritasi selaput lendir.
Memimum minyak kayu putih dengan kadar tinggi justru akan berakibat iritasi selaput lendir.
Rujukan
[SALAH] Video Anggota Tim Sukes Minta Bantuan Paranormal Jelang Pilkada
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/12/2020
Berita
Pengguna Facebook Sufa’ad Bin Rintap mengunggah sebuah video (28/9) yang menunjukkan sekelompok orang tengah memanjatkan doa-doa. Unggahan tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa orang-orang yang berada dalam video merupakan anggota tim sukses yang tengah meminta bantuan kepada paranormal agar pasangan calon dukungannya dapat memenangkan Pilkada 2020.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video yang menunjukkan anggota tim sukses meminta bantuan kepada paranormal, melainkan video deklarasi dukungan Paguyuban Paranormal Sunda untuk pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi pada Pilkada 2018 yang lalu. Video yang sama juga pernah diunggah oleh pengguna Twitter kangnugo85 pada 23 April 2018 yang lalu.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Facebook Sufa’ad Bin Rintap tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Facebook Sufa’ad Bin Rintap tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Rujukan
Halaman: 7155/8694


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3320496/original/072183400_1607589171-minyak_kayu_putih.jpg)
